Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 140 Mencari Kontrakan Arip


__ADS_3

Sebelum bapak meninggal, bapak sudah masuk ke dalam status pensiun. Dia sudah tidak bekerja lagi di pabrik swasta dan mengurusi Yayasan yang dimiliki oleh keluarga kami. 


Salah satu hal yang jarang bapak sempat lakukan adalah melakukan perjalanan ke banyak tempat saat ia sudah pensiun. Karena ketika ia masih bekerja, dia sangat anti untuk mengambil cuti dan pergi berlibur werta jalan-jalan. 


Sayangnya, setelah bapak pensiun. Tetap saja keinginan bapak untuk jalan-jalan masih belum kesampaian. Hal ini terjadi karena setelah pensiun, kesehatan bapak mulai memburuk sehingga ia sudah tidak kuat untuk melakukan perjalanan jauh. 


Setiap bapak berhasil melaksanakan perjalanan jauh, pasti badanya langsung capek dan harus tidur seharian di rumah. Apalagi semenjak mbah meninggal, ia terkadang membutuhkan oksigen tambahan saat nafasnya mulai sesak. 


Faktor itu semakin menambah alsan bapak tidak bisa jalan jauh. Kalau kita harus stok oksigen tambahan setiap bepergian, bukankah itu akan menambah biaya perjalanan secara signifikan? Karena itulah bapak tidak bisa melakukan hal itu. 


Meskipun begitu, sebelum bapak meninggal. Ia sempat untuk pergi ke Jakarta mencari kontrakan untuk adikku, Arip. Karena ia sebentar lagi akan mulai kerja di kantor. Karena masa latihanya secara online sudah akan selesai. 


Jarak dari kota C ke Jakarta cukup jauh. Kalau harus bolak balik dari rumah ke Jakarta, kasihan Arip harus menghabiskan waktu yang besar. Hal itulah yang menyebabkan ia harus mencari kontrakan yang dekat dengan kantor. 


Kebetulan tempat kerja Arip saat ini tidak menyediakan mesh untuk karyawan. Ia harus mencari kontrakan sendiri untuk dia hidup dan tinggal di Jakarta. Momen langka seperti inilah yang membuat kami sekeluarga pergi menuju Jakarta untuk mencari kontrakan. 


Ditemani oleh om Maman sebagai supir. Aku dan sekeluarga lengkap pergi berangkat ke Jakarta. Ibu, bapak, Arip, Yana, dan Lamda semuanya berangkat menuju tempat kerja Arip yang baru. 


Kami tidak membawa banyak barang karena perjalanan kali ini tidak sampai menginap. Perjalanan PP Jakarta dan Kota C tidak terlalu jauh. Hanya sekitar memakan waktu selama 4 jam. Hal itu yang menyebabkan kami berani untuk perjalanan pulang pergi tanpa perlu menginap. Sehingga tidak perlu keluar ongkos untuk booking hotel. 


"Semua sudah siap? Ayo berangkat!! " Ucap bapak dengan semangat setelah memimpin doa sebelum memulai perjalanan. 


Semuanya sudah siap dan sudah mandi serta sarapan sebelum berangkat. Karena kami tidak akan makan pagi di Jakarta. Mungkin saja nanti kami akan makan siang di sana. Namun untuk pagi hari, kami semua sarapan di rumah. 

__ADS_1


Perjalanan kami lalui dengan cukup lancar. Tidak ada hambatan besar yang kami hadapi hingga menyebabkan waktu berangkat menjadi lebih lama secara signifikan. 


Setelah melakukan perjalanan selama 2 jam, akhirnya kami telah sampai ke Jakarta. Tujuan pertama kami adalah pergi ke kantor Arip terlebih dahulu. Karena kami akan mencari kontrakan dengan tempat tersebut sebagai patokan. Kita mencari kontrakan yang dekat dengan kantor tersebut. 


"Sudah pada lapar belum? Ayo makan siang dulu. "


Bapak ingin makan siang dan memutuskan untuk mencari tempat makan terlebih dahulu. Kebetulan sekali di dekat kantor Arip terdapat tempat makan steak yang sedang bapak cari selama ini. 


