Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 32 Tes Wawancara Jogja, Akhir dari tes


__ADS_3

Ujian selanjutnya dilakukan setelah pengumuman di website mereka. Pengumuman akan muncul dalam beberapa minggu ke depan. Karena waktu pengumuman masih lama, aku memutuskan untuk kembali pulang dan mengajar lagi. Takutnya terlalu lama libur mengajar murid. Nanti sekolahnya nyariin aku lagi.


"Kamu yakin Ray mau pulang, gak mau di sini saja dulu?"


“pengenya sih gitu Yangti, tapi masih ada tugas untuk mengajar. Tidak bisa ditinggal, kasihan muridnya gak ketemu gurunya yang ganteng ini." Ucapku sambil tersenyum dan memeluk Eyang.


Eyang hanya tertawa kecil mendengar candaan dariku. Setelah selesai membereskan barang, aku pergi ke bandara diantar oleh Arip.


Dengan menggunakan motor matic miliknya, kami berangkat ke bandara. Waktu keberangkatan masih lama karena aku memilih untuk ke Bandara sebelum waktu keberangkatan. Menghindari kemungkinan terlambat boarding pesawat.


"Hati-hati ya mas di jalan" ucap Arip sambil Salim kepadaku.


"Kamu juga hati-hati ya. Semangat kuliahnya, sebentar lagi kamu mau lulus kan"


Kami tidak ngobrol terlalu lama karena posisi saat ini berada di jalan. Tidak enak kalau kami mengganggu lalu lintas orang hanya karena obrolan kami.


Perjalanan pulang sama seperti aku berangkat. Menunggu di ruang tunggu, naik pesawat, turun pesawat, naik DAMRI sampai ke tujuan, kemudian naik kendaraan umum hingga sampai ke rumah.


Biasanya turun dari DAMRI mengontak orang rumah untuk menjemput. Namun karena aku malas menunggu, lebih baik aku pulang ke rumah dengan angkutan umum saja.


Setelah aku berhasil kembali, tugas seperti guru biasanya aku lakukan sampai pengumuman tes keluar.


*beberapa minggu kemudian*


*Ting*


Muncul notifikasi dari email milikku. Isi dari email tersebut adalah pengumuman hasil ujian tes tulis yang aku ikuti. Tanpa panjang lebar aku membuka situs resmi mereka. Pastinya sebelum membacanya aku mengucapkan basmalah terlebih dahulu.


'bismillah, semoga saja berhasil lulus' Doaku dalam hati.


Kemudian aku perhatikan nama peserta yang lulus satu per satu. Setelah beberapa waktu berlalu, aku melihat namaku tertera sebagai peserta tahapan tes selanjutnya.


"Yes!" aku langsung teriak kencang dan berdiri dari kursi.


Untungnya aku melakukan hal ini di rumah sehingga tidak memalukan karena tidak dilihat orang. Orang tua juga berada di dalam kamar sehingga suaraku kemungkinan besar tidak akan sampai kepada mereka.


Aku mencatat dengan jelas kapan tanggal ujian kali ini dilakukan. Kemudian aku langsung mengurus keberangkatan lagi dengan metode kendaraan yang sama. Karena lebih cepat dan nyaman daripada melewati kendaraan darat.


Orang tua pastinya senang mendengar kabar ini. Mereka nanti akan mengantarku ke terminal DAMRI dan juga membayarkan tiket pesawat. Sama seperti keberangkatan sebelumnya.


Sambil menunggu tanggal ujian, aku mempersiapkan segala hal yang akan diujikan. Mulai dari latihan praktek hingga wawancara.


Untungnya ada Mbah internet sehingga mudah untuk mencari banyak informasi yang kita butuhkan. Sayangnya banyak hoax bermunculan, jadi harus berhati-hati. Harus bijak dalam berselancar di internet. Jangan sampai apa yang kita baca merupakan informasi yang salah dan menjadi tidak berguna. Hanya menghabiskan waktu dan kuota saja.


*Satu hari sebelum test*

__ADS_1


Waktu test sebentar lagi tiba, aku sudah berangkat dari kampung ku ke Jogjakarta. Sudah standby diriku di sana. Aku juga menyiapkan fisik dan mental agar prima saat ujian berlangsung. Tidak lucu nantinya kalau malah gagal ujian hanya karena pusing atau pilek.


