
"Mas, udah punya pacar belum? "
"Hah? " Aku terkejut tiba-tiba ibu bertanya seperti itu.
Memang di umurku yang sudah dewasa ini, tidak heran kalau orangtua mulai penasaran dengan kehidupan romansaku. Karena mereka ingin segera memiliki cucu. Tetap saja, hal ini diluar dari dugaanku. Jarang sekali mereka menanyakan mengenai hal seperti ini kepadaku.
Sayangnya dari aku lahir sampai sekarang berumur 20 tahunan. Belum pernah aku merasakan apa itu yang namanya pacaran. Ada sih satu dua cewek yang aku taksir kemudian aku tembak dengan perasaanku yang tulus. Namun semuanya berakhir gagal.
Aku ingat terakhir aku nembak cewek saat kelas 2 SMA, yang berakhir dengan kegagalan. Setelah SMA, aku hanya suka dengan beberapa cewek namun tidak ada yang aku tembak sama sekali. Saat kuliah, aku sama sekali tidak memiliki drama-drama romansa seperti ini. Sampai sekarang saat aku memasuki dunia kerja, sama sekali tidak ada kisah percintaan yang terjadi.
Hal itulah yang membuat kemampuanku komunikasi dengan lawan jenis tidak terlalu baik. Karena itulah aku agak kaget karena tiba-tiba ibu menanyakan hal ini. Agak gugup juga karena saat ini masih takut untuk menjalani hubungan dengan serius.
"Belum ada sih bu, aku masih jomblo. "
"Cari lah mas. Terus segera menikah. Bapak pengen nimang cucu" Ucap Bapak yang tiba tiba masuk ke dalam obrolan kami
"Kalau begitu… cariin dong mah"
Jika yang mau menimang cucu adalah orangtua. Paling tidak, mereka juga harus mengambil peran dong. Lumayan lah, kalau mereka juga menyempatkan waktu untuk mencari wanita yang kiranya cocok untukku. Sehingga proses mencari jodohku sedikit terbantu.
"Bener ya mas, mamah cariin nih" Tantang ibuku
"Iya lah, masa boongan"
Awalnya aku mengira waktu ibu menemukan cewek akan cukup lama. Namun ternyata… lebih cepat dari dugaanku.
"Nih mas, calon yang mamah temukan" Ibuku memperlihatkan foto sebuah wanita kepadaku.
Di dalam foto itu terdapat wanita berjilbab yang cantik dan putih. Badanya juga kurus dan bagus mirip seperti model. Kalau dari segi fisik, saya sudah cocok dengan cewek yang satu ini. Tinggal mencari tahu sikapnya seperti apa dan apakah ia tertarik atau tidak dengan diriku.
__ADS_1
"Dia namanya Seli, anaknya teman mamah. Sekarang baru lulus kuliah dan nyari kerja. Ibunya juga sedang cari calon menantu juga. "
Aku mulai mendengarkan banyak informasi tentang wanita ini. Kalau ibu sudah memberikan lampu hijau, sisanya tinggal diriku saja bagaimana membuat Seli jatuh hati kepadaku.
"Boleh deh bu, atur aja kapan ketemuan ya. Selama akhir pekan sih gpp. " Jawabku kepada ibuku.
Mendengar jawaban dariku, ia menjadi bersemangat dan akhirnya menentukan waktu dan juga tempat ketemuan kami nanti. Aku meminta di akhir pekan karena pada saat ini, aku sudah punya pekerjaan dan tidak mungkin mau ketemuan saat hari kerja.
Hari demi hari berlalu, akhirnya waktu bertemu dengan Seli telah tiba. Aku merasakan perasaan cemas dan juga bersemangat secara bersamaan. Semoga saja, cewek yang akan aku temui kali ini sesuai dengan di foto Lamagram. Sudah tidak asing cerita mengenai akun yang fotonya lebih cantik daripada aslinya. Karena mereka menggunakan filter yang membuatku hasil foto menjadi lebih bagus dari aslinya.
Kami berdua pergi ke tempat ketemuan dengan menggunakan mobil. Mall merupakan tempat yang kami atur sebagai lokasi kami akan bertemu. Cocok untuk ngumpul dan membahas hal penting maupun casual. Setelah sampai di mall, kami turun dari mobil lalu mencari tempat ngumpul yang sesuai.
"Gimana kalau di sini saja? Sekalian makan kita. "
"Boleh mah, ayo masuk. "
Kami berdua masuk ke dalam restoran yang memiliki menu bakso sebagai andalannya. Kebetulan kami datang lebih dulu dari Seli dan ibunya sehingga kami harus menunggu mereka datang terlebih dahulu.
