
Selesai training, aku dan peserta pelatihan yang lain mendapatkan akun untuk masuk ke dalam ekosistem Darka. Tentunya, email yang kami miliki memiliki akhiran @darka.com. Hal ini membuatku merasa telah sepenuhnya menjadi bagian dari keluarga ini. Langkah berikutnya yang aku lakukan saat sudah login ke sistem adalah memulai booking class demo.
Karena setiap bulannya ada minimum jam mengajar, aku harus rajin rajin mengajar setiap harinya. Kalau setiap hari aku mengajar selama 8 jam. Aku akan berhasil menyelesaikan jatah minimum pada hari ke 24. Mengajar tanpa ada libur sama sekali.
Kalau dipikirin terus menerus, bisa-bisa aku hanya akan merasa capek saat merasa harus memenuhi jam mengajar. Hal inilah yang membuatku memutuskan untuk enjoy setiap momentany saja. Namun kalau aku ingin dalam sebulan lebih cepat liburnya, aku bisa bekerja lebih dari 8 jam sehari, agar sebelum tanggal 24 sudah bisa libur cepat.
Informasi terakhir katanya aku sudah bisa login ke dashboard teacher kemudian booking slot demo di sana. Waktunya bisa menyesuaikan dengan waktu kita bisa mengajar. Tentu saja, aku juga sudah membuka jadwal aku bisa mengajar untuk murid yang akan menjadi paid. Karena kalau slot mengajar tidak dibuka, nantinya murid paid tidak akan bisa memilih jadwal untuk mereka les coding.
Di dalam Darka, murid terbagi menjadi dua kategori. Murid demo dan murid paid. Murid demo adalah murid yang hanya mengikuti class trial. Jadwalnya menyesuaikan dengan jadwal demo availability yang telah kita buat.
Murid paid berbeda dengan murid demo. Mereka adalah murid yang sudah selesai kelas trial dan ingin melanjutkan materi ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Karena itulah jadwal mereka berbeda dengan demo availability. Kelas Paid yang diisi oleh murid paid ditentukan oleh sang murid sendiri. Mereka bisa seminggu hanya mengisi kelas satu kali atau lebih. Ada juga yang mengisinya 3 kali seminggu. Pokony suka-suka mereka dah.
Karena itulah, sebenarnya murid paid yang bikin jadwal kegiatan menjadi amburadul. Sebagai teacher, kita tidak bisa semudah itu cancel kelas paid. Setiap guru hanya mendapatkan jatah kalsel kelas paid yang sedikit. Biasanya kami meminta tolong kepada orangtua murid untuk cancel kelas kalau kita tiba-tiba tidak bisa mengikuti kelas.
__ADS_1
Namun hal itu jangan sering dilakukan, karena nantinya mereka bisa menanyakan bagaimana profesionalisme kita sebagai tenaga pengajar. Harus pintar-pintar dalam menjaga hubungan antara kita, murid paid, dengan orangtuanya. Kira-kira, itulah pekerjaanku sebagai coding teacher di Darka. Komunikasi dan kemampuan mengajar yang baik menjadi kunci dari kesuksesan sebagai coding teacher di Darka.
Untuk saat ini, aku masih belum bisa booking kelas demo. Karena menu yang berisi demo avaibility masih terkunci. Menurut info yang saya dapatkan, aku harus meeting dengan team lead terlebih dahulu sebelum dapat booking class demo.
Setiap teacher dalam darka dibagi menjadi beberapa kelompok yang dipimpin oleh seorang team lead (TL). TL inilah yang nantinya akan kita hubungi kalau ada masalah manajerial maupun akademis dalam proses mengajar didalam Darka. Aku penasaran, kira-kira TL seperti apa yang akan aku dapatkan?
[Selamat pagi, dengan Ray ya. Saya Steven, Team Lead dari Darka. Bisa meeting dalam waktu dekat?]
Aku mendapatkan pesan dari mas steven. Dengan segera aku membalas pesan orang ini. Dilihat dari waktunya, sepertinya akan dilakukan meeting saat malam hari dengan coding teacher yang lain. Kemungkinan besar, teacher yang sebelumnya mengikuti pelatihan bersama dengan diriku beberapa juga akan hadir karena berada dalam tim yang sama.
