Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 107 Kembali WFO 5


__ADS_3

Saat waktu pulang kerja tiba, aku langsung pulang setelah selesai mengemas peralatan kantor yang aku bawa. Aku juga pamitan dengan teman kerja yang lain. Tidak mungkin aku pulang begitu saja tanpa menyapa mereka. Seperti biasa, ketika pak Suharno mulai pulang, para karyawan yang lain juga ikut pulang seperti efek domino, satu per satu ikut pulang.


Berbeda dengan teman kantorku pulang dengan kendaraan pribadi, aku masih setia berangkat dan pulang kerja dengan menggunakan angkot. Aku harus jalan ke pintu depan kantor terlebih dahulu. Barulah aku menunggu angkot lewat di sana. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya angkot tiba dan aku naik ke dalamnya. Kalau jam segini, biasanya jalanan sudah mulai agak macet karena orang-orang sudah pada mulai pulang kerja.


Kalau biasanya aku turun di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dekat kos. Kali ini aku turun di tempat yang berbeda. Seberang Mall adalah tempat tujuanku turun kali ini. Namun tetap saja, aku masih harus menggunakan JPO untuk sampai ke seberang. Cukup tegang saat menaiki tangga, apalagi kalau ada orang yang minta-mintanya. Bingung antara iba mau ngasih tapi sekarang tetapi aturan pemerintah tidak membolehkan memberi uang kepada orang yang minta-minta.


Sampai di Mall, kulihat waktu buka puasa masih agak lama. Karena itulah aku sekarang pergi ke toko baju dulu untuk mencari baju yang aku cari. Kalau aku hitung-hitung, sebenarnya yang kurang hanyalah baju untuk dipakai ke kantor, yaitu kemeja atau kaos berkerah. Langsung aku cari ke stand baju yang ada di dalam sana. Apalagi ada papan pengumuman yang sangat menggoda untuk keluar uang.


[Diskon Ramadhan, beli 2 gratis dapat satu 1 kaos]


Melihat tulisan yang sangat jelas dan besar itu, langsung aku lihat-lihat ke bagian baju yang diskon. Kupegang bahan bajunya dan juga desain dari baju tersebut. Menurutku cukup oke, namun memang bahannya terbuat agak tebal sehingga saat dipakai kayaknya akan terasa sedikit gerah. Untungnya di kantor ada AC sehingga seharusnya hal ini tidak terlalu berpengaruh saat dipakai untuk ngantor. Namun tetap saja, meskipun sudah menggunakan kemeja tebal. Biasanya aku masih menggunakan jaket, untuk menghindari masuk angin, apalagi saat pulang di malam hari.


Waktu yang aku habiskan untuk memilih baju tidak lama. Selama diskon dan warna bajunya cukup menarik, aku langsung membeli beberapa baju tanpa perlu pikir panjang lagi. Aku juga membeli beberapa kaos rumah untuk dipakai saat nyantai di kontrakan. Beres membeli semuanya, aku naik ke lantai atas setelah membayar baju yang aku beli. Karena setelah ini, aku akan pergi ke food court untuk mencari bahan buka puasa hari ini.


Mall ini memiliki lift, namun kalau cuma naik satu atau dua lantai sih, aku lebih senang naik eskalator. Lumayan untuk sedikit olahraga. Lantai kedua di mall ini adalah tempat makan. Aku mencari-cari restoran mana aku akan buka puasa untuk hari ini. Setelah aku pilah-pilih, fast food dengan makanan utama ayam yang menjadi pilihanku. Restoran ini bernama KPC, memiliki logo kakek tua dan juga warna biru dan merah sebagai warna dominan restoran.


Memang sebenarnya agak kurang baik sih makan makanan cepat saji seperti ini. Namun lidahku saat ini ingin memakan menu yang mereka sajikan. Sekali-kali, tidak apa lah makan fast food seperti ini. Aku pergi ke depan kasir dan mengantri setelah memutuskan akan makan di tempat ini.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya aku telah sampai ke meja kasir dan pegawai di sana tersenyum kepadaku dan berkata.


