Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 46 Wawancara Kerja di Tangerang


__ADS_3

Suatu ketika, aku tumbang karena pusing yang tinggi. Sakit sekali kepala terasa ada yang nusuk-nusuk. Karena telah beberapa hari tidak reda pusingnya, aku meminta tolong kepada orangtua untuk membawaku ke klinik terdekat.


"Selamat datang bapak ibu  ada keluhan apa" Tanya suster kepada keluarga kami yang datang ke klinik.


"Jadi begini suster."


Ibu menceritakan gejala yang aku rasakan. Aku juga melengkapi gejala yang aku alami. Suster mencatatnya kemudian memberikan nomor antrian dan mempersilahkan kami menunggu terlebih dahulu.


"Tunggu sebentar ya bu. Nunggu beberapa pasien dulu. "


"Iya suster, Terima kasih."


Aku, bapak, dan ibuku menunggu sambil duduk di tempat yang disediakan. Hanya bernafas yang bisa aku lakukan karena kalau melihat layar handphone, kepalaku jadi pusing. Mungkin membaca buku bisa menjadi alternatif kegiatan yang dapat aku lakukan.


Bapak melihat ke arahku kemudian berkata "Lemah amat jadi cowok sakit, makanya banyak ibadah biar gak sakit. " Dengan nada ketus dan merendahkan kepadaku.


"Hahaha" Meskipun aku hanya tertawa dan tersenyum pelan. Tangan ku sudah bersiap mengepal dengan sangat keras. Memang setiap bapak ngomong ini ada saja hatiku merasa sakit.


Ibu menggenggam tanganku lalu berbisik 'Yang sabar nak. Bapakmu memang sudah dari dulu seperti itu. Tidak perlu emosi, istighfar istighfar. ‘


Berkat nasihat dari ibu, ototku kembali rileks. Kalau keadaanku saat ini sehat, pastinya aku sudah akan mengajak gulet bapaku. Setelah emosiku agak reda, aku melanjutkan menanti giliran untuk bertemu dengan dokter.


*15 menit kemudian*


Pak Ray, silahkan masuk" Suster di dalam ruangan memanggilku ke dalam.


Aku dan ibuku memasuki ruangan sedangkan bapak menunggu di luar. Memang kalau hal seperti ini ibu yang lebih sering menemani. Kami masuk ke dalam ruangan kemudian aku duduk persis di depan dokternya.


Dokter memeriksa dengan seksama sambil aku menceritakan kembali gejala yang dirasakan.


Setelah beberapa menit pemeriksaan. Dokter memberikan hasilnya.


"Pak Ray mengalami darah rendah. Silahkan nanti minum obat yang saya resep kan kemudian istirahat yang cukup ya. Jangan banyak pikiran pak. Biar tidak terlalu besar gejalanya." Ucap sang dokter sambil menuliskan resep.


"Baik dok, Terima kasih"


Kami kembali ke kasir dan membayar obat serta biaya pengobatan yang diberikan. Setelah menyelesaikan semua proses, kami kembali pulang.


Pastinya bapak yang menyetir mobil karena kondisi badanku tidak memungkinkan untuk menyetir.. Meskipun memang saat ini aku juga belum bisa menyetir dengan baik. Masih perlahan belajar. Mungkin lain hari aku akan menceritakan bagaimana prosesi belajar mobil versiku.


Sampai dirumah, aku langsung istirahat di kamar setelah makan malam serta minum obat. Pastinya dengan keadaan seperti ini, aku izin dari sekolah dalam waktu beberapa hari. Aku sudah memberikan tugas kepada para murid sehingga aku bisa istirahat untuk sementara waktu.

__ADS_1


Untungnya pihak sekolah kooperatif dan membiarkan diriku istirahat sampai sembuh. Aku juga masih heran kenapa bisa jatuh sakit seperti ini. Padahal gaya hidup ku normal-normal saja.


Meskipun memang aku jarang melakukan olahraga. Tidak pernah aku sakit seperti ini. Apakah memang karena itu penyebab nya? Semoga saja dengan obat dari klinik, aku bisa sembuh dengan cepat.


*Keesokan harinya*


"Uh, masih pusing tapi mendingan" Ucapku sambil mengecek kepala.


Memang sudah membaik setelah minum obat. Untung nya hal ini tidak menghalangi diriku untuk melaksanakan ibadah sholat.


Ketika aku sedang istirahat, Tiba-tiba bapak datang ke kamarku.


"Nak, ini ada lowongan dari om Dadang. Kerja sebagai IT di tangerang. " Bapak dengan semangat memberitahukan hal ini kepadaku.


Karena keadaanku masih agak pusing, dengan cepat aku segera menjawab "iya Pak, daftarkan saja. Nanti kalau sudah mendingan saya urus. "


Setelah membahas hal itu, bapak langsung kembali ke kamarnya. Ada-ada saja, lagi sakit begini malah membahas lowongan kerja. Tapi ya sudahlah, bersyukur kalau bisa dapat kerja di sana.


Dengan berdoa seperti itu, aku kembali melanjutkan istirahat.


