Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 172_Tamu spesial 2


__ADS_3

Kini suasana Diantara mereka sudah mulai mencair,Dimana Juna Dan Varo sudah bisa berinteraksi dengan baik satu sama lain.Hal ini mengundang keterkejutan bagi Dara dan Kelvin karena melihat perubahan mereka berdua yang beebeda seratus delapan puluh derajat dari biasanya.


Sedangkan Elma Dan Luna,mereka hanya ikut bercengkrama tanpa harus memeras otak karena Tak mengetahui permasalahan antara mereka berdua.Hingga tak terasa kini waktunya makan malam telah tiba.


Dengan ramah Juna Mengajak mereka semua Untuk makan malam bersama.Awalnya Varo sempat menolak karena Berencana untuk Langsung pulang,Tapi Juna dan Dara menolaknya dan Tidak memperbolehkan Varo untuk pulang sebelum makan malam.


Saat Ini Mereka Semua telah berkumpul dimeja makan,sedangkan baby Ar sedang tidur dikamarnya yang ditemani oleh BI Sri.


Disepanjang kegiatan mereka,sesekali Luna melirik kearah Juna yang terlihat sangat Cekatan dalam melayani istrinya.


' Pernikahan yang sungguh hangat.' Batinnya dengan senyum paksa.


Disisi lain,Varo yang melihat interaksi keduanya semakin merasakan sakit yang teramat dalam karena rasa cinta itu masih ada dan sangat besar untuknya.tapi dia tidak ingin menghancurkan suasana dan terus saja memendamnya demi kebahagiaan Dara.


Setelah Selesai melakukan acara makan malam,Kini satu-persatu dari mereka mulai pamit untuk pulang.


Dara merasa bahagia karena Hari ini adalah hari yang paling bersejarah dalam dirinya,dimana ada banyak orang yang juga ikut senang atas lahirnya Baby Ar diantara mereka.


"Ayo masuk" Tangan kanan Juna terangkat untuk merangkul pundak istrinya dan mengusapnya dengan sayang.


Mereka berdua mulai berjalan masuk dan langsung menuju kamar.Tapi saat baru menaiki beberapa anak tangga,Bi Sri memanggil mereka." Bibi mau pulang" Dara bertanya sambil kembali turun kebawah.


"Iya Non.Sudah malam" jawab Bi Sri.


"Yasudah kalau begitu.Hati hati ya bik" Ucap Dara dengan ramah.


Setelah BI Sri pulang,barulah Dara kembali naik keatas untuk menyusul suami dan anaknya.


Saat Ini Juna sedang mandi,Jadi Dara lebih dulu menyiapkan Pakaian suaminya sebelum ikut untuk membersihkan Tubuhnya nanti.


20 menit kemudian,Juna sudah selesai dengan kegiatannya.Dan kini Gantian Daralah yang harus membersihkan tubuhnya yang terasa panas dan lengket.


" Hey boy " Juna mencium pipi putranya dengan gemas,yang menyebabkan Baby Ar terbangun dan mengerjap dengan polosnya.


Kemudian Juna tertawa karena Melihat bibir mungil Milik Ar yang terus ******* dengan Pelan.


Juna merasa gemas dan terus menciumnya hingga membuat baby Ar menangis dengan sangat kencang.Juna sangat kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


"Hey,kau apakan putraku?"Dara bertanya dengan kesal.kemudian dia berjalan kearah mereka dan menepuk suaminya sebelum menggendong baby Ar.


"Oooo sayangku...Daddy Nakal ya" Dara meraih putranya dan membawanya kedalam gendongannya.Dan benar saja,Baby Ar langsung diam karena pelukan hangat dari momynya.


"Aku tidak nakal sayang.Ar saja yang sangat manja" Ceplos Juna yang langsung mendapat lemparan tatapan tajam dari Istrinya.


Kemudian pandangan Juna teralih kearah tubuh istrinya yang hanya menggunakan handuk saja."Apa kau ingin menyiksaku sayang?"Juna merebahkan tubuhnya dengan pasrah,membuat Alis Dara mengkerut heran karena Pertanyaan serta Kelakuannya.


Kemudian Dara menyadari bahwa saat ini dia hanya menggunakan Handuk." Astaga" pekiknya dengan malu,membuat Juna menoleh dan tersenyum kearahnya.


"Sayang Jangan ganggu Dia.Aku ingin ganti baju sebentar" Dara meletakkan putranya diranjang dan langsung Bergegas untuk memakai baju.Namun baru beberapa langkah kakinya berjalan,Juna sudah menarik tangannya untuk masuk kedalam pelukannya.


"Juna Apa yang kau lakukan?"Dara bertanya dengan kaget sekaligus kesal.


"Memelukmu!.memang apa lagi yang kulakukan?"Jawab Juna dengan cepat.


"Sayang..." Dara berkata dengan panjang sambil meronta-ronta ingin dilepaskan.


" Hummmm" Suara Juna terdengar sangat serak dan seksi,membuat pikiran dara langsung liar kemana-mana.


