Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 152 Tur ke Jogja


__ADS_3

Pada saat liburan sekolah, ibu menawarkan padaku untuk jalan-jalan ke Jogja.


“Mas, mau liburan gak ke Jogja? Tempatnya seru-seru loh”


Ibu memberitahukan kita akan pergi kemana saja untuk rekreasi kali ini. Berbeda dengan saat liburan, biasanya kalau kami mampir ke Jogja, kebanyakan hanya stand by di rumah Yangti. Kami tidak pergi kemana-mana. Kalau untuk acara trip sekolah kali ini, kami ada tujuan wisata yang akan kami kunjungi dengan menggunakan bus.


Meskipun aku tidak suka keluarga rumah, kalau ada acara jalan jauh seperti ini. Mau tidak mau aku harus ikut. Karena tidak mungkin aku meninggalkan ibu sendirian. Bapak sudah tidak ada, sehingga aku yang harus gantian menemai ibuku. Kebetulan Yana dan Lamda juga akan ikut dalam perjalanan kali ini. Arip tidak ikut karena ia tidak bisa liburan dan harus ngantor. Sedangkan aku masih liburan karena sampai saat ini aku masih belum mendapatkan pekerjaan.


“Aku ikut deh, kalau begitu.” Ucapku dengan nada sedikit malas.


“Terima kasih ya mas. Nanti kalau sudah harinya tiba, jangan lupa bersiap-siap”


“Ok”


*Beberapa bulan kemudian*


Akhirnya waktu keberangkatan telah tiba. Kali ini, kami mulai berangkat ke tempat ngumpul saat pagi hari. Setelah ibadah subuh, kami baru mulai bersiap-siap seperti mandi dan berdandan. Untuk koper dan barang bawaan lain sudah kami siapkan pada malam harinya.


Seperti biasa, selain diriku dan Arip. Adik-adikku yang lain cukup sulit untuk bangun pagi. Karena mereka sekarang sudah seringnya melek sampai malam. Hal itulah yang menyebabkan mereka sulit untuk bangun pagi. Padahal kami harus beribadah pada waktu tersebut.


Setelah drama bersiap-siap selesai, akhirnya kami mulai berangkat menuju tempat bus akan berangkat. Kami menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju ke sana. Kebetulan sekarang aku yang memegang setir kemudi. Kalau untuk perjalanan dalam kota, ibu sudah membolehkan dan aku juga sudah berani untuk melakukannya. Namun hal yang sama tidak berlaku untuk perjalanan keluar kota, aku masih harus membutuhkan banyak latihan.


Sampai disana, kami langsung parkir mobil kami dan ikut bersama rombongan untuk naik ke dalam bus. Namun karena masih ada peserta yang belum hadir, kami masih harus menunggu mereka sampai ke sini. Memang biasanya sih, anggota yang telat itu-itu saja orangnya, tidak berubah.


“Baiklah bapak-bapak ibu-ibu. Ayo naik ke dalam mobil” Teriak panitia ke arah kami semua.


Mendengar instruksi itu, aku langsung masuk ke dalam bersama dengan ibu dan adik-adikku. Tentu saja aku juga membawa barang-barang bawaan kami. Untuk tas seperti koper dan baju-baju, semuanya kami taruh ke dalam bagasi. Sisanya harus kami bawa. Terutama untuk tas kecil yang isinya HP. Tidak mungkin aku taruh ke dalam bagasi. Rawan hilang nanti.


Setelah semua peserta naik ke dalam bus, panitia mengecek apakah semua orang sudah naik. Satu per satu kepala keluarga dipanggil. Aku cukup kaget saat mendengar nama bapakku. Karena keluarga masih atas nama bapak. Memang sedih sudah beberapa bulan lamanya beliau meninggal. Namun aku harus tetap semangat untuk menjalani hidup kedepannya

__ADS_1


Tadinya perjalanan ke Jogja ini akan dilakukan sebelum bulan ini. Pada saat bapak masih hidup, sudah ada wacana kalau dia ingin ikut juga ke Jogja. Padahal kondisi fisiknya tidak mendukungnya untuk melakukan perjalanan secara rombongan seperti ini. Sayang, ia sudah tidak ada di dunia ini. Sekalian aku juga menggantikan posisi bapak dan pergi untuk wisata kali ini.


“Sip, sudah lengkap semuanya. Ayo kita berangkat. Mari berdoa dulu”


Semua penumpang bus mulai berdoa di dalam hati. Semoga saja perjalanan ini akan dapat kami hadapi dengan selamat. Selama perjalanan, aku hanya mendengar musik dan sesekali ngobrol dengan Lamda yang ada di sampingku. Ibu kursinya agak jauh dariku sehingga kami tidak bisa dengan mudah ngobrol di dalam bus.


Bus yang kami naiki ini total kursinya ada 50an orang. Dibagi menjadi 2 2 kursinya. Tentunya sudah full AC dan juga ada WC untuk buang air kecil. Pastinya tidak boleh merokok di dalam bus karena tidak ada ruangan khusus untuk merokok. Semuanya full pakai AC.


