
Setelah naik kereta, kami akhirnya menemukan kursi yang telah kami pesan. Beruntungnya, kami semua duduknya berdekatan. Sehingga kami bisa menghabiskan waktu untuk ngobrol dan main bersama hingga sampai ditempat tujuan. Perjalanan yang kami tempuh cukup lama, kira kira 12 jam lamanya kami harus menempuh perjalanan dari Jakarta.
Aku ingin sekali, berangkat dari Jakarta sekitar siang. kemudian sampai ke Jatim tujuan kami kira-kira saat subuh. Ketika sampai ditempat tujuan, kami semua langsung sholat kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat Jiran menggunakan aplikasi driver online. Kami memesan mobil untuk berangkat ke sana. Alhamdulillah semuanya lancar dan kami berhasil bertemu Jiran dengan selamat.
Sempat khawatir juga karena sekarang masih subuh, takutnya tidak mendapatkan mobil yang mau mengantarkan kami ke tempat tujuan. Beruntung masih ada yang mau menerima kami dan kami menikmati pemandangan jawa timur saat malam hari. Aku lihat sekilas, tempatnya mirip-mirip Jogjakarta, apalagi saat melihat desain trotoarnya yang mirip.
Mobil yang kami naiki merupakan mobil dengan kapasitas 8 orang. Dengan jumlah kelompok kami sebanyak 5 orang ditambah dengan supir. Tempat duduk yang kami dapatkan masih cukup lega dan tidak berdesakan. Perjalanan cukup nyaman namun aku sempat tiduran pada beberapa titik karena kelelahan.
Acara masih akan dilakukan nanti. Karena itulah, aku dan yang lain menggunakan kesempatan ini untuk istirahat terlebih dahulu. Kegiatan kami masih panjang, kalau sekarang tidak istirahat, takutnya kita tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk beristirahat. Untungnya ada Rendra yang rela berkorban menjadi navigator, sehingga ia tidak tidur selama perjalanan berlangsung.
“Pak, sudah sampai di tempat tujuan”
“Terima kasih ya pak”
Sampai di tempat tujuan, kami semua turun dari mobil kemudian mengucapkan terima kasih kepada sang supir. Karena subuh-subuh begini masih ada driver online yang bersedia mengantar kami. Pembayaran kami lakukan dengan e-money sehingga tidak perlu lagi menggunakan uang cash untuk membayar.
__ADS_1
Meskipun kami sudah sampai di tempat tujuan, kami sama sekali tidak mengetahui di mana posisi Jiran saat ini. Karena dari informasi yang kudapat, kami akan tidur di salah satu rumah terlebih dahulu untuk melakukan persiapan nanti acara pernikahan. Rendra kembali inisiatif langsung menghubungi Jiran melalui pesan dan juga telepon.
Beberapa menit mencari, akhirnya kami melihat Jiran keluar dari sebuah rumah dan melambaikan tangannya kepada kami.
“Masya Allah, sahabat-sahabatku. Akhirnya antum sampai juga. Ayo masuk kesini, nanti kalian bisa tidur disini sambil menunggu acaranya dimulai.”
Jiran mengantarkan kami masuk ke dalam sebuah rumah. Rumah ini cukup luas, dengan lantai lebih dari satu, aku lihat ada tangga menuju ke atas, namun aku tidak mengetahui seberapa tinggi rumah ini sebenarnya. Karena selama acara, aku hanya mondar mandir di lantai satu saja.
Saat masuk ke ruang tengah, aku lihat sudah banyak teman Jiran yang lain sudah sampai dan sedang tidur diatas lantai. Sama sekali tidak ada orang yang aku kenal, kemungkinan mereka adalah teman kerja atau teman kuliahnya Jiran. Kami hanya menyapa mereka sekilas kemudian langsung mengambil tempat untuk tidur sejenak.
