
Komputer dinyalakan kemudian aku membuka setiap aplikasi yang diminta oleh petugas. Kalau kalian sudah terbiasa melakukan CBT (Computer Based Test), seharusnya tidak asing dengan langkah ini. Karena itulah penting sekali ilmu menggunakan komputer untuk zaman sekarang. Bisa bahaya kalau cara membuka aplikasi dan cara menggunakan mouse saja tidak tahu.
"Waktu yang akan kalian miliki untuk mengerjakan test adalah 90 menit dan dimulai dari… sekarang."
Suara klik mouse memenuhi ruangan. Karena semua soal test adala pilihan ganda, kebanyakan peserta tidak menyentuh keyboard mereka. Hanya mouse yang bekerja keras saat ini. Semoga saja keyboardnya tidak iri karena tidak digunakan.
‘Jadi seperti ini toh soalnya.’ Setiap soal memiliki tingkat kesulitan beragam. Materinya juga berbeda-beda. Namun secara garis besar mereka menilai kemampuan dasar dari setiap peserta. Seperti hitungan, kemampuan bahasa inggris, dan kemampuan dasar lainnya.
Sejauh ini belum ada soal yang sulit hingga aku menemui pertanyaan seputar organisasi tempat ini. Sayangnya karena aku belum mempelajari lebih jauh, aku hanya menjawab berdasarkan feeling saja. Menggunakan rumus tang ting tung siapa yang beruntung.
Karena pilihan ganda paling tidak kemungkinan benarnya masih ada walaupun memilih secara acak. Lagipula tidak ada pengurangan poin' kalau salah menjawab. Tidak masalah menjawab secara asal saja. Persentase benarnya masih ada.
Untungnya pertanyaan mengenai organisasi tidak terlalu banyak. Mungkin hanya sekitar 5 butir soal. Karena itulah secara garis besar, aku mampu menyelesaikan tes ini dengan cukup baik.
Tanpa terasa waktu terus berlalu. Aku sudah menyelesaikan tes meskipun masih ada waktu yang tersisa. Daripada aku keluar cepat-cepat. Aku memilih untuk lebih teliti dan mengecek kembali jawaban yang aku isi. Untungnya tes kali ini memperbolehkanku melakukan hal itu. Dari yang kudengar, ada tes CBT yang hanya bisa menjawab satu kali saja dan tidak boleh kembali ke pertanyaan sebelumnya.
Aku cek jawabanku sebelumnya satu per satu secara perlahan. Mungkin saja ada yang salah klik atau yang jawabannya masih meragukan. Proses ini aku lakukan hingga waktu test berakhir.
*Tin tong*
"Waktu sudah selesai, silahkan peserta keluar dari ruangan. Jangan lupa untuk mengecek pengumuman tes selanjutnya. Bisa dilihat melalui situs resmi dari perusahaan." Ucap petugas sambil mengecek peserta sudah log out atau belum satu persatu.
Semua peserta yang ada dalam ruangan keluar dengan tertib. Aku sendiri keluar ruangan bersama dengan Sarah.
"Bagaimana denganmu Sarah? Mau makan siang bareng?" Dengan mengumpulkan keberanian, aku mengajak Sarah untuk makan siang bersama. Karena masih banyak hal yang ingin aku bicarakan.
"Terima kasih ya sudah mau mengajak makan bareng, tapi aku masih ada urusan lain. Lain kali saja ya."
"Baiklah kalau begitu." Aku tersenyum kepada Sarah kemudian kami jalan bersama hingga ke parkiran.
Sayangnya usaha ngajak makan setelah mengumpulkan niat tidak berhasil. Namun tidak perlu khawatir, toh kita juga tidak terlalu dekat. Mungkin saja setelah pertemuan tes ini, kita tidak akan bertemu lagi.
Setelah itu kami pulang dengan kendaraan masing-masing. Sebelum pergi, aku kembali melihat ke arah ruangan test dilakukan. Aku teringat bahwa dataku sebagai peserta tes cukup aneh.
Peserta yang lain memiliki identitas yang lengkap seperti sekolah asal, kota dan tanggal lahir, dan informasi data diri lainnya. Namun hanya data diriku sendirilah yang hanya berupa nama. Hal ini karena dokumen yang aku kirim tidak sampai ke atasan.
'hmmm. Semoga saja aku akan bisa masuk ke tempat ini. Meskipun dengan sedikit menggunakan bantuan kenalan, tidak menjamin aku bisa masuk ke tempat ini.' aku pergi ke restoran dahulu sebelum kembali ke rumah nenekku.
Tempatnya terletak di tengah jalan namun tidak jauh dari rumah. Ayam geprek adalah menu utama dari tempat ini. Sudah jelas aku akan memesan apa kalau datang ke tempat ini. Pastinya dengan cabe yang sedang saja, aku tidak terlalu suka makanan pedas.
