Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 86 Wisuda Arip


__ADS_3

Tidak terasa dari Maret 2020 hingga akhir tahun. Pandemi masih ada di dunia. Indonesia tidak sendirian, semua negara di dunia memiliki masalah yang sama. Karena itulah, kita jangan terlalu menyalahkan kalau untuk saat ini penanganan pandemi masih belum maksimal. Virus ini terus berevolusi sehingga para peneliti berusaha untuk mencari solusi dari masalah ini secepat mungkin.


Penyebaran yang sulit untuk dikontrol. Kegiatan sosial yang dibatasi, hingga berdampak pada masalah ekonomi. Tanpa adanya kerjasama yang baik dari semua pihak. Entah kapan problem pandemi ini bisa teratasi dengan baik.


Karena dengan adanya pandemi, semua kegiatan perlahan mulai berubah menjadi online. Kalian bisa belajar banyak hal baru dan melakukan banyak hal baru karena sudah tidak perlu pergi ke kantor lagi selama wfh. Ada banyak kegiatan baru yang bisa kalian lakukan di dalam rumah.


Mungkin kalian bisa mencoba bercocok tanam, karena saat pandemi banyak orang jadi suka tanaman. Kemudian bisa juga memasak. Karena bahan masakan bisa kalian pesan secara online kemudian kalian tinggal memasak saja di rumah. Ada juga yang mulai gemar sepeda untuk kesehatan. Karena itulah kegiatan olahraga juga menjadi primadona selama pandemi ini. Warga mulai melek akan kesehatan dan mulai berolahraga.


Bisa jadi dengan adanya pandemi, manusia bisa berubah menjadi baik. Atau malah sebaliknya, menjadi terpuruk di tempat yang paling bawah. Kira-kira, kalian ingin berada di mana?


Setiap ada event besar seperti ini, wajar kalau ada bisnis yang runtuh. Namun ada juga yang bertahan. Ada pula malah yang menjadi melejit pesat saat pandemi ini terjadi. Kejadian apapun ada dampak positif dan negatifnya. Tidak mungkin berat sebelah, karena dunia ini sudah diatur untuk seimbang.


Aku sendiri sempat meningkatkan beberapa skill yang aku punya. Namun aku terlalu terlena, karena terlalu merasa nyaman dengan posisi saat ini. Mungkin hal inilah yang membuatku akan mendapatkan ganjarannya saat tahun 2021 nanti.


Namun untuk tahun ini, kebanyakan hal yang aku lakukan hanya kerja sesuai dengan perintah saja. Tidak ada niatan untuk berusaha lebih dan mendapatkan penghargaan lebih dari atasan.


Karena sisa waktu yang ada aku gunakan untuk bersenang-senang. Meskipun sudah umur 20 tahunan, bermain masih merupakan salah satu kegiatan yang aku lakukan setiap hari.


Main game sudah melupakan rutinitas, levelnya sudah bukan hobi lagi. Rasanya seperti kalau tidak bermain. Hari itu rasanya ada yang kurang. Kegiatan ini aku lakukan terus menerus selama tahun 2020 ini setiap harinya. Karena itulah waktu yang ada cukup banyak habis untuk melakukan kegiatan ini.


Tidak ada yang mengawasi karena kerja selalu di rumah. Godaan banyak sekali kalau melakukan kerja di kediaman sendiri. Entah dari luar atau godaan dari dalam.


Mudah sekali untuk melihat media sosial. Tinggal buka handphone atau membuka tab baru di web browser, hal itu sangat mengurangi produktivitas. Apalagi kalau kita sudah ketagihan bermain game, rasanya tugas itu sudah lupa begitu saja. Banyak sekali hal yang bisa membuatku terdistraksi di rumah.


Selain bermain, aku juga mengawasi adikku Lamda yang sedang sekolah online karena sulit baginya yang belum dewasa untuk beradaptasi di masa pandemi ini. Aku sebagai kakak yang kebetulan selalu di rumah karena WFH, bertanggung jawab untuk mengawasi belajarnya. Karena aku ingin menjadi kakak yang baik dan mengayomi adik-adiknya.


Selama satu tahun ini juga, aku tidak melakukan pergi jauh kemanapun. Semua kegiatan kantor dilakukan secara online. Saat liburan dilarang untuk mudik ataupun keluar rumah. Lebih parahnya lagi, liburan sampai digeser atau ditiadakan hanya karena orang berkerumun.


Tidak masalah larangan tidak boleh keluar, tapi masa iya kita tidak boleh ada hari libur hanya karena wfh? Kerja keras itu baik, tapi harus ada waktu untuk istirahat juga dong? Manusia bukan robot yang bisa kerja 24 jam.

__ADS_1


Untungnya adikku, Arip sempat wisuda sebelum pandemi turun, sehingga ia belum mendapatkan jatah wisuda online. Aku akan menceritakan apa saja yang kami lakukan saat wisuda Arip.


*Arip Wisuda*


Waktu itu masih belum marak pandemi, masih belum ada pembatasan sehingga orang masih bisa bebas keluar masuk wilayah Jogja. Sama seperti diriku, adikku juga kuliah di kota pelajar, Yogyakarta.


