Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 30 Test di Jogja


__ADS_3

*Kriing*


"Huawn"


*Tut*


Aku mematikan alaram setelah bangung dari kasurku. Kali ini aku bangun lebih mudah karena kasurku saat ini tidak terlalu nyaman. Hanya menggunakan Ambal saja. Kurang lebih tidak ada bedanya dengan tidur di lantai, namun lebih empuk sedikit saja.


Jauh sekali dengan kasur yang biasanya aku gunakan. Mungkin saja badanku terasa sedikit pegal karena hal itu. Setelah shalat dan melakukan ritual pagi seperti biasa, aku bersiap-siap untuk pergi ke tempat ujian.


Meskipun masih ada banyak waktu, namun lebih baik aku sampai lebih awal. Daripada nanti lari larian kemudian buru-buru gak jelas. Lagipula aku juga belum mengetahui lokasi persis tempat ujian. Tidak ada salahnya datang sebelum waktu ujian berlangsung.


"Eh, Ray sudah bangun. Mau sarapan dulu atau langsung berangkat?"


"Sarapan yang ada saja Eyang, gak perlu makanan berat."


Saat aku sudah siap dan rapi, aku turun ke bawah untuk mengambil makan terlebih dahulu. Tidurku di lantai 2 sehingga harus menuruni tangga terlebih dahulu. Bolak balik tangga seperti ini sudah seperti olahraga saja.


Menurutku ini adalah salah satu kelebihan dari rumah Eyangku. Namun kasihan kalau Eyang harus naik turun tangga. Karena itu ia jarang sekali naik ke lantai atas. Biasanya ke atas hanya untuk membangunkan adikku saja sebelum ia berangkat kuliah. Karena ia bangun paginya susah.


Makanan segera Eyang siapkan setelah aku turun. Aku masih ada waktu senggang sehingga bisa sarapan dengan santai.


Aku berangkat ke tempat ujian menggunakan motor yang adikku miliki. Pastinya aku sudah meminta izin kepadanya terlebih dahulu. Tidak mungkin aku meminjam tanpa bilang-bilang. Nanti orangnya bingung kalau nyariin.


Sebelum berkendara, aku mengecek keadaan kendaraan terlebih dahulu. Karena kalau tidak dicek, bisa jadi ada komponen yang mengalami kelainan.


"Sip. Kondisi motor bagus." Setelah selesai mengecek motor, aku semakin pede untuk berkendara.


Pengecekan tidak perlu ribet. Hanya cek secara sederhana saja. Seperti kondisi ban, lampu sen kiri dan kanan, lampu rem, lampu depan, serta jangan lupa pastikan klakson juga bekerja dengan baik. Lampu rem harus menyala untuk memperingatkan pengemudi di belakang kita.


Kemudian posisikan motor berdiri dengan standar belakang, kemudian nyalakan kendaraan dengan starter kaki.


Kata tukang bengkel, agar motor matic lebih awet. Saat menyalakan motor di pagi hari, harus menggunakan starter kaki. Setelah mengikuti saran ini Alhamdulillah motor jarang ngadat. Kalau untuk starter kedua atau ketiga tidak apa kembali menggunakan starter tangan.


Sangat disayangkan kalau ada pengemudi yang melewatkan cek sederhana ini. Aku pernah melihat kendaraan dalam keadaan lampu rem mati. Sehingga aku yang berkacamata kesulitan untuk melihat nya saat malam hari. Apalagi ketika motor rem tidak ada tanda sehingga rawan sekali akan menabrak bagian belakang motor tersebut.


Setelah memastikan semuanya siap, aku pamitan kepada Eyang dan yang lainnya "Pamit dulu eyang, bude, Arip. Doain lancar ya tesnya"


"Hati-hati di jalan ya" Mereka bertiga mengucapkannya secara bersamaan.

__ADS_1


Perjalanan menuju tempat tes sudah aku cek sebelumnya melalui Go*gle map. Sehingga aku tidak akan tersesat menuju ke sana. Untungnya daerah Jogja ini internetnya cukup lancar sehingga Maps tidak akan ngadat.


