
Meskipun aku gagal tes pekerjaan di Jogja. Aku tidak patah semangat, masih banyak perusahaan di luar sana yang membutuhkan kemampuanku. Hal yang bisa aku lakukan adalah kembali memperdalam ilmu yang sudah ada agar kedepannya dapat lolos tes kerja. Tentunya ilmu lainnya seperti wawancara dan cara menjawab berbagai macam tes kerja juga harus aku tingkatkan juga.
Kalau sebelumnya aku dapat info lowongan jogja dari bapak, kali ini aku mendapatkan informasi lowongan baru dari tanteku. Berbeda dengan budeku yang galak itu, tanteku yang satu berasal dari keluarga bapak. Dia merupakan adik dari bapak dan bernama Tante Yeni. Ia merupakan seorang dokter praktek yang bekerja di Bogor.
Lowongan ini aku dapatkan karena salah satu anaknya baru saja keluar dari tempat tersebut. Sehingga menyebabkan lowongan yang bisa aku coba masuki. Sama seperti lowongan yang lain, aku harus mengirimkan CV dan informasi lainnya ke perusahaan yang bersangkutan. Kemudian hanya perlu menunggu hasil dari seleksi berkas.
Proses menunggu ini yang memang membutuhkan waktu. Terkadang perusahaan ada yang baik dan memberikan respon dengan cepat. Namun ada juga yang lama memberikan pengumuman. Paling lama waktu menunggu adalah 2 minggu.
Setelah itu kalau tidak respon, biasanya itu menandakan positif tidak lolos. Jarang ada perusahaan yang memberitahukan kita gagal dalam seleksi. Sudah menjadi rahasia umum lah itu yang terjadi kalau selama 2 minggu tidak ada balasan hasil tes kerja.
*Ting*
Muncul notifikasi baru di dalam email. Aku membaca dengan seksama dan judul dari email itu adalah “Pengumuman tes psikotes serta wawancara.” Pengirimnya adalah Softhouse, perusahaan yang aku dapatkan infonya dari tante Yeni. Pastinya email tersebut dibaca dengan seksama secara keseluruhan. Jangan sampai ada informasi yang terlewat.
Kemudian aku mencatat waktu, tempat, dan tanggal dari ujian tersebut. Tidak lupa aku menyiapkan transportasi untuk membawaku ke tempat tersebut. Letak kantor ini berada di tangerang selatan. Otomatis dari tempatku harus menggunakan transportasi selain motor.
Tidak mengucilkan motor, namun badanku belum terbiasa mengendarai motor dalam jarak jauh. Paling lama aku hanya pernah berkendara selama 2 jam nonstop. Lebih dari itu aku harus sering berhenti untuk meregangkan badan di jalan. Karena itulah aku menyiapkan supir dan meminjam mobil milik ayah untuk berangkat ke sana.
Kedua orangtua pastinya sangat mendukung dan mengizinkanku menggunakan kendaraan mereka. Kebanyakan orang tua pasti akan mendukung kegiatan positif yang anaknya lakukan. Selama tidak merugikan orang lain dan anak itu sendiri.
Aku menggunakan mobil karena masih belum mengetahui cara pergi ke Tangerang dengan kendaraan umum. Selain itu juga agar tidak telat saat menjalani tes, aku menggunakan mobil pribadi yang lebih cepat.
Setelah transportasi beres, aku menyiapkan untuk materi yang akan diujikan. Karena belum ada tes praktek, aku lebih fokus latihan untuk menjawab tes tulis serta berlatih untuk tes wawancara nantinya. Semoga saja aku bisa menjalankan tes ini dengan baik.
*Hari tes di Tangerang*
__ADS_1
Waktu berlalu semenjak email dari softhouse datang. Hari ini adalah momen ujian tes dan wawancara dilakukan. Pada momen ini, aku masih menggunakan hp jadul sehingga agak sulit melihat email melalui handphone.
Apalagi dengan mesin hp yang lemot serta sudah banyaknya goresan yang muncul karena lama penggunaan. Sayangnya handphone ini masih merupakan driver utamaku saat ini. Semoga aku bisa menggantinya secepat mungkin.
“Sudah siap ya? Ada yang ketinggalan gak?”
“Gak ada om, ayo berangkat”
Kali ini aku berangkat ke Tangerang selatan tidak sendirian. Om Maman merupakan saudara dari bapak. Saat ini ia sering membantu bapak ketika perjalanan sebagai sopir dan juga dalam bisnis bengkel yang bapak geluti. Kami berdua akan pergi menuju tangerang selatan dengan mobil yang sudah disediakan.
Mobil yang kali ini ku pakai adalah opel blazer keluaran lama. Dengan ukuran mobil besar dan menggunakan transmisi manual, agak sulit untuk menggunakan mobil ini. karena aku lebih terbiasa menggunakan mobil secara matic.
Terserah mau bilang laki-laki harus pakai 3 pedal atau yang apa, menurutku kalau ada yang lebih simpel dan bagus, kenapa tidak pakai yang itu saja. Pastinya mobil dengan gigi manual ataupun matic memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal kita sebagai pengemudi lebih suka yang mana. Karena mobil itu harusnya sesuai selera pemilik, bukan melihat gengsi takut dilihat orang lain.
