Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 169 Kegelisahan


__ADS_3

"Ray, kerja apa sekarang? "


Om Beni tiba tiba datang dan mengajakku mengobrol. Ia adalah adik dari bapak, orang yang menjabat sebagai ketua wawasan setelah bapak tiada. Dari informasi yang aku dapatkan. Sepertinya obrolan ini akan membahas mengenai jabatan guru yang kosong di SMK. 


Karena ada beberapa guru yang pindah ke negeri, mengakibatkan ada lowongan guru kosong dan perlu untuk diisi. Aku mendapatkan tawaran ini karena dulu pernah mengajar di sana. 


Awalnya aku hendak menolak. Namun karena banyaknya tekanan dari orangtua serta saudara yang lain. Sepertinya sulit untuk melawan arus yang deras ini. Mau tidak mau, suka tidak suka. Aku harus menerima untuk mengajar kembali di SMK. 


Menjadi guru dan pegawai kantoran sudah pernah aku alami. Semua hal memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Tinggal bagaimana kita menikmati kondisi yang kita miliki saat ini. Karena bahagia itu dari pikiran, bukan dari kondisi fisik kita saat ini, harta yang kita miliki, ataupun dari prestasi-prestasi lain yang kita miliki. 


Selama pikiran kita bahagia, otomatis kita akan baik baik saja. Meditasi dan positif thinking merupakan salah satu metode untuk pikiran kita bahagia. Kalau kita bisa menguasai pikiran, badan akan menyesuaikan. 

__ADS_1


Om Beni melanjutkan obrolannya. 


"Jadi begini Ray. Rencananya, om mau kamu kembali mengajar di SMK. Kira-kira, kamu bersedia tidak? "


"Gimana ya om, saya sudah ada kerja di Darka"


Aku mukai menjelaskan apa saja yang aku kerjakan saat ini. Mulai dari apa saja yang diajarkan hingga bagaimana aku mengajar secara online. Namun seperti yang aku bilang, usaha yang aku lakukan hanya dipandang sebelah mata. 


Barulah mereka mulai respect ketika aku bilang nominal yang aku dapatkan dari mengajar online per bulannya. Memang karena hal hal berbau kerja online masih baru, sehingga masih dipikir aneh oleh orang-orang. Bahkan kalau di daerah tertentu, kaya dari kerja online malah digosipkan kalau ngepet. Karena tidak pernah keluar rumah tapi duitnya banyak. Memang aneh kadang orang orang. 


“Baik om, nanti saya coba atur lagi.”

__ADS_1


Sepertinya memang tidak ada jalan bagiku untuk menghindari hal ini. Karena katanya sih aku juga akan di grooming menjadi ketua yayasan yang baru, sehingga aku harus mulai masuk dan mengatur urusan yayasan. Hal ini terjadi padaku karena cucu cucu yang lain tidak ada yang mau melanjutkan yayasan yang dibangun oleh mbah ini. Alasannya sudah jelas, karena duitnya di sini tidak banyak. Sehingga tidak ada yang tertarik untuk melanjutkannya. Bisa dibilang, aku menjadi korban di sini. Ditarik menjadi pengurus. 


Karena itulah keluarga yang lain kekeh banget aku di suruh masuk, akibat cucu yang lain tidak ada yang mau ataupun masih terlalu muda untuk masuk. Aku sendiri sebagai salah satu cucu yang tua mendapatkan paksaan untuk ikut seperti ini. Namun kalau dipikir-pikir lagi, pasti ada orang yang sangat ingin berada di posisiku saat ini. Banyak-banyak bersyukur harus diterapkan agar tidak kufur nikmat. Toh kalaupun uang kurang, aku bisa mencoba bisnis lain seperti menulis novel. Meskipun duit dari novel masih belum menghasilkan, hahaha.


Setelah diskusi yang panjang, aku kebanyakan hanya memberikan jawaban positif saja untuk menerima mengajar kembali sebagai guru. Karena desakan dari banyak pihak, bahkan ibuku sendiri ingin aku mulai masuk yayasan. Mungkin ia juga dicekokin dari saudara yang lain untuk membantu mengurus yayasan.


Katanya sih, biar ada komunikasi gitu dengan orang luar. Di mana hal inilah jugalah yang membuat bapak terjerumus ke dalam jurang politik. Tidak selamanya ngobrol dengan orang lain mendapatkan hal yang positif. 


Belum mengajar SMK saja, aku sudah tahu akan ada banyak kegiatan di tempat tersebut. Apalagi dengan isu kurikulum merdeka, entah kerjaan guru akan menjadi sibuk seperti apa lagi. Aku harus mempersiapkan banyak mental untuk menghadapi hal itu. 


Ditambah dengan harus mempersiapkan juga untuk pernikahan yang nanti akan aku jalani. Banyak pertimbangan dan juga planning yang harus dibuat agar semuanya berjalan lancar. Tidak mungkin aku tiba-tiba sradak sruduk dan mengurus  pernikahan secara dadakan. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan.

__ADS_1


Memastikan bahwa tidak ada sama sekali kemungkinan untuk menolak mengajar di SMK, aku hanya bisa pasrah saja dan bersyukur mendapatkan kesempatan baru ini. Aku yakin, rencana Allah lebih baik dari rencana hambanya. Kita hanya bisa melakukan yang terbaik sebisa mungkin


*Bersambung*


__ADS_2