Kebetulan sekali rute ini pernah kulalui saat KKN ketika kuliah. Rute ini tidak asing bagiku. Jadi pingin ke tempat KKN lagi. Kira-kira pak RT di sana masih ingat denganku atau tidak ya?


Kondisi lalu lintas cukup lancar karena saat ini masih pagi hari. Lalu lintas Jogja tidak sepadat kota Jakarta. Namun jalan rayanya cukup membingungkan bagi yang tidak tahu jalan. Apalagi dengan banyaknya jalan tikus yang ada di sini. Akan menyenangkan kalau kalian sudah hafal jalan di sini. Karena ada banyak tempat wisata yang bisa kalian kunjungi.


"Jadi ini tempatnya, luas juga ya." Ucapku sambil memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan.


Tempatku menjalani tes kali ini adalah sebuah badan yang bergerak di bidang kesehatan. Karena itulah aku melakukan test di sebuah rumah sakit. Luas tempat ini belum bisa diperkirakan karena belum sampai ujung aku mengelilingi tempat ini.


Aku sempat kaget saat melihat pintu masuk yang lebar untuk mobil. Dengan gerbang depan yang besar. Sayangnya pintu parkir untuk motor malahan kecil. Kemungkinan besar saat pulang nanti akan ngantri saat keluar parkiran. Apalagi tidak mungkin akan ada dua baris antri saat keluar dari parkir nanti. Lahan parkir untuk motor tidak seluas itu.


Setelah melihat pemandangan yang indah (karena wilayah sekitar rumah sakit penuh dengan pepohonan), aku menuju tempat tes diadakan. Dilihat sekilas, gedungnya cukup besar dengan lantai sebanyak tiga. Kemungkinan besar di gedung ini juga terdapat lift.


"Permisi pak, apakah tes ujiannya di sini?"


"Benar mas. Silahkan naik tangga ke lantai atas" Kata pak Satpam sambil menunjuk ke arah tangga.


Aku menanyakan arah kepada satpam. Entah satpam ini adalah orang yang menerima berkas ku atau tidak. Karena sampai saat ini berkas tersebut belum sampai ke atasan. Semoga saja tidak bisa disalahgunakan berkas itu.


"Jadi ini ruangannya" Ucapku sambil melihat apakah ada tempat duduk atau tidak.


Setelah sampai ke lantai atas. Aku melihat banyak juga peserta lain sama seperti diriku. Saat melihat orang berkerumun, mereka ternyata melihat daftar peserta kali ini.


"Eh, Ray juga di sini, apa kabar"


Ketika aku sedang mencari ruangan, aku mendengar suara cewek memanggilku. Saat aku menoleh ke arahnya, ternyata ia adalah Sarah.


"Sarah! Kamu juga test di sini juga!? Kita saingan dong." Ucapku sambil memberikan salam tanpa bersentuhan.


"Sepertinya begitu, heheh. Kita berjuang secara sportif ya"


Sarah merupakan teman kuliahku dulu. Meskipun kami tidak pernah mengambil kelas yang sama. Aku mengenal Sarah dari teman satu kelasku. Sarah termasuk mahasiswi yang pintar. Paling tidak itulah yang aku ketahui dari cerita temanku.


Saat di kampus seluruh mahasiswa dan mahasiswi harus menggunakan pakaian islami yang menutup aurat. Sarah ini ternyata masih menggunakan pakaian yang sama saat mengikuti tes kali ini.


Memang tidak ada dress code ketat saat ujian. Hanya dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang rapi dan sopan. Tentunya aku sendiri menggunakan kemeja untuk mengikuti tes. Masa iya pakai kaos untuk mengikuti tes kerja. Langsung otomatis diusir tuh biasanya.


