Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 164 Micro Teaching


__ADS_3

‘Wah, banyak juga yang sudah aku lalui’ gumamku saat kembali mengingat bagaimana perjalanan cintaku. Mulai dari bertemu dengan Seli, hingga yang terakhir akhirnya stay terhadap Uswa. Semoga saja, hubungan kami selanjutnya akan berjalan dengan lancar, aamiin.


Kembali membahas pekerjaan. Selesai tour ke Jogja, aku kembali menjalani rutinitasku dengan mencari pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan tetap. Ada salah satu kesempatan datang saat aku mulai melamar Uswa. Namun sayangnya,, kesempatan kerja itu tidak berhasil dan aku ditolak pada saat tes tulis. Mungkin karena aku terlalu grogi dan belum banyak persiapan sehingga masih belum lolos.


Untungnya, aku mendapatkan feeling baik dari salah satu perusahaan yang dilamar..


Darka.


Darka merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Lebih tepatnya, ia mengajarkan anak dari usia 1 Sd sampai 12 SMA mengenai coding. Awalnya, aku hanya iseng melamar di tempat ini. Karena posisi sebagai coding teacher masih terbuka. Namun saat aku telusuri lagi, ternyata perusahaan startup ini cukup hebat juga.


Bermarkas di luar negeri, ia sudah merupakan perusahaan internasional yang sudah melebarkan sayapnya ke kancah dunia. Indonesia merupakan salah satu market yang juga mereka bidik. Bahkan jumlah gurunya saja sudah mencapai ratusan. Jauh-jauh aku pergi menghindari bekerja sebagai tenaga pengajar, malah aku kembali ke jurang yang mirip-mirip. Namun selagi kesempatan ada di depan mata, mubazir kalau aku tolak. Karena sudah lama aku tidak memiliki pekerjaan yang jelas.


Awalnya aku tidak berharap banyak dengan perusahaan ini, karena kelihatannya persaingan untuk masuk ke dalam cukup ketat. Namun aku tetap gigih dan tidak menyerah untuk menjalankan tes sebaik mungkin. Setelah menunggu selama beberapa minggu saat sudah mengirimkan lamaran. Aku mendapatkan informasi untuk mengikuti tes micro teaching.


Dilihat dari bahasanya, sepertinya pada tes kai ini nanti. Aku akan di tes secara praktek bagaimana aku mengajarkan coding kepada murid-murid. Sebelum waktu tes dimulai. Aku juga diberikan materi yang harus aku pelajari sebelumnya. Tidak mungkin kan, aku mengajar kelas tanpa ada materi sama sekali?


Dengan giat aku mendalami materi yang telah diberikan. Serta aku melatih teknik bagaimana mengajar secara online yang baik dan benar. Karena aku belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Pernahnya mengajar secara langsung.


Waktu terus berlalu hingga pada akhirnya tiba waktunya aku melakukan tes micro teaching. Saat aku masuk ke dalam ruangan zoom. Aku mulai deg degan dan mulai merasa sedikit panik.

__ADS_1


“Pak Ray sudah hadir? ditunggu sebentar ya. Pengujinya sebentar lagi akan tiba.”


“Baik”


Beberapa menit kemudian, ada akun baru masuk ke dalam zoom. Sepertinya, itu adalah penguji untuk tes kali ini.


“Baiklah kak Ray. Kenalkan nama saya Miss Selvi. Hari ini sebagai penguji untuk acara micro teaching hari ini. Kak Ray sudah siap untuk tes micro teaching hari ini?”


“Siap miss”


Sebelum memulai tes, miss Selvi mulai menjelaskan tata cara ujian satu persatu. Mulai dari apa saja tahapan untuk ujian kali ini. Mulai dari perkenalan, pengajaran materi, kemudian penutupan. Selesai memberikan penjelasan, Miss Selvi memulai test setelah aku siap untuk melakukannya.


“Ah..eh…Namaku Eva kak.”


Penguji berakting sebagai murid dan aku akting sebagai guru. Aku mulai mengajar dengan sebaik mungkin setelah selesai menyapa dan memperkenalkan diri. Durasi mengajar juga dihitung dengan detail. Sehingga aku harus mengajar sambil memperhatikan waktu yang sudah berjalan. Tidak boleh kurang dan juga tidak boleh melebihi jam mengajar.


Selesai pelajaran dan penutupan, barulah penguji mulai memberikan penilaian dari micro teaching yang aku lakukan.


“Baiklah kak Ray. Tadi kakak sudah cukup baik dalam mengajarkan materi. Namun ada beberapa kekurangan yang saya perhatikan..”

__ADS_1


Miss Selvi mulai memaparkan kekurangan cara mengajar yang baru saja aku lakukan. Terutama mengenai aku tidak menanyai identitas murid dengan cukup lengkap. Hal yang sangat fatal untuk dilewatkan, yaitu menanyakan kelas ataupun umur sang anak. Karena nantinya, aku harus mengajarkan sesuai dengan grade dan juga umur murid tersebut.


“Iya miss, lupa tadi nanya. Sehingga bingung tadi saat memberikan penjelasan kepada muridnya.”


“Betul, ,jadi lain kali. Jangan sampai lupa ya untuk melakukan proses ini.”


Penilaian telah usai, miss selvi menutup sesi kali ini dan bilang kalau aku tinggal menunggu hasil untuk tes berikutnya.


‘Ternyata, masih ada tes berikutnya ya?’ ucapku dalam hati.


Namun aku sudah lega, berhasil menjalani micro teaching ini. Meskipun masih belum jelas keterima atau tidaknya di pekerjaan ini.


Beberapa minggu aku menunggu, akhirnya pengumuman yang aku tunggu datang juga. Kulihat ada email baru masuk ke dalam akunku.


[Saudara bernama Ray diundang untuk menghadiri proses interview berikutnya]


“Yes!!” Teriak dengan bahagia aku membaca berita ini. Langsung aku catat tanggal tersebut sebagai tanggal penting. Jangan sampai aku lupa untuk hadir ke interview tersebut.


“Semoga saja, interview nanti berjalan lancar” Ucapku sambil bernafas lega karena berhasil melalui tahapan micro teaching. Kira-kira, interview seperti apa nanti yang akan aku hadapi?

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2