Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 91 Menonton Bioskop Saat Pandemi


__ADS_3

Tahun baru telah tiba. Meskipun begitu, kegiatan yang aku lakukan saat tahun baru tidak ada bedanya dengan hari biasa. Karena kita tidak boleh banyak keluar rumah akibat masa pandemi. Khawatir akan membuat cluster baru dan akan menyebabkan masalah untuk banyak orang.


Keluarga menaati aturan pemerintah dan hanya keluar saat diperlukan saja. Seperti untuk mencari makan dan untuk kerja mencari nafkah. Masa iya gak boleh keluar rumah untuk kerja, duit ya dari mana? Mungkin beda kasus kalau untuk job yang bisa WFH. Namun tidak semua pekerjaan bisa menerapkan hal tersebut untuk lini bisnis mereka.


Aku sendiri masih wfh seperti biasa. Pada saat momen wfh ini aku sangat senang sekali. Karena impianku akhirnya terwujud. Kerja dari rumah. Sejak dari kuliah dulu, aku ingin sekali kerja seperti itu. Akhirnya kesampaian di tahun ini.


Hal yang membuat kerja dari rumah lebih nyaman karena kalau orang tua butuh sesuatu. Aku bisa langsung membantu mereka. Tidak perlu cakep capek pergi ke kampung halaman dari Tangerang terlebih dahulu. Namun tetap saja, kalau mereka terlalu sering minta bantuan kepada kita, capek juga badan ini. Namun sejauh ini, semua masih di tahap batas wajar.


Proses mengurus kontrakan juga lebih mudah karena sudah tidak perlu bolak balik lagi dari Tangerang. Namun WFH ini juga membuat sebuah masalah baru. Aku jadi tidak bisa pergi ke Jakarta dengan mudah lagi.


Kalau kalian suka menonton film anime seperti diriku. Pastinya tahu kalau bioskop yang menayangkan film tersebut pasti hanya bioskop tertentu saja. Tidak semua bioskop menanyakan kannya. Entah kedepannya hal ini akan berubah atau tidak. Namun sejauh ini, hanya biosokp-bioskop tertentu saja yang menayangkan film anime.


Kebetulan di kampung halamanku tidak ada bioskop yang menayangkan hal tersebut. Biasanya aku menonton film anime di Tangerang atau Jakarta. Kalau untuk sekarang, agak sulit untuk menonton film anime.


Untungnya bioskop dekat rumah juga pernah menayangkan film anime. Namun entah kenapa, sekarang mereka mulai tidak menayangkan film anime lagi. Semoga saja bioskop dengan rumah akan segera menayangkannya kembali. Meskipun, sebenarnya ada juga bioskop yang “agak” dekat dengan rumahku menayangkan anime. Hal ini akan aku bahas di lain waktu. Karena ada kisah menarik saat aku pergi ke tempat itu.


Karena bioskop sempat mengalami penutupan akibat pandemi. Semua orang tidak boleh masuk ke dalam bioskop sampai himbauan lebih lanjut. Terutama daerah yang zona merah tidak boleh membuka bioskop.


Sampai suatu ketika aku melihat salah satu film yang ingin aku tonton tayang di bioskop. Tanpa panjang lebar, aku langsung mencari informasi mengenai film tersebut. Harga tiket, tempat, waktu nonton, dan lainnya aku lihat melalui online.


"Wah, bentar lagi filmnya mau tayang. Beli tiket di bioskop sudah buka belum ya?"

__ADS_1


Melihat poster film tersebut, aku langsung membuka aplikasi untuk memesan tiket secara online. Karena zaman sekarang semuanya sudah bisa online. Apalagi di zaman pandemi yang sangat mendorong pertumbuhan Segmen ini. Meskipun masih ada juga yang membeli secara langsung, kalau bisa online. ngapain repot-repot harus ngantri. Namun tentunya setiap pembelian online kebanyakan kita akan mendapatkan biaya tambahan berupa “biaya admin”.


Beres memesan tiket, aku melihat kalau total harganya terdapat biaya admin. Aku tidak masalah akan hal itu. Karena kalau biaya tersebut tidak ada, pembuat aplikasi nantinya tidak akan mendapatkan untung. Apalagi aplikasi ini tidak ada iklan di dalamnya. Tanpa biaya ini, staf yang berada di belakang aplikasi ini dapat untungnya dari mana? balik lagi, it’s all about business and money.


Setelah itu aku mempersiapkan waktu untuk nanti nonton ketika waktunya sudah tiba. Sambil menunggu jam menonton, aku kembali melanjutkan pekerjaanku seacat WFH. Karena aku memilih untuk menontonya hari ini juga. Langsung saat hari H tayang dan aku mendapatkan informasinya. Paginya aku langsung membeli tiket untuk menonton pada hari tersebut.


Ketika waktu berangkat telah tiba, aku pastikan sudah membawa barang penting seperti dompet dan hp ke dalam tasku. Karena tidak lucu nanti saat tiba disana, aku tidak membawa e-ticket yang sudah berada di hp. Tanpa adanya tiket tersebut, aku tidak akan bisa mencetak tiket secara mandiri di tempat yang telah disediakan di dalam bioskop.


'bismillah, semoga tidak ada yang ketinggalan' ucapku sambil starter motor untuk berangkat.


