Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 66 Ramadhan & Idul Fitri


__ADS_3

Kalau kalian umat muslim, pastinya akan melakukan hal yang berbeda saat bulan ramadhan tiba. Pada bulan ini, semua pahala ditingkatkan berkali kali lipat, dan dosa juga dihitung dengan takaran yang sama.


Karena itulah pada masa ini, banyak umat muslim yang melakukan perbuatan baik pada bulan yang suci ini. Setiap tahunya, bulan ramadhan selalu mengalami mundur tanggal dalam kalender Masehi.


Jadi jika tahun ini bulan puasa jatuh pada bulan Mei. Maka tahun depan puasa akan mulai bulan April. Begitu seterusnya. Biasanya mengalami kemunduran. Sebanyak kurang lebih satu bulan lamanya pelaksanaan puasa mengalami kemunduran


Saat aku menjadi guru, aku belum pernah ngalamin mengajar sambil berpuasa. Namun beberapa kesempatan aku melaksanakan puasa Sunnah. Memang saat itu badan terasa lemas namun masih mampu mengajar dengan baik. Pastinya pada saat puasa juga porsi ngomong saat mengajar saya kurangi.


Lapar dan haus sepanjang hari. Namun ketika berbuka, rasanya nikmat sekali. Kalau puasa Sunnah saja sudah biasa, seharusnya tidak puasa wajib tidak akan mengalami hambatan.


Pertama kali kerja sebagai programmer dan menjalani puasa. Aku bangun untuk melaksanakan sahur. Karena Lokasi masjid di daerah kontrakan cukup dekat. Setiap adzan berkumandang, pasti terdengar di dalam kontrakan. Kalau sampai gak bangun karena panggilan sahur mungkin karena malamnya terlalu kecapean habis kerja.


"Sahur, sahur. Bangun ayo sahur. Masih ada waktu sebelum imsak. Sahur! Sahur!"


'sudah sahur ya?' ucapku sambil mengecek waktu dari handphone. Kulihat pukul sudah menunjukkan jam 3 pagi. Kalau tidak segera mencari sahur, nanti keburu kehabisan lauknya. Karena aku mencari lauk sahur di luar rumah, aku tidak mau repot masak untuk sahur.


Sudah pernah aku mengalami nya sehingga diriku berusaha untuk tidak mengalami hal yang sama. Langsung aku berganti baju dan mencari sahur di tempat makan terdekat. Kali ini aku memilih makan di masakan Padang.


"Mau makan apa mas?"


"Bungkus nasi pakai kuah dan sayur. Kemudian lauknya telur dadar ya Bu."


"Siap mas. Tunggu sebentar ya"


Dengan sigap dia mengambil semua makanan sesuai pesanan. Sambel ku ingatkan untuk tidak ditambahkan. Karena aku tidak terlalu menyukai rasa pedas. Setelah selesai membeli makanan, aku langsung kembali ke kontrakan untuk menyantap sahur.


Selesai menyantap sahur, aku bermain handphone sambil menunggu adzan subuh berkumandang.

__ADS_1


"Allahu Akbar Allahu Akbar."


Saat adzan tiba, aku bersiap untuk berangkat. Kapan lagi bisa shalat Subuh tepat waktu seperti ini. Biasanya bangunya bablas dan tidak sempat untuk shalat berjamaah. Selesai melaksanakan shalat. Aku mencuci baju sambil beristirahat terlebih dahulu.


Ketika waktunya tiba, aku mandi kemudian berangkat ke kantor. Kalau hari biasa aku mencari sarapan di jalan, kali ini aku tidak perlu melakukannya. Karena saat bulan puasa, kami harus menahan haus dan lapar mulai dari waktu subuh hingga Maghrib.


Sampai di kantor, aku menjalani kegiatan seperti biasa. Namun berbeda dengan hari biasa, aku lebih lemas karena tidak makan siang dan minum kopi untuk hari ini. Biasanya pada jam ngantor aku meminum secangkir kopi untuk membuat mata melek.


Namun kali ini aku hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk berusaha tidak tidur di kantor. Biasanya saat jam makan siang aku menggunakan nya untuk istirahat sejenak. Kemudian bangun ketika sudah waktunya untuk kembali bekerja. Paling tidak hal ini sedikit membantu saat bekerja di kantor dari siang hingga sore hari.


Saat bulan puasa, jam kantor juga lebih cepat pulang. Sehingga bisa keluar kantor lebih cepat dari biasanya. Aku mencari takjil untuk buka puasa terlebih dahulu. Kali ini aku mencarinya di sebuah mall. Banyak sekali macam makanan dan cemilan yang bisa aku pilih. Namun harus diperhatikan agar tidak over budget, biasanya harga barang di mall lebih mahal.


Kali ini aku memilih untuk makan di salah satu restoran cepat saji yang menyajikan ayam sebagai menu andalan mereka, KPC. Selain ayam, aku juga memesan es krim sebagai makanan penutup.


