
Setelah episode donor darah, aku kembali mengirimkan lamaran pekerjaan seperti biasa. Namun memang sepertinya belum rezekinya, sampai saat ini belum ada perusahaan yang menerima diriku sebagai karyawan mereka. Hal ini tidak membuatku kecil hati. Karena percayalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Suatu hari saat aku sedang mengirimkan lamaran kerja seperti biasa, ibu datang memberikan informasi baru.
“Ray, nanti siap-siap ya, hari Sabtu akan pergi ke villa di pantai.”
“Dalam rangka apa bu? Tumben pergi ke pantai?”
Ibu menceritakan kalau tante Yeni sedang merayakan kerjanya yang ada di Bogor. Karena ada suatu prestasi yang ia dapatkan, ia mengajak satu keluarga besar untuk main ke pantai sana. Mendengar hal ini, tentu saja aku agak malas, karena pada dasarnya aku memang malas keluar rumah. Namun apa boleh buat, memang dalam kehidupan, kita harus melakukan hal yang kita tidak sukai kalau keadaan memaksa seperti ibu.
“Baik bu, nanti aku akan bersiap-siap” Ucapku sambil memberikan senyuman di wajahku. Meskipun dalam hatiku berkata lain.
Tanpa terasa, hari Sabtu sudah datang. Hari ini kami pergi berangkat sekeluarga ke pantai. Tentu saja kalau ada acara jalan-jalan keluar dan menginap seperti ini. Kami sekeluarga harus menyiapkan koper. Ibu sebagai wanita perkasa selalu yang pertama kali mengambil koper kemudian mulai mengemasi barang-barang yang akan kami bawa. Saat berkemas inilah, aku sebagai anak yang berbakti juga membantunya mengambilkan baju apa yang nanti akan dibawa ke sana.
Semua adik-adikku juga membantu ibu memberikan baju mereka. Karena tidak mungkin ibu bolak balik pergi mencari baju yang akan kami pakai. Setidaknya kalau yang berkemas ibu, kami membantu dengan membawakan baju yang akan kami pakai agar proses berkemas lebih cepat. Hanya bapak yang santai-santai seolah-olah tidak ada kesibukan untuk berkemas. Ia hanya sibuk saja dengan koran dan juga handphone yang ia miliki.
__ADS_1
Acara akan dilakukan sejak hari Sabtu sore. Sehingga kami sudah bersiap-siap dari siang harinya. Setelah semuanya beres, barulah kami mulai berangkat ke tempat kami akan ngumpul.
“Sudah siap semuanya? ayo berangkat!! Lama amat sih!!” Ucap bapak saat ia sudah berada di dalam mobil. Tentu saja ia yang paling cepat masuk ke mobil karena semua barang kami anak-anak yang memasukkannya ke bagasi. Tidak heran kalau ia menjadi orang pertama yang duduk di atas kendaraan roda empat itu.
Seperti biasa, kalau ada acara pergi seperti ini, bapak yang riweh suruh cepat-cepat. Emang ngomong keras sebelum berangkat ini sudah seperti ritual yang biasa ia lakukan sebelum berangkat. Setelah semuanya beres, kami mengecek apakah semua orang sudah naik dan sudah tidak ada barang yang tertinggal. Kalau ada barang yang ketinggalan, bisa ngomel-ngomel nanti si Bapak.
“Gak ada yang ketinggalan? Ayo kita berdoa dulu sebelum berangkat” Kami semua berdoa setelah mendengar arahan dari bapak.
Selesai berdoa, masing-masing dari kami mengecek apakah sudah membawa barang yang diperlukan atau tidak. Karena acara ini hanya satu hari, aku hanya membawa handphone saja selain baju yang ada di dalam koper. Agak ribet kalau harus bawa laptop, apalagi saat ini laptop yang aku miliki tidak terlalu bagus dan jarang kupakai. Karena laptopku yang untuk gaming sudah menghilang ditelan oleh banjir dan tidak bisa diperbaiki.
Kebetulan jalan yang aku lewati ini juga pernah aku lalui dengan menggunakan mobil sekolah tempatku bekerja sebelumnya. Pada saat itu, ada acara menghadiri pesta pernikahan pak Dani. Untuk detail acaranya, akan aku ceritakan di lain waktu.