Setelah pesan, aku menunggu terlebih dahulu sambil mengambil minum. Tentunya aku duduk di tempat yang kosong karena agak risih kalau makan dengan orang asing. Namun situasi seperti itu jarang terjadi. Tetapi kalau yang duduk bareng dengan cewek cantik? siapa sih yang akan menolak situasi tersebut. Dengan senang hati aku bersedia melakukan hal itu kalau ada kesempatan.
"Pesanan untuk pak Ray." Terdengar suara petugas kasir dengan teriakan yang cukup keras.
__ADS_1
Aku langsung berdiri menuju meja kasir untuk mengambil pesanan. Ayam yang kuterima cukup besar dan kelihatannya lezat sekali. Sepertinya ini bagian paha atas, bagian ayam kesukaanku.
Kalau kalian tidak tahu, ayam biasanya dijual ke beberapa macam bagian. Ada bagian paha bawah, sayap, paha atas, dan dada. Paling tidak itulah pembagian dasar yang biasanya dipakai. Namun ada juga pembagian khusus lain yang tidak aku ketahui. Contohnya ceker yang biasanya di jual terpisah dari paket ayam. Biasanya dibuat sup menjadi sup ceker atau sejenisnya.
Sambil mengambil saus, aku kembali ke tempatku duduk tadi. Karena pedas, aku cepat sekali menghabiskan minum yang ada. Namun tidak perlu khawatir, karena minuman di tempat ini modelnya Refill secara gratis. Apalagi minumannya teh manis sehingga bisa puas sekali minum di tempat ini. Namun harus hati-hati, kalau kebanyakan bisa diabetes.
Entah berapa banyak aku bolak balik ke tempat minum untuk mengisi gelas yang kosong. Mungkin kali ini di restoran hanya aku yang sering bolak balik mengambil minuman secara cepat.
Minuman yang aku Refill tidak terlalu banyak. Mungkin hanya sekitar 2 atau 3 gelas. Biasanya tempat seperti ini sangat cocok untuk ngumpul sama teman. Karena bisa ngobrol dengan santai sambil minum kalau tenggorokan mulai kering.
Selain tempat ini, biasanya aku pergi ke restoran Jepang untuk makan bersama teman. Karena temanku suka dengan makanan dari negeri sakura itu. Mungkin nanti akan aku ajak dia kalau ada kesempatan.
Selesai makan, aku langsung kembali untuk istirahat. Nenek dan Bude menanyakan kabar dari tes kali ini. Aku menjawab dengan yakin kalau aku telah berhasil melaluinya dengan baik.
Sambil menunggu malam hari, aku bermain seperti biasa sampai mataku lelah karena ngantuk.
Siapa yang menduga? ternyata aku akan bertemu dengan teman guruku besok di Jogja. Pertemuan yang tidak direncanakan.
*Keesekoan harinya*
"Ray, ada temanmu nih! Ayo turun ke bawah"
'siapa yang datang?' tanyaku dalam hati.
Aku berjalan menuju ruang tamu. Karena terletak di lantai satu, aku harus menuruni tangga terlebih dahulu sebelum bisa sampai ke tempat itu.
"Eh, kok ada pak Ray"
"Pak Ampad, lagi akreditasi di Jogja ya."
Orang yang aku temui adalah pak Ampad. Dia guru TKJ sama seperti diriku. Sebelum aku ke Jogja, memang aku mendengarnya sedang melakukan akreditasi di Jogja. Pelatihan kali ini dilakukan selama beberapa bulan di kota ini.
Tidak kusangka ia akan mampir ke sini. Awalnya pak Ampad ingin mengunjungi budeku yang dulunya mengajar di tempatku bekerja (beda dengan bude yang bermasalah denganku). Namanya adalah Bude Susi.
Namun karena kebetulan aku sedang ada di sini, aku mengikuti pertemuan mereka dan membicarakan banyak hal. Terutama mengenai pengalaman mengajar dan akreditasi.
Pak Ampad banyak memberikan pertanyaan kepada Bude Susi. Karena Budeku ini telah memiliki akreditasi dan pernah menjalankan test yang sama.
Setelah puas ngobrol beberapa menit, pak Ampad pamit karena harus pergi ke tempat yang lain. Aku juga bersiap untuk pergi setelah semua tamu pergi. Karena aku akan bertemu dengan temanku yang masih berada di Jogja.
*Jam makan siang*
Berbeda dengan tempat makan sebelumnya, restoran kali ini memiliki tema Jepang. Tentunya aku memesan ramen di tempat ini. Dengan minuman standar ocha dingin. Banyak sekali menu ramen yang ada di tempat ini. Kedua menu ini sudah standar sekali di restoran jepang. Bukan restoran Jepang namanya kalau tidak ada kedua menu ini.