Sama sepertiku, beberapa orang juga menunggu di meja untuk melaksanakan buka puasa. Sambil menunggu waktu buka, aku biasa membaca beberapa chapter novel. Handphone ku kali ini lebih nyaman dipakai karena sudah membeli yang baru. Sudah tidak lemot seperti dulu.


"Alhamdulillah"


Semua orang yang berpuasa mengucapkan hamdalah dan langsung melakukan doa berbuka puasa. Kemudian masing-masing orang mulai berbuka dengan makanan yang sudah mereka persiapkan.


Aku sendiri memakan fast food yang sudah ada di depan ku. Memang kurang sehat makan makanan seperti ini. Namun kalau untuk sekali-kali saja. Seharusnya tidak masalah.


Selesai makan, aku langsung shalat di kontrakan. Lalu segera ke masjid dekat kontrakan untuk melaksanakan shalat tarawih. Kalau aku sedang tidak mencari takjil di luar, biasanya aku berbuka dengan takjil gratis yang ada di masjid ini.


Beres melaksanakan tarawih, aku bermain sebentar kemudian segera tidur malam untuk bersiap sahur esok hari. Kurang lebih itulah yang aku lakukan saat bulan puasa di Tangerang. Jarang saat puasa tidur terlalu malam karena nantinya harus bangun untuk sahur.


Kadang kalau aku melaksanakan tarawih di rumah karena kecapekan kerja. Ada juga waktu apes telat melaksanakan sahur dan hanya bisa sahur dengan air putih saja. Kurang lebih itulah lika liku yang terjadi kalau hidup sendiri di kontrakan.

__ADS_1


Puncak dari bulan ramadhan adalah hari raya idul Fitri. Pada momen ini, semua orang mengambil cuti panjang. Rata - rata semuanya mengambil libur selama seminggu. Meskipun libur nasional hanya dua hari, kebanyakan orang menggunakan cuti yang mereka miliki untuk libur panjang. Karena jarang sekali kesempatan untuk mudik ini bisa terjadi.


Aku juga termasuk ke dalam kategori ini. Liburan ramadhan biasanya kami habiskan di Jogja. Tahun ini kami masih berkesempatan untuk melakukanya. Dengan formasi seperti biasa, kami berangkat ke Jogja untuk melaksanakan libur lebaran.


*Hari lebaran*


Posisi sekarang aku sudah berada di Jogja. Sebelum hari lebaran, kami sudah berada di kota pelajar ini selama beberapa hari. Kami juga sempat beberapa kali melakukan buka bersama di restoran jogja.


Buka puasa di Jogja memiliki ciri khas tersendiri. Mulai dari waktu sahur yang cepat dan buka puasa yang juga lebih cepat. Hingga macetnya jalan saat waktu ngabuburit. Banyak orang berjualan takjil di jalan dan kita tinggal jalan sedikit saja pasti sudah menemukan mereka.


Ngabuburit sendiri merupakan kegiatan saat bulan ramadhan untuk mencari buka puasa di luar rumah. Biasanya disebut ngabuburit. Entah dari mana istilah ini, namun sudah sering muncul saat bulan ramadhan datang. Karena banyak sekali orang yang melakukan hal ini.


Lanjut ke waktu lebaran, saat subuh aku sholat seperti biasa kemudian langsung membatalkan puasa. Karena saat idul Fitri dianjurkan untuk minum terlebih dahulu. Berbeda dengan saat shalat idul adha. Dimana kita harus puasa sebelum shalat idul adha.


Pada waktu ini semua orang yang ada di Jogja sibuk untuk gantian mandi dan melakukan shalat subuh. Momen ini yang sangat ku benci karena kalau tidak sempat, biasanya perut terasa penuh karena belum buang air. Apalagi saat sedang ritual itu membutuhkan waktu untuk konsentrasi. Tidak mungkin bisa diburu-buru.


Ketika semuanya sudah siap, kami berangkat bersama menuju lapangan. Biasanya shalat idul Fitri dilakukan kalau tidak di masjid, ya di lapangan. Untuk di Jogja kami laksanakan di lapangan.


Tempat shalat cewek dan cowok terpisah seperti biasa. sehingga aku dan ibuku berjalan ke arah yang berbeda.


"Allahu Akbar"


Berbeda dengan shalat biasa. Shalat hari raya dilakukan dengan takbir 7 kali saat rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua. Sain kedua hal itu, semuanya dilakukan sama seperti shalat biasa.


Karena aku hanya menjadi makmum, cukup mengikuti imam saja. Ketika sudah selesai, jamaah mendengarkan khutbah sebelum kembali ke kediaman masing-masing.


Sampai sekarang aku masih heran apakah khutbah idul Fitri sama dengan saat jumatan. Karena kalau khutbah jumat hukumnya wajib didengar, entah apakah khutbah idul fitri hukumnya sama atau tidak.

__ADS_1


Kisah idul Fitri masih belum berakhir. Masih banyak kegiatan yang aku lakukan saat lebaran. Cek terus kegiatanku saat liburan pada chapter berikutnya.


__ADS_2