
*Chapter ini hanya chapter rangkuman dan tidak ada cerita baru yang ditambahkan. Kalian yang tidak ingin membaca full chapter sebelumnya bisa membaca chapter ini untuk mendapatkan gambaran apa saja yang selama ini sudah aku lakukan beberapa tahun belakang. Pastinya hanya secara umum saja\, kegiatan detailnya semuanya ada di chapter sebelumnya dan kalian bisa membacanya hanya di aplikasi noveltoon/mangatoon*
Tidak terasa sebentar lagi tahun ini akan berakhir. Tanggal 31 Desember sudah di depan mata. Kemudian masuklah tanggal 1 Januari bertepatan dengan tahun baru. Biasanya kalau pada saat ini banyak orang membuat resolusi untuk tahun baru. Apakah kalian termasuk orang yang melakukanya?
Saya termasuk orang yang tidak terlalu membuat resolusi akhir tahun. Karena setiap harinya, aku sudah membuat jadwal kegiatan harian yang sudah sesuai dengan target jangka panjang yang kupunya. Sehingga resolusi yang aku buat hanya berharap semua kegiatan yang aku lakukan dapat berjalan lancar.
Karena itulah kali ini aku membuat sebuah refleksi apa saja yang sudah aku lakukan dalam tahun ini. Apalagi bagi kalian yang sudah lupa beberapa kisah chapter sebelumnya.
Kurang lebih sejauh ini kejadian yang aku tulis terjadi dari tahun 2018 hingga 2020. Pada kesempatan kali ini aku akan membuat rangkuman apa saja kejadian penting yang terjadi sejauh ini.
Aku lulus dengan gelar sarjana di universitas berada di kota pelajar Yogyakarta pada Mei 2018. Dengan gelar sarjana komputer, aku lulus dengan predikat cumlaude. Beres mengurus dokumen kelulusan, aku kembali ke kampung halaman akibat berantem dengan bude. Daripada makan hati tinggal di sana, lebih baik aku kembali ke kampung halaman. Lebih senang bertemu dengan ibu meskipun pastinya konflik tidak akan terelakkan dengan siapapun. Namun paling tidak, lebih ringan daripada dengan bude konfliknya.
Sampai di rumah, sama seperti mahasiswa yang baru lulus. Aku mencari pekerjaan yang bisa aku lakukan dan menghasilkan uang. Sayangnya setelah beberapa lama mencari, tidak juga menemukan kerja yang sesuai. Sepertinya apa kata salah satu dosenku ada benarnya juga. Kadang kuliah merantau, tapi setelah lulus pulang ke kampung. Teman lebih banyak di daerah rantauan. Sehingga ketika pulang kampung, malah sulit mencari relasi dan pekerjaan.
Hingga pada akhirnya, aku mendapatkan tawaran untuk bekerja di salah satu sekolah menengah kejuruan sebagai guru TKJ. Aku mendapatkan tawaran ini dari salah satu saudara yang kebetulan bekerja sebagai guru. Ia mengatakan kalau posisi guru ada yang kosong karena ada yang keluar secara mendadak.
Pengalaman mengajar di sana sangat membantu sekali. Karena lingkungan kerjanya cukup baik dan satu sama lain karyawannya cukup akbar. Pekerjaan ini aku lakukan hampir setahun dan hingga pada April 2019, aku memutuskan untuk mengganti pekerjaan sebagai programmer. Pada saat menjadi programmer inilah aku kembali tinggal sendiri di kontrakan. Karena dari kampung halaman ke Tangerang membutuh waktu yang cukup lama. Daripada energi habis di jalan, lebih baik aku mengambil kontrakan yang dekat dengan tempat kerja. AKu jadi teringat masa aku ngekos saat kuliah.
__ADS_1
Kerja sebagai programmer sebenarnya sangat sesuai dengan jurusan yang ditekuni saat kuliah. Tempat kerja kali ini sangat cocok dengan gaya kerjanya ku. Santai, tidak terlalu menuntut, dan deadline bisa diatur sedemikian rupa. Terutama oleh seniorku di sana, Pak Rawan. Sehingga setiap harinya aku hanya perlu untuk mendengarkan arahan darinya saja. Tidak perlu membuat dokumen-dokumen penunjang pemrograman. Karena semuanya pak Rawan yang membuatnya.
Hingga pada tahun 2020, Pandemi datang ke Indonesia. Semua negara belum memiliki persiapan yang matang untuk tahun ini. Kantorku juga mendapatkan dampak yang sama, dari awalnya kerja di kantor. Semuanya pindah menjadi kerja dari rumah (Work From Home). Pada momen ini, aku merasakan yang namanya true freedom.
Kenapa bebas? karena sudah tidak perlu lagi capek capek setiap hari naik angkutan umum di tangerang hanya untuk mengerjakan tugas yang sebenarnya bisa dikerjakan di rumah. Apalagi untuk tugas programmer seperti itu. Semua dokumen yang dibutuhkan tinggal minta secara online. Tidak perlu dicetak secara fisik. Kemudian kalau bertanya ada masalah tinggal WA ke pak Rawan saja. Dia pasti akan balas kalau di chat ketika jam kerja. Sebenarnya lini pekerjaanku saat sesuai untuk menggunakan metode WFH.
Sejauh ini, aku tidak mengalami kendala yang berbarti saat melakukan WFH. Namun tantangan terbesar dengan kerja dari rumah adalah dorongan malas yang luar biasa. Karena kalau di rumah, banyak sekali godaan yang menghadang datang kepada kita. Tengok dikit ada tv di rumah, pergi sedikit ada anggota keluarga yang ngajak ngobrol, dan banyak distraksi lainnya kalau kerja dari rumah.
