Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 51 Perpanjangan SIM


__ADS_3

Satu bulan setelah berhasil membuat SIM A. Aku mengingat sesuatu ketika saat ini sudah memasuki bulan Februari. Kegiatan ini harus dilakukan setiap lima tahun sekali dan tidak boleh terlupakan. Kalau lupa, akan repot nanti mengurusnya.


"Waduh, harus perpanjangan SIM bulan ini. "


Tidak terasa sudah 5 tahun lamanya aku telah memiliki SIM C. Karena aku ingin menjadi warga negara yang baik, aku langsung membuat KTP dan SIM setelah menginjak umur 17 tahun.


Karena itulah NIK yang aku miliki ujungnya adalah 0001. Bagi yang belum tahu, sebenarnya Nik merupakan kumpulan dari kode wilayah, tanggal lahir, dan urutan pembuatan.


Hal inilah yang membuat ujung kartuku memiliki nomor 0001, karena dari orang yang memiliki tanggal dan tahun lahir yang sama. Akulah orang yang pertama kali membuat KTP. Sehingga mendapatkan nomor urut tersebut.


KTP ini penting sekali karena tanpa adanya kartu ini, banyak hal yang tidak bisa kita lakukan. Tidak bisa membuka rekening bank, membuat NPWP, membuat SIM, dan pembuatan dokumen lainnya.


Fatal sekali kalau tidak memiliki kartu tersebut. Untung nya saat aku membuat KTP, pemerintah sudah menggunakan e-ktp. Sehingga tidak perlu memperbarui KTP setiap 5 tahun sekali. Kebayang betapa ribetnya kalau setiap 5 tahun sekali harus mengurusi KTP dan pergi ke kantor kecamatan setempat.


Mungkin aku akan menggantinya nanti kalau sudah menikah saja, hehehe. Repot kalau tiap ganti kerja harus ganti KTP. Lebih baik saat momen momen tertentu saja update data KTP. Perubahan tempat kerja bisa ganti kapan saja, karena itulah saya rasa agak tidak mungkin kalau selalu mengganti KTP setiap ganti pekerjaan.


Karena telah ingat sebentar lagi aku harus memperpanjang SIM, jauh-jauh hari aku sudah mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Mulai dari surat sehat, fotokopi KTP, dan syarat dokumen lainnya.


*Hari perpanjangan SIM*


Satu minggu sebelum ulang tahunku, aku sudah izin untuk pergi ke polres mengurus SIM untuk motor. Sebagai guru, aku harus melaporkan ingin libur mengajar kepada guru piket yang bersangkutan.


“Bu, mau izin bu nanti minggu depan.”


“Mau ada pak Ray?” Tanya guru piket kepadaku.


Aku menjelaskan kalau akan melakukan perpanjangan KTP. Guru piket langsung mengurus surat yang diperlukan kemudian mengingatkan diriku untuk memberikan tugas kepada murid agar mereka tidak keluyuran. Tentunya aku menyiapkan hal itu juga sebelum hari cutiku dimulai.


Ketika berangkat ke kantor polisi, aku teringat kalau rencana pemerintah untuk membagi SIM sesuai dengan cc motor tidak jadi untuk saat ini. Entah kedepannya wacana ini akan dilanjutkan atau tidak.


Perpanjangan SIM kurang lebih sama dengan ketika membuat nya. Mengisi formulir, melengkapi dokumen, lalu menunggu sesi foto untuk SIM baru.

__ADS_1


Dokumen masih sama dengan 5 tahun lalu saat aku membuat SIM pada zaman SMA. Namun ada satu syarat baru yang belum pernah aku dengar sebelumnya, surat lulus psikotes.


Sepertinya ini adalah syarat baru untuk pembuatan dan perpanjangan SIM. Artinya, untuk kedepannya, pemohon kartu SIM harus membayar lagi untuk biaya tes ini.


Kalau tidak salah, biaya untuk psikotes ini adalah 100 ribu untuk sekali tes. Untungnya hanya 5 tahun sekali. Kalau tes kayak gini harus tiap hari, besar juga nanti biaya yang keluar..


Entah apa dasar dari pemerintah menerapkan aturan ini. Menurut pendapatku peribadi, memang tes ini penting untuk mengemudi. Karena masa iya kartu SIM akan diberikan ke orang yang mengalami masalah dalam hal psikologinya.


Meskipun setelah ini pun pengendara lain masih ada yang nyetir sembarangan, paling tidak harapannya pengemudi yang berkendara sembarangan akan berkurang Jumlahnya.


"Di mana tesnya mbak?" Tanyaku kepada staf perpanjangan sim.


"Bapak tinggal keluar saja terus lurus mentok belok kiri. Nanti kelihatan sudah gedungnya di sebelah kiri." Tunjuk petugas sambil memberikan arah ke tempat tersebut.


"Terima kasih ya mbak"


"Sama-sama"


"Jadi ini tempatnya" Ucapku sambil melihat gedung tempat tes diadakan.


