
Selesai dari ocean view, kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang baru. Dalam perjalan, aku melakukan kegiatan seperti biasa. Antara tidur atau bermain musik. Beberapa jam kemudian, kami akhirnya sampai ke tempat tujuan kami yang lain.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu. Sekarang kita sudah sampai di Sky View, silahkan bapak ibu turun terlebih dahulu lalu berkumpul di pintu masuk.” Ucapan dari panitia membangunkan diriku dan peserta yang lain.
Saat aku membuka mata, terlihat kalau sekarang kami sudah sampai ke tempat yang baru. Karena kami parkir di tempat bus, kami bisa melihat bus mengelilingi tempat kami berada saat ini. Tidak ada mobil kecil yang berani parkir di tempat isinya bus semua.
Turun dari bus, aku mengikuti rombongan menuju pintu masuk. Karena ini pertama kalinya aku ke tempat ini, aku tidak tahu dimana posisi pintu masuk untuk wahana kali ini. Aku hanya bisa mengikuti rombongan lain agar tidak nyasar.
Beberapa menit berjalan, akhirnya aku sampai ke sebuah tanah lapang yang berbentuk lingkaran. Disana, sudah banyak rombongan lain yang melakukan sesi foto bersama. Rombongan kamu juga tidak mau kalah dan mengantri untuk melakukan pengambilan foto.
“Ayo rombongan dari sekolah *** segera kumpul ke sumber suara untuk melakukan sesi foto bersama.” Ucap panitia perjalanan kami yang sudah menyiapkan kameramen dan juga pengatur barisan. Agar foto kami terlihat apik.
Giliran kami untuk berfoto-foto akhirnya tiba. Semua anggota rombongan kami semangat untuk mengambil foto. Bahkan mereka mengambil foto dengan beberapa pose. Setelah selesai foto bareng, mereka juga sempat foto khusus untuk yang memakai baju seragam yang sama. Aku dan adik-adik hanya bisa menunggu ibu yang masih semangat foto-foto sebelum mulai melanjutkan perjalanan..
Selesai sesi foto, kami melanjutkan perjalanan masuk ke dalam wahana. Seperti namanya, Sky View ini merupakan wahana yang menyajikan pemandangan dari atas langit. Sehingga kami bisa melihat pemandangan sebuah hutan dari atas langit. Terdapat beberapa kursi dan juga kedai makanan sehingga kami bisa memesan makanan sambil menikmati pemandangan yang indah dan menakjubkan.
Keren sekali kalau melihat pemandangan dari sini. Bangunan-bangunan yang biasanya besar terlihat hanya sebesar semut di sini. Sayangnya aku ada sedikit ketakutan akan ketinggian sehingga tidak bisa terlalu menikmati pemandangan dalam wahana ini.
Kulihat ada juga rombongan yang bahkan sampai menggunakan drone untuk melakukan sesi foto. Niat sekali mereka. Aku sendiri hanya menghabiskan waktu dengan menikmati pemandangan sambil membeli beberapa makanan di sana. Ada juga beberapa tempat yang kudatangi untuk melakukan sesi foto. Karena tempat ini sangat instagramable.
__ADS_1
Namun tempat foto-fotonya cukup membuat capek karena terdapat banyak bilik tangga di sini. Kami harus naik turun tangga untuk mendapatkan tempat foto yang bagus. Aku dan Lamda hanya foto beberapa tempat saja. Yana dan ibu yang semangat untuk foto-foto di tempat ini.
“Rombongan dari *** segera kembali ke bus. Karena kita akan melanjutkan perjalanan” Salah satu petugas mulai memanggil rombongan kami untuk berkumpul.
Dengan bergegas kami menghabiskan jajanan yang sudah kami beli. Lalu pergi menuju tempat bus di parkir. Setelah semua peserta lengkap, kami kembali melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan makan malam. Kali ini, acara makan malam kami memiliki kegiatan yang cukup unik.
