
Beberapa minggu setelah bapak mulai dirawat di Bogor. Sering sekali ibu bolak-balik ke sana. Setiap ibu berangkat, saya sebagai anak pertama selalu memenai ibunda tercinta mengunjungi rumah sakit di Bogor. Kadang juga Arip, Lamda, dan juga Yana itu sekali atau dua kali untuk menemui bapak. Namun secara frekuensi, aku yang selalu pergi ikut untuk menemai ibu.
Tentunya ada kalanya kami berangkat dengan formasi yang berbeda. Pernah suatu waktu, kami berangkat bukan dengan membawa keluarga, tapi para pendonor untuk membantu bapak. Karena bapak membutuhkan donor darah dalam waktu dekat. Apalagi bapak hanya boleh menerima donor dari orang yang belum pernah mendapatkan vaksin. Anjuran dokter sih seperti itu. Katanya efek menerima pendonor yang sudah divaksin masih kurang datanya.
Sayangnya, anak bapak semuanya tidak ada yang memiliki golongan darah yang sama denganya. Semuanya mengikuti golongan darah ibu, sehingga bapak membutuhkan donor dari luar keluarga untuk mengobati penyakitnya. Beruntung kami menemukan 2 orang donor yang dibutuhkan untuk melakukan hal ini.
Dalam perjalanan, sempat juga diberikan informasi kalau mungkin saja bapak itu sakit karena dikirimkan oleh seseorang. Sontak aku dan ibu keheranan kenapa bisa mikir sampai ke arah sana. Ternyata diceritakan, katanya saudaraku juga ada yang pernah mendapatkan kiriman seperti itu. Barulah hilang setelah rumah mereka disucikan, ada videonya juga meskipun aku belum sempat melihatnya. Hebat juga kejadian mistis seperti itu bisa direkam.
Setelah mendengar saran itulah, selain berdoa secara mandiri, aku dan ibuku pergi ke beberapa ustadz untuk meminta doa kesembuhan bapak kami. Entah ada berapa banyak total ustadz yang ibu datangi. Namun kalau yang aku kunjungi, ada 2 ustadz yang masih kuingat sampai sekarang.
Sebut saya ustadz X. Ustad ini tinggal di perbatasan kota C dengan kota S. Kota S merupakan kota yang posisinya berada timur dari Kota C. Berbeda dengan Kota A yang terletak di sebelah barat kota C. Perjalanan dari rumahku menuju si ustadz X ini cukup jauh. Kami harus melewati kawasan pabrik sehingga bertemu dengan banyak mobil dan truk besar. Karena pengguna jalan yang besar-besar itulah, tidak heran kalau kami mengalami kemacetan di jalan.
Pada suatu hari, saat kami tidak sedang ke Bogor. Ibu mengajakku untuk mendatangi ustadz tersebut.
“Ray, lagi sibuk gak?”
“Ngak mah, ada apa?”
“Temani ibu ya\, mampir ke ustadz X. Di wilayah *** sana.”
“Baik mah”
__ADS_1
Kebetulan karena aku masih WFH dan pekerjaan sedang tidak banyak. Aku menyempatkan waktu untuk menemani ibu mengunjungi sang ustadz. Seperti biasa, kami ditemani om Maman untuk pergi ke tempat ustadz tersebut. Karena kami juga mengenalnya dari om Maman ini. Ketemu di bengkel katanya. sehingga bisa kenal ustadz di tempat ini. Memang kita tidak tahu koneksi dengan siapa kita akan meminta bantuan. Karena itulah, jangan takut untuk menjalin hubungan dengan orang lain.
Sampai ke tempat ustadz, kami melihat ada kegiatan ngaji sedang diadakan. Ketika melihat ke arah kami, ternyata acara malah mereka bubarkan. Kami sempat merasa tidak enak, namun karena sudah dipersilakan untuk masuk, mau tidak mau kami mengikuti ajakan dari ustadz tersebut.
“Assalamualaikum” Ucap kami sebelum masuk ke dalam rumah pak Ustad.
“Waalaikumsalam, ayo masuk ibu. Silahkan duduk” Pak ustad mempersilahkan kami untuk duduk.
Aku dan ibuku duduk di atas karpet yang ada di dalam ruangan. Rumah tempat pak Ustadz tinggal ini kelihatannya cukup nyaman dan adem. Karena di sekitarnya ada banyak pepohonan. Di samping rumahnya juga ada pembangunan pondok yang katanya untuk tempat tinggal anak-anak santri yang ada di sini nanti kalau sudah jadi.
Kami melakukan perkenalan kemudian mendengar banyak cerita mengenai kota asal sang ustadz dan cerita-cerita ringan lainnya. Tuan rumah juga menyajikan kami dengan minuman teh manis, khas orang-orang sini saat menyuguhkan tamu. Sampai pada akhirnya, ibu mulai membicarakan mengenai kondisi bapak saat ini. Mendengar cerita kami, pak ustadz menyampaikan pendapatnya.
