
Setelah menghela nafas, aku kembali memasuki ruangan yang kemarin sudah aku masuki. Sebelum ke dalam, tentunya aku sudah fotokopi semua berkas yang diperlukan. Serta aku juga menyiapkan berkas-berkas yang sekiranya penting untuk penyelidikan. Melihat ke arah loket, ternyata petugasnya berbeda dengan yang kemarin. Aku sempat lega melihat tidak perlu melihat orang yang menyebalkan itu lagi.
Sama seperti sebelumnya, aku kembali menuju loket setelah giliranku dipanggil dan aku duduk kembali di kursi panas tersebut. Petugas juga memberikan pertanyaan sama seperti kemarin. Ternyata Meskipun petugasnya beda, template pertanyaanya kurang lebih sama. Namun aku lebih senang menjawab pertanyaan kali ini, karena petugasnya lebih ramah.
Selesai menjawab semua pertanyaan, petugas menyuruhku untuk pergi ke lantai atas. Ruangan divisi satu menjadi tujuanku saat ini. Karena katanya, kasus ku akan diurus oleh divisi ini. Aku seperti orang kampung saja, bingung bagaimana cara masuknya. Masuk ke dalam harus menggunakan fingerprint, sehingga selain petugas, tidak bisa masuk.
Tamu seperti diriku hanya boleh menekan bel saja, kemudian harus menunggu orang di dalam untuk membukakan pintu.
“Ting tong” Bunyi bell muncul setelah aku menekan tombol.
Petugas akhirnya datang setelah aku menunggu selama beberapa menit. Dengan ramah ia mempersilahkan diriku untuk masuk ke dalam ruangan. Kembali aku duduk dan ia juga membawa catatan kemudian mulai memberikan pertanyaan lebih detail mengenai kejadian tempo hari.
“Jadi, bagaimana pak kejadiannya?”
“Begini pak..”
Aku kembali memberikan detail mengenai kejadian tersebut. Entah sudah berapa kali aku menceritakan hal ini. Sudah sampai hafal diluar kepala kejadian tersebut. Padahal itu merupakan musibah yang sebaiknya dilupakan agar tidak membuat sedih. Ini malah aku ingat-ingat terus kejadiannya.
Selesai memberikan laporan, petugas kaget karena kemarin aku sudah ke sini namun tidak diterima oleh divisi mereka. Sontak mereka langsung kaget.
“Siapa itu kemarin yang nyuruh begitu? gak kenal ya orangnya? Coba cari kemarin yang jaga loket siapa!!? Gak bener ini!” Ucap salah satu petugas meminta petugas yang lain untuk memeriksa kejadian ini.
Setelah insiden kecil itu, aku menyerahkan semua dokumen yang diperlukan dan pergi meninggalkan kantor polisi. Akhirnya selesai juga masalah ini .Kata petugas sih, nantinya kalau ada update, akan ada pemberitahuan. Namun hingga satu tahun lamanya…sama sekali tidak ada kontak dari kepolisian. Mau tidak mau, memang sudah lenyaplah hp dan juga laptop kantor yang hilang itu…
__ADS_1
*Beberapa minggu kemudian*
Kejadian kemalingan membuat ku sedikit terpuruk. Karena aku mengira diriku ini orang yang cukup teliti dan juga jarang sekali kehilangan barang. Namun memang namanya musibah, kita tidak akan tahu dimana dan kapan dia akan datang. Aku hanya bisa bersabar dan berdoa yg terbaik kepada maling yang mengambil barangku. Sedangkan aku sendiri, kembali menjalani kegiatan kantor seperti biasa.
Beruntung karena ini bulan ramadhan, aku mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan cuti selama satu minggu. Lumayan lah melepas penat dan mencari hiburan akibat kejadian yang terjadi sebelumnya. Puas lah aku melewati hari libur bersama dengan keluarga dan bercanda ria dengan mereka. Namun ternyata, cobaan baru datang kembali menimpa setelah liburan selesai.
Aku sempat curiga, padahal aku sudah izin cuti kepada pak Rawan dan juga pak Tian. Seharusnya secara legalitas, semuanya sudah beres dan aku tidak diminta untuk memberikan surat secara resmi untuk pengajuan cuti. Namun sepertinya, Angela tidak mendapatkan notifikasi itu dan masih mencari diriku saat hari libur. saat aku bilang sedang cuti, Angela tidak berkata apa-apa dan tidak membalas pesanku sama sekali setelahnya. Pesan dari Wa ku tidak ada balasannya.
