Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 25 Akhir Semester 2


__ADS_3

Para guru wali kelas bekerja dengan sangat giat. Beberapa ada yang cepat dalam membuat rapor, namun ada juga beberapa guru yang membutuhkan waktu lebih lama dari yang lain.


Aku sendiri lebih santai karena tidak mendapatkan amanah untuk menjadi wali kelas. Karena itulah aku lebih banyak membantu  guru lain yang memiliki kesulitan.


Kegiatan ini terus berlangsung hingga akhirnya waktu pembagian raport telah di depan mata.


Pada masa ini masih belum terjadi pandemi, sehingga para wali murid masih bisa mendatangi sekolah beramai-ramai. Mereka datang bersama dengan anak mereka, atau ada juga yang anaknya tidak tampil batang hidungnya.


Saat hari H pelaksanaan, biasanya kami sudah sepakat untuk tidak bentrok dengan pembagian rapor sekolah lain. Karena kami biasanya menggunakan lahan parkir yang sama. Kalau tidak diatur, nanti orangtua murid tidak mendapatkan parkir yang cukup untuk acara kali ini.


Untuk menghindari susah parkir, kami sudah menentukan perbedaan tanggal pembagian rapor. Aku datang dengan lebih cepat ke sekolah dengan motor kesayanganku. Untungnya di jalan tidak macet sehingga aku tidak terlambat.


Kegiatan hari ini sebenarnya untuk diriku pribadi tidak ada sama sekali. Karena aku bukan merupakan wali kelas. Sehingga aku hanya membantu guru-guru yang lain untuk membagikan rapor mereka ke masing-masing ruangan kelas.


Beberapa guru perempuan memerlukan bantuan untuk membawa rapor tersebut. Karena cukup berat membawa rapor untuk puluhan orang. Tanganku sudah merasakan berat dari tumpukan rapor secara langsung. Aku tidak sendirian, beberapa staf TU yang ada waktu semuanya bergerak untuk membantu.


"Pak Ray, boleh minta tolong bawakan ini ke ruang kelas" Salah satu guru wanita meminta bantuan kepadaku.


"Siap bu, ini sudah semua kan? "


"Iya, sudah semua. Cuma karena berat jadi sulit untuk membawanya sendiri"


Kami berangkat berdua menuju ruang kelas yang dituju. Beberapa orangtua siswa sudah memasuki ruangan. Beberapa dari mereka ada yang mulai ngerumpi dengan sebelah mereka. Ada juga yang diam saja sendirian di pojokan. Kebanyakan yang hadir adalah kaum hawa, namun ada juga bapak-bapak yang datang sendiri atau bersama dengan istri mereka.


"Bapak dan ibu orang tua murid. Terima kasih atas kehadirannya. Untuk menyingkat waktu, saya akan mengumumkan pencapaian hasil dari kelas… "


Kurang lebih itulah pembukaan dari semua pembagian rapor yang terjadi. Setelah pembukaan, orang-tua murid dipanggil satu per satu untuk maju ke depan dan menerima rapor anak mereka.

__ADS_1


Beberapa ada yang berwajah gembira karena nilai anaknya bagus, namun ada juga yang wajahnya sedih melihat nilai anaknya. Aku rasa sudah jelas kenapa ada yang berwajah seperti itu.


Ada juga yang sibuk dan langsung pergi setelah menerima rapor. Karena meskipun pembagian rapor dilakukan pada hari sabtu. Masih ada orang tua murid yang harus bekerja hari ini.


Kami berkumpul di ruang guru setelah pembagian rapor selesai. Rapat kali ini adalah untuk penutupan semester kali ini.


"Terima kasih atas bantuannya untuk semester ini, bapak ibu. Semoga semester depan kita bisa semakin lebih baik lagi, saya ingin memberitahukan kinerja untuk semester ini. "


Kepala sekolah membuka rapat kali ini seperti biasa. Banyak hal yang dibicarakan mulai dari seberapa baiknya kinerja dari beberapa guru. Namun ada juga yang mendapatkan teguran karena kinerjanya yang kurang.


Ada juga pengumuman lain bahwa panitia PSB saat ini akan mulai berjalan. Penerimaan Siswa Baru ini sangat penting untuk kelangsungan hidup sekolah ini.


Kalau tidak ada murid, bagaimana sekolah bisa mendapatkan pemasukan? Jumlah murid sangat menentukan kelangsungan hidup instansi ini.


Namun aku merasa sedih karena tidak semua murid yang masuk ke sekolah ini adalah siswa unggulan. Beberapa siswa memiliki pikiran sesat yang mengira karena dia membayar sekolah, bisa berbuat seenaknya di sekolah ini.


Kurang lebih itu juga yang akan terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dan juga dunia kerja. Ada aturan dasar yang harus dilakukan. Tidak melakukan aturan yang sudah ditetapkan dapat membuat seseorang mendapatkan hukuman. Baik secara fisik, mental, maupun secara hukum. Untuk itulah ada badan penegak hukum seperti polisi.


