Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 163 Bertemu antara Calon Menantu / Mertua


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan dengan ibu Uswa, kami merencanakan untuk langkah berikutnya. Bertemu dengan kedua orangtuaku. Karena itu syarat dari ibu Uswa untuk melanjutkan hubungan kami.


Waktu ketemuan kami tentukan saat akhir pekan. Saat aku libur dari kegiatan kantorku. Agak repot kalau kami akan melakukan pertemuan ini pada saat hari kerja. Kali ini, aku tidak perlu menjemput Uswa karena ia akan mampir ke rumah bersama dengan om Chen.


"Mah, pah, nanti saat akhir pekan Uswa akan datang ke rumah. Mau aku kenalkan dengan ibu dan bapak."


Aku mulai menceritakan segala hal mengenai Uswa ini. Mulai dari awal kami bertemu hingga hubungan kami saat ini. Semoga saja nantinya mereka berdua akan memiliki feeling positif terhadap wanita ini. Karena aku ingin restu dari mereka berdua.


Setelah mendapatkan restu dari mereka, barulah aku bisa santai untuk melanjutkan kegiatan berikutnya. Aku hanya perlu menunggu akhir pekan datang setelah memberitahukan hal ini kepada orangtuaku.


*Akhir pekan*


Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Uswa akan datang ke rumahku bersama dengan om Chen. Semoga saja, kegiatan hari ini akan berjalan lancar. Saat aku gelisah menunggu kedatangannya, sebuah chat masuk ke dalam waku.

__ADS_1


[Kak, aku sudah sampai di rumah kakak]


[Ok, tunggu sebentar ya]


Berita yang aku tunggu akhirnya tiba. Langsung hal ini aku beritahukan kepada kedua orang tuaku. Lalu aku mulai menuju pintu depan untuk mempersilakan Uswa dan Om Chen masuk ke rumah. Tentu saja, aku sudah berdandan rapi dan seganteng mungkin. Mengenakan celana panjang dan kemeja rapi. Tidak mungkin aku dandan asal asalan untuk acara penting seperti ini.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam. Selamat datang Uswa dan Om Chen. Ayo masuk dulu."


Sekilas aku melihat, obrolan mereka cukup menyenangkan dan terlihat kalau semuanya berjalan baik. Tidak ada feeling buruk yang aku rasakan dari percakapan mereka. Semoga saja, ini merupakan pertanda positif untuk hubungan kami kedepannya.


"Kalau begitu, kami pamit pulang dulu ya ibu. Takut kemalaman. Nanti insya Allah kalau ada waktu mampir lagi. "

__ADS_1


"Iya Uswa, jangan malu malu kalau mau mampir lagi. Anggap saja di sini rumah sendiri. "


Setelah selesai mengobrol, Uswa dan Om Chen pamit pulang terlebih dahulu. Aku mengantar mereka sampai depan rumah dan menunggu hingga mereka tidak kelihatan lagi dari rumah. Beres menganter Uswa, aku kembali masuk ke rumah dan mulai bertanya kepada kedua orang tuaku.


"Gimana ibu, ayah, Uswa cocok gak jadi calon Mantu? " Saya tidak basa basi dan langsung bertanya ke percakapan inti..


"Ibu sih terserah mas saja. Dari ibu gak ada komentar. Kalau ayah gimana? "


"Terserah mas saja. Intinya sih, ibu kamu lebih cantik dari cewek kamu itu. " Ucap bapak sambil mengambil kesempatan untuk merayu Ibu.


Setelah pertemuan ini, banyak hal yang telah terjadi. Mulai dari aku berhenti kerja karena kontrak tidak diperpanjang, Bapak mulai sakit kemudian wafat, hingga kejadian-kejadian yang lain. Berulah pada Januari tahun depan. Kami setengah meresmikan hubungan kami dengan melakukan tunangan. Kejadian yang memulai terjadinya tunangan ini juga tidak dapat aku lupakan untuk waktu yang lama. Karena diawali dengan kejadian yang cukup mencengangkan.


*Bersambung*

__ADS_1


*Mohon maaf karena chapter kali ini cukup pendek. Karena kalau ditambahkan dengan topik berikutnya akan kepanjangan. Serta aku memulai novel baru yang merupakan fanfic dari seri My Hero Academia (Boku no Hero Academia). Kalian yang tertarik boleh juga mampir ke chat story tersebut.*


__ADS_2