
“Kira-kira, akan seperti apa ya, interview nanti?” Ucapku kepada diri sendiri.
Seperti kebanyakan dalam proses mencari kerja. Tahapan ini merupakan yang paling krusial. Banyak orang gagal dalam tahapan ini.
Interview
Pada tahap ini, perusahaan sangat ingin mengorek pribadi kita dalam-dalam. Berbagai macam pertanyaan dan tipu muslihat mereka gunakan untuk mengetahui keseluruhan pribadi kita. Apalagi pada saat membahas bayaran. Mereka pastinya akan menggunakan segala cara untuk membayar kita rendah namun memberikan pekerjaan yang banyak.
Sama seperti menghadapi interview-interview sebelumnya. Aku bersiap-siap untuk menjawab pertanyaan semacam apapun. Namun karena sudah sering melalui tahapan ini, ketegangan sudah agak sedikit berkurang kurasakan. Tidak seperti saat pertama kali aku melakukannya.
Tentunya aku tidak boleh terlalu bersantai, karena sudah bahaya kalau kita terlalu lama berada di titik nyaman dan tidak upgrade skill. Harus terus belajar hal baru setiap harinya. Tiba-tiba, sudah datanglah waktu aku melakukan wawancara untuk Darka ini.
Aku masuk ke dalam ruang zoom beberapa menit sebelum waktu wawancara dimulai. Alat yang aku punya seperti mic dan juga speaker juga aku tes dulu sebelumnya. Sudah berfungsi dengan baik atau belum. Bisa gawat kalau saat sesi interview berlangsung. Malah kejadian kalau device milikku ada yang rusak. Setelah itu semua beres, aku hanya tinggal menunggu orangnya datang saja.
Beberapa menit menunggu, muncul satu akun masuk ke dalam zoom. Kami sama-sama menyala mic dan juga kamera masing-masing. Sehingga aku bisa melihat secara langsung wajah dari orang itu.
“Selamat siang, kak Ray ya? Selamat datang di Darka. Jadi interview kali ini tidak akan bahas banyak. Saya hanya akan menanyakan komitmen kakak.”
__ADS_1
Ia diam sebentar lalu berkata “Apakah kakak bersedia untuk bekerja selama 180 jam per bulan? Karena awal-awal pastinya teacher tidak akan mendapatkan banyak upah. Namun jam minimum ini harus terpenuhi kecuali ada halangan tertentu. Apakah kakak tetap bersedia?”
Staff Darka tersebut mulai mengajarkan sisi gelap dari pekerjaan ini. Apa saja kerugian dan keuntungan yang didapatkan saat menerima pekerjaan ini. Dengan sedikit ragu, aku menjawab bahwa aku bersedia. Toh, saat ini juga aku masih belum memiliki pekerjaan. Tidak ada salahnya aku menerima pekerjaan ini sambil menunggu pekerjaan atau kesempatan yang lain datang.
Meskipun memang syarat kerja 180 jam sebulan itu agak berat. Karena rata-rata, karyawan kantoran saja hanya kerja selama 160 jam sebulan. Sehingga ini menandakan kalau pekerjaan ini lebih sibuk 20 jam daripada pekerjaan biasa.
“Baiklah kalau begitu kak Ray. Sekali lagi, selamat datang di Darka. Semoga, kakak bisa berkontribusi besar untuk perusahaan ini dan juga mendapatkan keuntungan yang pantas.”
Hanya pertanyaan itu saja yang diajukan sebelum sesi interview selesai. Katanya sih, sebenarnya secara resmi aku sudah keterima ke perusahaan ini. Namun, masih ada satu langkah lagi yang harus aku lakukan sebelum memulai mengajar di tempat ini.
Training.
*Hari training*
Tanpa terasa, hari melakukan training telah tiba. Tentunya, tidak banyak persiapan yang aku lakukan. Aku hanya memastikan device seperti mic dan kamera berfungsi dengan baik sebelum aku mulai memasuki ruangan zoom. Karena Pelatihan kali ini semuanya akan dilakukan secara online. Tidak ada pelatihan yang dilakukan secara tatap muka.