Lokasi tes diadakan tidak terlalu besar kalau dilihat dari luar. Mirip dengan ruko biasanya dan berlantai dua. Namun aku tidak tahu panjang dari gedung tersebut. Bisa saja dari luar terlihat kecil namun sebenarnya gedungnya memanjang. Dengan mengucapkan basmalah aku membuka pintu secara perlahan.


“Selamat datang, mau psikotes untuk SIM apa pak?”


“SIM C pak”


Petugas di dalam gedung langsung menyambut diriku dan dengan cepat menanyakan keperluan diriku datang ke tempat ini. Setelah selesai membayar biaya tes, aku diminta untuk menunggu giliran tes. Karena ternyata kalau mau tes harus pakai ngantri.


Aku lihat ternyata ada beberapa orang yang sudah berada di sini. Ada yang sedang mengerjakan tes di depan komputer, ada juga yang sedang menunggu sama sepertiku. Namun sepertinya tes ini cukup mudah, karena kelihatannya orang yang sedang menjalani tes raut mukanya tidak pucat, santai-santai saja dia.


“Pak Ray, silahkan ke meja nomor 3”

__ADS_1


“Baik”


Mendengar namaku dipanggil, aku langsung menuju meja yang telah ditunjukkan. Aku melihat kalau di meja komputer sudah dipasang instruksi seperti apa tes akan dilakukan. Ternyata inilah alasan mereka tidak perlu menjelaskan kepada peserta satu per satu.


Mengikuti petunjuk tersebut, aku membuka aplikasi yang telah ditetapkan. Kemudian aku memulai mengerjakan soal tes. Namun sebagai orang IT, aku melihat kalau ternyata mereka menggunakan PC standar untuk tes kali ini.


Memang kalau hanya tes sederhana tanpa ada video dan lain-lain, tidak perlu spek PC yang tinggi dan mahal. Cukup ram yang memadai dan terdapat alat penangkap wifi atau lan untuk koneksi ke internet.


Aku sempat bingung sebentar ketika melihat tes ‘Tes macam apa ini?.... mudah sekali!’ Ucapku dalam hati ketika membaca soal.


Ternyata psikotes ini bukan mengetes kemampuan otak dari peserta, namun lebih ke arah status kejiwaan mereka. Pertanyaan yang ada hanya sekedar menjawab soal dari kondisi-kondisi saat berkendara. Seharusnya sih kebanyakan orang bisa mengerjakan tes ini dengan mudah. Selama mereka bisa membaca dan tidak memiliki masalah psikologi.


Beberapa menit setelah selesai mengerjakan soal, aku akhirnya telah lulus tes dengan nilai hampir sempurna. Entah soal bagian mana yang aku jawab kurang tepat. Namun aku rasa sudah cukup dapat nilai segini, tidak perlu mengejar nilai sempurna seperti saat sekolah dulu.


Aku mengambil berkas yang diperlukan kemudian kembali ke polres untuk melanjutkan perpanjangan SIM. Setelah selesai mengumpulkan berkas, tinggal menunggu dipanggil lagi oleh petugas untuk pengambilan foto.


“Pak Ray, silahkan masuk!” Teriak petugas dari dalam ruangan.


Sebelum memasuki ruangan, aku telah memastikan pakaian telah rapi. Pastinya kita ingin terlihat tampan di dalam foto SIM bukan? Sayangnya kita tidak boleh bergaya aneh-aneh saat foto untuk surat mengemudi. Saya rasa tidak mungkin untuk dokumen resmi seperti ini menggunakan pose yang aneh-aneh kecuali memang kita pede dahsyat orangnya.


“Silahkan menunggu sebentar pak, nanti kami panggil setelah selesai mencetak kartu”


Sama seperti pembuatan kartu yang lain, biasanya petugas akan menumpuk banyak orang kemudian mencetak SIM mereka secara bersamaan. Mungkin agar sekali kerja bisa banyak kartu yang tercetak. Tidak lama menunggu, akhirnya aku dipanggil untuk melakukan pengambilan SIM.


SIM nya sudah baru sama seperti SIM mobil yang aku buat bulan lalu. Namun aku dengar, nantinya akan ada sim baru lagi yang bisa kita gunakan untuk membayar tol. Entah itu akan benar terjadi atau tidak.


Selesai mengurus SIM, aku kembali ke rumah untuk melanjutkan istirahat dan membuat materi untuk mengajar nanti. Pastinya kegiatan ini aku laporkan kepada kedua orang tua. Karena mereka lah yang terus mengingatkan agar jangan lupa untuk memperpanjang SIM. Terutama ibu yang sangat tekun mengingatkan soal membayar pajang dan hal-hal sejenis yang berkaitan dengan dokumen negara.


Daripada repot nanti kalau harus bikin baru lagi, lebih baik segera urus hal-hal seperti ini. Karena khawatir malah jadinya kelupaan dan waktu perpanjangan keburu berakhir duluan.


Tenang sekali setelah masalah SIM ini selesai, tidak perlu takut telat memperpanjang dan bisa tenang di jalan. Jangan lupa untuk selalu membawa dokumen lengkap ketika berkendara seperti KTP, SIM, dan STNK kendaraan yang kalian bawa. Serta patuhi aturan rambu lalu lintas yang ada di sepanjang jalan.

__ADS_1


__ADS_2