Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 24 Akhir Semester


__ADS_3

Semester ganjil untuk tahun ajaran kali ini sebentar lagi akan selesai. Bulan Desember sudah di depan mata.


Di negeriku tercinta ini, awal tahun ajaran mulai dari Bulan Juli dan berakhir pada bulan Juli tahun berikutnya. Dengan masa belajar dibagi menjadi dua semester, ganjil dan genap.


Mungkin di negara lain berbeda. Contohnya negeri sakura sendiri awal tahun ajaran mulai dari bulan April dan menggunakan sistem ganti semester setiap 3 bulan. Mereka mengikuti pergantian musim di tempat mereka.


Ujian akhir semester sudah berakhir dan semua nilai telah aku bagikan kepada setiap siswa. Tinggal satu hal yang belum aku lakukan, memberitahukan nilai akhir kepada guru wali kelas.


Berbeda dengan guru biasa, guru wali kelas memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Mereka harus memantau progress dari setiap siswa dalam kelas mereka.


Tugas mereka juga mengharuskan mereka untuk mengunjungi murid kalau mereka ada masalah. Contohnya ketika ada murid yang bolos sekolah. Mereka harus mengadakan kunjungan untuk membuat murid tersebut kembali bersekolah.


Untungnya aku tidak memiliki jabatan itu sehingga aku hanya perlu menghitung nilai akhir dari siswa. Tidak perlu menuliskan nilai ke raport murid satu per satu.


Nilai akhir dari siswa dihitung berdasarkan kumulasi dari setiap komponen nilai. Mulai dari nilai tugas, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, hingga nilai keaktifan. Semua nilai tadi dijumlah kemudian di kalian sesuai dengan persentase yang telah ditentukan.


Ketika aku selesai menghitung nilai, aku memasukkan nilai murni sesuai dengan kemampuan siswa. Namun ternyata aku tidak bisa memasukkan nilai semudah itu.



"Pak Ray, bisa minta waktunya sebentar. " Salah satu guru wali murid datang kepadaku. Ia datang bersama dengan pak Ampad.


"Ada apa pak.? "


"Ini, bisa dinaikkan tidak nilai anaknya. Kasihan nanti nilai di raport jelek. "


Mukaku langsung menjadi bingung melihat permintaan dari guru tersebut. Pak Ampad sebagai ketua jurusan juga meminta hal yang sama. Karena itulah daripada mencari masalah aku memperbaiki nilai mereka. Apakah ini juga termasuk kejahatan secara hukum?

__ADS_1


Karena perkembangan zaman, sekarang nilai rapor harus menggunakan sistem untuk mengolahnya. Lebih simpel seharusnya namun bagi guru yang katro akan teknologi, mereka kebingungan setengah mati membuatnya. Mereka yang kesulitan meminta bantuan kepada guru yang lebih ahli dalam komputer.


Aku hanya menggoda mereka saja yang kerepotan memasukkan nilai. Karena aku tidak perlu memasukkan nilai murid satu per satu. Cukup memasukan nilai untuk mapel yang aku ajarkan saja.


Setelah koreksi nilai, aku langsung menghubungi murid yang remedial di luar jam ***. Karena pelajaran sudah selesai dan siswa berada dalam masa jam bebas. Dua minggu lamanya mereka hanya melakukan class meeting tanpa ada kegiatan belajar mengajar.


Waktu inilah yang aku gunakan untuk memanggil semua siswa yang nilainya jelek.


"Anak-anak, tahu kenapa kalian semua aku panggil si sini?"


"Tidak tahu pak"


Aku menjelaskan kepada mereka alasan panggilan kali ini. Untuk mewakili orang yang tidak hadir karena bolos, sakit, dan alasan lainnya. Aku juga memanggil ketua kelas untuk hadir.


Pastinya muka murid semuanya sedih. Mereka stress karena memiliki nilai jelek. Ada juga murid kurang ajar yang menuduhku salah memasukkan nilai. Aku hanya bisa tersenyum dan menanyakan bukti tuduhannya itu.


Sang murid langsung terdiam ternyata ia tidak menyimpan hasil ujian harian dan ujian yang lain. Aku langsung menyampaikan secara rinci nilai dari mereka dan bagaimana aku menghitungnya.


Sayangnya beberapa murid ada yang ogah ogahan dalam mengerjakan tugas. Aku hanya bisa istighfar dengan murid seperti ini. Karena sudah nilainya jelek, gak mau ikut remedial lagi. Mau jadi apa nanti gedenya?


Aku juga sedih karena sekolah lebih mementingkan reputasi dan meluluskan atau menaikkan siswa yang nilainya kecil. Apa dayanya karena aku tidak bisa melawan sistem ini. Daripada cari masalah lebih baik aku mengikuti arahan mereka saja. Apalagi aku geram murid yang bandel bisa dengan mudahnya lulus karena nilai kasihan. Mau jadi apa generasi ke depan nantinya?


