
“Bangun Ray, sholat dulu” Ucap Rendra sambil menggoyang-goyangkan badanku.
“Hmm? sudah subuh ya? ok. Bentar, ngumpulin nyawa dulu”
Perlahan-lahan aku mulai duduk sebentar, lalu barulah aku berdiri secara penuh. Katanya sih kalau kita bangun tidur. Jangan bangun terlalu mendadak. Ntar muncul penyakit apa gitu, entah benar atau tidak informasi tersebut.
Setelah melek, saya melaksanakan shalat setelah berwudhu terlebih dahulu. Kemudian kami melanjutkan obrolan sampai waktunya berangkat ke mall. Hari ini aku akan menonton film anime bersama dengan Gusti. Sudah lama sekali aku tidak melakukan kegiatan ini bersama dengan nya. Padahal sebelum pandemi, aku sering nobar kalau ada film anime tayang di Jakarta.
Karena untuk saat ini, jarang sekali semua bioskop menayangkan film anime. Hanya bioskop tertentu saja. Dari kota C, tempat bioskop terdekat yang biasa menayangkan film anime jaraknya satu jam perjalanan. Cukup jauh dari lokasi rumahku berada.
Untungnya film anime tidak terlalu sering tayangnya sehingga ada jeda istirahat. Capek juga kalau sebulan sekali harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk menonton sebuah film. Mending nunggu tayang saja secara online melalui platform yang legal.
Pastinya aku sudah mandi dan rapi saat berangkat menuju mall. Aku juga sudah melaksanakn ibadah sehingga nanti saat sampai di sana, aku tinggal pergi menonton film saja. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan travel. Barulah aku pulang kembali ke kota C.
Sebelum kesana, aku sempat membeli jajan onigiri dulu. Karena jarang sekali snack ini dijual di kota C. Hanya minimarket di tempat-tempat tertentu saja yang menjualnya. Aku dan Rendra pergi menuju mall menggunakan ojek online. Saat sedang menunggu, kami berdua berpisah dengan Zul terlebih dahulu. Karena ia harus pergi ke rute yang berbeda dengan kami.
Perjalanan menuju mall tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya sekitar puluhan menit saja. Aku dan Rendra turun di tempat yang sama. Saat kami sampai, tadinya kami berniat untuk berpisah. Karena Aku dan Rendra memiliki tujuan berbeda pergi ke dalam mall ini.
“Loh Ray. Kok ke arah sana? Bioskop ke arah sini.” Ucap Rendra sambil memandu jalanku.
Rendra kerjanya memang di mall ini sehingga ia sudah hafal denah lokasinya. Namun karena aku jarang sekali pergi ke tempat ini. Menyebabkan diriku nyasar dan tidak tahu dimana lokasi bioskop berada. Katanya sih tinggal naik lift, ternyata lift di tempat ini lebih dari satu, sehingga aku bingung harus pilih lift yang mana.
*Ting*
Kami akhirnya naik kemudian turun dari lift setelah sampai ke lantai tujuan. Sama seperti lift kebanyakan. Di dalam lift terdapat denah untuk setiap lantai. Tentu saja kami langsung pergi menuju tempat nonton. Tidak muter-muter ke tempat yang lain.
Sampai disana, akhirnya aku bertemu dengan Gusti yang sudah datang terlebih dahulu. Aku memperkenalkan dirinya secara singkat kepada Rendra. Kemudian kami berpisah dengan aku mengikuti Gusti masuk ke dalam bioskop. Sedangkan Rendra pergi muterin mall untuk mencari barang yang ia cari.
Uniknya, kadang di beberapa bioskop, tiket yang dibeli secara online tidak perlu dicetak. Kita hanya perlu menunjukkan bukti pembayaran saja. Cukup canggih sih, namun agak kurang gimana gitu kalau kita menonton tapi tidak memegang karcisnya.
Sampai di tempat nonton, aku akhirnya mulai menonton film bersama dengan Gusti.
*Selesai menonton film*
“Wow, bagus sekali filmnya.” Ucapku sambil mengusap air mata.