Membaca materi mengenai pdkt sebanyak apapun, percuma kalau tidak praktek. Karena itu aku harus belajar banyak mengenai komunikasi dan praktek dengan banyak wanita. Sayangnya, aku tidak memiliki teman wanita untuk praktik. Sehingga hanya bisa bertemu langsung dengan Seli dan menyiapkan teori pdkt sebanyak mungkin. Namun karena acara kali ini cukup mendadak, aku masih belum sempat belajar banyak mengenai ilmu PDKT ini.
Saat kami sedang makan, akhirnya Seli beserta ibunya datang. Mereka melihat kami dari kejauhan dan melambaikan tangan ke arah kami.
"Eh jeng, sudah datang. Kenalkan ini anak saya, Seli"
“Kenalin bu, saya Seli.”
“Iya, kenalkan ini Ray. Anak saya. Ayo jeng silahkan duduk,”
“Halo, aku Ray. Salam kenal” Ucapku dengan nada gugup.
__ADS_1
Teman ibuku memperkenalkan anaknya kepadaku. Kami saling menatap satu sama lain, lalu kami saling berjabat tangan. Selesai perkenalan, kami mulai duduk di satu meja yang sama.
Kedua ibu kami yang memimpin pembicaraan, aku dan Seli lebih banyak mengambil peran pasif. Wajar saja, karena aku masih belum tahu topik obrolan apa yang pantas untuk aku keluarkan. Selain itu, aku juga malu kalau ngobrol sesuatu di hadapan orang tua.
Satu per satu obrolan bermunculan, aku dan Seli hanya ikut saja sesekali. Tidak. Banyak percakapan personal yang kami berdua lakukan. Diskusi kami sempat hidup saat membahas mengenai jalan-jalan. Karena kebetulan aku melihat ia posting mengenai hal itu di Lamagram. Pembicaraan ini sempat seru namun saat sudah habis bahan, kami diam kembali.
Sampai pada akhirnya, waktu kami mengobrol sudah akan habis.
"Wah, sudah jam segini jeng. Izin pulang dulu ya. Nanti kabar-kabar lagi. "
"Ok, sampai jumpa lagi. "
Setelah kami berpisah, aku bernafas dengan lega. Rasa cemas ku juga sudah hilang setelah pertemuan ini selesai. Hal yang harus aku lakukan setelah ini adalah menjalin kontak lanjutan denganya melalui DM Lamagram. Mengenai hal ini juga sempat disinggung saat obrolan kami berlangsung.
Kulihat ia sempat terkejut dan sedikit mengeluarkan ekspresi jijik saat tahu aku sudah follow dirinya. Namun ia tidak follback. Aku juga sering kasih love dan kadang komentar di pos ataupun story miliknya. Sepertinya hubungan ini tidak akan lanjut deh.
Aku dan ibuku pulang ke rumah setelah urusan kami selesai. Pertemuan pertama sudah selesai, apakah langkahku berikutnya untuk mendekati Seli? Karena bingung, aku meminta saran dari teman temanku yang lain.
"Terus bro kirimkan dia pesan terus. Kalau dia gak bales. Berarti kemungkinan besar ia tidak tertarik padamu. " Ucap salah satu temanku saat kami sedang berkumpul.
Dengan satu nasihat itu, aku mulai melakukan kontak terhadap Seli secara rutin. tentunya sambil belajar juga mengenai ilmu-ilmu PDKT. Namun waktu demi waktu berlalu, aku merasa Seli tidak tertarik kepadaku.
Dia tidak pernah memulai kontak duluan, kemudian jarang sekali membalas pesan yang aku kirim. Jelas sekali kalau ia sepertinya tidak tertarik untuk hubungan yang lebih jauh. Namun hal yang paling meyakinkanku mengenai hal ini adalah informasi dari ibuku.
"Ia mas, katanya Seli masih ingin mencari kerja dan masih belum mau memiliki hubungan yang lebih lanjut. "
Mendengar hal ini, sontak langsung aku menjadi sangat sedih. Jawaban ini berbeda sekali dengan informasi di awal yang katanya Seli sedang mencari calon pendamping hidup. Ada beberapa kemungkinan, antara ia berubah pikiran, atau ini hanya sekedar penolakan secara halus saja.
Kejadian ini membuat pdkt yang pertama gagal total. Satu cewek belum berjodoh, apakah cewek berikutnya yang datang di hidupku akan memiliki akhir yang berbeda? Semoga saja.
__ADS_1
Namun aku tidak menyerah, aku yakin, jodoh sudah ada yang mengaturnya. Bagaimana kita upgrade diri kita untuk menyambut jodoh terbaik yang sudah disiapkan oleh Tuhan.
*Bersambung*