Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 82_ Tidak pergi


__ADS_3

_Saat Ini Juna hanya bisa menatap istrinya sambil menahan tawa karena Melihat wajah Dara yang sangat lucu itu.


"Kenapa kau melihatku seperti itu" Pekik Dara Yang merasa kesal.


"Kau menggemaskan nona!"Dara langsung mengangkat tangannya yang berniat untuk memukul suaminya.Dengan refleks Juna langsung menangkapnya.


"Lihatlah,Kau selalu menggunakan kekerasan padaku" Imbuh Juna sambil melepaskan Tangan Istrinya.Dara langsung memutar matanya dengan malas sambil melirik Juna dengan sinis


"Kau menyebalkan" Geramnya Sambil menatap Juna dengan tajam.Sedangkan Juna Semakin tertawa terbahak-bahak melihat Dara.


"Junaaaaaaa" Teriaknya,Namun masih sama Juna tetap tertawa dengan kuat.


"JUNAAAAAAA" teriaknya menggema diseluruh ruangan itu."Kau menyebalkan..menyebalkan" Pekiknya sambil memukuli Juna.


"Auuu..hentikan sayang...Sakit....."Rengek Juna sambil mengelak kesana-kemari.


"Rasakan ini" Emosi Dara rasanya sudah sampai di ubun-ubun dan bersiap untuk dilampiaskannya.


"Iiii...Iya sayang..Ampun....jaanji Bakal tertawa lagi..." Rengek Juna Sambil tertawa.


Mata Dara langsung membulat dengan senmurnya,"Kau......" Pekiknya lagi sambil terus memukuli Juna


"Heyy.....Ampun sayang...Iyaa,iyaaa..okei ga bakalan Ketawa Lagi.sumpah"Lanjutnya.Dara langsung menghentikan tangannya dan membuang pandangannya kearah lain.


"Kau menyebalkan" Gerutunya pelan namun masih didengar oleh Juna.Wajahnya memerah karena kesal,Bahkan kini bibirnya mencerut sepanjang 5 Cm........


Sebenarnya yang membuatnya kesal bukanlah Juna yng tertawa karena mengejeknya melainkan Perkataan Juna yang mengatakan bahwa dia akan pergi keluar negeri.


"Kau cantik bila sedang marah" Goda Juna sambil Mencolek Pipi Dara,Dengan Cepat Dara langsung menepisnya.Dengan mata yang melirik tajam,Dia bangkit dari duduknya dan berjalan keatas meninggalkan Juna yang berusaha setengah mati menahan tawanya.


Dia sengaja menghentakkan kakinya Saat menapaki tangga itu Karena rasa kesalnya yang tak kunjung reda.Apalagi melihat Juna Asik tertawa saja setelah kepergiannya.Apa dia tidak ingin mencegahku Gitu? 'Gerutunya dalam hati.


Sesampainya didalam Kamarnya,Dia langsung Naik keatas ranjangnya dan menutupi Seluruh tubuhnya dengan selimut.Lima menit kemudian,Juna pun tak kunjung datang untuk menyusulnya.Dan itu membuat rasa kesalnya semakin membesar.Dara bangkit Dari Tidurnya sambil memukul-mukul bantal yang sering dipakai Juna.


"Menyebalkan....menyebalkan"Geramnya sambil terus Memukul bantal itu.Saat asik memukuli bantal itu,Telinganya mendengar suara putaran handle pintu yang berasal dari pintu kamarnya.Dengan cepat Dara langsung tidur sambil menutup Tubuhnya dengan selimut sampai ke kepala.


Sedangkan Juna yang melihat Tubuh dara yang terbungkus dengan selimut sampai batas kepala,Hanya bisa menghela nafas kasar sambil membawa langkahnya menuju Istrinya.


Tangannya langsung menarik selimut itu,tapi dihalangi oleh Dara."Kenapa ditutup" Juna langsung menarik selimut itu dan membuangnya ke sembarang tempat.


"Junaaaaa" teriaknya yang langsung terduduk."Apa" jawab Juna santai.


"Kembalikan selimutnya"Ujar dara sambil menunjuk kearah selimut itu berada.


"Tidak....."jawabnya santai.

__ADS_1


"Kembalikan...."


"Tidak..."...


"Juna kemuuuummmmmmm"Dara langsung menghentikan perkataannya saat Juna menciumnya.Kedua tangannya mencoba untuk mendorong Juna,Tapi tenaga Juna lebih kuat darinya.


"Tidurlah..."Ucap Juna sesudah menyudahi ciumannya.


Dara langsung merebahkan tubuhnya dengan memunggungi Juna.Senyum Juna terangkat,karena Melihat Dara yang sangat kesal kepadanya.Kemudian dia berjalan Ketempatnya dan langsung ikut merebahkan tubuhnya disamping istrinya.


"Selamat tidur Baby..."Juna berucap dengan lembut sambil mencium kening istrinya..