Terkadang orang bisa mendapatkan maaf dan berubah. Namun ada juga yang tetap saja mengulang kesalahan yang sama berulang-ulang dan akhirnya tidak bisa hidup dalam masyarakat. Orang seperti inilah yang biasanya mendapatkan julukan “Sampah masyarakat.” Tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya.  Padahal mungkin saja ia hanya memiliki bakat yang belum ditemukan.


Dalam lingkungan kerja kali ini saja. Aku sudah menemukan beberapa guru yang kurang baik dalam bersikap. Apalagi dari sisi muridnya, banyak yang masih kurang beretika. Namun untungnya jumlah murid seperti itu kurang dari 20 persen.


Kita tidak bisa membulatkan semua murid berkelakuan buruk hanya karena beberapa murid berkelakuan nakal. Masih ada murid baik meskipun tidak menonjol seperti anak yang nakal. Mungkin karena murid baik biasanya memiliki prinsip “diam adalah emas.”


Entah kenapa ada murid yang berbuat seperti itu, mungkin proses mencari jati diri atau pendidikan yang salah dari orangtua mereka. Karena pendidikan paling dasar murid adalah dari orangtua mereka. Guru memang pengganti orang tua di sekolah, namun saat di rumah seharusnya orang tua harus tetap membimbing anak mereka ke jalan yang benar.


Setelah selesai rapat, telah diputuskan kapan kami akan masuk sekolah kembali. Karena guru juga membutuhkan liburan sama seperti muridnya. Sayangnya beberapa guru ada yang dipotong liburnya karena menjadi panitia PSB.

__ADS_1


Karena aku bukan panitia,  aku bisa bebas berkeliaran pada liburan kali ini. Biasanya aku dan keluarga akan melakukan acara jalan-jalan ke luar kota. Entah apakah tahun ini juga akan seperti itu.


Nenek ada yang tinggal di Jogja sehingga kami hanya bisa kesana ketika momen libur panjang tiba. Hal ini karena kesibukan anggota keluarga. Anaknya harus sekolah sedangkan orangtua harus mencari nafkah.


Kedua orang tuaku bekerja sehingga tidak bisa pergi jauh semaunya sendiri. Mereka harus mengikuti waktu liburan yang ada. Aku harap libur kali ini kami bisa pergi ke banyak tempat dan melakukan banyak hal di sana.


“Pak Ray, gimana kabarnya? Liburan nanti ke Jogja gak?”


“Belum tahu nih pak, insyaallah sih berangkat kalau tidak ada hambatan”


Pak Dani datang kepadaku dan mengajak ngobrol. Karena momen ini kurang lebih terakhir kalinya kami bisa mengobrol sebelum memasuki musim liburan. Pertemuan kami kembali mungkin akan terjadi pada semester depan nanti.


Kami mengobrol cukup lama mengenai banyak hal. Karena kami kurang lebih memiliki hobi yang sama, bermain game. Namun aku tidak segetol dia karena menonton film lebih menyenangkan bagiku. Ketika sekolah mulai sepi, kami berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.



“Assalamualaikum” Aku memberikan salam sambil masuk ke dalam rumah.


“Waalaikumsalam” Ibuku langsung menjawab salam setelah mendengar pintu luar rumah terbuka.


Sampai dirumah aku fokus untuk berkomunikasi dengan orang tua. Karena momen tepat seperti ini jarang terjadi. Meskipun bapak memintaku memijat kakinya, aku masih memiliki tenaga karena kegiatanku hari ini tidak banyak. Aku tidak sabar menantikan akan seperti apa liburan pertamaku kali ini. Semoga saja tidak akan mijet kaki bapak setiap hari.


Liburan panjang kali ini merupakan pertama kalinya yang kurasakan saat sudah memasuki dunia kerja. Berbeda dengan saat mendapatkanya sebagai murid atau mahasiswa. Aku merasakan hal yang berbeda untuk liburan kali ini. Mungkin karena sekarang aku sudah merasa semakin dewasa? entahlah.


Karena memiliki waktu yang banyak, setelah selesai ngobrol dengan orang tua. Aku bisa fokus untuk melakukan hobiku kali ini. Tanpa adanya gangguan dari tuntutan pekerjaan dan yang lain. Entah kenapa aku sangat anti untuk kerja pada hari libur. Apakah ini hal yang baik atau buruk? Karena setahuku ada beberapa perusahaan yang menuntut karyawannya bekerja setiap hari, meskipun hari sabtu dan minggu.


Kemungkinan besar kalau aku mendapatkan tempat kerja yang seperti itu, tidak akan lama aku bisa bertahan. Semoga saja aku tidak akan berurusan dengan tempat kerja seperti itu di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2