Bedanya, ia di universitas negeri sedangkan aku di swasta. Setelah berkutat mengerjakan skripsi dan syarat-syarat lainnya, akhirnya adikku sebentar lagi akan wisuda.


Kami sekeluarga sudah mempersiapkan untuk berangkat ke sana. Pas sekali wisudanya hari Sabtu, sehingga saat hari Jumat kami bisa berangkat dan tidak terlalu mengganggu jam kerja orang tua ku.


Aku sendiri sudah kerja online sehingga tidak ada masalah menghadiri wisuda adiku yang paling dekat umurnya denganku ini. Namun tetap saja, aku harus membawa laptop untuk mengerjakan tugas yang aku kerjakan. Takutnya tiba-tiba di kontak dan bisa mendapatkan pekerjaan dadakan.


Sama seperti biasa, kami berangkat dengan mobil pribadi dengan anggota aku, Lamda, Yana, Mamah, Papah, dan om Maman. Perjalanan cukup melelahkan karena lebih dari 12 jam kami lalui untuk sampai ke tempat tujuan.


Seperti biasanya, aku hanya mendengarkan musik atau tidur saja saat di perjalanan. Mungkin sesekali makan Snack atau minum sedikit air. Sisanya, ngobrol dengan penumpang lain atau malah tidur di dalam mobil.


Karena kalau hanya melihat pemandangan, mata menjadi capek dan badan cepat lelah. Beda cerita kalau pemandangan yang ada menarik dan memanjakan mata. Namun kebanyakan dari perjalan semuanya adalah pemandangan yang sama. Mungkin bagi yang suka jalan-jalan, mereka bisa menikmati momen ini, agak berbeda denganku yang tidak terlalu suka akan kegiatan yang dilakukan keluar rumah.


*Keesokan harinya*


Arip sudah berangkat duluan karena ia harus absen wisuda dan mengurus administrasi lainnya pada waktu subuh. Sedangkan aku dan yang lain naik mobil setelah kami semua siap. Namun tetap saja, agak terburu-buru karena adik-adikku agak lelet kalau di suruh mandi di pagi hari.


Kami sempat kebingungan untuk mencari parkir. Karena tempat parkir semuanya penuh. Pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan tempat parkir untuk mobil kami.


Bapak dan ibu perg ke gedung tmepst wisuda diadakan. Kukira mereka awalnya akan jalan kaki, ternyata, sudah disediakan mobil khusus untuk mengantar orangtua yang anaknya wisuda.


Ketika mereka sudah pergi, semua adikku kelaparan karena belum sarapan. Karena pada saat pagi tadi kami buru-buru berangkat agar tidak telat menghadiri acara wisuda.


"Mas, lapar nih , ayo cari makan" merengek adikku Lamda meminta makan.

__ADS_1


"Iya mas, cari makan sana di luar "adikku Yana juga mengatakan hal yang sama.


Melihat adik-adik yang mulai kelaparan, aku dan Lamda pergi untuk mencari makan sedangkan Yana memilih untuk tetap di mobil. Ia hanya nitip minum saja dan tidak ingin ikut makan.


Beberapa menit kami berjalan, kami akhirnya menemukan salah satu restoran fastfood dekat dengan kampus. Namun sayangnya, tokonya masih tutup. Kami datang terlalu pagi. Daripada menunggu kayak gembel di depan restoran, kami memilih untuk kembali di mobil setelah membeli minum untuk Yana.


“Gimana mas? Sudah dapat makanya?" Tanya Yana kepadaku saat kami sudah sampai di mobil.


“Belum dek, belum buka toko nya. Nanti kesini lagi pas buka. Gak papa kan?"


Adikku Lamda mengangguk karena memang hanya menunggu yang bisa kami lakukan.


Sambil menunggu waktu buka, kami hanya ngobrol dan bermain handphone saja.


"Mas, sudah buka belum restorannya?"


Aku melihat jam di handphone dan berkata "Sepertinya sudah buka, ayo kita jalan ke saja"


Dengan semangat, Lamda langsung keluar mobil dan menarikku keluar mobil "Ayo mas cepat keluar, sudah lapar nih!"


"Ok ok, sabar ya, cek dulu dompet sama hp."


Setelah mengecek barang bawaan, kami berdua kembali pergi ke restoran yang tadi masih tutup. Perjalanan kami cukup melelahkan, namun ketika sampai di tempat tujuan, aku merasa sangat senang karena tokonya sudah buka.


"Yes, tokonya buka! Ayo mas masuk!" ucap Lamda dengan semangat hingga teriak sambil loncat loncat.


"Ya, ayo kita masuk. Kakak sudah lapar nih." Aku masuk bersama dengan Lamda dan langsung menuju meja tempat untuk pesan makanan.


'kira-kita, di sini bisa pesan apa ya? Apakah menunya sudah lengkap meskipun ini masih baru buka?'

__ADS_1


Aku takut makanan yang tersedia masih belum banyak karena ini masih pagi. Paling tidak, semoga kami bisa membeli nasi dan lauk yang enak di tempat ini. Karena perut sudah teriak-teriak dan minta diisi secepatnya.


*bersambung*


__ADS_2