Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 81 Bandung 4


__ADS_3

Sampai di apartemen, kami menggunakan lift untuk menuju kamar kami. Jujur, karena selalu memakai lift, aku tidak tahu apakah ada jalan lain menuju lantai kami berada selain melalui lift ini. Untungnya lift yang kami naiki cukup lebar, tidak terlalu sempit. Serta jarang sekali ramai pengunjung. Mungkin karena belum musim liburan jadi tidak banyak tamu yang menginap di tempat ini.


Untuk saat ini, hanya kami bertiga yang menggunakan lift ini. Saat berjalan juga lift tidak berhenti ke lantai lain dan langsung berhenti di lantai yang merupakan tujuan kami. Kami keluar dari lift setelah pintu lift terbuka dengan sempurna, kemudian kami menuju kamar kami.


Ketika sudah sampai di kamar, Zul dan Rendra langsung membuat kopi sambil menyetel tv di kamar hotel. Kebetulan sedang tayang sebuah film superhero yang sempat booming pada masanya. Hal ini karena durasi filmnya di bioskop selama 3 jam. Kebetulan aku sudah pernah menontonnya saat masih tayang di bioskop. Pada waktu itu, hebat juga aku tidak kebelet selama 3 jam di dalam ruangan ber ac.


Konon kabarnya, ada juga yang menonton film ini ketika tengah malam. Lebih duluan dari yang lain. Entah kabar itu benar atau tidak. Namun kalau itu beneran terjadi, gak kebayangkan itu nanti kalau paginya kerja atau sekolah gimana aktivitasnya. Apakah dia tidur nanti ketika sedang bekerja?


Pada saat menonton film itu, Rendra menanyakan beberapa hal mengenai film itu kepada kami. Kebetulan aku dan Zul mengetahui tentang film ini lebih dalam daripada orang biasa. Sehingga kami bisa menjawab beberapa pertanyaan yang ia lontarkan. Setelah film selesai, kami sibuk masing-masing bermain dengan handphone kami.


Tadinya aku mau lanjut ngobrol, tapi aku lihat tidak ada yang memulai topik. Kemudian saat aku memulai topik, cepat sekali topik tersebut buntu. Aku memutuskan untuk tidur karena badan juga sudah mulai lelah. Zul sudah tidur duluan sedangkan Rendra saat aku tidur, kulihat masih menonton youtube di tablet miliknya. Memang sekarang youtube ini sulit untuk dipisahkan dari kehidupan kita untuk saat ini. Padahal dahulu saat belum ada HP, tontonan kita cuma dari televisi.


Saat tubuh sudah berbaring, perlahan aku menutup mataku dan mulai istirahat. UNtungnya aku tidak pernah kesulitan di bantal yang asing. Kasur dan alat tidur dari apartemen ini cukup nyaman. Tidak butuh waktu lama bagiku sebelum kesadaranku pergi ke alam mimpi.

__ADS_1


*kring kring*


Pagi hari, alarm telah berbunyi mengingatkan diriku untuk melakukan shalat subuh. Aku bangun dari tempat tidurku kemudian mengambil wudhu setelah nyawaku terkumpul. Kemudian aku berusaha membangunkan temanku yang lain untuk melaksanakan shalat. Sepertinya memang shalat subuh adalah waktu shalat yang paling sulit untuk dilakukan. Terlihat dari teman-temanku yang pada masih teler ketika sudah masuk waktu shalat.


Beres shalat, aku kembali mencari tempat mana yang bisa kami datangi untuk hari ini. Namun karena nanti siang kami sudah harus otw kembali ke Jakarta, sepertinya tidak mungkin kami akan sempat berkunjung ke tempat-tempat lain. Rendra sendiri sudah siap untuk melakukan jogging saat pagi hari.


“Ya, mau jogging gak pagi ini.” Ucap Rendra kepadaku.


Dia mengajak diriku untuk jogging, namun aku menolaknya, karena memang aku sedang tidak ingin olahraga. Kemudian Zul masih teler setelah tadi shalat subuh, ia sekarang masih berada di alam mimpi. Zul masih tidur dan baru bangun saat ia ingin mandi dan berangkat pulang nantinya. Sedangkan Rendra sudah jogging kemudian mencoba kolam renang dalam hotel.


Siang hari, kami check out apartemen setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Handphone milikku kali ini tidak hilang seperti saat di Jawa Timur kemarin. Sudah lebih aman sekarang. Kami pergi ke sebuah terminal bus menggunakan driver online seperti biasa. Dari sana, kami menaiki bus dengan tujuan Bogor.


Zul yang lebih ahli menjadi pemandu kami pada perjalanan pulang kali ini. Seperti biasa, di perjalanan, aku hanya ngobrol dengan mereka berdua serta mendengarkan lagu dari handphone. Tidak mungkin aku berani tidur saat sedang dalam perjalanan seperti ini. Takutnya ada barang yang raib karena copet.

__ADS_1


Saat sampai di Bogor, kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun bogor. Kami pergi kesana dengan menggunakan angkutan umum. Sampai di stasiun, kami mengecek Saldo terlebih dahulu kemudian menaiki KRL hingga sampai ke tempat tujuan masing-masing.


“Gimana bro? aman saldo e-money kamu? “ Tanya Rendra kepada kami.


“Aman bro.” Aku dan Zul menjawab dengan jawaban yang sama.


Melalui mesin cek saldo, kurang lebih sisa saldo yang kami miliki cukup untuk sampai ke tempat tujuan kami. Di perjalanan, kami membicarakan bagaimana pesan dan kesan perjalanan selama beberapa hari ini. Serta nonton bareng beberapa video metube yang lucu dan menarik.


Obrolan asik itu membuat perjalanan panjang ini tidak terasa. Rendra turun di Palmerah seperti biasa sedangkan Zul turun di Rawa Buntu. Aku sendiri turun di stasiun serpong, kemudian melanjutkan perjalanan ke kontrakan dengan angkutan umum.Sampai di kontrakan, aku puas-puas istirahat karena lumayan lelah badan ini telah melalui perjalanan panjang. Apalagi besok aku harus kembali bekerja, ayo tetap semangat.


Beres perjalanan dari Bandung, aku masih harus mengurus dampak banjir pada saat tahun baru kemarin. Setelah berpikir panjang, aku akhirnya memutuskan untuk membeli komputer baru. Karena setelah dipikir-pikir, dengan harga lebih murah, aku bisa mendapatkan spek komputer yang lebih tinggi daripada laptop. Namun memang kalau beli komputer agak sulit dibawa kemana-mana.


Lagipula aku juga jarang menggunakan laptop untuk bermain di luar rumah. Lebih sering bermain game di rumah. Karena itulah, aku kali ini memilih untuk membeli komputer sebagai pengganti laptop gaming yang tadinya sudah terendam banjir. Berdasarkan informasi yang aku dapat, laptop itu sudah tidak mungkin diselamatkan. Aku ingat sekali saat aku mengurus servisnya ke service center resmi.

__ADS_1


Sampai sekarang aku masih sedih, bisa-bisanya banjir yang cuma terjadi semalam ini bisa memberikan dampak yang luar biasa seperti ini. Sedih sekali saat teringat bagaimana rusaknya elektronik dan juga buku yang ada di dalam kontrakan akibat banjir yang melanda saat tahun baru.


*bersambung*


__ADS_2