Dalam kelas demo, teacher dilarang untuk mengajar materi di luar materi yang sudah disiapkan. Namun saat pelatihan kelas demo, aku juga dengar katanya harus memberikan materi sebanyak mungkin agar murid tertarik untuk konversi dan menjadi murid paid. Informasi yang bertolak belakang ini membuatku bingung. Mungkin nantinya aku akan memutuskan untuk mengambil jalan tengah. Mengajar sesuai materi namun bisa saja menambahkan materi yang masih relevan dengan minat dan bakat anak.
Keesokan harinya, akhirnya waktuku meeting dengan TL terjadi. Seperti biasanya, kami melakukan meeting dengan media online melalui aplikasi. Pastinya aku memastikan kondisi device mic dan kamera berfungsi dengan sempurna.
__ADS_1
[Selamat malam, rekan-rekan. Perkenalkan nama saya Steven. Team Lead kalian untuk di Darka ini. Untuk malam ini, kita perkenalan dulu ya]
Semua peserta di sana memperkenalkan dirinya satu per satu. Aku juga termasuk ke dalam salah satu orang yang memperkenalkan diri. Selesai berkenalan, mas steven mulai menjelaskan bagaimana kinerja Darka yang lebih dalam. Karena sebelumnya dalam pelatihan kami hanya diberitahukan kondisi ideal dalam proses mengajar. Steven ini menjelaskan lebih detail dan case-case khusus yang pernah terjadi di dalam Darka.
Bahkan mas Steven juga bilang kalau sebenarnya materi tidak perlu mengikuti banget dengan yang diberikan oleh Darka. Karena tim Steven mendapatkan khususan. Hal ini karena secara data, murid tidak akan konversi dengan materi yang Darka berikan. Sedangkan kelompok mas Steven berhasil mendapatkan murid konversi yang banyak dengan metode mereka. Pembahasan ini menarik sekali, ternyata di dalam perusahaan startup luar negeri pun, konflik internal seperti ini masih ada. Aku sendiri memutuskan untuk mengikuti keputusan Steven. Karena ia adalah TL dan selama bermanfaat untuk pekerjaan di Darka, aku tidak akan menolak kebijakan yang ia berikan.
Selesai memberikan penjelasan, man Steven memberikan kesempatan untuk teman-teman yang lain melakukan tanya jawab. Banyak sekali pertanyaan yang diberikan dan semuanya dijawab dengan baik oleh mas Steven. Aku sendiri kebanyakan hanya mendengarkan percakapan mereka. Banyak informasi yang aku dapatkan dari pertemuan ini.
[Baiklah, agar tidak terlalu malam. Pertemuan saya tutup dulu di sini. Mungkin besok, setelah selesai pertemuan ini. Kalian semua sudah bisa booking class dan mulai mengajar kelas demo. Semoga saja kalian bisa segera mendapatkan murid paid dan mendapatkan murid double digit. Karena bonus menanti anda yang berhasil melakukannya]
Meeting selesai setelah mas Steven keluar dari meeting room online. Aku juga keluar dari meeting virtual dan mulai mencatat hal penting yang ada dari rapat tadi. Dari pertemuan barusan, aku hanya bisa menilai kalau mas Steven ini kelihatannya pemimpin yang capable. Paling tidak, aku tidak merasakan ilfil seperti saat aku berurusan dengan pak Tian. Orang yang membuatku tidak nyaman saat bekerja di Elektronik Jaya dulu.
Mas Steven ini kelihatan sekali jawanya. Ia juga berkulit sawo matang dan kelihatannya masih muda. Semoga saja, penilaian diriku mengenai TL yang satu ini tepat. Karena mood untuk bekerja sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja. Baik dari pegawai yang lain maupun dari boss itu sendiri. Lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan performa karyawan dan pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan juga.
__ADS_1
‘Semoga saja, besok aku bisa mengajar demo dengan baik dan benar’ Ucapku dalam hati sebelum aku tidur dan pergi ke dunia mimpi
*Bersambung*