
Kejadian luar biasa mengakibatkan diriku kehilangan laptop gaming kesayangan. Padahal seingatku belum ada satu tahun aku menikmati laptop ini. Namun laptop itu sudah hilang dari hidupku.
Insiden itu terjadi tepat saat malam tahun baru. Pada saat itu, aku melakukan aktifitas kerja seperti biasa. Karena pada hari ini kantor tidak libur. Ketika siang hari tiba, mulailah masuk chat dari grup teman SMA.
"Tahun baruan kemana bro? "
"Di rumah aj nih, kenapa emang? "
"Meet up yuk di Central Park. Tahun baruan di sana. Pada mau gak? "
Mulai dari salah satu dari kami mengajak ketemuan. Semuanya langsung setuju untuk mengikuti pertemuan ini. Tanpa pikir panjang aku langsung mencari rute untuk menuju tempat tersebut.
'Sepertinya lebih cepat kalau pakai bus transjakarta malahan.' aku lihat ada rute yang sekali jalan dari tempat ku merasa menuju Central Park.
Memastikan bahwa saldo e money sudah cukup. Aku memutuskan untuk menggunakan bus. Tinggal duduk manis saja dan nanti akan sampai ke tempat tujuan.
*waktu pulang kerja*
Aku sudah menaruh barang kantor di dalam lemari. Karena akan repot kalau harus membawanya saat sedang berjalan-jalan. Hari ini bukan pertama kali aku jalan-jalan di Jakarta.
Pada lain kesempatan aku akan menceritakan kisahku jalan-jalan di daerah Jakarta. Kali ini aku tidak menggunakan kereta KRL yang biasanya aku gunakan. Aku penasaran seperti apa rasanya naik transjakarta dari tempat kerjaku.
Berdiri di halte, aku menanti kedatangan bus yang akan menjemput. Selain diriku, kulihat ada beberapa pegawai kantoran lain yang sepertinya juga akan naik bus transjakarta. Tidak perlu menunggu lama, bus susah sampai di halte tempatku berada saat ini. Aku segera masuk dengan cepat agar tidak membuat kemacetan di jalan raya.
Dalam bus, aku langsung mencari tempat duduk yang strategis, persis di samping jendela. Aku mengenakan kemeja dengan kaos dalam dan celana panjang. Tidak lupa jaket berwarna coklat aku kenakan. Di punggungku juga ada tas ransel yang kubawa untuk membawa dompet, hp, dll.
Saat malam hari seperti ini wajib untuk mengenakan jaket. Karena tubuhku tidak terlalu terbiasa dingin malam. Apalagi AC di dalam bus ini cukup dingin. Selain karena malam, hal ini juga karena penumpang nya tidak terlalu banyak.
'Saat tahun baru malah busnya tidak ramai ya. Tumben sekali' ujarku dalam hati.
__ADS_1
Aku hitung secara cepat hanya terdapat tidak sampai 20 orang di dalam bus sudah termasuk supir. Kulihat kebanyakan yang naik adalah karyawan kantoran dilihat dari barang bawaan dan pakaian yang mereka kenakan. Sama sekali tidak terlihat siswa berseragam di dalam bus ini. Wajar saja karena ini sudah malam hari.
Waktu perjalan aku habiskan dengan memastikan posisi dan kondisi teman yang lain. Kemudian aku mendengarkan musik sambil menikmati pemandangan malam. Meskipun tidak banyak yang terlihat karena hanya gelapnya malam yang ada di sekitar jalan. Serta beberapa gedung tinggi yang bersinar akibat lampu listrik yang menyinarinya.
Ketika sudah sampai ke Central Park, aku sempat berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan ibu kota Indonesia ini. Banyak orang lalu lalang naik turun angkutan umum. Ada juga yang mengenakan pakaian kantoran dan menunggu jemputan mereka datang.
Puas melihat pemandangan, aku melanjutkan perjalanan ke CP. Karena ini pertama kalinya aku ke tempat ini, aku menanyakan banyak landmark kepada teman-temanku. Terutama tempat dimana kami akan bertemu.
Aku takjub saat sampai masuk ke mall. Karena tempat ini luas sekali. Mungkin kalau aku harus jalan mengitari tempat ini. Bisa satu jam lebih waktu yang akan terpakai. Saat sedang berjalan-jalan, aku memutuskan untuk mencari tempat duduk.