Entah kenapa aku terharu melihat film ini. Padahal ini bukan film sedih, melainkan film tentang fantasi beserta petualangan. Mungkin karena aku salah satu penggemar berat franchise film ini. Yang sudah ada versi gamenya hingga beberapa novel spin off yang sudah dibuat. Aku dan Gusti mulai keluar bioskop sambil membicarakan film yang sudah kami tonton tadi.
Aku juga mulai mengontak Rendra, karena kami harus pergi bersama untuk menuju tempat travel berangkat. Kalau terlalu lama, takutnya kita tertinggal oleh travel dan tiketnya bisa hangus.
__ADS_1
“tuut..tuut.. Halo Rendra? Kamu lagi di mana? aku sudah selesai nonton nih”
Bersama dengan Gusti, aku keliling mencari keberadaan temanku yang satu ini. Karena mall ini cukup luas, aku sempat kebingungan dan nyasar dimana harus mencari dirinya. Beberapa menit berputar-putar, akhirnya kami berhasil bertemu kembali.
“Gimana sih kamu bro. Bisa nyasar gitu, hahaha” Ejek Rendra sambil menahan tawa.
Hanya tersenyum kecil yang bisa aku berikan kepadanya. Wajar saja aku nyasar, karena baru dua kali aku pergi ke mall ini. Berbeda dengan Rendra yang sudah bekerja di tempat ini dan sudah hafal rute-rute jalan yang ada di dalamnya. Gusti juga sama denganku, malahan dia belum pernah sama sekali ke tempat ini.
Setelah bertemu kembali, kami bertiga mulai mencari tempat makan. Aku dan Gusti belum makan siang karena waktunya mepet dari jam tayang filmnya tadi. Selesai muter-muter, kami akhirnya memutuskan makan di restoran ala Jepang. Kalau di tempat seperti ini, aku memesan menu favoritku, kare. Entah kenapa aku suka sekali dengan makanan yang ada karenya.
“Mbak, kami pesan ya”
Kami bertiga mulai mengucapkan pesanan kami masing-masing. Tentu saja kami semua memesan makanan yang berbeda. Rendra sendiri tidak memesan makan dan hanya pesan minum saja. Karena ia sudah makan saat kami sedang nonton tadi.
Sambil menunggu pesanan datang, kami habiskan waktu dengan berbincang banyak mengenai berita animanga terbaru. Kalau orang awam melihat kami, pasti mereka teriak ‘wibu’. Padahal itu tidak benar. Karena kami tidak menggunakan atribut jejepangan dan juga tidak berbicara dalam bahasa Jepang. Sayangnya makna ‘wibu’ ini sudah bergeser akibat banyak informasi yang beredar. Banyak orang yang tidak mengetahui makna sebenarnya dari istilah ini.
“Ini pesanan meja 3. Silahkan dinikmati. Pesanan sudah semua ya kak”
“Sudah komplit mbak. Terima kasih.”
“Ayo bro, kita makan dulu.” Ucapku sambil mengambil sumpit yang sudah disiapkan.
Selesai makan, kami membayar pesanan kami kemudian pergi menuju ke pintu keluar. Saat sudah keluar, kami bertiga langsung memesan ojek online sesuai dengan tempat tujuan kami. Gusti memiliki tempat tujuan yang berbeda, sehingga ia pulang duluan.
“Mas Ray. Aku duluan ya.”
“Ya, hati-hati Gusti. Nanti kapan-kapan kita ngumpul lagi.”
Gusti memesan motor sehingga ojeknya lebih cepat sampai. Berbeda denganku dan Rendra yang memesan mobil untuk menuju tempat travel berada. Setelah menunggu selama beberapa menit, batang hidungnya tidak kelihatan juga. Aku mulai resah dan bertanya terus-menerus ke Rendra kapan mobilnya akan datang.
“Santai Ray, waktunya masih lama kok. Bentar lagi juga datang ojolnya.”
Meskipun Rendra sudah bilang begitu, tetap saja aku khawatir. Gak seru jadinya kalau nantinya malah terlambat sampai ke travel. Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil yang kami pesan sudah datang.
“Tuh kan Ray. Santai aja, sudah datang kok mobilnya” Aku dan Rendra menaiki mobil dan langsung meluncur menuju tempat tujuan kami.