Ternyata meskipun pandemi, masih banyak juga kendaraan yang lalu lalang. Mungkin karena ini sudah hampir satu tahun lamanya pandemi terjadi di Indonesia sehingga aktivitas sedikit membaik ke arah normal. Sehingga lalu lintas sudah mulai normal, dan beberapa orang ada yang mengikuti prokes, ada juga yang tidak.


Meskipun ku lihat ada beberapa toko yang gulung tikar akibat musibah ini. Ada juga beberapa toko baru yang malah maju saat pandemi. Setelah melalui perjalanan selama beberapa menit, akhirnya aku telah sampai ke mall tempat bioskop berada.


Masuk ke mall, aku melihat jumlah pengunjung tidak seramai biasanya. Mungkin karena saat ini aku menonton di saat jam kerja. Jadi isi mol tidak seramai hari Sabtu dan MInggu. Bisa juga karena masih banyak orang yang takut untuk keluar rumah dan memilih untuk berdiam diri di rumah. Aku sendiri kalau memang kalau tidak ada keperluan, lebih suka mengerjakan kegiatan rumahan saja.


Seperti kebanyakan tempat lainnya, bioskop pasti berada di lantai paling atas. Mau tidak mau, aku menaiki tangga eskalator satu per satu untuk menuju ke sana. Memang mall ini menyediakan lift, namun saat pandemi seperti ini, jumlah pengguna lift dibatasi. Hal ini membuat antrian lift bisa jadi lebih ramai dari biasanya.


Lagipula lumayan sekalian jalan kaki sedikit untuk meningkatkan kesehatan. Beberapa menit berjalan, akhirnya aku telah sampai di bioskop. Sebelum masuk ke dalam, kita harus melakukan scan barcode. Hal ini bertujuan untuk melakukan tracing siapa saja yang masuk ke dalam bioskop. Bagi kalian yang tidak memiliki hp, bisa dengan tulis tangan nama dan nomor ktp kalian di buku yang telah disiapkan oleh petugas bioskop.


Beres mengurus absensi, aku pergi ke tempat cetak tiket. Karena aku belinya online, harus cetak tiket mandiri terlebih dahulu. Lebih enak daripada harus membeli tiket secara langsung, tidak perlu ngantri. Setelah mencetak tiket, aku bersiap-siap sebelum menonton dengan membuang air terlebih dahulu. Tidak lucu nanti saat nonton malah kebelet pipis.

__ADS_1


“Film xxx di studio 1 telah dibuka. Penonton yang telah membeli karcis, silahkan masuk ke dalam studio.” Suara pengumuman pintu bioskop telah muncul. Itu artinya, waktunya untuk masuk ke dalam studio.


Di dalam bioskop biasanya terdapat beberapa studio yang menayangkan film. Hal ini digunakan untuk dapat lebih banyak menampung kapasitas penonton. Namun karena pandemi, kalau tidak salah isinya dibatasi sekitar 50 persen. Entah setiap daerah sama atau tidak. Di daerahku sendiri menggunakan aturan 50 persen.


Sebelum masuk ke dalam studio. Petugas bioskop biasanya mengambil karcis kita lalu menabraknya dan memberikan karcis yang kecil kembali kepada kita. Namun karena pandemi, kita sendiri lah yang melakukannya kemudian masukan bagian kertas yang diberikan kepada petugas. Agak takut juga kalau robeknya kebablasan.


“Terima kasih kak, kursi D5 ya. Silahkan masuk ke dalam”


“Makasih mbak”


Setelah melewati petugas, aku langsung memasuki studio dan duduk sesuai dengan nomor yang tertera di dalam tiket. Jangan seperti pengguna kereta api lokal yang duduk seenaknya saja, padahal sekarang tiketnya sudah mendapatkan nomor tempat duduk.


Film masih belum dimulai, sebelum film dimulai. Ada iklan untuk film-film lain dan juga informasi mengenai film. Seperti judul film, rating film, dan pemberitahuan kalau film sudah lulus sensor. Biasanya momen seperti ini cocok untuk melihat film apa berikutnya yang akan tayang di bioskop. Namun karena aku sama sekali tidak tertarik dengan film selain yang tema anime. Kebanyakan dari trailer dan iklan tidak terlalu aku perhatikan.


Beres menonton iklan dalam bioskop, film akhirnya dimulai. Jangan lupa, kalian harus mematikan handphone agar tidak mengganggu penonton yang lain. Kalian juga tidak boleh berisik selama film berlangsung dan tidak boleh menendang-nendang kursi di depan kalian. Apalagi kalau ada orangnya, aku pernah mengalaminya dan itu sangat mengganggu. Ingin rasanya memperingati orang yang ada di belakangku. Namun hal itu akan membuat penonton yang lain terganggu.


‘Wah, filmnya lumayan seru ya. Penonton juga lumayan banyak.’ gumamku dalam hati sambil keluar dari bioskop.


Selesai menonton film, aku tidak jalan-jalan ke tempat lain dan langsung pulang ke rumah. Karena memang dianjurkan untuk tidak terlalu lama ke luar rumah. Aku segera menuju parkiran kemudian berkendara dengan aman menuju rumah. Sampai dirumah, aku langsung mandi dan ganti baju agar semua kuman yang aku bawa dari luar steril semua. Hal ini agar orang rumah tidak berisiko untuk tertular covid.


Pandemi masih belum selesai, kita tidak boleh lengah. Indonesia pasti bisa menang melawan covid..

__ADS_1


*bersambung*


__ADS_2