
Satu minggu lamanya aku kerja di tempat yagn baru.. Kegiatan sama seperti biasanya. Bangun seperti biasa, menonton video tutorial seperti biasa, makan siang seperti biasa.
Menjalankan ibadah seperti biasa, kemudian pulang ketika sudah waktunya selesai kerja. Untungnya kantorku tidak memberdayakan karyawannya untuk lembur
Ada momen ketika aku bertemu dengan boss dari perusahaan ku berada saat ini. Berbeda dengan pak Bem yang merupakan owner, dia adalah pemimpin dari perusahaan.
Nama beliau adalah Pak Randy. Dilihat dari warna kulitnya yang putih, raut muka, dan badannya yang agak besar. Sepertinya ia juga berasal dari ras cina juga. Ia bertugas sebagai orang yang memanage pekerjaan seluruh karyawan Elektronik Jaya (EJ). Senang sekali bisa kenal banyak orang-orang hebat di sini.
Kerja pak Randy cukup rapi. Dia diam saja seharian di meja sambil mengerjakan banyak hal di dalam laptopnya. Ia juga banyak mendapatkan telepon dari boss. Sering sekali saat jam kantor ia mendapatkan telepon masuk ke dalam telepon genggam ataupun telepon kantor dari EJ.
Seperti nya Pak Bem langsung koordinasi melalui pak Randy untuk EJ. Kalau ada urusan, Pak Randy yang akan terlebih dahulu ditelepon, barulah disampaikan kepada kami.
Paling tidak itulah yang aku tangkap dari observasional selama satu minggu ini. Entah hal ini benar atau tidak. Karena mereka tidak pernah secara langsung memberitahukan hal ini kepadaku.
Karena sejauh yang aku tahu, tidak ada bagan organisasi secara resmi mengenai tempatku berada sekarang. Jadi tidak jelas satu orang itu posisinya apa dan kerjanya secara legal apa saja. Karena tidak ada bagan resmi mengatur hal itu, kadang kerjanya serabutan karena tidak ada pembagian tugas yang jelas.
Malahan jumlah karyawan kami cukup sedikit, hanya ada empat orang saja. Namun dari informasi yang aku dengar, akan ada dua orang baru yang akan masuk ke tempat ini. Dari kantor yang hanya berisi 4 karyawan ini, entah gimana caranya PT kami mendapatkan keuntungan.
Semoga saja orang barunya asik untuk diajak ngobrol. Kalau orang barunya ngeselin kan gak enak juga nanti kerja di kantor.
Dari pengamatan dan obrolan satu minggu ini, Kira-kira seperti inilah rekan kerjaku saat ini. Entah apakah IT di kantor lain melakukan pekerjaan yang sama atau tidak. Aku penasaran untuk menanyakan kabar Rendra yang katanya juga bekerja di perusahaan bidang IT juga.
Pak Randy pendiam dan tenang. Tidak pernah aku melihat dalam satu minggu ini dia emosian. Sepertinya ia tipe bos yang pendiam. Pastinya ada kelebihan dan kekurangan kalau memiliki tipe boss yang seperti ini.
Pak Rawan seniorku juga kurang lebih sama. Jarang memulai obrolan dan hanya bicara soal kerja saja. Selain kerjaan jarang sekali membahas hal yang lain. Saat makan siang juga ia lebih senang makan sendiri karena sudah membawa bekal. Kadang ia juga membawa daging bagi sebagai makan siangnya. Dari baunya bisa ketahuan.
Pak Sabar menurut saya adalah teman kerja yang paling dekat denganku. Karena kami berkeyakinan sama dan ia orangnya suka ngobrol. Dia sering mendapatkan gosip karena mondar mandir ke sister company yang lain. Aku juga sering sholat berjamaah bersama dengannya. Banyak juga informasi tentang perusahaan yang aku dapatkan dari dia.
Karena pak Sabar sering keliling untuk pekerjaanya. Ia mendapatkan banyak gosip baru dari sana. Hal ini menyebabkan terkadang ia tidak seharian ke kantor karena harus mengurus hardware di tempat lain.
Tempat kerjaku kali ini lumayan kondusif. Sisanya tinggal aku meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan baik. Namun entah berapa lama aku akan bekerja di tempat ini. Sampai saat ini aku masih belum mendapatkan gambaran.
Untuk satu minggu ini aku belum banyak mendapatkan tugas. Paling selain menonton video, aku juga diberikan tugas untuk melatih kemampuan codingku. Sehingga kurang leibh minggu pertama ini masih masa percobaan dan menambah skill untuk pekerjaan di masa depan.
