
Selesai menghadiri pernikahan Nasa. Tidak ada kegiatan besar yang kami lakukan. Kebanyakan waktu dihabiskan di rumah serta para anggota keluarga masing-masing sibuk dengan kegiatan mereka sendiri. Ada yang bermain HP, ada yang tidur-tiduran saja. bahkan ada juga yang masih mengerjakan tugas padahal sudah hari liburan.
Hari-hari berada di Yogyakarta tidak terasa habis begitu saja dan kami harus kembali ke kota C. Kami sempat berhenti di Tangerang dulu sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah. Pergi menginap dulu di tempat Mbak Livi seperti kemarin. Serta bertemu dengan sepupuku yang lucu, Aizen. Barulah setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju kota C.
Kami masih diantar oleh mas Darius sebagai supir. Namun sebelum sampai ke rumah, kami sempat mampir ke sebuah tempat makan soto bersama dengan Pakde dan keluarganya. Enak juga ya ternyata makan soto saat sedang dalam perjalanan. Barulah selesai dari makan soto, kami sampai ke rumah.
Bude Weni hanya ngobrol sebentar dan langsung pamitan. Karena katanya Pakde Tarno harus pulang cepat karena mau menonton bola. Kebetulan aku tidak terlalu doyan bola, sehingga tidak bisa relate diriku dengan hobi menonton dua tim saling beradu skor itu.
“Hah, akhirnya sampai juga di rumah.” Ucapku sambil tiduran di atas kasur.
Setelah sampai di rumah, akhirnya aku bisa istirahat untuk membuat tubuhku sehat kembali. Barulah setelah itu aku kembali melanjutkan kegiatan untuk mencari pekerjaan. Karena prosesi mengirimkan lamaran membutuhkan waktu dan juga tekad yang kuat. Penolakan terhadap CV yang kita berikan itu sering sekali terjadi.
Beberapa bulan setelahnya, aku mendapatkan pesan dari temanku.
[Ray, nanti akhir minggu sibuk gak? Pergi jalan yuk]
[Mau pergi jalan kemana?]
[Ke Bogor, biar ketemu Jiran di sana. Lama kita sudah tidak bertemu]
Berbeda dengan Zul dan juga Rendra. Jihan jarang sekali ke kota C karena ia sekarang kerja di Sukabumi. Dekat-dekat daerah Bogor sana. Karena itulah, Zul menyarankan kepada kami untuk pergi ke sana. Melihat kalau aku memang sedang tidak sibuk, karena memang belum mendapatkan pekerjaan. Aku mengiyakan ajakan tersebut dan akhirnya membuat persiapan untuk keberangkatan ke sana. Sayang Roja tidak bisa ikut karena sibuk dengan pekerjaanya sebagai pegawai BUMN.
Dari kota C menuju kota Sukabumi jaraknya cukup jauh. Melihat sepertinya kalau sekali jalan akan terlalu capek. Aku memutuskan untuk memotong-motong perjalanan. karena kami akan berangkat ke Sukabumi hari Sabtu. Hari Jumatnya aku sudah berangkat menuju Jakarta agar start pointnya tidak terlalu jauh. Kebetulan ada Arip di sana, sehingga aku bisa menginap selama satu malam di sana.
__ADS_1
[Arip, lagi sibuk ngak?]
[Ada apa mas, tumben nge chat?]
Aku menjelaskan kepada Arip kalau nanti akhir pekan aku akan pergi ke Bogor. Karena Itu aku meminta tolong kepada Arip untuk menanyakan kepada ibu pemilik kontrakan apa boleh menginap semalam di tempatnya. Kalau nantinya harus bayar padahal cuma tidur semalam saja, mendingan aku ke hotel atau mencari tidur di tempat lain.
[Sebentar ya mas, aku tanyakan dulu]
Beberapa menit aku menunggu, akhirnya Arip memberikan kabar. Alhamdulillah, ternyata dibolehkan menginap semalam di sana tanpa terkena biaya. Mendengar hal ini, aku senang sekali dan sudah tidak sabar untuk hari itu tiba. Namun tidak hanya pergi ke Sukabumi. Aku juga memiliki rencana lain dengan Gusti.