Semoga saja siswa yang bandel ini akan bertobat suatu saat nanti. Karena kalau mereka terus seperti ini, mereka tidak akan bisa menjadi apa-apa di masa depan.


Untungnya beberapa siswa ada yang semangat untuk mengerjakan tugas remedial yang aku berikan. Siswa seperti mereka ini kedepannya punya potensi untuk sukses. Karena mereka memiliki niat untuk berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Meskipun tidak adil bagi mereka karena mendapatkan nilai yang sama dengan yang tidak mengerjakan tugas. Namun di mata yang Maha Kuasa, mereka lebih dicintai karena prosesnya lebih baik daripada yang malas-malasan.

__ADS_1



"Bapak ibu, segera berkumpul di ruang rapat untuk membahas nilai akhir semester. Di bawa nilainya, nanti juga ada bimbingan untuk menggunakan aplikasi. "


Semua guru yang ada di sekolah pergi ke ruang rapat. Karena saat ini class meeting sudah selesai, banyak kelas kosong yang bisa kami gunakan sebagai ruang rapat.


Ruang kelas sudah disulap menjadi ruang rapat lengkap dengan sound system dan proyektor. Dengan pak Ampad sebagai pimpinan rapat beserta kepala sekolah yang mengawasi.


Namun seperti biasa, kepala sekolah hanya memberikan sambutan, mengawasi sebentar, kemudian keluar dari ruang rapat. Sedangkan guru yang lain terutama wali kelas harus membuat raport untuk kelasnya masing-masing. Kudengar mereka juga sampai begadang untuk memasukkan nilai ke dalam sistem.


Sedangkan aku sendiri hanya perlu upload nilai mata pelajaran yang aku urus. Sisanya tinggal guru wali kelas yang mengurusnya.


Karena itulah aku tidak banyak kegiatan dalam rapat ini. Setelah tugasku selesai, aku hanya membantu beberapa guru yang memerlukan bantuan. Tidak semua guru melek teknologi seperti guru TKJ.


Ada juga yang memiliki masalah karena laptopnya terlalu jadul, sehingga tidak bisa membuka aplikasi untuk raport. Hanya menggeleng-geleng kepala yang bisa aku lakukan karena mau tidak mau mereka harus upgrade laptop mereka. Untungnya ada pak Dani yang siap untuk membantu yang laptopnya mengalami gangguan.


Setiap alat elektronik biasanya harus ganti lima tahun sekali. Hitungan ini bukan asal-asalan. Karena perkembangan teknologi yang cepat, kebutuhan akan laptop yang canggih juga berubah.


Bisa kita lihat dari laptop sekarang dengan harga yang sama namun sudah bisa memiliki spek yang lebih bagus. Hal itu karena dengan berkembang nya teknologi, maka harga dari perangkat elektronik seharusnya semakin murah. Itupun kalau tidak ada insiden yang menyebabkan harga gawai bertambah.


Hal ini membuat para pemilik laptop dan perangkat lainnya harus membeli barang tersebut secara berkala. Karena itulah para perusahaan teknologi berusaha untuk upgrade teknologi mereka namun dengan harga yang dijaga semurah mungkin. Kalau harganya naik terus, pelanggan pastinya akan mencari harga perangkat yang paling canggih dan murah dari merk kompetitor.


Kita sebagai konsumen diuntungkan akan hal ini. Karena pasti setiap merek perangkat elektronik akan bersaing harga satu sama lain. Semakin murah dan canggih sebuah teknologi, konsumen yang akan mendapatkan keuntungan.


Setelah selesai membantu guru-guru dan upload nilai, aku pulang ke rumah karena sudah tidak ada kegiatan lagi. Banyak guru wali murid yang protes karena aku pulang duluan. Aku hanya bisa tersenyum kecil mendengar candaan mereka.


Beberapa hari lagi raport akan dibagikan, wali kelas yang rajin sudah tenang karena telah mempersiapkan semuanya. Sedangkan yang malas pastinya bingung sendiri karena minta tolong ke sana kemari untuk menyelesaikan raport mereka yang belum tuntas. Entah belum input nilai atau belum mencetak nilai tersebut dengan printer.

__ADS_1


Tidak sedikit guru yang menghadapi masalah ini. Karena guru bukan robot yang selalu dapat bekerja dengan sempurna, pasti mereka pernah khilaf dan juga malas. Namun sebagai guru yang baik, mereka harus bisa menyelesaikan tugas yang sudah menjadi tanggung jawab mereka.


Semoga saja proses bagi raport akan berjalan lancar.


__ADS_2