Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 103 Kembali WFO (Work From Office)


__ADS_3

Beberapa bulan setelah mbah meninggal, gantian bapak yang kesehatannya mulai drop. Setelah diperiksa oleh dokter, ia diputuskan untuk harus melakukan cuci darah secara rutin. Karena itulah kemarin sering bolak balik rumah sakit untuk memasang alat yang nanti digunakan untuk cuci darah. 


Bapak sendiri harus cek rutin selama seminggu dua kali. Ia tidak sendirian, ibu sebagai istri yang baik selalu menenaminya cuci darah setiap waktu. Dari yang aku tahu, setiap cuci darah menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk satu kali sesi. Entah waktu yang sebenarnya habis berapa jam. 


Beruntung setelah melakukan cuci darah, kondisi bapak sudah mulai segar. Kelihatan dari badanya yang sudah enakan. Namun tetap saja, kadang kadang omongan masih pedas setiap mulutnya berbicara. 


Waktu terus berlalu dan sebelum memasuki ramadhan kedua aku bekerja di perusahaan tempatku berada saat ini. Aku mendapatkan berita yang mengejutkan. Tiba-tiba, muncul sebuah pesan salam grup WA kantor. 


[Nanti Senin ke kantor ya, mau ada meeting terus mukai sekarang susah tidak wfh lagi]


"Eh… serius ini!? "


Mendengar kabar yang mendadak itu, sontak aku langsung panik. Karena berita ini datang hari Minggu, sedangkan besok Senin sudah harus langsung masuk kantor. Aku langsung menyiapkan pakaian yang akan aku gunakan untuk di kontrakan tangerang nanti. Khawatir kalau ternyata masuk kantornya full tidak dibagi shift. Karena aku kurang percaya dengan manajemen pak Tian. 


Ibu membantuku mengemas pakaian yang aku butuhkan untuk ngantor. Setelah semuanya beres, aku hanya berdoa kalau semuanya bisa lancar. Memastikan bahwa semuanya telah siap, aku mulai istirahat untuk menghadapi hari esok yang melelahkan. 

__ADS_1


*Hari Senin*


Sekarang posisiku masih di rumah, karena takut datang terlambat ke kantor, aku meminta om Maman untuk mengantarku dengan menggunakan mobil pribadi. Karena transportasi umum kurang diandalkan akan sampai tepat waktu sebelum jam kantor dimulai. 


Padahal kalau menggunakan angkutan umum, biayanya bolak balik lebih murah dari pada memakai kendaraan pribadi. Cuma memang waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama. 


Perjalanan aku lalui dengan sering melihat handphone, karena kantor yang saat ini aku tujuan berbeda dengan kantor Elektronik Jaya yang biasa aku kunjungi. Sekarang kami pergi ke kantor sister company, T. Kantornya masih di Tangerang namun lebih jauh dari kantorku yang lama. Apalagi dari rumahku yang berada si luar kota. 


Sampai di sana, om maman drop off diriku dan aku menunggu jawaban dari anggota yang lain, terutama mengenai ruangan mana kami akan bekerja hari ini. Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya aku mendapatkan respon dan mulai masuk ke dalam ruangan yang disediakan. 


Ruangan yang aku masuki ini cukup sempit, apalagi kami harus mengikuti protokol kesehatan sehingga ruangan ini kurang memenuhi standar. Terlihat dari jumlah orang yang ada di dalam tidak muat untuk di ruangan ini. Saat ini aku berada di sebuah meja dengan lima kursi di sekitarnya.


Tidak hanya ruangan yang terlalu kecil, colokan untuk ruangan ini juga sangat minim. Apalagi kalau laptop kantor nantinya butuh charger, pastinya kami akan rebutan karena hanya terdapat satu colokan di dalam ruangan ini. Colokan tambahan sama sekali tidak terlihat di dalam ruangan.


Untungnya setelah menunggu selama beberapa menit, pak Suharno mendapatkan informasi kalau kami bisa menggunakan ruangan yang lebih luas untuk hari ini. Serentak kami semua mengikuti beliau untuk sampai di ruangan yang baru. Ruangan baru ini memiliki luas hampir 3 kali dari ruangan kami berada sebelumnya.

