
Saat aku selesai melihat kontrakan yang akan aku tempati. Ada satu hal yang aku sadari. Ternyata, tempatnya sekarang masih cukup kotor. Wajar sih kalau kontrakan yang lama tidak ditempati, debu dan kotoran akan menumpuk di tempat itu. Melihat hal itu, pemilik kontrakan langsung bergegas memanggil orang untuk bersih-bersih kontrakan.
Beberapa menit setelah dipanggil, ada ibu-ibu datang membawa peralatan bersih bersih seperti sapu dan kain pel. Ia langsung bergegas masuk ke dalam kontrakan dan mulai membersihkan tempat tersebut. Pemilik kontrakan melihat ke arahku lalu berkata.
“Mas Ray, sambil nunggu si mbok bersih-bersih. Ayo gak papa mampir lagi ke rumah dulu.”
“Baiklah kalau begitu”
Kembali aku mendapatkan undangan untuk mampir ke rumah mereka, aku menurut saja. Lagipula, tidak ada salahnya untuk silaturahmi dengan pemilik kontrakan. Tadi aku sudah disajikan takjil untuk buka puasa. Sekarang aku diberikan makan malam untuk mengisi perutku yang lapar ini setelah aktifitas seharian.
“Ayo gak usah malu-malu mas Ray. Dimakan saja, kalau perlu tambah” Dengan semangat ibu kontrakan menyodorkan makanan kepadaku.
“Siap, terima kasih ibu” tidak ingin berdebat lama, aku menerima ajakan dari sang pemilik kontrakan. Masa iya rezeki makan gratis ditolak.
Makanan yang diberikan cukup sederhana, nasi dengan lauk pauk telur serta tahu dan tempe. Benar-benar makanan yang sangat standar. Namun rasanya cukup enak, apalagi karena ini gratis. Selesai makan, aku minum sejenak lalu menunggu makanan yang tadi aku santap turun terlebih dahulu.
Beres makan dan istirahat, si mbok kembali datang dan mengatakan kalau kontrakan sudah siap untuk ditempati. Mendengar berita itu, aku langsung bersiap-siap untuk pamit kepada ibu kos.
“Baik, Mas Ray. Ini karpet yang dulu dicuci. Boleh silahkan diambil untuk tidur hari ini”
Aku mengambil karpet dan juga peralatan lain yang aku bawa. Kemudian saat aku masuk ke kontrakan, aku mulai menaruh barang-barang dan mulai merias kamar dengan barang seadanya. Setelah semuanya beres, aku merasa ada yang kurang. Ternyata, kamar kontrakan ini kuncinya hilang. Karena ini sudah malam, aku putuskan untuk menggembok dengan slerekan. Nantinya kalau keluar rumah aku akan menggunakan gembok sebagai pengganti kunci pintu.
__ADS_1
Awalnya aku rasa kalau seperti ini untuk kunci cukup. Namun ternyata…pada momen inilah kesalahan fatal akan terjadi di masa depan. Akan aku ceritakan lain waktu, untuk saat ini, aku sudah lelah habis kerja seharian dan langsung tidur setelah selesai menjalankan ibadah untuk hari ini.
*Keesokan harinya*
“Sahur….Sahur!!!..” Terdengar suara dari toa masjid membangunkan sahur.
Saat aku membuka mata, aku melihat atap yang asing. Ketika nyawa sudah mulai terkumpul, aku baru sadar kalau saat ini aku sedang berada di kontrakan yang baru.
“Oh iya ya, kemarin aku ngontrak di tempat yang baru. hari ini kembali kerja lagi.” Awalnya aku hendak kembali tidur. Namun mendengar suara panggilan sahur, aku langsung mengecek sekarang sudah jam berapa melalui gawai milikku.
“Hah!? sudah sahur? jam berapa ini” Aku lihat jam dan lihat sekarang sudah hampir jam 4 pagi.
Kebetulan aku bisa membeli makanan untuk sahur kali ini. Setelah memastikan tidak ada yang kurang, aku segera kembali ke kontrakan untuk menyantap sahur yang telah aku beli. Beres sahur, aku menunggu waktu subuh tiba untuk menjalankan ibadah shalat di masjid. Tidak lupa aku minum air putih dulu saat waktu imsak telah tiba. Karena rasa haus lebih sulit untuk ditahan daripada lapar.
“Allahuakbar Allahuakbar” Adzan subuh dikumandangkan.