Perjalanan dari tempat kerja ke sini membutuhkan waktu cukup lama. Kurang lebih hampir satu jam perjalanan. Aku memesan secangkir kopi sambil duduk dan menunggu teman yang lain untuk datang.
Waktu dan tempat kami ketemuan masih belum jelas. Karena itulah aku harus masih menunggu tempat sebenarnya kami akan berkumpul terlebih dahulu. Sambil menunggu, aku membaca beberapa artikel di handphone.
*ting*
"Lah, gua juga di xxx. Sebelah mananya xx kamu? "
Akhirnya muncul pesan kalah salah satu temanku sudah datang ke lokasi. Namun dari nama tempat yang ia sebut, seharusnya ini sudah tempat yang benar. Tetapi setelah aku cek lagi, ternyata tempat xxx memiliki cabang di dua lantai dalam mall ini.
Aku berada di lantai atas sedangkan ia berada di lantai bawah. Mau tidak mau, aku langsung pergi ke bawah untuk menemui dirinya. Cukup dengan jalan sebentar saja, aku sudah sampai di xxx.
"Assalamu'alaikum bro"
"Waalaikumsalam. Mana yang lain? Baru kamu doang nih yang ke sini?"
Kami mulai duduk dan mencari posisi teman yang lain. Rencana kami akan bertemu dengan dua orang lagi. Setelah dicek, satunya masih belanja di sekitar sini. Sedangkan yang satunya masih belum datang karena macet dan sempat telat keluar kantor akibat kerjaan.
"Eh guys, maaf ya sudah lama nunggu. Kita mau ke mana nih?" Tanya teman kami, Ade sambil menaruh barang belanjaan yang ia bawa.
__ADS_1
Ade ini adalah salah satu temanku yang sudah kerja di startup. Gajinya sudah cukup besar hampir menyentuh puluhan juta rupiah. Karena itu tidak heran dia berbelanja di tempat ini. Kami ngobrol sebentar kemudian memutuskan untuk keliling tempat ini sambil menunggu teman kami yang lain.
Selain Ade, saat ini aku bersama dengan Rendra. Dia sama sepertiku, kerja sebagai IT juga. Aku penasaran apakah dia memiliki cerita yang menarik saat kerja menjadi seorang programmer. Mungkin suatu saat nanti, aku akan menanyakan banyak hal mengenai pekerjaan apa saja yang ia lakukan.
Bisa saja pengalaman yang ia miliki berbeda dengan ku. Semoga saja nanti akan ada kesempatan dia berbagi cerita. Aku merasakan cukup dekat dengan Rendra karena kami memiliki hobi dan pekerjaan yang cukup mirip.
Di tempat ini kami berkeliling ke banyak tempat. Hampir semua sudut CP kami jelajahi. Sempat juga kami membeli beberapa snack dan makan sambil berkeliling.
Saat jam sudah hampir ke jam 10. Si Ade berniat pulang sebab ia masih harus melakukan hal lain. Kami berniat mengulur waktu karena teman kami yang terakhir, Zul. Sebentar lagi akan tiba.
"Eh aku pamit dulu ya. Mau ada urusan main. "
"Bentar dulu, si Zul sebentar lagi datang. "
Pada saat kami mengulur Ade, Zul akhirnya berhasil datang tempat waktu.
"Sorry bro, gue telat. Macet di jalan."
"Gimana sih loh, bisa bisanya telat."
Kami menggoda Zul karena telat kemudian melanjutkan pembicaraan. Saat Ade sudah tidak ada waktu lagi, ia pamit yang paling pertama. Sedangkan Zul masih ingin ngobrol lebih banyak dan Rendra masih mau melayani nya sebagai teman ngobrol.
Tanpa terasa waktu berlalu. Kemudian terjadi hal di luar ekspektasi kami. Hujan deras turun di Jakarta. Saking derasnya hujan, semua transportasi menuju Tangerang sudah berhenti total. Hal ini juga terjadi karena ini sudah hampir tengah malam.
Akibatnya, kurang lebih kami terdampar di Jakarta. Bingung harus melakukan apa sekarang, Rendra menawarkan sesuatu kepada kami.
"Bagaimana kalau kalian nginep di kostku saja malam ini?"
Melihat ini kesempatan untuk ngobrol lebih banyak. Aku dan Zul menerima tawaran dari Rendra. Malam tahun baru kami belum selesai.
__ADS_1