Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 41 Bali 3


__ADS_3

"Arip, Lamda, kalian sudah lapar? "


 


"Sudah"" Sudah" Jawab kedua adikku secara bersamaan.


"Kalau begitu, ayo turun ke bawah. Kita coba naik lift" Kami semua segera keluar dari kamar dan jalan menuju lift.


Sebelum meninggalkan kamar, kartu yang ada di dalam harus dibawa terlebih dahulu. Akan repot nanti kalau ketinggalan. Kami tidak akan bisa masuk ke dalam kamar dan harus menghubungi pihak hotel untuk membantu kami nantinya.


Aku menekan tombol lift kemudian menanti lift datang. Seharusnya dengan jumlah lantai yang tidak terlalu banyak, kami tidak harus menunggu lift terlalu lama. Kedua adikku menunggu dengan sabar sambil mengobrol satu sama lain.


*Ting*


Pintu lift terbuka dan kami semua masuk ke dalam lift. Kebetulan hanya kami bertiga saja yang menggunakan lift saat ini. Tidak ada tamu yang lain. Aku tidak tahu apakah hotel ini hanya rombongan kami yang menempati atau ada yang lain. Karena aku tidak mengetahui secara persis berapa kapasitas hotel dan jumlah orang di rombongan kami.


Kami melihat beberapa orang sudah mulai makan. Lamda sangat doyan makan, karena itu akan repot nanti kalau dia sampai telat makan. Dia rese kalau lapar. Pokoknya ia tidak boleh sampai kelaparan.


Menu makanan kali ini tidak bernuansa Bali, lebih ke arah barat. Dengan model makan buffet, kami bisa mengambil makanan sesuka hati. Tidak perlu bayar lagi karena sudah kami bayar di depan. Namun harus dengan jumlah yang normal karena kasihan kalau ada tamu lain yang tidak mendapatkan makanan hanya karena kami yang tega menghabiskan semua lauk yang ada.


Setelah mengambil porsi masing-masing, kami mencari meja untuk duduk. Tempat duduk yang disediakan di sini tidak terlalu banyak. Sepertinya kami harus mengosongkan kursi segera setelah selesai makan, agar tidak membuat tamu yang lain menunggu. Saat makan, kami tidak melakukan banyak pembicaraan. Kami semua fokus untuk menikmati makanan di depan mata kami.


Awalnya aku berniat untuk berenang setelah makan. Namun mengingat baju yang aku bawa tidak cukup banyak, aku mengurungkan niatku kali ini. Karena itulah aku berniat untuk kembali ke kamar bersama dengan adik-adik. Teringat kalimat dari panitia tour kali ini.


"Kali ini acara bebas, staf boleh keluar kemana saja. Selama besok pagi bisa bangun tepat waktu " pesan kepala sekolah kepada semua staf. Mendengar hal itu, banyak staf yang memutuskan untuk pergi ke luar saat malam hari untuk menikmati Bali saat malam hari.


Tetapi Aku tidak bisa sembarangan pergi karena ada orang tuaku. Kalau aku mau pergi, harus mengajak mereka. Karena itulah kami ke kamar orangtua sebelum kembali ke kamar. Menanyakan apa rencana mereka untuk malam ini.


*Tok tok*


"Siapa?" suara bapak terdengar dari dalam kamar.


"Ini Ray pak. Sama Arip dan Lamda juga."


*Kreak*

__ADS_1


"Ayo masuk. Lihat kamar bapak" ucapnya sambil membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk.


Desain kamar bapak dan ibu kurang lebih sama dengan kamar kami. Pastinya karena kami berada di hotel dan lantai yang sama. Seharusnya kecil kemungkinan desain kamar miliknya berbeda dengan kamar kami. Kami menanyakan kepada orang tua apa rencana mereka malam ini. Kemudian kami ngobrol sebentar selama beberapa menit.


Orang Tuaku memutuskan untuk istirahat malam ini. Karena capek baru dari perjalanan menuju tempat ini. Mungkin esok hari barulah kami akan jalan-jalan saat malam hari di Bali.


"Sudah malam, kami kembali ke kamar dulu ya Bu, pak." Kami berpamitan kepada mereka berdua untuk istirahat ke kamar.


Sebelum tidur, tidak lupa aku menggosok gigi dan mencuci muka. Kemudian kami menonton tv sambil tiduran dan menanti kantuk datang. Mata mulai lelah dan aku memejamkan kedua bola mataku. Tidak terasa aku sudah masuk ke alam mimpi dengan cepat.


*Pagi hari*


Suara alarm terdengar di segala penjuru kamar. Aku sudah sengaja setting agar tidak telat shalat subuh. Tentunya aku sudah memastikan jadwal sholat di tempat ini


Bali memiliki zona waktu yang berbeda dengan pulau Jawa sehingga aku harus memastikan jam yang tertera sudah tepat. Tidak lucu kalau ternyata kami kecepatan atau ketinggalan satu jam saat melaksanakan sholat.


"Lamda, Arip, ayo bangung. Shalat subuh dulu."


Aku bangun dari kasur kemudian segera wudhu untuk melaksanakan shalat. Meskipun saat ini kami musafir, shalat subuh tidak bisa di jamak qashar. Tidak mungkin subuh qadha menjadi satu rakaat. Ajaran seperti itu setahuku tidak ada.


"Makasih ya Ray, sudah membangunkan." Jawab ibuku sambil mengenakan mukena.


Memastikan semua sudah beres. Kami nyantai di kamar sampai waktu makan pagi tiba. Tentunya kami sudah mandi dan bersiap-siap terlebih dahulu. Tinggal main handphone saja sampai waktunya dipanggil nanti.