Mendengar suara adzan, aku langsung bersiap-siap dan mengambil wudhu terlebih dahulu. Kemudian aku mulai jalan ke masjid setelah menggembok kontrakan yang aku tempati. Dalam perjalan, aku melihat ada beberap aorang lain yang juga sedang dalam perjalanan ke masjid. Sampai di masjid, aku melakukan ritual seperti biasa dan menjadi makmum untuk shalat subuh.
Usai shalat, aku kembali ke kontrakan untuk memejamkan kembali mata selama beberapa menit. Tidak lupa aku juga sekalian mencuci pakaian karena saat ini aku tidak membawa banyak baju. Rencananya, hari ini aku akan membeli baju di pusat perbelanjaan terdekat saat pulang kantor nanti.
Dengan gaji yang sekarang, seharusnya tidak akan ada masalah aku membeli baju baru. Karena kemarin saat dalam perjalanan kesini, aku belum mempersiapkan banyak barang akibat informasi dadakan kembali WFO. Namun tetap saja, hitunganya boros kalau harus beli baju terus menerus, lebih hemat kalau bawa koper berisi baju dari rumah saja.
__ADS_1
Setelah semua pekerjaan rumah dan beres main di pagi hari, aku berangkat ke kantor dengan menggunakan angkutan umum seperti biasa. Akibat pandemi, angkot yang aku naiki cukup sepi, tidak seperti biasa. Karena hari ini sudah mulai puasa, aku cukup was was saat menaiki tangga. Takutnya terlalu capek dan nantinya jadi kehausan. Namun karena ini masih pagi, seharusnya hal ini tidak akan terjadi. Karena tenaga masih besar di pagi hari.
Untungnya, tidak ada masalah yang terjadi dan aku berhasil sampai ke kantor dengan selamat. Saat aku sampai di ruangan kerja, aku lihat pak Suharno sudah stand by di tempat. Aku menyapanya sejenak kemudian melanjutkan pekerjaan untuk hari ini.
Kali ini aku beda kantor lagi. Tempatku berada saat ini persis di sebelah kantorku yang lama. Kalau aku mau, kurang dari 2 menit saja aku sudah bisa kembali ke kantorku itu. Tidak terasa sudah lama WFH, aku menjadi kangen dengan ruangan itu.
Hari-hari berjalan seperti biasa hingga sampai waktunya pulang kantor. Tidak ada hal spesial yang terjadi. Namun ketika sedang jam istirahat, aku mendengar informasi yang menarik.
“Iya, jadi kemarin itu pak Suharno di telpon pak Bem dan tidak diangkat. Jadinya kayak gini deh, kita di suruh kerja di kantor. Akibat dia tidak bisa dihubungi”
Mendengar informasi dari Angela itu, perlahan-lahan emosiku naik. Akibat salah satu orang ini, semua anggota jadi terkena imbasnya. Apalagi aku yang sekarang harus kembali ngontrak padahal sudah enak kerja secara WFH dari rumah. Bisa bertemu dengan bapak dan ibu setiap hari. Untung saja sekarang sedang puasa, kalau tidak, bisa-bisa emosiku akan sangat memuncak.
Informasi lainnya kudengar katanya hal itu terjadi karena HP pak Suharno sedang dimainkan oleh anaknya. Sehingga ia tidak mengangkat telepon dari Pak Bem. Ia juga menambahkan kalau hpnya sering error, akibat menggunakan charger yang tidak original. Lagian aneh-aneh saja, udah tahu hpnya iphone, tapi malah beli charger kw!
Beruntung setelah mendengar informasi ini, aku menjadi legowo setelah beberapa menit. Meskipun memang kesalahan utama ada di pak Suharno. Saya rasa hanya masalah waktu saja sampai kami kembali kerja di kantor kembali. Tidak semuanya penuh kesalahan pak Suharno. Setelah menyadari semua terjadi atas kehendak Tuhan, aku menjadi lebih sabar dan menerima keadaan saat ini. Pasti ada hikmah dibalik segala kejadian yang terjadi di bumi ini. Hanya tinggal bagaimana kita menyikapinya saja.
Hari ini pulang kantor lebih cepat karena bulan ramadhan. Sehingga aku bisa pulang lebih cepat dari biasanya. Waktu ini biasanya kugunakan untuk mencari takjil dan juga makanan untuk buka nanti. Namun hari ini, aku akan melakukan sesuatu yang jarang sekali aku lakukan.
Hal itu adalah…. Membeli baju.
*Bersambung*
__ADS_1