Sebelum liburan, aku sempat bekerja dengan menggunakan laptop yang ada di kantor. Speknya lebih rendah dari laptop kantor sebelumnya, sehingga aku cukup kewalahan saat mengerjakan proyek. Maklum lah, semua ini terjadi karena laptop kantor sebelumnya telah hilang.
Beres cuti, aku kembali kerja ke kantor. Suasana sekarang sudah berubah, hari ini pertama kalinya aku masuk setelah lebaran. Mungkin karena masih suasana libur, tidak ada satu orang pun datang ke kantor. Hanya aku sendirilah yang hari ini datang kerja secara WFO. Saat pagi hari, aku tidak merasakan ada yang aneh. Hingga setelah makan siang, aku mendapatkan pesan dari pak Tian.
[Pak Ray, ke ruangan saya sebentar.]
Setelah membalas pesan tersebut, aku bersiap-siap kemudian pergi setelah memastikan keadaan ruangan aman. Jangan sampai saya lupa menutup pintu, karena di dalam ruangan ini hanya ada saya seorang. Entah kemana perginya karyawan yang lain. Perasaan ku mulai tidak enak saat aku masuk ke dalam gedung tempat pak Tian berada. Lokasinya dekat dengan gedung tempatku bekerja, hanya sekitar puluhan meter saja.
Aku scan sidik jari kemudian mulai masuk ke dalam gedung. Bilik tangga aku naiki hingga sampailah aku ke lantai dua, lalu pintu salah satu ruangan di sana aku ketuk. Setahuku, ruangan pak Tian berada di sebelah ini. Pintunya memiliki motif kayu dan mengeluarkan suara yang cukup kencang saat diketuk.
“Masuk”
“Permisi pak”
Ruangan tersebut aku masukin kemudian aku duduk setelah pak Tian mempersilahkan diriku untuk melakukannya, Seperti biasa, awalnya pak Tian mulai basa-basi. Lalu, barulah ia masuk ke dalam pembicaraan inti.
__ADS_1
“Pak Ray, karena akan ada rekonstruksi perusahaan. Mulai besok, bapak sudah tidak kerja di sini karena kontrak kerjanya tidak kami perpanjang.”
“...” Aku terdiam sesaat mendengar hal itu.
Setelah diam, aku mulai melanjutkan pembicaraan dengan mengucapkan kalimat-kalimat template. Lalu pak Tian cerita panjang lebar mengenai alasan kenapa langkah ini dilakukan. Ketika pembicaraan selesai, aku langsung pamit dan kembali ke ruanganku berada sebelumnya.
Saat aku turun, pak Herman melihatku dan hanya menepuk punggungku,
“Yang sabar ya pak Ray, insya Allah nanti akan ada gantinya yang lebih baik.”
“Terima kasih pak”
Dalam perjalanan kembali ke ruangan, aku termenung mengenai apa saja yang telah aku lakukan selama 2 tahun ini. Sangat aneh sekali, padahal kemarin aku tanya ke pak Rawan, katanya kontrak diperpanjang sampai tahun depan. Namun tiba-tiba, hari ini aku mendapatkan berita mengenai besok aku sudah tidak berada di sini. Apalagi aku disuruh keluar besok, dimana seharusnya pegawai mendapatkan one month notice sebelum diberhentikan dari sebuah pekerjaan.
Dengan langkah kaki yang berat, aku akhirnya kembali duduk di ruangan tempat laptopku berada sebelumnya. Karena hari ini hari terakhir kerja, sudah tidak ada mood dan juga semangat aku melakukan pekerjaan saat ini. Emosi negatif ini membuatku berpikiran jelek dan macam-macam. Untuk mengalihkan perhatianku, aku menelepon ibundaku tercinta.
“Tuut..tuut. Krek, Ray? Ada apa? Tumben nelpon siang-siang begini?”
“Begini mah, aku mau ngasih kabar kalau sekarang sudah tidak bekerja di Elektronik Jaya lagi.”
“Hah? kenapa bisa begitu?”
Aku mulai menceritakan kronologi kejadian yang baru saja aku hadapi kepada ibu. Semoga saja dengan pembicaraan ini, aku bisa menghilangkan stress yang aku terima akibat berita yang mengejutkan dan tiba-tiba ini.
__ADS_1
*Bersambung*