__ADS_1


Terdapat meja di tengah ruangan yang membentuk posisi kotak, lengkap dengan kursi dan juga colokan di beberapa sudut. Kemudian prokes bisa kami laksanakan dengan baik dan bisa menjaga jarak. Ruangan ini juga memiliki AC sehingga kami tidak kepanasan berada di ruangan ini. Setelah memastikan tempat kerja kami cukup nyaman, aku memulai kerja seperti biasa.


aku mulai membuka laptop kemudian menjalankan aplikasi yang merupakan pekerjaanku untuk kali ini. Sambil bekerja, aku selingi dengan ngobrol ke rekan kerja yang lain. Karena hari ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan mereka. Selama ini, aku hanya tahu mereka dari suara dan juga nama mereka saat kami melakukan meeting virtual, ini adalah hari pertama kami bertemu secara langsung.


Pak Rawan juga sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan beliau. Berbeda dengan dulu, sekarang ia memiliki rambut pendek dengan potongan hampir botak. Namun selain itu, bentuk tubuh dan dandanannya tidak berubah. Belakangan aku baru tahu saat nanti pulang kerja, sekarang ia sudah menggunakan mobil untuk berangkat ke kantor. Padahal biasanya ia berangkat dengan menggunakan motor.


Pak Wall merupakan karyawan baru di perusahaan kami. Namun aku sempat takjub dengan orang yang satu ini. Karena meskipun angkatan nya di bawahku, namun ia memiliki kemampuan yang bisa dibilang jauh di atasku. Ia juga menggunakan mobil untuk berangkat ke kantor sehingga semakin meningkatkan rasa iri terhadap pegawai yang satu ini. Ditambah wajahnya yang cukup rupawan menambah lagi hal yang aku iri melihatnya.


Pak Suharno merupakan pegawai baru juga di kantor kami. Namun berbeda dengan pak Wall, Pak Suharno ini lebih senior, terlihat dari rambutnya yang sudah mulai ada yang memutih. Ia juga jago di bidangnya, apa saja mengenai komputer yang pak Bem minta bisa ia lakukan. Secara tidak langsung, ia saat ini bertindak sebagai boss pengganti pak Randy yang sudah resign.


Kalau kalian ingat, dulu pemimpin perusahaan kami yang berada di bawah pak bem adalah pak Randy. Namun entah karena alasan apa, sekarang ia sudah berhenti dan tidak lagi bekerja di perusahaan ini. Pak Suharno lah yang sepertinya mendapatkan peran untuk menggantinya, meskipun secara senioritas, pak Rawan lebih lama bekerja di perusahaan ini.


Terakhir ada dua orang wanita yang masuk ke dalam kantor kami. Bu Angela dan Bu Amelia. Entah mereka adalah karyawan baru atau lama, namun pastinya ini pertama kalinya aku juga bertemu dengan mereka berdua secara langsung. Bu Angela memiliki rambut panjang dan sekarang diikat ponytail, menggunakan kacamata dan memiliki wajah yang cukup cantik. Tubuhnya juga cukup kurus dan kecil sehingga ia kelihatan sebagai cewek dengan tipe imut. Ia juga saat ini masih menunjang kuliah sekaligus kerja di tempat ini, bisa dibilang ia saat ini sedang magang.


Terakhir ada bu Amelia yang sepertinya cukup senior bekerja di sister company kami. Namun ini juga pertama kalinya aku bertemu denganya. Berbeda dengan Angela yang kulitnya cukup putih, bu Amelia memiliki kulit yang agak coklat manis. Melihatnya membuatku sangat adem. Karena perawakannya mirip dengan ibuku. Entah kenapa aku tidak gugup berbicara dengan nya, berbeda dengan saat aku ngobrol dengan Angela.

__ADS_1


Dengan formasi tim yang baru ini, aku menjalani kehidupan kantorku yang baru bersama dengan orang-orang baru di kantor yang baru juga. Namun seperti dugaanku, ternyata banyak hal-hal yang tidak mengenakkan muncul satu bulan ke depan.. Karena ini adalah bulan terakhir aku bekerja di tempat ini.


*bersambung*


__ADS_2