Pak Ustadz kemudian menceritakan beberapa kisah kehidupan yang pernah ia alami. Aku mendapatkan banyak pelajaran mendengar ceramah dari sang ustadz. Dari yang saya tangkap, sepertinya ustadz ini ajarannya cukup baik. Tidak melenceng aneh kemana-mana. Seharusnya tidak masalah menurutku mengikuti ustad yang satu ini.
Karena benar kata orang, belajar agama itu harus ada gurunya. Kalau tidak, bisa tersesat nanti ilmu yang kita dapatkan atau penerapannya. Belajar dari guru itu sangat penting sekali. Kita harus tahu, bagaimana cara memilih guru yang tepat dan cocok untuk kita. Jangan sampai karena hanya salah pilih guru, kita malah jadinya malas dan tidak melanjutkan belajar mengenai agama.
Beres cerita panjang lebar, akhirnya sampai kepada kesimpulan kalau dengan sedekah, insyaAllah bisa meringankan penyakit yang diderita bapak. Memang ibu sudah menyiapkan amplop berisikan uang di dalamnya. Nantinya uang di dalam amplop tersebut akan diserahkan kepada anak yatim. Konon katanya, doa banyak anak yatim itu lebih manjur dan lebih mudah dikabulkan.
Beres bertemu dengan ustadz X ini, kami akhirnya pamit dan pulang ke rumah untuk istirahat. Selesailah pertemuan aku dan ibuku dengan ustad X ini. Tidak hanya mendoakan, ustadz X juga lah yang memberikan air yang sudah didoakan kepada bapak. Sempat kesehatan bapak membaik setelah minum air tersebut. Orang di rumah juga ikut meminum air yang sudah didoakan itu, efeknya lumayan manjur juga
Namun pada hari yang lain, aku juga pergi mengunjungi ustad baru. Tujuan Nya masih sama, untuk mendoakan kesembuhan bapak. Karena saat ini bapak sudah hampir tiga minggu lamanya berada di rumah sakit.
__ADS_1
Kadang kami mendengar kabar bapak membaik, namun tiba-tiba kondisi tubuhnya kembali memburuk. Mungkin saja hal ini terjadi karena insiden yang pernah aku dengar terjadi di ruang ICU tempat bapaku berada.
Pada suatu momen, bapak mendapatkan kabar kalau keadaanya sudah membaik. Sikap bapak seperti biasa, ia kekeh keras kepala ingin pulang karena kondisi badan sudah enak sedikit. Sontak Bule Yeni dan dokter yang menangani bapak sangat melarang bapak melakukan hal tersebut. Ada banyak faktor kenapa bapak masih belum boleh pulang.
Pertama, ia masih positif tes covidnya. Karena ia belum sembuh dari covid, tidak dianjurkan untuk pulang saat ini. Kedua, bapak tidak bisa dipindahkan karena saat ini masih membutuhkan alat bantu nafas. Alat ini tidak bisa dibawa ke dalam ambulans, kita juga tidak bisa beli alatnya karena mahal. Harganya bisa ratusan juta sampai miliaran.
Mungkin karena mendengar hal itu, bapak yang awalnya senang bisa sembuh dan kembali pulang. Malah mulai drop lagi tubuhnya menjadi sakit kembali. Ditambah dengan isu perawat yang tidak menjaga bapak dengan baik. Membuat kondisi bapak kadang membaik, kadang menurun. Tanpa ada tanda yang jelas kapan ia akan sembuh.
Sampailah pada momen ketika aku mengunjungi ustad Y. Mereka berdua sama-sama tinggal di pelosok Namun ustadz Y tempat tinggalnya lebih pelosok lagi, bahkan mobil sulit sekali masuk ke tempat tersebut. Memang daerah sekitarnya sangat terkenal dengan banyaknya ustad dan orang-orang sakti.
Jalan menuju tersebut sudah sempit, banyak lubang, curam pula ketinggianya. Paket komplit lah ini, salut ada yang berani bawa mobil masuk ke daerah ini.
Sama seperti saat mengenal ustad X, ustad Y ini juga aku kenal dari Om Maman. Om Maman pernah menceritakan bagaimana masalah yang dihadapi berhasil selesai berkat bantuan dari ustad Y ini. Mendengar cerita tersebut, tentunya ibu kembali meminta doa kepada ustad yang satu ini. Siapa tahu semakin banyak yang mendoakan, bapak akan semakin cepat sembuh.
Percaya atau tidak, terjadi hal yang aneh saat aku mengenal ustad Y ini… Yang akan aku ceritakan pada chapter selanjutnya.
*Bersambung*
*Terima kasih kepada para pembaca yang sudah membaca novel pertamaku di Noveltoon ini. Memang ceritanya biasa saja, konfliknya juga standar. Karena novel ini memang murni dari kisah asli yang penulis sendiri rasakan dalam kehidupan mencari kerja ini. Semoga saja kalian bisa tetap terhibur dengan novel buatanku ini.
Berkat kalian semua juga. Novel ini akhirnya dikontrak dan mendapatkan cover baru dari NT. Terima kasih atas bantuan kalian semua selama ini. Jangan lupa untuk terus pantengin novel ini ya. Sampai jumpa pada chapter berikutnya.*
__ADS_1