“Selamat datang di KPC, mau makan sini atau dibawa pulang?”


Aku memesan makan di sini dengan menu ayam lengkap dengan nasi dan minuman. Sempat aku tergoda untuk menambah pesan es krim ataupun burger. Namun aku berhasil menahan keinginan itu dan hanya memesan seperlunya saja. Jangan lupa berhemat dan usahakan tidak khilaf saat berbuka puasa.

__ADS_1


“Totalnya xxx rupiah. May bayar cash atau dengan cara yang lain?”


“Bayar cash saja” Ucapku sambil memberikan uang untuk membayar kepada petugas kasir.


Setelah menerima pembayaran dan memberikan kembalian. Petugas itu langsung mengambil pesanan dari tempat yang telah disediakan. Tidak lama ia menyiapkan menunya, kurang dari lima menit, makanan yang tadi aku pesan sudah datang.


“Sudah lengkap ya kak semuanya, Selamat menikmati!” Ucap petugas kasir sambil memberikan pesanan yang aku minta.


Semua pesanan yang aku pilih berada di atas nampan. Nampan itu aku bawa sendiri kemudian aku mencari ke meja yang sudah aku booking. Tentunya cara bookingnya bukan menelepon restoran, tapi menaruh tas milikku di meja yang masih kosong. Beres menaruh makanan, aku menghabiskan waktu dengan bermain Handphone sambil menunggu waktu buka puasa.


*Beberapa menit kemudian*


*Nguung nguung* bel pertanda buka puasa sudah berbunyi.


Rasa dari ayam ini memang tidak pernah berbeda, kulitnya crispy dan dagingnya empuk. Nasinya juga masih anget dan dibentuk menjadi bulat sehingga bisa dimakan seperti kalau kita membuka burger. Dengan cepat aku menghabiskan makanan yang telah dipesan. Untungnya karena aku tidak membeli takjil, aku tidak merasa kekenyangan meskipun baru saja buka. Namun memang lebih aman kalau buka puasa kita tidak langsung makan yang berat-berat dulu. Kasihan perutnya kaget, setelah seharian kosong, masa iya tiba-tiba dikasih nasi.


Karena kalau buka puasa dengan takjil, otomatis waktu makan harus di jeda karena biasanya dengan takjil saja, perut sudah merasa kenyang. Kemudian barulah makan  setelah nanti selesai shalat tarawih.


Selesai makan, aku melihat jam kemudian memutuskan untuk langsung kembali ke kontrakan. Sebenarnya sih ingin shalat di mall terlebih dahulu, namun karena sekarang aku bawa barang belanjaan, akan lebih nyaman kalau shalatnya di rumah saja setelah menaruh baju-baju yang tadi aku beli. Daripada nanti was-was shalat sambil menjaga barang.


Setelah memastikan tidak ada barang yang ketinggalan, aku langsung bergegas untuk menuju pintu keluar. Biasanya dari mal lini aku jalan kaki sampai ke kontrakan. Meskipun agak jauh, aku memilih opsi itu daripada bolak balik menaiki JPO. Namun siapa sangka, sepertinya hari ini aku tidak diperbolehkan untuk jalan kaki ke kontrakan.


*Srrrrrrr* Suara hujan dengan deras turun ke atas bumi. Aku hanya bisa bengong sebentar karena kaget di luar mall hujan turun cukup deras.

__ADS_1


Sampai di pintu keluar, aku sudah merasakan aroma dan juga sensasi hujan yang turun. Ditambah dengan angin yang cukup kencang. Menurutku akan repot kalau harus jalan sampai ke kontrakan. meskipun sebenarnya aku membawa payung, namun karena aku juga membawa barang belanjaan, nantinya repot kalau harus jalan menggunakan payung dengan adanya baju-baju yang baru saja aku beli.