Selain alat, aku juga berdandan rapi dan terlihat profesional. Karena di email undangan pelatihan terdapat peringatan kalau harus berdandan rapi dan terlihat meyakinkan sebagai tenaga pengajar. Ketika waktunya sudah tiba, pas sekali training kami datang.
__ADS_1
“Selamat datang kakak-kakak semua di Darka. Saya Dina, pelatih untuk sesi kali ini. Dalam beberapa hari kedepan, saya bersama dengan satu trainer yang lain akan melatih kalian sebelum mulai mengajar langsung ke lapangan.”
Kesan pertama melihat trainer ini adalah tegas dan disiplin. Saya selalu memperhatikan bagaimana ia memarahi peserta yang datang terlambat. Ia juga mengajari banyak hal dalam pelatihan. Untungnya, aku bisa mengikuti pelatihan dengan baik sehingga tidak ada masalah. Materi yang disampaikan juga tidak terlalu sulit, apalagi kalau kita basisnya berasal dari jurusan IT.
Untung ada sesi break sehingga aku bisa selingi dengan istirahat untuk sholat dan sedikit ngemil. Pelatihan berlangsung dari jam 8 pagi sampai 4 sore. Cukup lama untuk sesi pembelajaran secara online. Namun aku mendapatkan banyak sekali pelajaran dari pelatihan ini. Masa sih, pelatihan online seperti ajal sudah tidak kuat. Apalagi kalau ada pelatihan militer nantinya?
Belakangan aku tahu kalau kak Dina ini memegang posisi yang cukup tinggi di Darka. Aku senang sekali bisa diajari dengan orang-orang luar biasa seperti ini. Pelatihan berlangsung cukup intens dan kadang seru kadang membosankan. Karena tidak bisa dipungkiri kalau terkadang aku merasa ngantuk saat ada materi yang kurang menyenangkan atau kupahami. Beruntung aku bisa menjalankan semuanya dengan baik.
Pada hari terakhir pelatihan, kami mendapatkan tes sebelum dipastikan boleh untuk mulai mengajar .Test dilakukan secara lisan dan live. Kami dimisalkan harus berpura-pura sedang mengajar kelas. Setiap orang mendapatkan tahapan secara acak. Ada yang mendapatkan tes untuk bagian pembukaan, isi, ada juga yang mendapatkan ujian untuk menutup kelas.
“Selamat pagi, perkenalkan nama saya Ray dari Darka. Saya di sini sebagai coding teacher untuk mengajari adek mengenai coding. Kalau boleh tahu, siapa nama panggilan adek?”
Kebetulan aku mendapatkan giliran pertama. Sehingga aku hanya harus mempraktekkan bagaimana membuka sebuah kelas. Hal yang tidak terlalu sulit menurutku. Namun aku tetap sedikit grogi selama sesi tes berlangsung. Beruntung aku berhasil menjalani tes dengan baik. Hingga pada akhirnya, aku bersama dengan peserta yang lain telah eligible untuk mulai mengajar. Aku senang bukan main karena secara resmi aku sudah mendapatkan kerja kembali setelah sekian lamanya menganggur.
Ada beberapa kejadian lucu sebelum pelatihan berlangsung. Aku sempat kelupaan untuk mematikan mic dan suara podcast yang sering aku dengarkan bocor dan didengar oleh peserta lainnya. Betapa malunya diriku. Untung karena kameraku tidak menyala, sehingga tidak ada yang tahu siapa muka orang yang lupa nyalain mic itu.
Beruntung peserta pelatihan semuanya baik-baik dan ramah-ramah. Kelihatan sekali mana orang yang profesional, mana yang biasa-biasa saja, dan juga mana yang agak lola sebenarnya dalam belajar. Namun aku senang sekali bisa ikut pelatihan bersama orang-orang hebat ini.
__ADS_1
Latihan sudah selesai, sekarang aku sudah resmi menjabat sebagai coding teacher di darka. Apa yang akan terjadi berikutnya?