Barulah aku ingat ketika sudah selesai mandi. Kenapa aku tidak ke kolam renang hotel terlebih dahulu. Aku hanya bisa tertawa kecil mengingat hal itu. Terlanjur sudah keburu bersih badanku ini.


Kami turun ke bawah untuk sarapan setelah waktunya tiba. Menu kali ini berbeda dengan tadi malam. Namun masih sama berupa buffet. Aku makan bersama dengan Lamda dan Arip sambil menyapa beberapa staf lain yang juga turun untuk makan pagi.


Setelah selesai sarapan, Kami menanti keberangkatan selanjutnya. Kira-kira tempat wisata apa yang akan kami kunjungi kali ini?


*Beberapa menit kemudian*


“Ayo semuanya siap-siap berangkat. Sudah mepet ini waktunya" ucap kepala sekolah kepada semua staf. Padahal anaknya sendiri termasuk salah satu yang telat. Entah selama apa dandanan mereka. Sampai membutuhkan waktu yang lama untuk bersiap-siap.


Sama seperti saat ke hotel. Kami menaiki mobil kecil untuk naik ke tempat bus parkir. Tentunya kami menunggu antrian karena banyak sekali orang yang ada dalam kelompok kami. Tidak cukup satu mobil untuk satu kali jalan.

__ADS_1


Setelah penantian yang lumayan panjang, akhirnya kami sampai ke bus dan pergi ke tempat tujuan kami selanjutnya. Selain tempat wisata, kebanyakan tempat yang kami kunjungi hari ini adalah toko oleh-oleh.


Salah satu tempat yang cukup berkesan saat ke Bali adalah mengunjungi Graha Wisata Kencana. Kemarin aku sempat melihat tempat ini dari kejauhan. Tidak kusangka aku akan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat ini.


Tentunya tidak mungkin bus mengantarkan kami langsung ke pusat wisata. Dari parkiran mobil, kami masih harus jalan terlebih dahulu. Sebisa mungkin aku tidak jauh dari keluarga karena takut ada yang hilang. Terutama Lamda yang masih cukup kecil. Ia masih membutuhkan dampingan.


Lumayan juga perjalanan menuju ke gedung yang katanya juga sempat dikunjungi oleh presiden ini. Selain jalan kaki, sebenarnya bisa juga menggunakan kendaraan yang disediakan. Dengan biaya yang lebih tentunya.


Selain melihat patung, kita juga bisa melihat beberapa pertunjukan seni yang disediakan di tempat ini. Namun kalian harus mengetahui jadwal pentas seni itu berlangsung. Karena sudah terdapat jadwal yang mereka persiapkan. Tidak mungkin mereka mengadakan pertunjukan pentas selama 24 jam.


Karena ingin olahraga, aku bersama keluarga jalan kaki untuk melihat patung tersebut dari dekat. Namun di perjalanan, aku tidak merasa lelah karena pemandangan yang indah serta ada teman ngobrol di perjalanan. Tidak terasa kami sudah hampir sampai ke tempat tujuan kami.


Kami cukup sial ketika hampir sampai ke dalam gedung. Ternyata hujan deras turun dan membasahi seluruh tubuh kami. Mau tidak mau, kami semua segera bergegas untuk berteduh di bawah patung dewa yang dibuat oleh I Nyoman Nuarta ini.


Di bawah patung terdapat museum yang bisa kita lihat. Sambil menanti hujan, kami menikmati segala karya seni yang ada di tempat ini. Ada banyak sekali karya-karya anak bangsa yang menakjubkan. Semuanya bisa kami lihat secara cuma-cuma karena semua tiket sudah dibayarkan di depan pintu masuk.


Memang setuju sekali tempat ini katanya merupakan tempat wisata yang harus dikunjungi. Sangat bagus isi dan pelayanan yang ada di sini. Kalau ada kesempatan, aku ingin berkunjung ke tempat ini lagi.


Tempat ini cocok sekali bagi kalian yang sedang mencari tempat untuk foto-foto. Namun jangan lupa untuk menaati peraturan yang ada di tempat ini. Seperti menjaga kebersihan dan aturan lainnya.


Aku juga sempat takut kalau ada tempat yang tidak memperbolehkan foto. Bisa saja ada beberapa tempat keramat yang tidak memperbolehkan pengambilan foto. Semoga saja petugas yang mengingatkan tidak galak kalau hal itu terjadi.


"Mau beli es krim gak Ray>" Ibu menawarkan sambil menunjuk stand es krim.


Karena tidak ada jualan yang lain. Kami makan es krim meskipun di luar masih hujan. Dingin dingin malah makan es krim. Untungnya hal ini tidak membuat kepalaku pusing.


*Beberapa menit kemudian*


"Semuanya, segera kembali ke bus. Bus akan segera ke tempat selanjutnya."


Aku menerima pesan dari panitia tour. Karena hujan belum juga reda. Kami memutuskan untuk menaiki mobil wisata yang tersedia. Sama seperti wahana wisata, kami semua bergantian turun dari tempat wisata dengan menggunakan kendaraan wisata yang ada.


Kapasitas tidak terlalu banyak, karena itulah aku dan orang tua naik dengan mobil terpisah. Setelah turun dari mobil, kami berhasil kembali setelah jalan sedikit menuju tempat bus kami parkir..


"Haah" aku senderan dengan keras ke kursi mobil.

__ADS_1


Capek juga untuk perjalanan kali ini. Semoga saja nanti untuk makan malam di restoran yang enak. Dengan berdoa seperti itu, aku istirahat hingga sampai ke tempat pemberhentian selanjutnya. Apakah dengan mengunjungi tempat wisata ini bisa membuat badanku lebih kurus?


__ADS_2