Setelah mempertimbangkan plus minusnya, aku memutuskan untuk menggunakan driver online saja. Aku panggil mobil melalui aplikasi kemudian menunggu beberapa menit sampai jemputan datang. Tentunya aku sudah memasukkan detail lengkap untuk posisiku saat ini serta tempat tujuannya. Karena kalau untuk wilayah perkotaan seperti ini, penggunaan GPS harus dikurangi sebisa mungkin. Biasanya letak posisi kurang presisi. Lebih cepat langsung menggunakan nama tempat dan posisi yang sudah ditentukan oleh aplikasi.


Beberapa menit kemudian, aku melihat mobil jemputanku sudah datang. Aku memastikan tipe mobil dan juga plat nomornya sesuai dengan yang ada di aplikasi. Bisa gawat nantinya kalau salah naik mobil. Kemudian aku membuka pintunya dan memastikan apakah benar ini adalah mobil yang kupesan.


“Atas nama Ray pak?” Tanyaku kepada sopir yang ada di dalam.


“Benar pak, ayo silahkan naik.”


Dengan segera aku menaiki mobil sambil memastikan tidak ada barang belanjaan yang tertinggal. Kemudian aku menikmati perjalanan dengan nyaman meskipun di jalan sedang hujan lebat. Namun aku tidak boleh lengah, bisa repot kalau ketiduran dan malah supirnya mengantarku ke tempat yang asing. Sudah ada beberapa kejahatan terjadi saat sedang memesan driver online.


Perjalanan cukup melelahkan karena efek hujan. Jalanan menjadi cukup macet akibat semua mobil bergerak secara perlahan. Para pengemudi motor juga menurunkan kecepatan mereka dengan alasan yang sama. Sehingga waktu perjalanan menuju kontrakan menjadi lebih lama daripada biasanya. Apalagi kalau di Tangerang, untuk puter jauhnya biasanya jauh tempatnya. Harus melewati jalan yang panjang baru menemukan puteran yang tidak ditutup. Setelah melemati perjalan yang penuh akibat macet, akhirnya aku sampai juga ke kontrakan.


“Di sini aja pak turunya, nanti bisa muter balik di situ.” Ucapku sambil menunjuk ke belokan agar supir bisa puter balik.


Kontrakanku berada dijalan yang sempit sehingga orang yang membawa mobil harus lebih berhati-hati. Karena mobil tidak bisa jalan secara bersamaan. Kalau ada dua mobil mau lewat, salah satu dari mereka harus mengalah untuk membiarkan mobil yang lain lewat. Setelah mobil berhenti, aku turun sambil memastikan semua belanjaan sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal. Kemudian barulah aku menutup pintu mobil. Pembayaran sudah aku bayar dengan e-wallet sehingga tidak perlu mengeluarkan uang kertas lagi.


Sampai ke dalam kontrakan, aku menaruh belanjaan kemudian membersihkan diri lalu istirahat untuk hari ini. Tidak lupa aku juga menjalankan ibadah shalat yang tidak boleh terlewatkan. Karena kalau tidak segera dilaksanakan, biasanya semakin lama akan semakin malas untuk melakukan shalat.


Alhamdulillah akhirnya sudah sempat membeli baju, aku sudah tidak was was ke kantor harus pakai baju apa. Bisa juga pakaian yang ada di selang-seling nyucinya sehingga dalam sehari cucian kotor tidak terlalu banyak. Jangan sampai nantinya semua kemeja dicuci sehingga tidak punya pakaian untuk dikenakan mengantor.


Memastikan bahwa semua urusan sudah beres, aku terlentang di atas kasur dan perlahan-lahan masuk ke dalam alam mimpi sambil memejamkan mata. Akhirnya bisa istirahat untuk hari ini. Kira-kira, kisah apalagi yang akan aku hadapi setelah memulai WFO kembali?

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2