
Setelah mengajar kelas Demo yang banyak. Akhirnya aku mendapatkan email yang aku cari. Semua teacher di Darka selalu menunggu-nunggu email ini datang ke email mereka.
[Selamat kepada Ray telah mendapatkan murid baru! ]
"Ini.. Beneran ini!? " Aku terkejut saat aku membuka laptop dan mengecek email yang masuk.
Terdapat email yang memberitahukan kalau aku mendapatkan murid baru. setelah aku selidiki, email ini menandakan kalau akhirnya dari murid yang aku ajar demo, ada yang konversi.
Setiap teacher di Darka mendapatkan masing-masing email dan di dalamnya sering mendapatkan informasi terbaru mengenai perusahaan ataupun seputar mengajar di zoom.
Kulihat murid yang satu ini namanya adalah Ades. Ia kelas 3 SD dan katanya senang belajar coding. Aku senang sekali akhirnya mendapatkan murid yang diidam-idamkan. Jadwal untuk kelas paid ini tergantung dari muridnya.
Untuk si Ades ini memilih untuk les pada hari Jumat dan Minggu. Jadwal yang agak jarang digunakan untuk les. Hal inilah yang membuat murid paid tidak enak. Jadwalnya bervariasi, karena muridnya yang menentukan. Teacher tidak bisa menentukan jadwal kecuali nego dulu dengan orang tua student.
Meskipun ada hari libur yang aku pilih ( senin), jadwal mengajar yang setiap hari ini terkadang membuat badan menjadi lemah. Untungnya karena ngajarnya online sehingga energiku tidak habis untuk perjalanan, hanya fokus di ngajar saja. Tapi tetap saja, kalau sudah seharian mengajar seperti itu. Tenggorokan mulai lelah juga.
__ADS_1
Namun yang paling sulit adalah saat ada acara dadakan kemudian ada jadwal paid yang harus aku hadiri. Karena berbeda dengan kelas Demo, jatah untuk cancel kelas paid lebih sedikit. Hal itu yang menyebabkan sangat repot untuk mengajar kelas dan ikut acara dalam waktu yang sama.
Kalau ada pilihan tidak ikut acara, aku lebih memilih untuk mengajar saja. Karena aku bisa dapat duit dari sana. Ikut acara keluarga kebanyakan cuma dapat makan dan sakit hati saja. Seringnga di sana ajang ngata ngatain sesama saudara. Lebih banyak mudharat daripada manfaatnya.
Teknis mengajar murid paid juga berbeda. Dengan durasi mengajar yang lebih lama serta bayaran yang berbeda dengan kelas demo. Insentif ini yang menyebabkan banyak teacher yang mencari murid paid. Sampai mengambil dari guru lain.
Tidak sedikit kasus murid paid yang diambil orang lain. Saking banyaknya, sampai saya menyerah untuk mengurusnya kalau hal itu terjadi. Hanya bisa berserah diri saja kepada Yang Maha Kuasa. Karena saya juga pernah beberapa kali mendapatkan hal seperti ini.
Sama seperti murid demo. Ada juga murid kelas paid yang enak diajar, ada juga yang sulit diajar. Kebetulan anak bernama Ades yang merupakan anak paid pertamaku ini termasuk ke dalam kategori murid yang sulit untuk diajar. Karena ia masih kebanyakan fokus untuk bermain. Memang agak susah kalau menyuruh anak SD untuk belajar coding.
Ades termasuk ke dalam murid yang kesulitannya paling mudah. Karena ia masih kelas 3 Sd. Awal mengajar, dia cukup semangat dan aktif dalam belajar. Namun lama kelamaan, ia mulai bosan dan sangat sulit untuk diajari. Apalagi kalau saat mengajar Ades menjadi patokan untuk bahan evaluasi. Nilainya bisa bikin was was.
Darka juga menyediakan hasil evaluasi satu bulan dua kali. Penilaian berbeda untuk kelas demo dan juga kelas paid. Karen keduanya memiliki variabel penilaian yang berbeda Dengan kelas paid memiliki penilaian yang lebih kompleks. Tentunya karena evaluasi berupa penilaian, terhadap nilai minimum yang harus dicapai oleh semua guru. Kalau ada yang nilai evaluasi di bawah standar, akan ada pelatihan tambahan untuk guru tersebut.
Sang guru tidak diperbolehkan untuk mengajar kelas demo selama ia berada pada masa pelatihan. Hal inilah yang dilakukan Darka untuk memastikan kualitas pengajarnya tetap terjaga dengan kualitas yang baik. Beruntung selama mengajar di Darka ini, aku tidak pernah mendapatkan nilai eval yang dibawah standar. Aku senang ketika mendapatkan nilai tersebut. Karena hal itu menandakan kualitas mengajarku dihitung baik oleh mereka.
__ADS_1
Mendapatkan penilaian seperti ini juga membuat semangat mengajarku meningkat. Aku harus memastikan kalau aku tampil dalam keadaan prima setiap mengajar. Mulai dari harus selalu tersenyum saat mengajar, hingga penguasaan materi harus bagus agar bisa mengajar lebih baik dari guru biasa. Pokoknya banyak deh yang harus dipersiapkan.
Terasa sekali kalau aku mendapatkan banyak hal dalam bekerja di Darka ini Aku melatih kemampuan komunikasi, ilmu coding, serta banyak pelatihan yang Darka persiapkan untuk meningkatkan skill pegawainya. Meskipun dengan sedikit paksaan dan ancaman untuk mengambil kelas tambahan untuk menambah skill di LMS (Learning Management System).
Paling terasa kesulitannya saat liburan panjang ataupun sedang ada di luar rumah. Karena device mengajarnya yang canggih menggunakan PC. Hal inilah yang mengakibatkan aku kesulitan saat harus mengajar di luar rumah dengan menggunakan laptop yang seadanya. Karena laptop gaming yang pernah aku miliki telah sirna akibat banjir yang melanda Tangerang.
Green screen yang aku miliki juga hanya ada di rumah, sehingga aku tidakĀ bisa menggunakan background yang bagus saat berada di luar. Mau tidak mau, hal ini nantinya akan mengurangi nilai evaluasi, karena background saat mengajar juga dinilai saat melakukan kelas zoom.
Pernah saat mendapatkan kelas untuk Ades, ia mengambil les pada hari Minggu. Kebetulan pada momen tersebut aku sedang berada di pantai karena ada acara keluarga. Mau tidak mau, aku harus set up laptop untuk mengajar sang murid. Untung aku bawa laptop karena ada feeling akan mendapatkan berita dadakan seperti ini. Kalau tidak, bisa buyar itu kelas dan nanti aku akan mendapatkan penalti.
Namun dari kesulitan-kesulitan itu, pastinya ada hal yang menyenangkan selama mengajar di Darka. Terutama saat pembayaran upah yang tidak sulit untuk dilakukan. Karena semua transfer dan tinggal duduk manis saja menunggu transferan. Meskipun memang tanggal pengirimannya yang agak lama karena dari India. Sehingga biasanya pembayaran gaji sekitar tanggal 7 ke atas.
Ditambah dengan TL lead Steven yang sangat ramah dan bisa dibilang sebagai boss idaman. Semoga aku akan sering-sering mendapatkan leader hebat seperti ini.
Aku bekerja selama sekitar 5 bulanan di sana. sebenarnya aku pribadi menikmati bekerja di Darka ini. Namun sayangnya, takdir berkata lain. Karena aku menerima panggilan untuk kembali menjadi guru SMK. Entah apa keputusan akhir yang harus aku ambil dalam situasi ini.
__ADS_1
*Bersambung*