[Gusti\, minggu sibuk gak? nanti nonton anime yuk. Kayaknya ada film *** deh]
[Boleh mas, ayo nonton]
Salah satu keuntungan tidak punya pekerjaan ya seperti ini. Kapanpun bisa pergi liburan. Namun sayangnya, tidak enak rasanya kalau berbulan-bulan tidak dapat pekerjaan. Tiap hari ditanyakan terus sama keluarga kapan punya kerja. Semoga saja bisa dengan segera aku akan mendapatkan pekerjaan kembali. Takutnya otak yang terlalu lama beristirahat akan susah nanti untuk kembali aktifnya.
*Hari Jumat*
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba juga. Pastinya aku sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Aku pergi ke Jakarta setelah selesai shalat jumat dengan menggunakan kereta. Meskipun nantinya akan capek dan perjalanan lebih lama daripada menggunakan travel. Namun perbedaan ongkos yang signifikan membuatku tidak berpikir panjang untuk melakukannya.
Dari menggunakan kereta lokal, aku melanjutkan perjalanan dengan menggunakan KRL. Hingga sampailah aku ke Tanah Abang. Stasiun yang biasanya aku hindari karena jumlah orangnya yang ramai. Karena aku tidak terlalu suka dengan keramaian. Aku turun di tempat ini karena stasiun inilah yang paling dekat dengan kontrakan tempat Arip berada.
Setelah turun dari stasiun, aku langsung memesan ojek online untuk mengantarkanku ke landmark terdekat kontrakan Arip. Karena tempat ia tinggal agak masuk ke dalam. Lebih enak kalau turunya di tempat yang ada di jalan besar saja.
__ADS_1
Ojek akhirnya datang setelah aku menunggu selama beberapa menit. Sempat juga aku bingung dimana lokasi tukang ojeknya menunggu karena ini pertama kalinya aku naik ojol dari stasiun Tanah Abang. Aku naik ojek tersebut hingga sampai ke sebuah mall yang dekat dengan tempat Arip tinggal.
“Makasih ya mas.”
“Sama-sama kakak”
Aku langsung menyerahkan kembali helm yang tadi aku pakai dan melanjutkan perjalanan. Bayarnya sudah melalui e-wallet sehingga tidak perlu membayar dengan uang kertas lagi. Dari mall tempatku turun, lima menitan aku harus berjalan sampai ke kontrakan Arip. Untungnya aku sudah mendapatkan share lokasinya saat ini sehingga kemungkinan diriku kesasar lebih sedikit.
“Akhirnya sampai juga”
Saat sudah sampai di gerbang kontrakan. Tentu saja aku sudah mengetahui dimana ia tinggal. Selama ia belum pindah kontrakan, aku masih ingat seperti apa bentuk dari kontrakanya berada saat ini. Karena kontrakan ini adalah salah satu tempat yang kami datangi bersama dengan bapak.
[Arip, aku sudah sampai nih. Ayo ke depan gerbang]
[Ok mas, tunggu sebentar]
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Arip membukakan pintu dan kami berpelukan. Tentunya sebelumnya aku sudah membersihkan tangan dengan hand sanitizer terlebih dahulu. Kami berdua langsung masuk ke dalam kontrakan dan aku mulai beristirahat.
Aku melakukan shalat di tempatnya Arip. Agak sulit melakukannya karena tempatnya sempit sekali. Bahkan empat orang tidak bisa berdiri berjejeran. Selesai mandi dan sholat, aku istirahat sejenak sambil menunggu waktu makan malam tiba.
Perjalanan hari ini cukup melelahkan. Mulai dari naik kereta sampai ke tempat ini. Meskipun aku tidak terlalu suka jalan-jalan. Namun sesekali melakukan ini tidak buruk juga. Apalagi aku senang sekali bisa mengatur jadwalku sendiri, dan membawa barangku sendiri saat bepergian. Berbeda sekali rasanya dengan saat pergi bersama dengan keluarga.
Kira-kira, akan seperti apa perjalanan ke Sukabumi nantinya?
__ADS_1
*Bersambung*