Namun seperti yang pernah pak Rawan ucap saat interview dulu. Kerja di sini lumayan santai, cocok sekali denganku. Semoga saja bisa dapat banyak ilmu dan betah kerja di sini. Karena namanya perusahaan bisa saja terjadi perubahan yang menyebabkan tiba-tiba tempat kerja menjadi tidak nyaman. Dan itu bisa terjadi hanya dengan kehadiran satu orang baru saja.
*Satu bulan bekerja*
Sudah satu bulan lamanya aku bekerja sebagai programmer. Setelah lulus dari menonton video tutorial, akhirnya aku mendapatkan tugas pertama kalinya.
Kali ini perusahaan sedang membuat aplikasi untuk perusahaan air. Di dalamnya dapat memasukkan data harian apa yang terjadi dalam hitungan menit. Sebenarnya mereka sudah menggunakan Ska*a. Namun owner ingin datanya bisa diakses secara merata di dalam website.
Karena itulah perusahaan kami mendapatkan tugas untuk melakukan hal itu. Meskipun masih satu sister company, pekerjaan kami tidak main-main. Banyak sekali fitur yang sudah dibuat oleh pak Rawan sebelumnya. Aku hanya tinggal menambahkan dan edit sedikit saja. Namun tetap saja waktu pengerjaan tidak sebentar. Testing dan modifikasi aplikasi sering terjadi pada masa ini.
Untungnya waktu pengerjaan yang dibuat sangat masuk akal. Tidak terlalu lama dan juga tidak terlalu cepat. Hal inilah yang membuat aku bisa mengerjakan tugas sekaligus belajar dalam waktu bersamaan. Pak Rawan telah membuat timeline pembuatan aplikasi yang bagus dan masuk akal.
Saat sedang mengerjakan tugas seperti ini, ternyata muncul wacana baru akan ada pegawai baru.
__ADS_1
"Pak Ray, nanti siap-siap akan ada karyawan baru ya. Nanti duduknya di ruangan ini juga" pak Randy sejenak melihat ke salah satu sudut ruangan yang kosong" Sepertinya harus beli meja lagi deh, pak Sabar. Bisa buat hitungannya, nanti saya ACC"
Pak Sabar mendengar pak Randy kemudian berkata "Siap pak, nanti saya hitung."
Dengan sigap pak Sabar langsung menghitung ukuran meja yang akan dibeli. Selain meja, dia juga menentukan kursi apa yang akan dibeli. Karena tanpa ukuran yang jelas, bisa-bisa nanti meja barunya tidak muat di dalam ruangan.
"Ukuran mejanya, sekitar … meter. Lebarnya … meter. Kira kira nanti harganya xxx rupiah pak Randy." Ucap pak Sabar sambil mencatat data yang ia ukur.
Pak Sabar langsung menyerahkan hasil ukur kepada pak Randy. Ia mengambil data itu kemudian membaca sekilas dan berkata "Bagus, terima kasih ya. Nanti segera mejanya datang untuk pegawai baru. Semoga saja orangnya ngak datang duluan sebelum mejanya" Ucap pak Randy sambil bercanda.
*Beberapa hari kemudian*
"Pak Ray, itu ada meja sama kursi datang" pak Herman datang memberitahukan pesanan kami sudah datang.
"Oh ya pak, Sebentar. pak Sabar, sudah datang tuh mejanya. Mau langsung dipindahkan mejanya?"
"Siap, ayo langsung diangkut dan taruh sini saja."
Kami semua langsung pergi ke pintu depan untuk mengambil barang. Dengan bantuan petugas mebel, pemasangan meja dan kursi berjalan lancar. Memang pekerjaan seperti ini lebih mudah kalau dilakukan oleh banyak orang.
Selesai memasang semuanya, kami juga ikut merombak posisi meja sebelumnya. Karena dengan datangnya meja baru, harus ada pergeseran barang yang perlu dilakukan.
"Sep. Akhirnya muat juga. Nasib lah ruangan kantor kecil, Hahaha" canda pak Sabar sambil melihat keadaan ruangan saat ini.
Ruangan kerja kami memang kecil. Mungkin hanya sekitar 5x2 meter. 10 orang duduk bersamaan saja tidak mungkin bisa muat di ruangan ini.
'Ada pegawai baru ya? Semoga saja dia asik nanti diajak ngobrol.' doaku dalam hati.
Peralatan untuk karyawan baru sudah siap. Tinggal menunggu dia datang saja. Dilihat dari yang aku tahu. Mungkin besok ia akan datang ke tempat ini. Aku cukup deg degan seperti apa teman baru yang akan datang kesini itu.
*Keesokan harinya"
Saat aku sudah sampai di depan kantor. Aku melihat ada orang yang mondar mandir di depan kantor. Melihat dia sedang bingung, aku mulai menyapa orang itu.
"Permisi pak, karyawan baru ya?"
Orang itu mendengar suaraku dan menjawab "Iya mas, karyawan baru di sini."
"Perusahaan apa mas?"