__ADS_1
Ramen sendiri merupakan salah satu makanan dari Jepang. Kalau kalian mengetahui serial Naruto. Pasti sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini. Selain ramen, terdapat juga beberapa makanan berbentuk lainnya yang mirip bernama soba. Namun Soba dan Ramen berbeda. Kalau yang aku ketahui, perbedaan mereka terletak dari ketebalan mienya. Soba lebih tebal daripada Ramen.
Sedangkan ocha sendiri kita kenal juga di indonesia dengan nama teh jepang. Berbeda dengan teh kebanyakan di Indonesia yang notabene manis. Teh ini biasanya memiliki rasa tawar, tidak menggunakan gula. Serasa minum teh pahit kalau di negara merah putih kita ini.
Temanku yang satu ini datangnya tepat waktu seperti biasa. Namanya adalah Gusti, ia adalah adik kelasku saat kuliah dahulu.
Ia memiliki kulit sawo matang dan menggunakan kacamata. Biasanya ia menggunakan jaket saat bepergian, sama seperti pakaianya kali ini. Jaket dengan celana panjang yang semuanya berwarna gelap. Cocok dengan warna kulit yang ia miliki.
Gusti juga menggunakan kemeja di balik jaketnya. Setelah memesan makanan dan minuman, kami seperti biasa membicarakan banyak hal.
"Gimana mas kabarnya, sehat.?"
"Alhamdulilah, kamu sendiri bagaimana? Sudah mau lulus kah ?
Gusti ini sebentar lagi akan wisuda. Kemungkinan akhir tahun ini. Namun kemungkinan besar aku tidak akan bisa mampir ke Jogja pada saat itu. Karena ada tugas mengajar dan juga ongkos ke Jogja tidak semurah itu untuk guru swasta sepertiku.
Aku agak gak enak karena pada saat aku wisuda ia hadir pada saat itu. Namun Gusti sendiri tidak mempermasalahkan hal itu.
Kami memiliki hobi yang sama, hal-hal yang berbau Jepang. Pada saat kuliah dulu, kami sering sekali pergi ke event bareng. Ketemuan di jalan kemudian bareng pergi ke event jejepangan.
Mungkin hampir 10 lebih event kami pergi bersama. Pertemuan awal kami adalah ketika ia mengikuti kelas asistensi agama Islam. Pada saat itu aku menjadi asisten Gusti.
Setelah asistensi selesai, secara tidak sengaja kami bertemu di sebuah event Jepang. Semenjak pertemuan itulah, kami jadi sering pergi bersama. Entah apakah kami akan bertemu kembali atau tidak nanti setelah dia mulai bekerja.
"Ini pesanannya, dua ramen .. dan dua ocha. Selamat menikmati."
Pesanan kami sudah datang sehingga kami mengakhiri pembicaraan kami terlebih dahulu. Ramen kali ini sangat enak, meskipun ada isu kalau ramen di tempat ini menggunakan minyak babi. Namun menurutku ramen di tempat ini yang paling enak. Semoga saja apa yang aku dengar itu tidak benar. Karena tempat ini adalah langgananku makan ramen kalau di Jogja.
Pastinya aku juga menambahkan sambal sesuai dengan kebutuhan. Karena lebih nikmat makan ramen dengan sensasi pedas.
Kami melanjutkan ngobrol saat makanan sudah selesai. Pembicaraan yang kami lakukan tidak banyak ketika sedang menikmati hidangan. Namun cukup banyak yang kami bicarakan setelahnya, mungkin hampir sekitar 1 hingga 2 jam kami mengobrol.
"Hah, seru sekali ngobrolnya. Udah dulu ya gus, takut kemalaman. Kalau gak stop di sini, gak selesai-selesai ngobrolnya.” Ucapku sambil beranjak dari tempat duduk.
Mengikuti gerakanku, Teguh juga berdiri dan berkata "Iya mas, hati-hati di jalan. Nanti kalau mau ngumpul di pm aja mas."
Setelah berpisah, kami pulang ke kediaman masing-masing. Gusti pergi arah Utara sedangkan aku ke arah selatan.
Kalau kalian pergi ke Jogja. Siap-siap kalau orang sini selalu menggunakan arah Utara saat menunjukkan jalan. Karena kalau di Jogja, ada gunung Merapi sebagai patokan Utara.
Sehingga orang sini lebih sering menggunakan patokan itu sebagai penunjuk jalan. Untungnya sudah ada google maps sehingga jarang nyasar kalau di jalan. Namun tidak ada salahnya terbiasa menanyakan jalan ke orang sekitar. Siapa tahu bertemu dengan seseorang karena hal itu.
Senang sekali aku bisa bertemu Gusti kali ini. Semoga nanti bisa ketemu lagi Dengan dirinya di lain kesempatan.
__ADS_1