Tidak ada dress code harus menggunakan putih hitam seperti saat pendadaran. Sehingga aku melihat orang lain juga menggunakan pakaian beragam. Ada yang mengenakan kemeja batik, ada juga yang menggunakan batik kotak-kotak.

__ADS_1


Aku dan Sarah mulai mengobrol riang mengenai kondisi satu sama lain. Aku juga menanyakan kabar dari teman temanku yang lain. Apakah mereka masih berada di Jogja atau sudah kembali ke kampung halaman.


Karena saat aku kuliah beberapa temanku kebanyakan berasal dari luar Jogja. Bahkan ada yang dari luar pulau Jawa. Jauh juga mereka merantau sampai menyebrang pulau. Namun mereka semua tetap asik kalau diajak berkumpul.


Memang benar kata pepatah, menuntut ilmulah hingga ke negeri Cina. Kalau cuma nyebrang pulau sih masih belum begitu berat. Namun biasanya teman yang dari luar pulau Jawa jarang sekali pulang kampung. Karena masalah ongkos dan sebagainya.


Kami ngobrol tidak terlalu lama, hanya beberapa menit saja. Karena setelah itu kami berdua kembali belajar sebanyak yang kami bisa sebelum ujian dimulai.


Sama seperti kami berdua, peserta lainnya juga melakukan hal yang sama. Paling tidak kebanyakan dari mereka. Beberapa ada yang asik ngobrol, sama ada yang ngobrolnya cukup keras hingga mengganggu konsentrasiku. Aku hanya bisa berdoa saja ia lebih empati terhadap kondisi orang lain.


Sedangkan peserta yang lain malah ada yang sibuk dengan hp ya sendiri. Entah orang itu belajar dari hp atau malah bermain game. Kalau benar ia sedang bermain game. Santai sekali itu orang. Entah bisa dikatakan hebat atau nekat orang seperti ini.


Aku tidak menyadari waktu berlalu saat aku fokus belajar. Tiba-tiba ada suara keras dari arah pintu ruang ujian.


"Peserta tes nomor 001 hingga ...  Silahkan masuk ke dalam ruangan."


Sesi tes diadakan dua kali. Mungkin agar tidak terlalu makan banyak ruangan sehingga dibuat dua sesi. Aku memasuki sesi kedua sehingga sesi pertama belum giliranku memasuki ruangan.


Sarah juga sama, ia masuk ke sesi yang sama denganku.


"Makin deg degan ya semakin mendekat waktu test."


"Iya bener, sampai keringat dingin ini." ucapku sambil pura-pura menghela keringat yang sebenarnya tidak ada di wajahku.


Entah karena tegang atau memang akibat AC ruangan, aku merasakan dingin dari tanganku. Aku kembali memanfaatkan waktu yang ada dengan belajar.


*Setelah sesi pertama selesai*


Suara pintu ruangan ujian terbuka. Peserta dari sesi pertama sudah mulai keluar dari ruangan. Petugas sama seperti sebelumnya meminta kepada peserta berikutnya untuk memasuki ruangan.


"Sudah waktunya Sarah, ayo kita masuk. Semoga kita berdua bisa lancar mengerjakan tes kali ini"


"Aamiin. Ayo kita semangat berjuang bersama"


Kami berdua memasuki ruangan, aku melihat sudah banyak komputer stand by dalam ruangan. Mungkin bisa sekitar 50 lebih komputer ada di sini.


Management kabel dari lab komputer ini juga cukup rapi. Karena aku mengajar TKJ, hal mengenai kabel seperti ini aku cukup perhatikan.


Aku dan Sarah secara acak memilih tempat duduk. Kebetulan kami memilih untuk duduk secara berdekatan. Namun pastinya kami akan tetap sportif dan jujur dalam mengerjakan ujian.

__ADS_1


Setelah semua peserta menemukan tempat duduk, panitia mulai membacakan tata tertib ujian tes tulis kali ini.


'bismillah' setelah aba-aba dari panitia, aku memulai ujian kali ini. Semoga aku bisa melakukanya dengan baik.


__ADS_2