"Elektronik Jaya"
Ternyata dia adalah karyawan baru di tempatku. Mengetahui hal itu. Aku langsung memintanya untuk masuk dan duduk ditempat yang sudah dipersiapkan.
Aku memintanya untuk menunggu pak Randy datang terlebih dahulu untuk mengurus kontrak dan lain-lain.
"Iya mas, makasih ya. Untungnya bisa masuk berkat mas"
__ADS_1
"Sama-sama"
Karyawan bernama Banu ini sepertinya cina juga. Kemungkinan besar kami juga memiliki kepercayaan yang berbeda. Namun aku tidak masalah akan hal itu. Selama kita profesional dan tidak mengganggu satu sama lain. Hidup toleransi itu bisa indah.
Dari pertemuan kami yang singkat ini, aku menduga kalau kami akan menjadi teman yang akrab. Apalagi saat aku melihat apa yang ia lakukan saat jam istirahat.
*Jam istirahat*
Pada masuk jam istirahat, aku melihat ke arah Banu. Kulihat ia serius sekali melihat handphonenya. Ternyata ia sedang bermain salah satu yang sedang hits saat ini, Modern Legend.
Game ini dimainkan 5 lawan lima. Kita harus bermain sebagai tim dan mengalahkan tim lawan.Pemenang harus menghancurkan base milik lawan dan memperhatikan base yang kita punya. Sayangnya, banyak pemain yang memiliki tujuan masing-masing.
Ada yang lebih fokus membunuh Hero lawan, ada yang membunuh monster, namun ada juga yang senang cuma ngerecokin tim saja (newbie).
Aku lihat sekilas, Banu ini cukup jago dalam bermain. Kalau bermain di rumah, mungkin saja ia akan mengaktifkan voice input untuk memberikan perintah kepada tim. Hal itu tidak bisa dilakukan di dalam kantor.
Sayangnya kebanyakan sekarang orang bermain dengan nafsu. Bukan dengan taktik dan strategi.Sehingga mengakibat tim mengalami kekalahan.
Apalagi yang kudengar kebanyakan yang bermain game ini adalah anak dibawah umur 17 tahun. Masa dimana hormon memuncak dan emosi tidak terkontrol. Karena itulah mereka kebanyakan bermain dengan emosi bukan akal.
Kalau kalian melihat video pembahasan game itu. Tidak sedikit kelakuan aneh orang saat bermain game. Padahal yang namanya game mah wajar saja menang ataupun kalah.
"Yes!" Banu teriak girang senang. Sepertinya dia memenangkan pertandingan.
"Senang sekali Banu, main Modern Laga ya. Kayaknya menarik, nanti saya install deh. Biar bisa main bareng."
Banu mendengar ucapanku dan tersenyum lebar. Setelah kejadian ini, kami hampir setiap jam istirahat bermain game bersama. Bahkan saat pulang kantor kami masih sempat memainkan beberapa match sebelum istirahat. Masa-masa yang cukup indah kalau kuingat lagi.
Senang sekali memang kalau bermain game seperti ini ada temennya. Namun tetap saja saat kalah merasa kesal dan senang ketika menang. Hal itu manusiawi selama tidak terlalu berlebihan.
Semoga saja dengan bermain game ini tidak akan banyak memakan waktu. karena semakin sedikit waktu yang aku punya untuk bermain game. Akibat dari pekerjaan yang aku punya.
Game ini cukup kompleks. Karena itulah aku hanya fokus untuk memainkan char dengan job pilihan ku terlebih dahulu.
Awalnya aku memilih job marksman. Biasanya karakter dengan job ini menggunakan senjata panah. Aku senang dengan job ini karena cocok dengan gameplay ku.
Sayangnya setiap match seharusnya kita memiliki tim dengan Job seimbang. Karena Marksman ini banyak sekali yang ingin pakai. Kadang ada satu tim tiga Hero dari 5 semuanya Marksman.
Seringnya hal ini terjadi membuatku memilih untuk job yang jarang orang mau, tank. Ketika aku memilih job ini, jarang sekali ada pemain lain yang menggunakannya. Jadinya aku berlatih banyak berperan sebagai tank.
Alhasil aku jarang sekali mvp dengan job ini. Namun rate menang ku cukup tinggi. Karena memang job ini bertugas untuk support tim dan menerima damage dari musuh.
Mungkin ada sih job tank yang juga bisa dps. Namun karakter itu masih ke kunci. Maklum pemain gratisan. Mungkin saja suatu saat aku akan bisa menggunakan char tersebut.
Dengan bermain game ini bersama mas Banu. Aku menemukan salah satu hal lain yang membuatku semangat untuk berangkat ke kantor.
Kira kira apakah akan ada hal lain yang membuatku semangat berangkat ke kantor?
__ADS_1