Dengan kondisi jalan seperti itu, tidak heran kalau kami mengalami waktu perjalanan yang lebih lama dari biasanya. Apalagi kami mengemudi di saat sore hari, dimana waktu banyaknya truk-truk lewat. Sepanjang perjalanan, bapak seperti biasa ngomel-ngomel saat ada truk yang gak maju-maju sehingga kami mengalami kemacetan. Semua yang di dalam mobil hanya bisa tersenyum pahit saja dan diam melihat hal itu. Karena bapak orangnya tidak bisa diceramahi.
Kami pada akhirnya sampai lebih lama dari biasanya. Kurang lebih hampir dua jam perjalanan yang kami tempuh. Saat sampai di villa, kami mencari parkiran yang dekat pintu masuk villa. Niatnya agar bapak tidak perlu terlalu jauh masuk ke dalam. Untungnya tempat tersebut masih ada dan dengan lancar kami parkir di sana.
__ADS_1
Tugas kami belum selesai, barang-barang di dalam mobil harus kami turunkan terlebih dahulu ke kamar yang kami pilih. Karena kami nyampe lebih cepat dari saudara yang lain. Kami mendapatkan privilege untuk memilih kamar pertama kali. Tentunya keluarga kami memutuskan untuk memilih kamar di lantai satu. Kraena kasihan kalau suruh bapak naik turun tangga kamar di lantai dua. Apalagi dengan kondisi badan bapak yang sudah tidak fit.
Beres menurunkan barang-barang, akhirnya kami bisa istirahat dahulu sambil menunggu saudara yang lain datang. Enak juga menghirup aroma pantai yang bisa kita rasakan dari balkoni gedung ini. Kami menunggu semuanya datang lengkap pada saat malam hari. Karena acara belum akan dimulai sampai semua anggota keluarga lengkap hadir di tempat ini.
Villa yang kami tempati lumayan bagus. Terletak dekat dengan pantai sehingga kami bisa melihat pantai dengan jelas saat berada di lantai dua villa ini. Terdapat dua lantai dan total kamar sekitar 5 kamar. Setiap kamarnya memiliki dua kasur dan juga kamar mandi. Kamar mandi di tempat ini menggunakan shower. Sayang sekali tidak ada bathtub. Tidak bisa berendam deh. Terdapat juga beberapa ornamen yang cukup indah sehingga villa ini juga cukup memiliki nilai estetik di dalamnya.
Malam hari datang. Ketika semua saudara sudah datang, kami akhirnya mulai makan malam bersama-sama. Aku tidak ingat apa yang aku makan saat itu, namun yang kuingat, banyak sekali waktu dihabiskan ngobrol daripada menikmati makanan yang ada. Selesai acara makan-makan, kami melakukan berbagai acara rekreasi yang bisa dilakukan sama-sama.
Kebanyakan dari kami semuanya mengikuti karaoke. karena tidak tertarik, aku hanya berpartisipasi sebagai penonton saja. Kulihat semua om, tante, dan juga saudara sepupu yang ikut ke villa ini ada beberapa yang ikut bernyanyi. Sampai mereka juga menyiapkan perlombaan nyanyi. Pemenangnya nanti juga akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai. Namun aku tetap tidak tertarik dan memilih menjadi penonton saja.
Acara karaoke berlangsung hingga tengah malam. Kemudian baru bubar saat semua keluarganya mulai mengantuk. Aku juga kembali ke kamar bersama dengan ibu, bapak, dan juga adik-adikku. Namun sebelum tidur, harus ada hal yang perlu kami luruskan terlebih dahulu. Hal itu adalah… pembagian tempat tidur.
Kamar kami berada saat ini hanya memiliki dua kasur. Karena itulah, hanya ada 4 orang maksimal yang bisa menikmati kasur sebagai tempat tidurnya. Salah satu kasur sudah ditempati oleh ibu dan Yana. Satu kasur lagi ditempati sendirian oleh bapak. Anak-anaknya tidak ada yang berani tidur di sebelah bapak karena kalau kami bergerak saat tidur, bisa berisiko dan malah membuat bapak jatuh dari kasurnya. Kami semua ingin menghindari hal itu sehingga memilih tidur di kasur ambal yang sudah kami bawa.
Sebelum tidur, aku mulai bermain hp sampai kesadaranku hilang ke alam mimpi. Kira-kira, akan seperti apa kegiatan yang akan kami lakukan esok? Aku tidak sabar untuk kembali pulang ke rumah dan bermain dengan komputerku yang ada di sana.
__ADS_1
*Bersambung*