
Sudah satu bulan lamanya aku bekerja sebagai programmer di Tangerang. Pekerjaan yang berbeda dengan sebelumnya aku menjadi guru untuk mengajar murid SMK. Banyak sekali perbedaan budaya bekerja di tempat kerja sekarang dengan di tempat kerja yang dulu.
Kalau bisa saya bilang, saat menjadi guru bagaikan berada di mol yang selalu berisik dengan suara murid lalu lalang saat istirahat serta suara para guru saat sedang mengobrol atau bergosip.
Tempat kerjaku yang sekarang, bagaikan suasana di dalam perpustakaan atau tempat-tempat sepi seperti kuburan. Kalau kalian ingat,semua orang di tempat kerja sekarang kebanyakan adalah pendiam. Terutama yang lebih senior. Aku sendiri juga sama biasanya lebih banyak diam.
Hanya pak Sabar saja yang sering ngobrol terutama kalau mendapatkan informasi baru mengenai gosip dalam perusahaan. Karena job desk dirinya lebih ke arah hardware dan harus pergi ke berbagai tempat untuk menyelesaikan masalah IT yang mereka hadapi. Momen itulah ia mendapatkan banyak informasi mengenai gosip dalam perusahaan.
Sebagai pegawai baru, tentunya aku sangat tertarik dengan hal ini. Karena informasi seperti ini sangat penting untuk menjalani kehidupan di dalam perusahaan. Apalagi kalau kita ingin mengincar naik jabatan, harus bisa menjilati boss. Paling tidak itu yang aku dengar atau baca dari beberapa sumber.
Sayangnya aku tidak ingin melakukan hal seperti itu. Karena kenaikan promosi juga akan menambah beban kerja juga. Sekarang aku masih belum tahu apakah kemampuanku bisa untuk melakukan tugas yang lebih banyak dari saat ini. Takutnya aku mendapatkan jabatan yang aku masih belum bisa melakukan tugasnya dengan baik. Bisa kena semprot nanti sama owner.
Karena itulah selain gaji, aku juga mengincar ilmu yang bisa aku dapatkan di sini. Hasilnya baru akan kelihatan nanti setelah beberapa waktu berlalu kerja di tempat ini. Namun untuk saat ini, masih belum banyak ilmu yang aku dapatkan untuk meningkatkan kemampuan diri. Maklumlah, namanya juga kerja belum lama di sini.
Kesenangan datang ketika pak Rawan mulai bertanya.
“Pak Ray, nomor rekeningnya berapa? pakai bank apa?”
”Oh, sudah mau waktunya ya pak? gak terasa sebentar lagi sudah satu bulan lamanya saya kerja di sini.”
__ADS_1
Sebentar lagi tanggal gajian datang. Perusahaan ini menerapkan gaji setiap tanggal 25. Berbeda dengan ketika aku kerja sebagai guru mendapatkan upah setiap tanggal 1. Satu minggu sebelumnya, aku sudah ditanya data pribadi seperti no rek dan npwp untuk mengurus masalah gaji.
Pasti aku dengan cepat memberikan informasi tersebut. Namun kalian harus berhati-hati memberikan informasi ini ke orang lain. Jangan berikan informasi di atas ke pihak yang sembarangan. Takutnya Bisa menjadi modal untuk tindakan kriminal. Zaman sekarang sudah banyak sekali metode kejahatan yang orang lakukan sehingga kita harus lebih waspada dan berhati-hati.
Kalau pada kasus ini, karena perusahaan yang minta. Aku harus memberikan data tersebut. Karena kalau tidak, nanti aku tidak mendapatkan gaji untuk bulan ini. Masa iya udah capek capek kerja malah gak dibayar cuma karena keras kepala tidak mau memberikan nomor rekening.
Dilihat dari kontrak kerja yang aku tahu, seharusnya gajiku saat ini hampir 3 kali lipat dari gajiku ketika menjadi seorang guru. Dengan jumlah seperti itu, wajar saja gaji diberikan melalui transfer. Karena Kalau melalui cash, akan kerepotan membawanya. Aku saja masih gemeteran megang duit satu juta rupiah, apalagi lebih dari itu.
Hari gajian akhirnya datang setelah beberapa hari memberikan data tersebut. Pada saat ini, biasanya pegawai sudah pada memberikan kode “Gimana pak Ray, sudah dapat transferan belum?” Seringkali beberapa pegawai yang kenal denganku menanyakan hal itu.
Kurang lebih itu sudah seperti guyonan dan setiap bulan nya akan kembali terulang. Biasanya berita baik itu datang saat siang hari, setelah jam makan siang. Pada saat ini, aku beruntung telah menggunakan fitur e-banking sehingga tidak perlu repot ke atm hanya untuk mengecek isi saldo buku tabungan kita.
“...” Aku terdiam sejenak setelah melihat jumlah saldo yang masuk ke dalam rekening.
Sayangnya beberapa bulan awal aku mendapatkan gaji, management keuangan masih kacau balau. Belum ada perencanaan yang rapi. Euphoria karena pertama kali mendapatkan uang banyak. Hasilnya kemungkinan besar belum banyak tabungan yang aku miliki pada saat ini.
Sebagai manusia yang baik, harus bisa mengatur keuangan dengan bijaksana. Karena kalau tidak, akan lebih sulit nanti kalian menjalani kehidupan. Kalau saat hidup sendiri tidak bisa mengatur keuangan, apalagi saat sudah berumah tangga nantinya. Bisa hancur berantakan karena faktor ekonomi nanti.