Karena berbeda dengan test sebelumnya, kali ini aku harus membawa laptop pribadi untuk ujian praktek. Pakaian juga harus rapi karena nanti akan ada tes wawancara. Penampilan merupakan cerminan dari diri. Harus rapi dan enak dipandang.


Setelah semuanya siap, aku berangkat dengan kembali meminjam motor milik Arip. Untungnya dia sedang tidak menggunakan motor miliknya. Dengan tenang aku pergi ke tempat ujian dengan aman dan tidak kebut-kebutan.


Aku bertemu dengan Sarah kembali di tempat ujian. Sepertinya ia juga lulus ujian tulis.


"Kamu di sini juga Ray, selamat ya kamu berhasil lulus tes tulis." Ucap Sarah sambil tersenyum kepadaku.


"Selamat untuk mu juga" Aku juga membalas senyuman yang ia berikan.


Kami basa basi sebentar kemudian kembali mempersiapkan diri untuk test yang akan datang. Namun ternyata aku melakukan kesalahan. Akibat kurangnya informasi yang aku miliki.


Awalnya aku kira tes wawancara akan dilakukan pertama kali, ternyata ujian praktek dahulu yang akan dilakukan. Alhasil belum  mantap persiapan untuk hal ini. Semoga saja hal yang kupelajari beberapa hari yang lalu sudah cukup untuk ujian praktek kali ini.


Apalagi laptopku masih versi dulu sehingga cukup lemot untuk dipakai kerja. Storage device juga belum SSD. Kalau tidak di setting terlebih dahulu, bootingnya akan lama nanti. Bisa gawat kalau waktu ujian terpakai habis hanya untuk booting laptop ini.


"Peserta ujian praktek, silahkan masuk ke ruangan ini." Pengawas ujian sudah membuka pintu dan mempersilahkan para peserta untuk masuk.


"Ayo, Sarah kita sudah dipanggil" Ucapku sambil mengajak Sarah ke dalam.


Sarah mengangguk kemudian mengikutiku untuk masuk ke ruangan. Ruangan tersebut memiliki AC dan sudah disiapkan beberapa meja untuk kami menaruh laptop kami.


Setiap peserta menempati satu meja dan berjarak dengan meja lainnya. Colokan juga sudah tersedia untuk semua meja. Hal ini membuatku lega karena laptop milikku tidak akan berfungsi kalau tidak sambil di cas. Semoga saja tidak akan mati listrik saat ujian nanti.


"Waktu ujian dimulai dari… sekarang" Ucap panitia sambil melihat jam yang sudah disiapkan.


Aku dan peserta yang main langsung dengan cepat mengerjakan tugas yang diberikan. Cukup banyak soal yang aku terima. Dengan waktu yang diberikan, apakah aku akan berhasil menyelesaikan nya?


*dua jam kemudian*


“Waktu ujian sudah selesai, silahkan berikan hasil test kalian ke dalam flashdisk ini"


Satu per satu peserta memasukkan hasil test mereka ke dalam Flashdisk. Saya cukup khawatir akan ada virus di dalam nya. Untungnya setelah aku colok ke dalam laptop, hal yang aku takutkan tidak terjadi. Bisa bahaya kalau ada virus, karena di dalam laptopku tidak menggunakan aplikasi antivirus sama sekali.


Sangat bahaya kalau ada virus memasuki komputer kita. Dampak yang akan muncul mulai dari komputer menjadi lemot, hingga keadaan berbahaya seperti data pribadi kita diperjualbelikan. Apalagi kalau di dalamnya ada data berharga, bisa nambah resikonya.


Aku memberikan flashdisk tersebut ke peserta lain setelah selesai memasukkan data milikku. Kemudian semua peserta pergi untuk bersiap melakukan tes berikutnya, wawancara.


"gimana tadi tesnya Ray?"


Sarah bertanya kepadaku setelah keluar dari ruangan. Aku dan Sarah mendiskusikan sebentar ujian yang tadi kami lakukan. Sambil ngobrol, kami berjalan ke lantai bawah menuju ruangan tes selanjutnya..


Ujian praktek dilakukan di lantai atas sedangkan ujian Wawancara dilakukan di lantai bawah. Sebelum ujian, aku shalat di mushola terdekat terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ruang tunggu tes di sini ya." Aku bertanya kepada orang yang sedang duduk di ruang tunggu.


"Iya benar, kamu mau tes wawancara juga ya?"