Selesai makan malam, kami melakukan sesi tukar kado. Semua peserta yang sudah menyiapkan kado masing-masing, diberikan nomor kemudian nantinya setiap orang akan maju untuk mengundi hadiah apa yang mereka dapatkan. Acara yang cukup fun dan jarang sekali aku mengikuti acara seperti ini. Tentunya aku juga kebagian jatah untuk pengambilan hadiah. Namun aku tidak tahu apa hadiah yang didapatkan, karena semuanya aku serahkan kepada ibu dan akan dibuka di lain waktu.
Biasanya, warga luar negeri yang sering melakukan kegiatan seperti ini. Terutama saat sedang sesi acara natal. Mereka biasanya tukeran kado yang sudah ditaruh di bawah pohon cemara.
“Baiklah bapak-bapak dan ibu-ibu. Mohon dibuka kadonya nanti saja saat sudah berada di hotel. Sekarang ayo kita melanjutkan perjalanan menuju Malioboro.” Ucap petugas acara saat kegiatan tukar kado selesai.
Satu per satu dari kami keluar dari restoran dan mulai naik kembali ke bus masing-masing. Namun keluargaku dan satu pasangan suami istri tidak ikut ke Malioboro. Kami sudah memiliki agenda yang berbeda.
“Loh, mau kemana bapak dan ibu?” Petugas menanyakan kepada kami yang tidak mengikuti rombongan yang lain.
“Jadi begini pak..” Ibu mulai memberikan penjelasan.
Karena kami sudah sering pergi ke Malioboro, kami putuskan untuk menggunakan waktu ini untuk mengunjungi Yangti. Rumah Yangti berada di dekat sini sehingga kami bisa menyempatkan waktu untuk silaturahmi ke sana. Beruntung panitia dan peserta yang lain tidak ada yang protes, sehingga kami bisa lancar menunggu driver datang dan pergi ke tempat Yangti.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, kulihat ternyata hujan sudah mulai turun. Mengingat kalau rombongan kami sedang menuju Malioboro, aku hanya bisa berdoa mereka masih dapat menikmati wisata meskipun sedang kondisi basah-basah seperti ini.
Beberapa menit kami di mobil, akhirnya kami sampai juga ke tempat Yangti. Jarang sekali aku mengunjungi tempat ini, apalagi setelah covid melanda. Sudah sulit sekali aku mengunjungi tempat Yangti. Terakhir aku kesini adalah saat mengikuti pernikahan Nasa dulu, sekitar beberapa bulan yang lalu.
“Assalamualaikum, Yangti. Apa kabar?” Ucap ibu saat bertemu dengan Yangti.
‘Waalaikumsalam, ayo masuk. Kalian semua apa kabar?”
Kami mulai masuk ke dalam dan mulai duduk sambil ngobrol dengan Yanti dan Bude Nana. Aku pamit sebentar untuk melaksanakan shalat sebelum mulai mengikuti obrolan. Banyak sekali obrolan yang kami lakukan, seputar bertukar kabar dan cerita banyak hal lainnya. Senang sekali kami bisa bertemu dengan Yangti setelah lama tidak berjumpa.
Saat waktunya sudah mulai larut, kami pamitan kepada Yangti karena harus kembali ke hotel. Kami juga ingin beristirahat karena besok merupakan hari terakhir dari perjalanan kami. Sehingga kami akan melakukan perjalanan sambil mampir ke tempat wisata yang ada di jalan. Semoga saja tempat yang kami kunjungi itu akan lebih menyenangkan dari tempat yang sudah kami datangi.
“Hati-hati di jalan ya nak.” Ucap yangti kepada ibu.
“Iya bu, terima kasih ya.”
Kami naik driver online lagi untuk menuju ke hotel. Sampai di hotel, kami merasa kalau rombongan kami masih belum pulang. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk sampai ke kamar hotel duluan serta bisa istirahat lebih cepat. Aku mendengar kalau ternyata rombongan yang dari Malioboro sempat kehujanan dan mereka sampai ke hotel sekitar jam 10an.
Perjalan malam kedua akhirnya selesai. Besok merupakan hari terakhir dari perjalanan ini. Kira-kira, tempat seperti apa lagi yang akan aku datangi?
__ADS_1
*Bersambung*