*Beberapa hari kemudian*


Aku sudah kembali seperti semula. Dengan kondisi tubuh yang sudah fit, aku memulai mengecek apa saja yang sudah terjadi selama aku sakit.


"Hmm? Apa ini?"


Ketika aku mengecek WA, terdapat pesan dari nomor tidak dikenal. Ternyata itu berasal dari perusahaan yang om Dadang tawarkan tempo hari.


Mengetahui hal itu, secara cepat aku memberikan kabar terbaru kemudian mengajukan kesediaan untuk mengikuti wawancara.


Untung nya meskipun balasnya telat, mereka masih mengizinkan diriku untuk pergi ke kantornya di tangerang. Aku akan pergi ke tempat tersebut dalam waktu dekat. Dengan segera aku langsung menghubungi om Maman untuk mengantarku nanti ke sana.


*Keesokan harinya*


"Sudah siap om buat ke Tangerang?."


"Siap Ray, ayo berangkat."


Sama seperti sebelumnya, Om Maman mengantarkan diriku ke Tangerang Selatan. Namun berbeda dari tempat kemarin, posisi kantor kali ini lebih sederhana dari sebelumnya.


Kalau kemarin kantornya megah, besar, serta canggih. Kantorku kali ini lebih sederhana dan berbentuk Ruko. Apalagi dalam satu ruko ini juga terdapat perusahaan lain juga. Meskipun masih dalam satu grup. Intinya lebih kecil dari tempatku melamar kerja sebelumnya.

__ADS_1


Kali ini mobil kami bisa parkir lebih dekat, karena lahan parkir tersedia dekat dari ruko. Samping ruko juga terdapat indomaret. Lebih mudah mencari makan di tempat ini daripada perusahaan sebelumnya.


Sepertinya kalau nanti jadi kerja di sini, aku bisa sering jajan. Setelah memastikan waktu interview tepat waktu, aku pergi menemui mereka di ruangan yang mereka tentukan.


Awalnya aku cukup kaget karena ternyata kantor mereka tidak bisa dimasuki tanpa mendaftarkan sidik jari. Aku hanya bisa menunggu karyawan yang akan mengetes diriku membukakan pintu.


*5 menit kemudian*


"Selamat pagi pak Ray, Terima kasih sudah datang ke sini. "


"Sama-sama Pak. Terima kasih juga telah memberikan kesempatan untuk wawancara kali ini "


Dua orang dari kantor datang untuk mewawancarai diriku. Salah satunya bernama Pak Rawan sedangkan satu lagi adalah pak Bem.


Melihat tidak ada bau-bau islam. Sebisa mungkin aku menggunakan bahasa normal untuk menjawab pertanyaan mereka. Firasatku benar, mereka semua tidak menganut kepercayaan yang sama denganku.


Banyak sekali hal yang mereka tanyakan. Mulai dari tempat kerja sebelumnya, kemudian pertanyaan teknis yang pernah aku lakukan yang berhubungan dengan IT. Untungnya pengalaman yang sudah pernah aku lakukan berguna pada kesempatan kali ini.


45 menit kemudian


"Terima kasih pak Ray atas waktunya. Nanti hasil wawancara akan kami beritahukan melalui email. "


"Terima kasih juga pak atas waktunya."


Setelah selesai berjabat tangan dan berpamitan. Aku menjadi sangat lega. Akhirnya interview telah selesai.


Aku lihat sudah hampir satu jam aku melakukan wawancara. Entah apakah aku bisa menjawab pertanyaan mereka dengan baik atau tidak. Usaha sudah maksimal, tinggal bertawakal saja kepada Allah.


Tanpa mampir ke tempat lain, kami langsung kembali pulang ke rumahku. Sambil menanti pengumuman tes, aku mengerjakan tugasku mengajar seperti biasa. Tidak ada perubahan kegiatan meskipun aku ada kemungkinan untuk pindah tempat kerja


*Satu minggu kemudian*


"Wah, sudah muncul pengumuman" Ucapku sambil melihat email dari laptop.


Ketika aku membacanya, sontak aku langsung teriak senang dan teriak "yes! ". Isi dari email itu adalah aku diterima kerja di tempat mereka.


Membaca dari offering letter yang mereka berikan, sepertinya hal yang aku ucapkan saat wawancara juga berpengaruh. Kurang lebih nominal yang aku ucapkan juga tertera di surat tersebut.


Setelah konsultasi dengan kedua orang tuaku. Aku memutuskan untuk menerima pekerjaan ini. Secepat mungkin aku akan segera pindah ke Tangerang. Banyak hal yang harus aku lakukan sebelum bekerja disana.


Semoga saja urusan di sekolah bisa aku selesaikan terlebih dahulu. Jangan sampai saat pindah tempat kerja, ada urusan yang mandek.

__ADS_1


Jangan lupa juga harus selalu menjalin komunikasi yang baik dengan tempat kerja yang dulu. Sebisa mungkin kita juga harus pergi secara baik-baik. Pokoknya, kalau masuk kerja dengan cara yang baik, saat keluar harus dengan baik juga.


__ADS_2