Aku mengangguk kemudian duduk di tempat yang disediakan. Di sini juga aku melihat orang keluar masuk sebuah ruangan. Sepertinya setiap pekerjaan memiliki ruangan tes yang berbeda. Aku lihat juga mereka menerapkan tes yang berbeda untuk setiap pekerjaan.


Orang-orang yang ada di sampingku juga mendaftar sebagai posisi yang sama denganku. Meskipun kami saingan, tidak ada salahnya aku berbincang santai dengan mereka. Kami membicarakan beberapa hal, terutama mengenai tes praktik yang baru saja kami lakukan.


"Pak Ray, silahkan masuk."


Tidak terasa waktu tes sudah tiba. Sebelum aku dipanggil, beberapa orang sudah masuk dan keluar dari ruangan itu. Namun tidak banyak yang mereka ceritakan mengenai apa saja yang mereka lakukan di dalam.


Pastilah ia tidak akan memberikan secara detail tentang pertanyaan yang diberikan. Karena pada dasarnya, disini kami semua bersaing satu sama lain. TIdak ada untungnya memberikan bocoran pertanyaan interview kepada peserta lainnya.


"Aku masuk dulu ya."


"Monggo mas."


Setelah pamitan dengan mereka, aku memasuki ruangan setelah mengetuk pintu terlebih dahulu. Kesan pertama saat mengetuk pintu ini juga mempengaruhi nilai tes wawancara. Kurang lebih itulah menurut artikel yang aku baca.


"Masuk"


"Assalamualaikum pak"


"Waalaikumsalam, silahkan duduk pak Ray"


Aku duduk setelah dipersilahkan oleh petugas. Dengan sikap sempurna dan tutur kata yang baik. Aku berusaha sebaik mungkin menjawab pertanyaan yang diberikan.


Sayangnya kemungkinan besar aku gagal perihal organisasi. Karena sulit sekali untuk mengingat informasi dari tempat ini. Sejarahnya saja sudah panjang bisa sampai beberapa bab kalau dimuat di buku sejarah.


Alhasil aku tidak bisa menjawab banyak dari pertanyaan petugas. Kemungkinan besar ini akan menjadi nilai minus untukku. Setelah beberapa waktu berlalu, aku akhirnya menyelesaikan tes ini.


Wawancara terbagi dua test, organisasi dan profesi. Untuk organisasi mungkin aku kurang lihai. Namun untuk profesi aku percaya berhasil menjawab pertanyaan dengan baik.


Setelah selesai Wawancara aku mencoba untuk pamit dengan keren. Menjabat tangan petugas yang mengujiku. Semua tahapan tes telah selesai, aku pulang kembali ke rumah Eyangku dengan perasaan lega. Akhirnya semua tes sudah selesai.


Aku tidak melihat Sarah saat selesai tes, kemungkinan besar ia sudah pulang duluan. Sama seperti tes sebelumnya, aku pulang kembali untuk bekerja sambil menunggu pengumuman selanjutnya. Tidak enak terlalu lama di Jogja dan tidak mengajar murid di sekolah.


*Beberapa minggu kemudian*


"Seperti dugaan ku" jawabku sambil merenungkan hasil test yang aku dapatkan.


Firasat ku benar, aku tidak berhasil lulus ujian kali ini. Kemungkinan besar karena ujian praktek dan organisasi. Sayangnya tidak ada skor yang diumumkan, sehingga aku tidak bisa melihat bagian mana yang kurang dari usahaku. Serta bagaimana cara memperbaiki hal tersebut.


'semoga saja aku akan mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus nantinya.' aku menutup laptop sambil kembali merenungi langkah tes yang telah aku lakukan. Paling tidak pengalaman gagal ini akan berguna nantinya.

__ADS_1


Untungnya ibu terus menyemangati ku untuk kembali cari pekerjaan yang lain, sedangkan bapak seperti biasa hanya menasehati ku untuk lebih giat lagi dalam mencari pekerjaan. Namun dengan nada sedikit ketus dan meremehkan.


Untungya kabar ini tidak mempengaruhi proses tidurku. Aku masih tidur nyenyak seperti biasa. Memang namanya kalau badan capek, ya pasti akan otomatis tidur. Uniknya, malam ini aku malah bermimpi bagaimana rasanya kerja di tempatku tes tempo hari. Mimpi yang belum tersampaikan.


__ADS_2