Berbeda dengan di kantor yang lebih sedikit distaksinya daripada di rumah. Pastinya hambatan di kantor, tetap ada, namun menurutku jumlahnya lebih sedikit daripada di rumah. Karena kalau sudah masuk ke zona nyaman itu, terkadang sulit untuk kita bergerak mengerjakan apa yang perlu dikerjakan.
Tentunya dalam satu tahun kita tidak bekerja full 24 jam setiap harinya. Ada kalanya kita istirahat dan ada masanya mengambil cuti untuk tidak kerja di kantor. Biasanya cuti aku lakukan ketika aku sedang sakit. Karena kalau tidak ada acara mendesak, sebisa mungkin tidak perlu mengambil cuti. Hanya gunakan cuti saat cuti bersama atau ada urusan mendadak.
Pastinya kalau liburan kita akan jalan-jalan ke beberapa tempat. Meskipun kebanyakan tempat yang kami kunjungi hanya mall saja. Keluarga kami tidak ada yang suka jalan-jalan ke tempat-tempat wisata. Kebanyakan dari mereka mager dan lebih suka di rumah. Sehingga meskipun liburan ke Jogja, terkadang hanya pindah tempat tidur saja.
Jogja memang sudah menjadi rutinitas. Saat liburan, keluarga kami pergi ke sana. Kalau tidak di Jogja, biasanya kami pergi ke Bandung, Bogor, atau Cirebon. karena kami masih ada keluarga di sana. Seingatku keluarga juga pernah ke Lampung saat aku kuliah. Namun aku tidak ikut perjalanan mereka sehingga tidak tahu apa saja yang mereka alami di sana.
Salah satu tempat liburan yang masih teringat adalah liburan ke Bali pada tahun 2019. Pada saat itu masih belum ada pandemi sehingga bali masih merupakan tempat yang ramai. Perjalanan itu aku lakukan bersama dengan rekan kerjaku yang lain serta bersama keluarga. Banyak tempat wisata di sana yang kami datangi dan lebih detailnya bisa kalian lihat di chapter Bali.
__ADS_1
Kalau aku tulis seperti ini, sepertinya cukup banyak hal yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Apakah kalian orang yang suka membuat catatan diary setiap harinya? Dulu awalnya aku sejak SMA hingga lulus sempat menulis diary.
Namun belakangan jarang update lagi karena saya terlalu monoton. Karena setiap harinya aku melakukan hal yang sama secara general. Mungkin kalau ada waktu, aku akan menulis diary kembali namun dengan lebih mendetail yang menceritakan apa yang aku lakukan setiap harinya.
Aku beranjak dari laptop dan melihat refleksi tahun ini yang aku buat. Sepertinya memang kebanyakan yang aku lakukan adalah menceritakan mengenai pekerjaan. Karena lika liku dunia perkantoran sangat beragam dan mungkin kalian mengalami hal yang sama atau berbeda dengan yang aku rasakan.
Hal-hal yang beruntung tidak aku rasakan adalah pelecehan seksual yang katanya banyak terjadi di luar sana. Mungkin karena aku bukan wanita, kecil kemungkinan aku merasakan (jangan sampai kejadian). Untungnya selama ini di kantor masalah yang paling berat hanya saat menghadapi pak Tian memberikan pekerjaan yang tidak jelas. Selain itu, tidak ada masalah yang berarti.
Mungkin WFH merupakan salah satu hal yang sangat menantang bagi saya. Apalagi saya baru menjadi programmer seutuhnya. Perubahan dari biasanya kerja dari kantor kemudian kerja di rumah membuat diriku merasakan culture shock. Sehingga pada awal-awal WFH, menjadi tidak sebagus kinerjanya daripada saat di kantor. Terutama kalau butuh bantuan atasan, kadang penjelasan dari wa kurang jelas dan menyebabkan beberapa kesalahpahaman. Semoga saja aku bisa menjalankannya dengan baik.
Saat WFH ini juga boss sudah sempat membuat beberapa gebrakan agar kinerja karyawan masih efektif meskipun WFH. Namun sepertinya, wacana itu tidak berjalan seperti seharusnya. Karena buktinya, aku sampai sekarang masih belum terlalu cekatan seperti saat kerja di kantor dulu. Bagaimana dengan kalian? apakah masih lebih suka kerja dari rumah atau di kantor?
Refleksi tahun ini sudah selesai. Hal yang dirasakan semua orang yang juga aku rasakan adalah efek dari Pandemi. Terasa sekali dari yang biasanya setiap tahun berangkat ke Jogja. Sekarang jadi tidak bisa berkumpul dengan keluarga yang ada di sana. Entah sampai kapan hal ini akan terjadi. Perkiraan awal aku kira hanya beberapa bulan, namun dari Maret 2020 hingga akhir tahun. Pandemi masih melanda dan tidak memperlihatkan pertanda akan turun dalam waktu dekat.
Mungkin saja nanti tahun depan, akan ada suatu cara untuk mengenai hal ini sehingga kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik kemudian bisa beraktifitas lagi seperti sedia kala.
Sebelum pandemi. Aku masih sempat pergi ke beberapa tempat. Mulai dari Bali yang aku ceritakan, pergi ke Jogja, hingga pergi ke jawa timur dan juga pergi ke Bandung. Kedua perjalan itu spesial karena aku lalui bersama teman-temanku untuk mendatangi pernikahan teman sau SMAku dahulu. Entah berapa banyak lagi pernikahan teman yang akan aku datangi.
__ADS_1
Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga akan membuat refleksi tahun baru setiap tahunnya?
*bersambung*