Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 109 Kemalingan


__ADS_3

Awalnya aku mengira kalau diriku adalah orang yang cukup beruntung dan berhati-hati. Setiap hal yang dilakukan selalu diberikan kemudahan oleh yang tidak terlihat. Meskipun pastinya setiap hamba-Nya pasti akan mendapatkan ujian pada momen-momen tertentu. Tidak kusangka, aku akan mendapatkan ujian di bulan ramadhan yang suci ini.


Kejadian itu terjadi pada bulan April 2021, pada saat ini, suasana ramadhan masih sangat kental dan aku sendiri masih menjalankan sahur seperti biasa. Namun entah kenapa, hari ini aku merasakan ada hal yang berbeda. Biasanya, setelah sahur dan shalat subuh, aku mencuci baju kemudian siap-siap untuk berangkat kerja.


Tetapi untuk hari ini, badanku terasa lemas sekali dan aku tidur begitu saja sambil mendengarkan musik di handphoneku. Aku ingat sekali kejadian itu terjadi hanya sekitar 30 menit. Saat aku tertidur sebentar kemudian terbangun. Betapa terkejutnya diriku bahwa semua handphone, laptop dan juga dompet yang aku miliki semuanya raib diambil oleh maling.


Dengan panik aku mengecek keberadaan handphone yang aku miliki. Semuanya sudah hilang dan hanya menyisakan chargernya saja. Laptop kantor yang aku taruh di pojokan juga hilang bersama dengan tas-tasnya. Aku lihat dompetku juga sudah berada di jendela dengan semua uang kertas yang ada di dalamnya hilang total.


“Sialan\, ******!!!!!” Semua cercaan aku ucapkan padahal hari masih pagi. Semoga saja pahalaku tidak berkurang karena marah akibat kemalingan ini.


Setelah melempar dompet karena marah, aku langsung pergi keluar untuk melihat apakah orang yang mencuri masih ada di sekitar sini. Aku lihat kesana-kemari tidak ada orang yang mencurigakan. Melihat tindakanku yang terlihat panik, tetanggaku datang dan bertanya kepadaku.


“kenapa mas? mukanya panik begitu”


“Mas tadi ada orang mencurigakan lewat gak, kontrakanku kemalingan!”


“Wah, bener berarti, yang tadi itu”


Kedua tetanggaku itu bercerita bahwa mereka sempat melihat ada orang dengan menggunakan motor masuk ke dalam kontrakanku sebanyak dua kali. Pertama ia lihat-lihat doang, kemudian ia membawa tas di kedatangan yang kedua. Sepertinya kontrakan milikku sudah diincar sebelumnya. Hanya butuh waktu dua kali dengan motor untuk merampok isi kontrakan.


Mendengar bahwa sang pencuri menggunakan motor, aku menepis kemungkinan untuk bisa mengejar orang tersebut. Tidak kusangka ada juga maling saat bulan ramadhan. Dosanya bisa berlipat-lipat padahal. Semoga aku bisa lulus untuk ujian kali ini ya Allah. Aku memejamkan mata untuk istighfar selama beberapa saat. Kemudian aku membuka mata sambil meminta tolong kepada tetanggaku.


“Mas, bisa minta tolong pinjam hpnya sebentar. Mau telepon ibu saya, ngasih tahu kejadian ini.”


“Boleh mas, silahkan. Tapi jangan telepon langsung, gak ada pulsanya.”


Aku meminjam HP milik tetangga kemudian aku memasukkan nomor ibu dan menelpon lewat WA.

__ADS_1


*toot…tooot..toot*


Berkali-kali aku menelpon namun tidak diangkat-angkat. Mengingat ini masih pagi, kemungkinan besar ibuku sedang jalan pagi bersama dengan bapak. Karena itulah aku meninggalkan pesan melalui WA kemudian HP tersebut aku kembalikan kepada yang punya.


Masih berdiri seperti orang bodoh di tengah jalan, aku memikirkan apa yang harus aku lakukan selanjutnya. Kebetulan tas berisi KTP dan identitas penting lainnya semuanya tidak di tas laptop, sehingga kartu-kartu tersebut tidak hilang. Mengenai ATM…kalau tidak salah aku taruh di dompet. Mengingat posisi ATM terakhir kuselipkan, aku cek kartu tersebut masih ada atau tidak di sana..


“Alhamdulilah, kartunya tidak diambil.” Ucap syukur dengan sangat kencang.


Kalau masih ada ATM, aku masih bisa comeback. HP masih bisa dibeli, tinggal masalah data dan juga file file penting lain yang harus dikembalikan. Terutama nomor simcard, aku harus blokir nomor yang sering aku gunakan agar tidak disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Setelah memutuskan apa yang akan aku lakukan hari ini, aku pamit kepada tetanggaku untuk mandi kemudian berangkat ke kantor. Karena kartu ATM masih ada, aku masih bisa mengisi dompetku dengan mengambil uang di ATM terdekat. Beruntung blue mart dekat tempatku ada ATM bank ABC di dalamnya. Setelah mengambil uang, aku belanja sedikit barang untuk mendapatkan uang kecil. Nantinya untuk membayar angkot, masa iya bayar angkot pakai uang pecahan 50.000 an.