Nama tempat itu adalah Ababa. Tempat makan steak ini sudah sangat lama bapak ingin kembali ke tempat ini. Kata bapak sih, tempat makan di sini masakannya enak. Namun aku yang tidak pernah ke tempat ini sama sekali tidak ada bayangan seperti apa rasanya. 


Sebelum makan siang, kami sempat mencari sebentar kontrakan untuk Arip. Namun sayangnya, kontrakan yang cocok baginya masih belum ditemukan. Karena itulah kami makan siang terlebih dahulu untuk mengisi energi kami. 


Saat menuju ke Ababa, kami sempat sedikit tersesat karena kami tidak tahu sama sekali letak tempat makan itu berada secara persis. Kami hanya mengetahui nama dari restoran nya saja. Beruntung berkat Boole map dan juga papan nama restoran yang cukup besar. Kami berhasil menemukan tempat tersebut. 


Kami memasuki tempat parkir restoran Ababa. Diluar dugaanku, dari cerita yang kudengar dari bapak. Aku mengira tempat ini akan terlihat megah. Namun tempat parkir restoran ini mirip dengan parkiran basement yang umum digunakan di tempat-tempat lain. 


Space parkirnya juga tidak terlalu luas. Mobil dan juga motor diparkir di satu tempat. Kuhitung secara kasar. Bahkan mobil yang bisa parkir di sini hanya sekitar 10-20 mobil saja. Meskipun aku ragu saat sampai di restoran, aku tidak boleh suudzon dulu dan tetap ikut dengan bapak dan yang lain untuk masuk ke dalam. 


Om Maman tidak ikut masuk bersama kami dan memilih untuk mencari makan di luar saja. Kami akhirnya pergi masuk ke dalam setelah memberikan ongkos makan untuknya. Mana mungkin kami enak enakan makan dan membiarkanya makan tanpa ongkos. 


Saat sampai di pintu masuk, kami harus naik tangga dulu sebelum bisa ke dalam restoran. Setelah sampai di anak tangga terakhir, aku akhirnya bisa melihat seperti apa wujud dari restoran ini. 


Tidak seperti dugaanku, ternyata isi dari restoran ini cukup fancy juga. Dengan lantai dan juga dindingnya menggunakan motif kayu. Sehingga menampilkan kesan yang elegan dan bersih. Dari interior restorannya saja sudah terlihat kalau restoran ini adalah restoran mahal. 

__ADS_1


"Selamat datang di Ababa. Meja untuk berapa orang?"


"Untuk 6 orang mbak" Ucap Ibu sambil melihat ke arah kami. 


Petugas itu langsung mengantarkan kami ke meja dengan jumlah kursi 6 orang. Kemudian dengan gerakan yang profesional, ia memberikan masing-masing kepada kami menu dari restoran ini. 


'Ok, mari kita lihat di sini ada makanan apa saja. ' gumamku dalam hati sambil membuka buku menu yang ada di depanku. 


Lembar demi lembar buku menu kubuka, terlihat sekali kalau informasi dari bapak adalah benar. Restoran ini menu andalannya steak. Namun hal yang tidak aku duga adalah….. Harga makanan di restoran ini mahal sekali!!!. 


Bahkan harga satu masakan restoran ini bisa untuk biaya makan satu hari. Saat melihat harganya, aku jadi ragu membeli makanan disini. Namun karena sudah terlanjur, aku mencari menu yang keliatannya enak dan tidak terlalu mahal. 


"Kami pesan… "


Ibu mulai menanyakan kepada kami semua apa saja menu yang ingin kami pesan. Masing-masing dari kami memesan menu yang berbeda. Aku sendiri pesan menu yang menurutku menarik. Steak wagyu dengan mash potato. 


"Baiklah bu, saya ulangi lagi pesanannya… "


Petugas kembali membacakan pesanan yang sudah kami sebutkan. Setelah memastikan semuanya sudah baik dan benar. Ia memberikan pesanan tersebut ke dapur untuk di proses. 


Sekarang kami hanya bisa menunggu sambil mengobrol satu sama lain untuk mengisi waktu. Kira-kira, akan seperti apa masakan yang akan kita terima?


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2