Aku juga sempat tidur saat sudah capek dan saat di jalan juga sudah minum Anteng agar perjalanan berjalan lancar. Anteng merupakan sirup herbal yang biasa diminum agar tidak masuk angin. Sangat berguna untuk perjalanan jauh. Entah kenapa sekarang kalau jalan jauh gak minum itu rasanya badan bisa drop setiap saat. Barulah setelah minum Anteng, badan menjadi enakan dan lebih bersemangat beraktivitas.


Dalam perjalanan juga diselingi dengan penumpang yang satu per satu bernyanyi dengan karaoke yang sudah disiapkan. Sehingga agak sulit untuk tidur dalam situasi seperti ini. Ada salah satu penumpang yang doyan banget nyanyi, kalau mic sudah ia pegang, susah sekali ia lepasnya. Aku sama sekali tidak ada berniat nyanyi sehingga itu tidak menjadi masalah bagiku.


Dari kota C menuju Jogja, perjalanan berlangsung kurang lebih selama 12 jam lebih. Saat makan siang, kami sempat berhenti di sebuah rest area untuk makan serta ibadah terlebih dahulu. Aku juga nyetok Anteng serta onigiri yang aku bagikan juga untuk ibu, Lamda, dan Yana. Semua barang itu bisa aku dapatkan dengan mudah dari membeli di minimarket.


Selesai dari rest area, kami melanjutkan perjalanan ke Jogja. Pada saat malam hari, akhirnya kami tiba di hotel. Sampai di hotel, satu per satu  penumpang turun dari bus dan menurunkan barang bawaan masing-masing. Aku juga menurunkan barang kemudian berjalan menuju dining hall, tempat kami melakukan makan malam.


Melihat sudah ada barisan yang terbentuk, aku dan Lamda mulai ikut berbaris untuk mengambil makanan untuk hari ini. Cukup bosan juga harus menunggu antri seperti ini. Namun untuk kelancaran kita semua, kita harus mengantri dengan cara yang baik dan benar.


Selesai makan malam, kami mengambil kunci kamar kami. Kemudian kami pergi naik lift menuju lantai tempat kamarku berada. Kebetulan sekali kamarku dengan ibu terpisah satu lantai. Sehingga kami agak kesulitan kalau harus bertemu.


Sampai di kamar, kami menaruh barang-barang kami kemudian menjalankan ibadah serta mandi terlebih dahulu. Karena badan sudah lelah, aku memutuskan untuk istirahat di kamar aja, sambil bermain game HP sebelum tidur. Sedangkan Lamda…


“Mas, aku mau keluar jalan-jalan. Boleh gak?”


“Hm? boleh, sebentar ya. Mas ganti baju dulu.”


“Gak jadi mas kalau begitu”


Mendengar jawaban dari Lamda itu. Aku mulai merasa heran, anak masih 14 tahunan udah sok-sokan mau jalan-jalan di tempat asing seorang diri. Memang sih dirumah ia sering jalan muter-muter tidak jelas. Namun hal itu agak bahaya kalau diterapin di tempat ini.

__ADS_1


Dilihat dari raut mukanya, sepertinya ia memang sama sekali tidak mau ditemani saat pergi jalan-jalan. Menghadapi situasi ini, aku hanya bisa menelepon ibu terlebih dahulu.


“Tuut..Tuut. Ya Ray, ada apa?”


“Begini bu..”


Aku mulai menceritakan mengenai kondisi Lamda saat ini. Tentang bagaimana ia mau keliling sendirian tanpa aku temani. Mendengar hal ini, ibu terdiam sebentar kemudian berkata.


“Baiklah kalau begitu, coba kasih teleponnya kepada Lamda.”


Setelah Lamda menerima HP milikku, ia mulai berbicara kepada ibu mengenai masalah ini. Pada akhirnya, Ibu mengizinkan Lamda pergi keluar dengan satu syarat. Tidak boleh keluar dari hotel. Ia hanya boleh muter-muterin hotel ini saja.


“Hati-hati di jalan ya nak”


“Baik bu” Lamda menutup telepon kemudian memberikan handphonenya kembali kepadaku.


“Aku pergi dulu ya mas.”


“Ok, hati-hati di jalan ya”


Ketika Lamda sudah keluar dari pintu, aku kembali bermain lagi dengan HPku. Dalam hati aku berdoa agar Lamda tidak berbuat hal-hal aneh. Beberapa menit setelahnya, akhirnya Lamda kembali ke kamar. Ia terlihat sudah lebih segar daripada sebelumnya.


“Mas, tau gak aku tadi ngapain aja?”


“Wew, mas jadi penasaran. Ngapain saja kamu tadi?”


Lamda mulai menceritakan petualangannya saat keluar dari kamar. Ia berkata kalau ada banyak orang berkumpul di bagian atas hotel. Sepertinya sedang ada acara konser atau semacamnya. Ia juga bercerita mengenai kemana saja ia melangkah serta hal apa yang ia temui.


Puas bercerita, akhirnya Lamda kembali bermain Hp kemudian tidur saat mengantuk. Aku juga tidur setelah badan ini lelah sekali seharian perjalanan.

__ADS_1


Hari ini full seharian perjalanan dengan bus ke tempat ini. Saat ini adalah waktu istirahat untuk acara esok hari. Kira-kira, besok aku akan pergi kemana ya?


*Bersambung*


__ADS_2