Kemudian aku menaiki angkot dan berangkat menuju kantor untuk hari ini. Saat ini aku hanya membawa tas kecil dan mukaku terlihat cukup murung. Sampai di kantor, aku langsung menghadap pak Suharno kemudian membicarakan apa yang baru saja terjadi kepadaku.


“Kenapa Ray? mukanya murung sekali.” Tanya pak Suharno dengan nada heran.


Aku menceritakan kejadian yang terjadi kepadaku tadi pagi. Kemudian pak Suharno menyarankan untuk segera menghubungi RT terdekat. Setelah mendapatkan saran dari pak Suharno, aku meminjam hp pak Suharno untuk mencoba kembali menghubungi ibuku. Untungnya seniorku yang satu ini bersedia untuk meminjamkannya.


*Tuut..tuuut…ya? siapa ini?” Suara ibuku terdengar dari balik sumber suara.


“Mah, ini Ray. Mau update kabar terkini.”


Ibuku dengan panik langsung menanyakan kabar terbaru dari ku. Ia juga bilang sudah membaca pesan yang aku kirimkan dari HP tetanggaku. Aku menceritakan full kejadian yang terjadi tadi pagi. Ibuku mendengarkanku dengan baik kemudian memberikan saran kepada diriku.


Tentunya ia juga memintaku bersabar dan tabah untuk menghadapi cobaan sini. Setelah cukup berbicara dengan ibu, telepon aku tutup kemudian hp pak Suharno aku kembalikan.


“Jadi, gimana Ray untuk hari ini?”

__ADS_1


“Saya mau ke RT dulu pak, ngurus surat-suratnya. Izin untuk kepada yang lain hari ini ngak masuk kantor dulu”


Setelah pamit kepada pak Suharno, aku langsung pulang kembali ke kontrakan. Sebelum pulang, awalnya aku sudah bilang kepada Herman sang OB mengenai hal ini. Awalnya ia bilang kalau urusan seperti ini ada pegawai yang bisa mengurusnya. Namun setelah menunggu beberapa lama, ia tidak muncul juga. Akhirnya aku memutuskan untuk mengurusnya sendiri saja.


Tentunya aku sudah membuat perhitungan dengan berangkat di jam mal sudah buka. Karena sebelum kembali ke kontrakan, aku akan membeli hp baru terlebih dahulu. Nantinya hp ini aku gunakan untuk mengontak teman kantor dan juga orang-orang yang perlu aku hubungi. Aku menaiki angkot kemudian pergi menuju counter di dalam mall.


Setelah sampai di malll, aku lihat beberapa counter masih tertutup dan aku samperin yang sepertinya sudah buka dan membeli handphone yang aku cari.


“Cari barang apa mas? tanya pegawai counter HP kepadaku.”


“Aku mau beli HP mas, yang paling murah ada yang mana saja.”


Karena aku sudah kemalingan, untuk saat ini aku mencair handphone untuk keperluan komunikasi saja. Tidak perlu membeli handphone mahal dengan fitur aneh-aneh. Lagipula,semua handphone bagus yang kubeli baru beberapa bulan juga ludes hilang di ambil maling.


Petugas counter mengambil beberapa opsi hp yang paling murah. Aku bandingkan keduanya dari segi harga dan juga spesifikasi. Kemudian aku memilih hp dengan harga yang paling murah di toko tersebut. Harga handphonenya di bawah 2 juta rupiah. HP ini nantinya akan membantuku untuk keluar dari masalah ini.


“Apakah menerima pembayaran dengan kartu debit.”


“Wah, tidak bisa mas. Bayarnya pakai cas saja.”


Mendengar hal itu, mau tidak mau aku harus ke ATM dekat dengan mall untuk kembali mengambil uang cash. Karena sebelumnya aku tidak mengambil uang dari ATM sebanyak itu. Beres dari ATM, aku kembali ke tempat counter tadi aku melakukan deal pembelian.


Ketika melakukan pembelian, petugas counter membantu untuk set up dan memasukkan data-data yang bisa aku masukkan. Sayangnya, email utama yang aku miliki harus menggunakan kode verifikasi dari nomor hp…dimana hpnya sudah hilang bersama dengan nomornya. Bagaimana aku bisa verifikasi kalau situasinya seperti ini?


Mengetahui hal ini, aku sempat ingin marah rasanya dan membanting hp yang baru saja aku beli. Namun aku tahan dan mencoba login dengan email yang lain. Musibah ini masih belum selesai, ada banyak hal yang harus aku urus agar perasaanku menjadi tenang.


*bersambung*

__ADS_1


*Bagaimana dengan kalian? apakah pernah mengalami kejadian seperti ini juga?*


__ADS_2