Untuk bulan ini, aku khilaf untuk membeli karpet dan upgrade handphone yang aku miliki. Karpet karena di kos masih langsung duduk di lantai. Paling gak bisa diriku kalau duduk terlalu lama di lantai keramik dan merasa kedinginan.
__ADS_1
Aku khawatir akan terjadi paru-paru basah atau penyakit lainnya. Kasur nantinya ditaruh di atas karpet sehingga tidak langsung menyentuh lantai. Karpet bisa dibilang benda wajib menurutku pribadi. Sayangnya harganya cukup mahal, hampir 3 juta rupiah habis hanya untuk ini.
Sedangkan untuk handphone masih membeli yang low end saja. Karena cuma ada budget sekitar 2 juta rupiah. Entah karena kesurupan atau apa, aku sampai membeli 2 macam hape seperti ini. Satunya dari merk Jepang, satunya merek lokal. Sayangnya, yang merek lokal masih lebih jelek dari merk yang satunya. Padahal harga mereka tidak berbeda jauh.
Namun dengan membeli handphone baru ini, aku bisa bermain lancar bersama Banu. Salah satu keputusan yang tidak aku sesali untuk membeli hp. Sayangnya Handphone ini menjadi tragedi yang akan aku ceritakan di lain waktu. Karena mungkin bisa panjang sekali ceritanya. Mungkin bisa satu hari satu malam aku ceritakan hal ini.
Dengan upgrade device elektronik, aku sempat mencoba untuk kehidupan cashless. Namun kebiasaan ini tidak berlangsung lama, karena aku menyadari bahwa memang e-wallet mempermudah kita belanja karena tidak perlu bawa uang tunai. Tetapi karena kebanyakan hanya toko di dalam mol dan sejenisnya kita bisa pakai itu aplikasi, tetap saja membuat biaya hidup menjadi bengkak.
Sudah jelas kalau harga makan di mall dan dekat kontrakan sangat berbeda. Apalagi biaya yang kita habiskan kalau kita bisa masak sendiri. Saya sarankan kepada kalian yang ngontrak sendiri, sebisa mungkin belajar masak karena akan sangat menghemat biaya makan kalian. Aku juga mau tidak mau belajar masak sedikit demi sedikit untuk mengurangi pengeluaran.
Selain itu, jangan sering-sering makan diluar. Semurah apapun sebuah toko bilang sedang diskon. Ujung-ujungnya sebenarnya lebih mahal juga kalau terus menerus membeli barang diskon. Karena uang tetap keluar meskipun barang tersebut mendapatkan potongan harga. Pada saat itu aku belum terlalu lihai mengatur keuangan. Sehingga membuat pengeluaran membengkak. Semoga kalian juga tidak terjebak dengan hal yang sama.
Apalagi makan ketika diskon di aplikasi. Hal ini juga sebenarnya tipuan yang sangat lihai. Memang kalau diskon akan terasa lebih murah. Namun kalau karena diskon kalian jadi membeli lebih banyak? ujung-ujungnya uang yang kalian keluarkan sama dengan ketika harga barang normal. Bahkan mungkin lebih bablas lagi karena membeli banyak barang akibat diskon.
Hal ini kemungkinan besar terjadi padaku dengan membeli buku dan game di stom. Toko buku diskon membuatku lebih banyak membeli buku dari budget yang aku siapkan. Game komputer di Stom membuatku belanja banyak game diskon yang entah kapan bisa aku mainkan. karena pastinya kesibukan ngantor membuatku tidak bisa meluangkan waktu banyak untuk bermain game seperti saat sekolah dahulu.
Waktu yang terbuang ketika aku sedang pulang kampung untuk mengurusi kontrakan. Makin tidak dipakai itu game yang sudah dibeli. Dengan waktu yang singkat itu, aku hanya bisa bermain game mobile yang ‘katanya’ menghabiskan sedikit waktu. Padahal waktu kita memainkan game tersebut bisa jadi lebih lama daripada game PC.
Hanya hiburan ringan dan cepat seperti menonton film dan membaca buku yang bisa aku lakukan. Bagaimana dengan kalian? Apakah gajian pertama kalian habiskan juga untuk membeli barang tidak berguna seperti ini? Semoga saja kalian bisa lebih bijak dalam menggunakan uang. Karena tidak mudah untuk mencari uang, apalagi yang halal dan berkah.
__ADS_1
Namun kalian tidak perlu patah semangat, karena rezeki tidak akan kemana. Kalau sudah waktunya tiba, pasti kalian juga akan mendapatkan rezeki sesuai dengan kemampuan kalian. Selama kalian tetap ikhtiar, bertawakal, dan melakukan semuanya dengan cara yang benar tanpa menggunakan jalan pintas ataupun curang.
Dari yang aku tahu, sekalinya kalian curang. Memang dampaknya tidak akan terasa dalam waktu dekat. Tetapi dalam jangka panjang… Ngeri sekali aku membayangkan. Pokoknya lakukan segalanya dengan cara yang benar, alam semesta pasti akan membalasnya dengan benar juga. Begitu pula sebaliknya. Lakukan dengan cara yang salah, alam semesta pasti akan membalas dengan salah juga. Bagi yang percaya saja. Ini hanya opini belaka, bukan fakta yang berdasarkan dari data.