_________


_Keesokan paginya,Juna bangun dan tidak mendapati istrinya disampingnya.Dengan langkah yang lebar dia langsung memasuki Kamar mandi untuk segera bersiap kekantor.


40 menit kemudian, Setelah penampilannya telah sempurna,Juna berjalan keluar kamarnya untuk turun kebawah.Saat Dia telah menuruni anak tangga pertama,Matanya menangkap sosok Dara yang tengah asik menyantap makanannya." Dia masih ngambek" Gumam Juna pelan.


Sekilas terlintas ide cemerlang dalam benaknya,Dengan cepat dia langsung mengeluarkan Ponselnya dan Berakting seolah sedang menelfon seseorang.


Ehem.....


Juna berdehem sebentar sebelum melanjutkan langkahnya.


"Semua perlengkapan ku telah disiapkan kan?"Juna memulai aktingnya sambil terus membawa langkahnya menuju istrinya.


"Baiklah,Satu setengah jam lagi aku sampai di bandara"Sambungnya sambil mematikan sambungan telfonnya.


' Bandara..? Itu berarti Juna benar-benar pergi keluar negri? ' Dara berucap dalam hati,Wajahnya berubah muram saat mengetahui bahwa dirinya akan berpisah dengan Juna sebentar lagi.


Tanpa basa-basi Juna langsung mendudukkan dirinya tepat dihadapan istrinya.Matanya melirik kearah wajah Dara yang kini menjadi muram.senyumnya mengembang karena berhasil mengerjai Istrinya.


' Berhasil.... ' Batinnya bersorak dalam hati.


Sedangkan Dara yang melihat Juna hanya bersikap acuh terhadapnya hanya bisa diam sambil meras kedua tangannya.


' Jika Juna ingin pergi hari ini,Kenapa dia mengatakannya tadi malam.Dan sekarang dia malah mengacuhkan ku....' batinnya dalam hati.


15 menit kemudian,Juna telah selesai dari kegiatan sarapannya dan langsung bangkit dari duduknya diikuti Dara.


"Kau ingin pergi" Ucap Dara tercekat.Kini air matanya sudah bersiap untuk menetes.Wajah Juna langsung berubah panik saat melihat istrinya menangis.


"Jangan Nangis sayang..."Juna berjalan kearah Dara dan langsung memeluknya.


"Kau ingin pergikan ?Kau ingin meninggalkanku kan?"Kini air matanya Telah tumpah membasahi pipinya.

__ADS_1


"Suttttt...Tidak sayang,Aku tidak pergi."Kini Juna berusaha menenangkan istrinya dengan cara mengusap rambutnya.


"Aku tidak akan pergi,Aku disini."jelas Juna sambil menghapus air mata istrinya.


"Kau Bohong,Buktinya tadi kau mengatakan akan pergi ditelfon" Rengeknya


"Aku hanya bercanda tadi"jelasnya.


"Kau tidak pergikan?"Tanya dara memastikan.


"Tidak..." Jawabnya.Juna kembali memeluk istrinya untuk menenangkannya.


"Aku memang akan pergi,tap...."Ucapannya berhenti karena dara yang tiba-tiba menyambar perkataannya.


"Tadi kau biilang kau tidak akan pergi"Kini air matanya kembali menetes.


"Heyy.... dengarkan aku dulu."Juna kembali menghapus air mata istrinya dan Membawanya kedalam pelukannya.


"Aku memang akan pergi,Tapi bulan depan sayang..."Jelas Juna pelan-pelan.Dara langsung mendongak menatap wajah Juna.


"Kau pergi..."Ucapnya sendu.


"Iya..tapi tidak hari ini.Lagi pula manamungkin aku meninggalkanmu sendirian dirumah saat kita baru saja ditimpa oleh masalah..." ujar Juna sambil tersenyum.Dara langsung kembali memeluk Juna dengan erat.


Lama mereka berpelukan,Hingga tak terasa kini waktunya Juna pergi ke kantor


"Sayang...Aku harus bekerja bukan!" Ucapnya sambil melepaskan pelukan mereka.


Kini wajah mereka bertemu,saling menyapa dalam diam.Rasanya Dara tidak rela bila Juna harus pergi,Walaupun itu masih bulan depan.


"Sayang....."Panggil Juna.


"Hummm"jawabnya sambil kembali menatap suaminya.


"Aku pergi ya"Tutur Juna sambil menyelipkan anak rambut dara yang sedikit berantakan.


"Hu'um...." Jawabnya dengan pasrah.Juna tersenyum sambil membawa langkahnya menuju mobilnya dan bergegas pergi kekantor.


.


__________ __


***Bersambung.


happy reading all 🤗❤️🤭..

__ADS_1


Salam Cinta Dari Author ❤️🖤


"Saranghaeo"🌹🌹***


__ADS_2