
Sebelum akhir semester, aku sempat mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Hal ini belum pernah aku ketahui sebelumnya. Ketika aku sekolah dulu tidak pernah melihat yang seperti ini. Atau memang hal ini baru ada di dunia pendidikan?
Hal itu adalah diadakannya pengawasan oleh badan pengawas sekolah. Badan ini dibentuk untuk memastikan bahwa guru mengajar sudah sesuai standar yang berlaku. Pemerintah merupakan organisasi yang mengurus pengawasan ini.
Aku tidak menyangka bahwa belum satu semester aku mengajar, kelasku sudah didatangi oleh pengawas. Awalnya aku sudah berharap tidak menjadi guru yang terpilih untuk diawasi.
"Pak Ray, tolong persiapkan berkas lengkap ya untuk mengajar, termasuk RPL dan yang lainnya karena pengawas akan datang. " Salah satu guru memberikan kabar ini kelasku.
"Pengawas? Apa itu? Aku baru mendengarnya" Tanyaku sambil memasang muka heran.
Guru tersebut memberikan penjelasan mengenai pengawas sekolah. Serentak aku langsung panik dan berusaha membuat dokumen sebaik mungkin.
Karena kalau aku melakukan kesalahan, tidak hanya diriku yang akan menanggung akibatnya. Namun sekolah tempatku berada juga akan mendapatkannya. Apakah kalau hasil penilaian jelek akan mendapatkan potongan gaji?
Berbeda dengan biasanya, mengajar kali ini aku harus menyiapkan dokumen dengan lengkap. Pakaian yang aku gunakan juga lebih bagus dari biasanya. Lebih rapi dan harus terlihatĀ lebih wibawa sebagai guru.
Aku juga sudah menanyakan beberapa tips untuk menghadapi pengawas dari guru-guru lain. Terutama apa yang tidak boleh dilakukan saat diawasi. Semua tips tersebut sudah aku catat dan aku simulasi kan dalam pikiran ku berkali-kali. Agar kemungkinan kesalahan yang terjadi minimal.
Setelah semua persiapan beres, aku masuk duluan ke kelas lebih awal. Semua murid di sana aku berikan briefing mengenai apa saja yang akan terjadi nanti.
"Anak-anak, nanti mau ada pengawas sekolah datang. Mohon bantuannya untuk tidak ribut sendiri dan perhatikan pelajaran dengan seksama, mengerti? "
"Mengerti" Semua anak menjawab dengan respon positif, namun entah saat waktunya tiba nanti. Akan sama atau tidak hasilnya.
Karena sempat kudengar kalau salah satu momen saat guru pengawas datang. Murid yang diajar malah enak-enak tidur. Kemudian guru yang mengajar tidak mengurusnya dan hanya membiarkan sang murid berkelana ke dunia mimpi. Aku sampai sekarang masih heran mengapa hal itu bisa terjadi.
Meskipun semua anak sempat bingung dengan kegiatan ini, mereka semua kooperatif untuk masalah ini.
Beberapa menit setelah menunggu, pengawas yang ditunggu akhirnya datang.
"Bapak guru dan anak-anak. Tidak perlu memperhatikan saya. Anggap saya ini tidak ada. Silahkan lakukan kelas seperti biasa."
Setelah berkata seperti itu, ia mengambil duduk di tempat paling belakang.
"Hu.. Haah" Aku memantapkan diriku dengan menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Baiklah anak-anak. Kita mulai kelas kali ini dengan membaca basmalah".
" Bismillah hirrahman nirrahim"
Kemudian aku meminta kepada para murid untuk mengaji dan menyanyikan lagu wajib nasional.
Aku meminta salah satu murid untuk menjadi dirigen untuk memimpin. Seperti biasa, beberapa siswa banyak yang malu-malu. Setelah dipaksa baru mereka mau bergerak.
Kemudian aku memulai mengajar seperti biasa. Berusaha sebaik mungkin tidak melakukan kesalahan. Aku juga berusaha memastikan semua murid memperhatikan materi yang aku berikan.
Berbeda dari biasanya, kehadiran pengawas sekolah membuatku lebih gugup dari biasanya. Padahal mengajar biasa saja aku belum terlalu lancar, apalagi kalau ada guru pengawas.
*teet teet*
Bel berbunyi menandakan kelasku akhirnya selesai. Aku harap telah berhasil menyelesaikan Kegiatan Belajar Mengajar (***) dengan baik.
"Bapak Ray, ayo ikut saya untuk evaluasi. "
"Siap pak." Aku mengikuti sang guru sambil memasang muka serius.
Dengan berat hati aku mengikuti pengawas. Kami pergi ke sebuah ruangan kosong milik guru Bimbingan Konseling (BK). Bersama denganku, terdapat satu guru lagi yang sudah berada di dalam ruangan.
"Bapak Ray, tadi mengajarnya sudah cukup baik, namun di awal tidak perlu ngaji dan nyanyi lagu nasional. Karena harusnya itu dilakukan di jam pertama. "
"Baik Pak"
Setelah itu sang guru kembali memberikan banyak kritik dan saran kepadaku. Nada bicara dan nasihat yang ia berikan disampaikan dengan baik dan mudah dipahami.
