
Lokasi tempat latihan mobil ini terletak di tengah kota. Sehingga tidak aneh kalau di perjalanan bertemu dengan banyak mobil. Entah itu mobil pribadi, angkutan umum, maupun kendaraan bermotor. Semuanya pasti ada kalau di jalan kota.
Ini bukan pertama kalinya aku menggunakan mobil kopling, sehingga aku ada sedikit pengalaman dalam hal ini. Dulu pernah belajar mobil sebentar bersama dengan ayah.
"Bagus, perlahan saja. Main gigi satu sama dua saja dulu. " Pelatih memberikan instruksi sambil melihat jalan dan diriku.
Mobil kursus berbeda dengan mobil biasanya. Ia memiliki tambahan di kursi depan penumpang. Terlihat dengan jelas kalau di sana juga ada pedal rem dan pedal lainnya.
Pastinya hal itu untuk keamanan. Bayangkan kalau sedang belajar nyetir, pastinya ada momen lupa injak rem saat panik. Karena itulah pelatih menggunakan pedal tambahan itu untuk mengatasi situasi seperti itu.
Kunci dari mengemudi adalah jangan panik dan terburu-buru. Harus sabar dan memperhatikan jalan dengan benar. Jaga kondisi badan harus fit dan sadar saat mengemudi.
Jangan pernah mengemudi ketika mabuk atau sedang sakit. Hal itu dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Karena hal itu, sebisa mungkin aku dalam kondisi prima hari ini.
Meskipun agak gugup juga karena sudah lama tidak memegang stir kemudi. Alhamdulillah mobil tidak sering mati ketika sedang berada di jalan. Mobil kopling pastinya akan sering mati kalau kita salah cara main koplingnya.
Menyetir itu sebenarnya cukup santai, namun biasanya orang di sekitar kita yang kurang santai. Apalagi kalau ada pengemudi mobil yang gak sabaran dan kerjanya main klakson.
Sangat mengganggu sekali pengemudi seperti itu. Namun tidak masalah kalau menggunakan klakson pada momen yang tepat. Dipakai sesuai fungsinya, jangan dipakai untuk hal yang aneh-aneh.
Sebisa mungkin juga klakson jangan diotak atik suaranya. Bisa bahaya kalau beda, khawatir pengemudi yang lain akan kaget mendengar suara itu. Entah apa alasan orang melakukan modifikasi terhadap klakson mereka.
"Berikutnya nanti belok kanan, terus ikuti jalan ini. " Pelatih menunjuk ke arah yang ia katakan.
Kami tidak banyak melakukan obrolan. Paling hanya ketika pelatih menyuruh belok ke kiri atau ke kanan. Selain itu juga pindah gigi antara 2, 3, dan 4.
Gigi satu hanya dipakai saat tanjakan dan pertama kali mobil jalan. Kalau sudah jalan normal ganti ke gigi selanjutnya. Semakin tinggi gigi, kecepatan mobil juga harus semakin meningkat.
__ADS_1
Kalau tidak, nanti bisa terjadi mati mesin atau bagian matahari yang cepat rusak. Juga tidak boleh terlalu lama gigi tidak ganti, akan terasa momenya ketika gigi harus ganti. Bisa diketahui dari suara mesin yang dikeluarkan. Ternyata kuping dipakai juga untuk mengetahui situasi kendaraan.
Menyetir mobil kopling sebenarnya cukup mudah. Namun hal yang paling nyebelin adalah ketika terjadi kemacetan. Karena pada saat ini, kaki kita harus terus menerus menginjak kopling ketika mobil berhenti total.
Mobil akan mati kalau hal itu tidak kita lakukan. Entah seperti apa mobil kopling terbaru, namun untuk mobilku saat kursus. Hal itulah yang akan terjadi.
"Perlahan, ganti ke gigi satu. Berhenti total., injak kopling. Terus tahan sampai mobil kembali jalan. Kemudian sama seperti pertama jalan, secara perlahan lepas kopling dan injak gas secara perlahan. "
Setiap ada momen mobil berhenti total, pelatih akan selalu mengatakan hal itu. Namun ketika kondisi jalanan macet. Sebenarnya kita tidak perlu menginjak rem. Cukup main kopling saja.
Ketika kopling terbuka setengah, sebenar nya mobil juga sudah mulai jalan sedikit. Namun kalau lebih dari setengah kopling lepas tidak bareng sama gas. Mesin mobil akan mati.