"Sayang kau ingat bukan,Jika Kau sedang berpuasa?"Juna sedikit merenggangkan pelukannya,menatap istrinya dengan Pandangan Putus asa.Kemudian dia melepaskan istrinya dan membuat Dara langsung berdiri dari pangkuannya.


"Yaaaaa,aku tahu" Jawabnya dengan malas.Juna merasa putus asa dan tak bisa berkata apa-apa.Ini baru lima Hari,tapi kenapa sudah terasa seperti Lima tahun?.Ahhh,mungkin saja Juna tidak akan sanggup nantinya.


Dengan senyum yang masih mengembang,Dara bergegas untuk pergi Dari pada terus mengganggu suaminya yang terlihat Sudah tersulut oleh gairah.


____________


Keesokan paginya


Saat Ini Juna sedang asik Menonton televisi Dengan baby Ar yang berada dipangkuannya.Sedangkan Dara,dia masih diatas Untuk membersihkan tubuhnya.Dan Setelah selesai membersihkan tubuhnya,barulah Dara turun dan menyusul suaminya kebawah.


"Sini" Dara meminta baby Ar dan langsung menggendongnya untuk memberikan ASI.


"Sayang!"Dara memanggilnya dengan lembut,membuat Juna menoleh dan membalas tatapannya.


Tatapan itu sangat lembut dan seolah-olah berkata ' apa' kepadanya."Jika aku memiliki banyak pertanyaan,apa kau bersedia menjawabnya?"Ujar Dara.Dia masih merasa penasaran dengan sikap Juna dan Varo semalam.

__ADS_1


"Jika pertanyaanmu itu masuk akal,maka dengan senang hati aku menjawabnya" Juna tersenyum dan kembali melihat Televisi.


saat Ini dara masih diam sambil merangkai kata-kata yang cocok untuk ditanyakan."Ummm,_____" Dara menggantungnya, yang membuat Juna Tersenyum dan bisa menebaknya dengan cepat.


"Apa kau ingin bertanya mengenai Varo?"Juna bertanya tanpa menatapnya.sedangkan Dara,dia hanya bisa mengangguk dan tersenyum kikuk.


" Sini sayang" Juna Kembali menggendong putranya setelah selesai dengan rutinitasnya barusan.Saat Ini Juna lebih memilih diam dan terus menatap televisi.Hingga Kata-kata yang sedari tadi dipikirkannya Mulai keluar dari mulutnya.


"Saat kejadian dimana Varo mengatakan semuanya tentang Kanaya,Varo juga memintaku untuk melupakan segala Akar permasalahan kami dan berhenti untuk saling bermusuhan satu sama lain.Dia juga memintaku untuk bersikap biasa walaupun kami tidak berteman nantinya"Jelas Juna sambil tersenyum kearah istrinya.


"maksudmu____"


Juna Mengangguk kan kepalanya."Varo telah mengikhlaskan segalanya.termasuk dirimu" Ujar Juna Yang membuat Dara terdiam membeku dengan mata yang membulat dengan sempurna.


"App___apa maksudmu Juna?"Dara bertanya dengan terbata-bata.Jantungnya berdegup kencang Karena perkataan suaminya.


' Kenapa Juna bisa berkata seperti itu?,Apa selama ini dia mengetahuinya?'


"Jangan tunjukkan wajah jelekmu itu,karena aku bisa saja lepas kendali nantinya" Juna tertawa kecil yang membuat Dara langsung merubah Ekspresinya.


"Juna aku serius"Rengeknya dengan Ekspresi yang sangat menggemaskan.


"Iya sayang..aku serius" Ujar Juna lagi yang semakin membuat Dara semakin merasa kesal.


Kemudian Juna mulai berhenti tertawa saat melihat raut Istrinya yang mulai terlihat tak biasa."Aku tahu Jika Varo mencintainu Sayang"


"What?"Pekik dara dengan kuat,membuat Juna menutup telinganya karena merasa sakit.


"Sudah kubilang jangan tunjukkan Ekspresi jelekmu itu" Juna terkekeh karena lagi-lagi Dara menunjukkan ekspresi terkejutnya.


"Sayanggggggg" Dara merengek-rengek sambil menghentakkan kakinya kelantai.Dia sangat kesal dengan tingkah Juna yang selalu mempermainkannya.


"Kemari" Pinta Juna yang tak digubris oleh istri nya.


"Dara aku bilang kemari" Dengan wajah yang ditekuk dara mulai mendekat dan langsung masuk kedalam pelukan Suaminya.


"Varo tahu Jika Kau adalah istri Imut milikku.Jadi dia tak perlu lagi berusaha untuk mengejarmu,karena suamimu ini Adalah orang yang hebat,yang bisa melawan siapapun yang berani Mengganggu miliknya" Ujar Juna yang mematuk bibirnya singkat.

__ADS_1


Rona merah langsung menghiasi wajah dara.Dengan senyum yang Menghiasi wajahnya,Dara mulai menenggelamkan Wajahnya Didada Juna dan menghirupnya dalam-dalam.


__ADS_2