“Ayo teman-teman semuanya bangun. Yang belum mandi silahkan mandi terlebih dahulu. Kalau yang sudah ayo cepat siap-siap, acara sebentar lagi akan dimulai.” Terdengar suara Jiran yang cukup keras membangunkan kami semua.
“Ah, segarnya sudah mandi” Ucapku sambil keluar dari kamar mandi.
Proses membersihkan badan tidak bisa aku nikmati secara maksimal karena kamar mandinya harus bergantian dengan yang lain. Karena itu aku mandi lebih cepat daripada biasanya. Setelah selesai mengeringkan tubuh dan mengenakan pakaian untuk acara nanti, barulah aku keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Peralatan mandi yang aku pinjam aku kembalikan kemudian aku bersiap-siap untuk mengikuti acara nanti. Mulai dari menyisir rambut, menggunakan parfum, dan persiapan sederhana lainnya. Ketika aku dan teman-teman semuanya sudah rapi, barulah kami pergi ke masjid dekat tempat kami berada saat ini.
Kegiatan Akad kali ini dilakukan di dalam masjid. Saat Jiran mengucapkan akad, kami semua mengabadikan momen itu dengan foto dan video. Sepanjang acara, kami merasakan sekali kalau Jiran telah menemukan banyak teman baru dan luar biasa saat ia kuliah. Aku sempat merasa jauh dengan nya pada momen ini. Karena aku masih kurang ngobrol dengan Jiran saat kuliah dan sudah mulai bekerja.
Namun aku tidak punya banyak waktu untuk bengong. Setelah akad selesai, kami langsung menghadiri resepsi pernikahan mereka. Acara kali ini cukup unik, karena tempat cowok dan cewek di pisah duduknya. Memang lebih islami namun agak ribet saja saat mencari makan.
“Sesi foto dengan kedua mempelai akan segera dimulai” ucap MC di samping panggung tempat Jiran dan istrinya menyambut tamu.
Sebelum sesi foto dimulai, kami sudah sempat salam dengan Jiran dan ia senang sekali kami datang. Kemudian kami mengambil makan dan barulah acara sesi foto dimulai setelah itu. Ketika sesi foto akan dimulai, kami meminta untuk duluan karena akan segera pergi untuk naik kereta kembali ke Jakarta. Untungnya MC membolehkan hal itu dan kami diberikan giliran awal untuk meminta sesi foto.
“Rombongan dari ROHIS SMA xxx, silahkan masuk ke atas panggung.”
Saat kami dipanggil, langsung dengan segera kami naik keatas panggung dan melakukan sesi foto. Jiran sempat bertanya kenapa minta foto duluan, ia terharu ketika mendengar kita rela jalan jauh ke acara nikahnya meskipun kita diburu-buru harus segera ke stasiun. Karena sebentar lagi kereta pulang akan berangkat.
Kenapa tidak jalan-jalan di Jatim dulu? kami memang ingin melakukannya kalau ada waktu. Sayangnya kalau kami tidak berangkat sekarang, taktunya hari minggu kami tidak memiliki cukup waktu untuk istirahat. Karena hari senin, kami semua akan kembali kerja di kantor. Melihat kami yang terburu-buru seperti itu, Jiran hanya bisa menahan air mata bahagia karena kami berkorban waktu banyak untuk sampai ke tempat ini.
__ADS_1
Setelah beres makan siang dan pamitan dengan Jiran, kami langsung mengemas barang kami kemudian kembali pesan kendaraan dengan aplikasi untuk pergi ke stasiun. Sama seperti sebelumnya, kami harus menunggu driver yang kami pesan datang terlebih dahulu. Barulah ketika sang driver datang, kami dapat melanjutkan perjalanan.
Kira-kira, bagaimana perjalanan kami setelah ini? Masih ada beberapa momen penting saat perjalanan kali ini yang ingin aku bahas. Jangan lupa untuk cek chapter berikutnya untuk mengetahui kelanjutan dari perjalanan ini!