Main kopling ini sangat diperlukan saat macet atau ketika akan parkir. Sebisa mungkin jangan pernah injak gas pada saat parkir. Kenapa? Kalian bisa lihat sendiri di internet akibat dari menginjak gas saat parkir.
Banyak kejadian mengenaskan karena hal itu. Mulai dari mobil yang nabrak tiang lah, nabrak tembok, dan nabrak hal benda yang lain. Karena itulah harus hati-hati dalam menancap gas saat parkir.
Setelah waktu satu jam hampir habis, pelatih akan mengarahkan ku kembali ke tempat kursus mobil. Semua sudah diukur dengan baik dan akhirnya aku berhasil kembali tepat waktu.
Karena mereka juga tidak akan rela mengajar lebih lama lebih dari satu jam sekali sesi. Apalagi masih ada jadwal mengajar selanjutnya. Sebisa mungkin mereka akan mengajar sesuai dengan jadwal.
"Sekarang untuk parkir, pilih area parkir yang dituju. Pastikan posisi sudah 90 derajat dari arah parkir. Balas habis setirnya, lalu.. "
Pelatih memberikan instruksi secara rinci. Aku perlahan melakukan semuanya dan berusaha agar setir dan posisi mobil lurus. Karena akan repot kalau parkir mobil dalam posisi miring.
Hal ini akan membuat pengguna parkir lainnya terganggu. Sebisa mungkin kalau parkir harus lurus dan serapi mungkin. Setiap tempat parkir sudah menyediakan space yang cukup untuk setiap mobil. Selama mobil tidak dalam posisi miring saat parkir.
Karena itulah aku kadang bingung melihat ada orang parkir masih miring tapi gaya pergi ke mol pakai mobil. Sebelum pergi ke mol pakai mobil, alangkah baiknya diperbaiki dulu cara parkir nya oi.
__ADS_1
"Sudah cukup baik nyetirnya, tinggal di lancarkan saja. Nanti… " Sebelum aku pergi, pelatih memberikan penilaian terhadap latihan hari ini.
Aku pamitan setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Akan repot nantinya kalau harus kembali ke tempat ini hanya karena masalah sepele seperti itu.
Sampai di rumah, aku mengistirahatkan badanku di atas kasur. Ternyata nyetir selama satu jam saja badan sudah terasa pegal. Gak kebayang seperti apa capeknya bapak nyetir dari rumah ke Jogja. Lebih dari 12 jam perjalanan.
*tujuh pertemuan kemudian*
"Kali ini adalah pertemuan terakhir kursus mobil. Semoga latihan kali ini sudah membuat bapak percaya diri untuk mengendarai mobil. Kalau masih belum pede, boleh kok pak kembali lagi belajar di sini. "
"Terima kasih ya"
Hari ini adalah latihan terakhir menyetir. Tujuh pertemuan berlangsung kurang lebih sama dengan pelatihan pada hari pertama. Hanya berbeda rutenya saja.
Kurang lebih aku sudah bisa mengendarai mobil kopling. Namun masih belum pede kalau ada tanjakan dan nyetir saat malam hari. Semoga saja nanti bisa lebih lancar nyetirnya.
Kalau nanti sudah lancar kan, bisa menemani bapak dan ibu jalan-jalan ke luar kota. Sebelum aku pergi dari tempat kursus. Resepsionis mengingatkan sesuatu kepadaku.
"Jangan lupa ya kak nanti kesini lagi, untuk mengurus pembuatan SIM A. Untuk tanggal dan waktunya nanti akan kami kabarkan"
"Baik mbak, Terima kasih. "
Ternyata selesai kursus aku tidak mendapatkan piagam ataupun hal sejenis. Sepertinya bukti bahwa aku bisa nyetir adalah dengan memiliki SIM A. Semoga nanti proses pembuatannya akan berjalan lancar. Karena dibantu oleh pihak kursus mobil.
Untungnya ada kursus mobil ini. Menurut informasi yang aku dapatkan. Akan sulit untuk lulus tes mengemudi secara normal. Kejadian seperti ini sudah banyak kasusnya.
Dulu pun aku saat membuat SIM C seperti itu. Capek-capek tes ujungnya malah pakai jalur tol juga, hahaha. Sepertinya nasib SIM A ku nanti juga akan seperti itu.
__ADS_1