
Saat ini aku masih di perjalanan menuju Bandung bersama dengan Zul dan Rendra. Aku sedang duduk nyaman di atas kursi sambil menikmati indahnya pemandangan, bermain game di handphone, dan juga ngobrol dengan Rendra yang duduk di sebelahku.
Dalam perjalanan, Rendra banyak sekali menonton video youtube dan bermain beberapa game. Sedangkan aku sendiri juga melakukan hal yang sama. Namun kami sempat juga ngobrol beberapa kali. Masa iya satu perjalanan full liat HP terus.
Pemandangan juga cukup indah untuk dilihat. Beruntung aku duduk di dekat jendela, sehingga bisa melihat pemandangan dengan jelas. setelah beberapa jam, kami akhirnya sampai di stasiun Bandung.
Tidak hanya pemandangan di jalan, aku juga sempat melakukan observasi beberapa penumpang yang ada di dalam kereta. Terutama perempuan-perempuan cantik yang bisa menjadi pemandangan yang menarik. Karena aku cowok normal, aku secara sekilas menikmati pemandangan yang indah ini. Namun jangan dilihat terlalu lama karena nanti bisa membuat mereka tidak nyaman.
"Kereta telah sampai di Stasiun Bandung. Penumpang yang akan turun di Stasiun Bandung, harap perhatikan barang bawaan anda. Jangan sampai ketinggalan atau tertukar. "
"Bangun Rendra, sudah sampai nih. "
Rendra membuka matanya kemudian melihat keadaan sekitar. "Oh iya ya, makasih Ray"
Setelah kereta berhenti dengan sempurna, kami semua turun dari kereta. Kami langsung membersihkan diri di toilet stasiun, kemudian mempersiapkan amplop sebelum berangkat ke tempat Hasan. Kami juga istirahat sejenak beberapa menit dengan memakan beberapa bekal yang kami bawa. Karena kami masih menunggu waktu yang pas untuk berangkat. Agar ketika sampai di tempat acara, resepsinya sudah dimulai.
__ADS_1
Ketika waktunya tiba, kami semua pergi ke luar stasiun dan mulai memesan grab untuk menuju resepsi Hasan diadakan. Kali ini, kami tidak perlu menunggu lama, karena sudah banyak driver yang ada di kota ini. Apalagi waktunya sudah di jam kerja sehingga banyak driver yang bisa menerima pesanan kami.
Kami bertiga menaiki mobil kemudian langsung berangkat menuju lokasi. Di perjalanan, aku tidur karena kelelahan. Ceroboh sekali, untungnya ada Rendra yang bersiaga dan memastikan kami sampai ke tujuan. Dari yang aku ingat, kami melewati jalan yang cukup naik turun. Aku teringat kalau ibuku biasanya mulai-mulai kalau melewati jalan seperti ini. Beruntung aku saat ini sama sekali tidak merasa ada yang aneh dan tubuh masih baik-baik saja.
Ketika sampai di tempat tujuan, gantian Rendra membangunkan diriku.
"Ray, bangun, sudah sampai nih "
"Ok" ucapku sambil mengumpulkan nyawa.
“Hei bro, acaranya sudah mulai belum?”
“Eh, kalian semua datang!! terima kasih ya sudah datang jauh-jauh kesini.”
Sayangnya kami tidak bisa ngobrol terlalu lama, karena ia harus segera pergi ke acara. Setelah berbicara ringan selama beberapa menit, Hasan melanjutkan perjalanan untuk menghadapi acara berikutnya.
__ADS_1
Saat waktu resepsi tiba, kami langsung memasuki tempat acara dimulai. Sama seperti acara yang lain, terdapat banyak tempat makan saat acara ini. Sebagai tamu yang baik, kami bergiliran untuk mengelilingi tempat ini.
Karena kami masih membawa ransel, satu orang kami tugaskan untuk berjaga kemudian sisanya memutari tempat ini. Agak aneh saja rasanya kalau ke kondangan malah membawa ransel. Saya tidak pernah melihat ada yang ke kondangan sambil bawa tas. Kecuali kalau tas kecil mungkin lain cerita.
Puas berkeliling, kami juga mengadakan acara sesi foto dengan Hasan dan istrinya. Kami juga dapat bertemu dengan teman sma kami yang lain. Tidak menyangka kalau kami akan bertemu di tempat ini. Banyak sekali hal yang kami bicarakan saat bertemu dengan teman lama. Terutama Zul dan Rendra yang semangat untuk ngobrol dengan mereka.
Selain makanan, aku juga memperhatikan tamu yang datang ke sini. Sepertinya ucapan orang itu benar, cewek Bandung itu cantik cantik. Aku melihat ada banyak cewek cantik datang ke tempat ini.
Bahkan ada yang tiga sejoli dan mirip seperti kami. Sayangnya kami tidak sempat untuk mengadakan triple date. Aku juga tidak mungkin melihat mereka terlalu lama, karena takut mereka tidak nyaman. Jangan sampai aku kegeeran dan merasa mereka bertiga selalu memperhatikan rombongan kami. Biar jangan sampai malu-maluin nantinya.
Mereka bertiga menggunakan dress dengan warna yang berbeda. Dress tersebut sleeveless dan mereka juga menggunakan tas kecil yang mereka tenteng. Selalu saja mereka pergi bertiga mirip dengan aku, Zul, dan Rendra.
Puas berkeliling, kami berpamitan dengan Hasan, kemudian pergi ke penginapan untuk menaruh barang. Pastinya, kami kembali menggunakan driver online untuk pergi ke sana. Karena kami tidak menggunakan mobil pribadi untuk ke sini. Meskipun repot dan ongkosnya mungkin lebih mahal. Namun lebih karena kami tidak perlu nyetir sendiri. Semoga saja kedepannya, kami bisa menggunakan mobil pribadi untuk melakukan perjalanan jarak jauh bersama-sama.
Karena kalau dihitung, jauh lebih murah jalan-jalan menggunakan mobil pribadi daripada menggunakan driver online seperti ini. Namun karena kami semua belum punya mobil, niat ini sepertinya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
__ADS_1
Perjalanan kami di Bandung masih berlanjut, kira-kira, tempat apa saja nanti yang kami akan datangi?