Perjalanan kami mulai dari pagi hari. Karena waktu perjalanan sekitar satu jam, kami berangkat lebih awal. Daripada buru-buru ngebut di jalan, lebih baik datang lebih awal sebelum jam tes dimulai. Jadi perjalanan lebih nyantai.
Bagi kalian yang tidak tahu, e-money adalah sebuah alat pembayaran elektronik yang digunakan untuk banyak keperluan. Selain untuk membayar tol (sekarang semuanya wajib pakai e-money), alat ini juga digunakan untuk transportasi umum seperti KRL dan transjakarta. MRT juga nantinya akan menggunakan alat berupa kartu ini sebagai pembayaran.
Kita bisa mengisinya di banyak tempat, baik melalui minimarket maupun atm dari bank yang mengeluarkan kartu. Kelebihan dari kartu ini adalah tidak perlu adanya petugas tol untuk menerima uang kertas lagi. Tinggal pakai mesin untuk membaca kartu. Serta lebih mempercepat proses transaksi yang terjadi di gerbang tol.
Sayangnya kemungkinan besar ini membuat karyawan jalan tol menjadi berkurang. Entah bagaimana drama yang muncul saat pemberlakuan e-money ini terjadi. Namun saya rasa hal itu tidak terjadi karena pemerintah seharusnya sudah memiliki solusi untuk mengatasi hal tersebut.
Zaman sekarang lebih praktis lagi, kita bisa mengisi e-money melalui handphone dengan menggunakan fitur NFC. Namun Hp murahan tidak bisa menggunakan fitur ini. Kalau sekarang mungkin Hp 3 jutaan sudah ada yang mempunyai fitur ini. Tapi jaman dahulu lebih mahal dari itu.
Memang perkembangan teknologi seharusnya membuat harga barang elektronik menjadi lebih murah. Paling tidak, itulah yang pernah aku dengar dari salah satu youtuber yang aku tonton.
__ADS_1
Untuk saat ini aku masih harus pergi ke minimarket untuk mengisi saldo e-money. Proses ini membutuhkan banyak upaya sehingga kalau sudah bisa menggunakan NFC, pasti aku akan memilih menggunakan itu untuk mengisi saldo. Karena lebih simpel dan hanya bermodalkan koneksi internet. Daripada harus capek-capek ke gerai minimarket.
Kadang juga ada kasus saldo kosong ketika mengisi saldo e-money di tempat tersebut. Aku bingung kenapa hal itu bisa terjadi, padahal kalau saldo indomaret kosong mah harusnya tinggal di isi saja. Entah apa yang terjadi di balik insiden saldo kosong ini.
Biasanya hal ini terjadi ketika musim lebaran tiba, karena banyak orang yang mengisi saldo e-money untuk menggunakan jalan tol. Banyaknya permintaan membuat saldo di indomaret membuat saldo elektronik kosong. Memang lebaran juga salah satu hal yang menstimulasi ekonomi.
Kami melanjutkan perjalanan setelah selesai mengisi saldo. Di perjalanan kami membicarakan banyak hal. Namun masalah pribadi sebisa mungkin tidak aku ungkapkan, meskipun kami masih saudara. Karena aku mendengar banyak isu tidak menyenangkan mengenai Om Maman ini.
Aku akan membicarakan hal ini lebih banyak di masa depan. Nantinya aku akan memiliki beberapa masalah dengan om yang satu ini. Namun untuk saat ini, keadaan masih adem dan aku harus menggunakan bantuanya untuk pergi ke tangerang.
Perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan. Dalam perjalanan aku kebanyakan tidur sehingga tidak mengetahui secara detail pemandangan yang aku lihat di jalan. Hal ini kebiasaan karena saat perjalanan jauh kami biasanya ke Jogja membutuhkan waktu lebih dari 12 jam.
Pada zaman itu belum ada handphone sehingga hanya tidur dan bercanda dengan adik yang bisa aku lakukan. Namun kalau zaman sekarang kita sudah bisa melakukan banyak hal melalui gawai yang kita miliki. Mendengarkan musik contohnya.
“Ray, sudah sampai nih, coba tunjukin di mana tempatnya”
“Huah..? Iya om, sebentar”
Ketika kami sudah masuk ke daerah tangerang Selatan, Om Maman membangunkan diriku untuk menunjukkan jalan. Email dari Softhouse sudah menyediakan link gugel map sehingga aku hanya harus membukanya saja. Tentunya dengan HP lemot yang aku miliki, lama sekali proses membuka gugel map.
“Belok ke sini Om”
“Ok”
Aku menuntun Om Maman menuju tempat lokasi ujian. Meskipun ia tahu jalan daerah tangerang dan Jakarta. Namun lokasi persis gedungnya belum diketahui. Setelah melalui beberapa belokan dan tanjakan, akhirnya kami sampai ke tempat ujian.
__ADS_1
“Jadi ini gedung ujiannya” Jawabku sambil melihat gedung tempatku akan ujian kali ini.
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya aku sampai ke sini. Semakin mendekati waktu ujian, dadaku juga semakin berdebar-debar. Kira-kira akan seperti apa ujian tes kali ini? Apakah kali ini aku akan berhasil menjadi karyawan di tempat ini?