Diperjalanan, kami sedikit mengobrol sambil aku memperhatikan jalan. Karena aku jarang sekali mampir di Jakarta. Sampai sekarang aku belum hafal jalan-jalan yang ada di sini. Bahkan nama stasiun pun aku tidak hafal urutannya.
Seperti Jakarta pada umumnya, banyak mobil serta kemacetan di mana-mana. Beruntung bukan aku yang memegangi stir kemudi, sehingga aku tinggal menikmati pemandangan saja dengan santai. Tanpa perlu menghabiskan tenaga untuk melewati kemacetan.
__ADS_1
“Dimana mas parkirnya?” Tanya driver kepada kami.
“Sini saja pak. Terima kasih” Rendra mengarahkan driver untuk berhenti di sebuah tempat.
Setelah mobil berhenti sempurna, aku dan Rendra mulai turun dari mobil. Kami tidak perlu membayar cash karena semuanya sudah terbayar dengan e-wallet. Memastikan tidak ada barang yang tertinggal, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi travel berada.
Tempat keberangkatan travel ini cukup unik. Berada di sebuah hotel. Hotelnya sih terlihat bagus dan megah. Namun ku lihat, sepertinya tidak banyak tamu yang menginap di sini. Saat aku ke resepsionis hotel saja, suasananya gelap dan suasananya agak menyeramkan. Kami berdua pergi ke dalam hotel hanya untuk numpang ke toilet.
Keluar dari kamar mandi, kami akhirnya pergi menuju kantor travel dan tinggal menunggu keberangkatan travel.
“Travel menuju kota C! Silahkan naik.”
“Sudah waktunya ya?” Ucapku sambil beranjak dari kursiku.
Satu per satu penumpang travel mulai naik ke dalam mobil. Aku juga mulai naik setelah memastikan dimana nomor kursi yang aku miliki. Jangan sampai aku menduduki tempat orang lain. Setelah semuanya aman, aku menghabiskan waktu di jalan sambil melihat pemandangan dan bermain handphone.
Berbeda dengan saat naik bus. Menaiki travel ternyata lebih nyaman. Lebih adem karena Acnya dingin. Serta suasananya tenang karena yang naik keliatanya orang-orang santai dan tidak berisik. Jumlah penumpang cowok dan cewek cukup merata. Setiap penumpang cewek yang naik sempat aku perhatikan dengan sekilas, karena beberapa diantaranya ada yang cantik.
Aku juga sesekali melihat ke arah Rendra. Ia dengan santai menghabiskan waktu dengan menonton youtube, ataupun menggambar dengan menggunakan ipad miliknya. Saat mulai ngantuk di perjalanan, aku mulai memejamkan mata dan mulai tertidur.
“Kota C! Penumpang dengan tujuan kota C silahkan turun”
“???” Aku terbangun saat mendengar kalau kami sudah sampai ke tujuan.
“Ayo turun Ray, nanti di bawa lagi kamu balik ke Jakarta. Hahaha”
Rendra mulai turun dari travel kemudian memesan ojek online. Aku juga melakukan hal yang sama dan mulai pesan driver juga. Kami memiliki arah yang berbeda sehingga kami pamitan di sini.
“Terima kasih ya Rendra atas bantuannya. Seneng banget nih jalan-jalan kali ini. Kalau ada waktu, kita akan lakukan lagi yang seperti ini.”
“Yoi bro, hati-hati ya di jalan.”
Habis berpisah dari Rendra, aku mulai naik ojek yang sudah aku pesan. Kemudian sampai ke rumah dengan selamat. Sekarang yang aku lakukan adalah…Istirahat di rumah.
Meskipun aku cukup senang perjalanan seperti ini. Jangan sering-sering lah melakukan traveling. Waktu terkuras banyak dan juga ongkosnya tidak bisa dibilang murah. Mungkin oke sih kalau hanya sesekali. Tapi kalau ini menjadi kegiatan rutin. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Karena aku lebih suka bermain game di rumah.
Kira-kira, apa yang akan aku lakukan berikutnya?
*Bersambung*
__ADS_1