Aku merasa bahwa kemampuan belajarku meningkat hanya dengan mendengarkan saran ini.
Tidak hanya diriku, guru di samping juga mendapatkan kritik yang sama. Setelah beberapa menit mendapatkan komentar, kami juga diberikan kesempatan untuk mengemukakan opini kami.
Barulah sesi kami tutup dan aku langsung kembali ke ruang guru. Bersama dengan guru yang juga dikritik. Kami segera mencari makan karena sudah waktu makan siang.
"Gimana pak ray? Rasanya diawasi. Enak gak? " Salah satu guru datang menggoda diriku.
__ADS_1
"Hahaha, lumayan lah tegang. Untungnya secara garis besar cukup lancar."
Aku hanya bisa menjawab dengan tertawa kecil. Pastinya aku tegang mendapatkan pengawas, namun ini kesempatan bagus untuk mendapatkan saran ketika mengajar. Kalau kita tidak diingatkan, mungkin saja kita tidak akan menyadari apa yang kurang dari kita, benar kan?
Karena selama ini jarang sekali ada yang melihat dan memberikan saran mengenai cara mengajarkan kepada murid. Namun sayangnya, karena aku belum mantap untuk menjadi guru tetap. Entah seberapa besar peluang saran ini akan terpakai.
Pengawas kali ini dilakukan oleh badan luar sekolah. Mereka termasuk ke dalam PNS sehingga merupakan orang dari pemerintahan. Meskipun kami adalah sekolah swasta, namun pengawas masih kami dapatkan dari mereka. Pemerintah juga tetap memperhatikan pendidikan dari badan non pemerintahan.
Selain dari luar, seharusnya juga ada pengawasan dari dalam sekolah. Namun sayangnya, saya tidak pernah melihat kepala sekolah melakukan itu. Semakin heran apa sih kerjaan kepala sekolah sehari-hari. Karena setahu saya pengawasan itu juga akan dilakukan oleh kepala sekolah dan guru kepala prodi.
Untung dokumen mengajar yang aku buat cukup untuk lulus ujian dari pengawasan. Ternyata buat dokumen tersebut sampai larut malam tidak sia-sia. Meskipun memang ada beberapa bagian yang harus mendapatkan perbaikan.
Dokumen seperti inilah yang membuatku malas menjadi guru. Pembuatannya memakan waktu diluar jam mengajar. Sehingga waktu istirahat ku berkurang. Saya salut kepada guru yang sempat untuk membuat dokumen-dokumen ini. Karena ada juga guru-guru yang rajin membuat dokumen-dokumen ini.
Selesai mengajar, aku berhasil pulang ke rumah dengan perasaan lega. Aku bisa tidur nyenyak untuk malam ini.
Karena beberapa hari ini aku ditakutkan dengan kedatangan pengawas sekolah, aku tidak bisa menikmati tidur seperti biasanya. Apakah aku akan tidur nyenyak malam ini?
Selain guru pengawas, aku juga sempat pergi ke suatu tempat untuk melakukan tes lamaran kerja. Kali ini aku berkesempatan untuk melakukan tes di kota pelajar.
Lowongan kali ini lebih cocok dengan ijazah yang aku punya. Karena aku mempunyai sarjana komputer dan lowongan kali ini adalah mengenai komputer. Aku berharap dapat masuk ke tempat ini.
Aku juga berharap untuk mendapatkan komisi yang lebih banyak. Namun aku tidak terlalu banyak berharap, karena UMK Jogja lebih kecil dari tempat ku kerja sekarang.
Tidak perlu berpikir terlalu jauh. Keterima saja belum tentu, malah sudah mikirin gaji. Janganlah bersikap seperti orang sombong yang merasa pekerjaan adalah hak mereka dan sembarangan menanyakan gaji di awal sesi wawancara. Hal itu merupakan salah satu faktor fatal gagalnya seseorang dalam sesi tanya jawab.
Ada banyak sekali serangkaian tes yang harus aku lakukan. Dari awal pengumpulan dokumen, tes tulis, tes praktek dan wawancara, barulah aku masuk ke tempat itu.
Entah sampai tahap mana aku bisa menjalankan test ini. Semoga saja aku bisa melakukan test dengan baik. Karena banyak sekali hal yang aku persiapkan.
Mulai dari kesehatan fisik dan mental harus dijaga agar tetap fit. Karena lucu aja kalau gagal cuma karena kondisi badan yang kurang sehat.
Aku juga harus mempersiapkan transportasi untuk pergi ke sana. Karena pada momen ini belum terjadi pandemi, aku masih bisa dengan bebas keluar masuk provinsi lain.
__ADS_1
Akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan pesawat terbang menuju Jogja. Karena harga tiketnya ada yang murah dan jauh lebih cepat daripada bus. Meskipun memang harga tiket bus lebih murah, namun perbedaanya tidak terlalu besar.
Apakah aku akan mendapatkan pekerjaan baru ini? Saksikan di chapter selanjutnya hanya di novel "dunia kerja penuh warna."