Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch 73 Setelah Tahun Baru, Banu Pindah


__ADS_3

Mengingat apa yang sudah terjadi setahun belakangan. Mulai dari berhenti menjadi guru dan masuk sebagai programmer. Kemudian menjalani hari-hari seperti karyawan kantoran yang lain. Setiap pagi berangkat kerja kemudian pulang saat maghrib. Ingatan itu meskipun ada yang buruk, namun ada juga momen-momen indah yang terjadi.


Sayangnya, akhir tahun ini aku mengalami kejadian yang cukup buruk. bukannya pergantian tahun senang gembira karena bisa libur akhir tahun. Malahan Bencana banjir yang aku dapatkan. Selain handphone yang kubawa di dalam tas saat tahun baru. Semua barang elektronik dan buku yang ada di dalam kontrakan lenyap karena banjir. Apalagi kebanyakan buku sedang aku taruh di atas lantai.


Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak terselamatkan. Ditambah buku-buku komik yang aku miliki semuanya modelnya soft cover. Sehingga tidak akan bisa dikeringkan. Meskipun kering, mereka sudah tidak bisa lagi dibaca seperti biasa. Entah apa yang bisa aku lakukan dengan buku seperti itu.


Tidak hanya itu, semua baju yang ada di lemari bagian bawah juga terkena dampaknya. Akhirnya, hari ini aku hanya memiliki satu baju saja, kemudian baju untuk pergi tidak ada. Mau tidak mau, aku segera menelpon pak Rawan.


*Tuut Tuut\, krek* “Halo?” Keluar suara pak Rawan dari ujung telepon.


“Pagi pak, ini Ray. Saya cuma mau izin pak hari ini gak bisa masuk karena banjir, semua bajunya rata basah semua.”


“Oh ya, gpp. Nanti saya sampaikan ke pak Randy di kantor.”


“Terima kasih pak.”


“Sama-sama”


Aku menutup telepon kemudian langsung bergerak untuk melakukan kegiatan hari ini. Karena aku tidak ada baju, walaupun aku mau pergi, aku hanya menggunakan baju yang bekas aku pakai saat tahun baru kemarin. Karena sama sekali tidak ada baju kemeja atau sejenisnya yang cocok untuk dipakai keluar rumah.


Meskipun aku bisa membeli baju baru, namun rasa saat memakai baju baru sangat tidak nyaman. Karena kita tidak tahu baju yang ada di rak toko itu sudah dipegang siapa apa saja, serta kuman apa yang sudah menempel di baju tersebut.

__ADS_1


Lebih aman dan nyaman kalau kita mencuci semua baju baru terlebih dahulu. Agar lebih bersih juga. Aku mengambil semua bajuku yang kotor dan mulai mencucinya di kamar mandi. Karena lebih mudah mencuci di dekat sumber air. Kontrakanku mengambil air tanah sehingga jarang sekali mengalami kesulitan air. Aku sangat beruntung sekali jarang mengalami kesulitan air saat tinggal di kontrakan ini.


Satu per satu baju kotor yang penuh dengan lumpur aku cuci dengan kedua tanganku. Memang melelahkan, namun inilah nasib para bujangan yang harus mencuci sendiri tanpa ada yang bantuin. Kalau tidak mau capek nyuci, bisa sih memilih untuk laundry. Namun menurutku pribadi duit laundry itu sayang kalau cuma sedikit bajunya. Lebih hemat nyuci sendiri, meskipun memang agak capek.


Selesai mencuci, aku juga mengecek kondisi buku yang sedang dijemur. Sepertinya tidak ada perubahan, buku buku komik itu tidak kering-kering dan setiap halamanya sudah tidak bisa terbaca.Selamat tinggal komiku yang belum sempat aku baca, mungkin memang belum waktunya kamu aku baca langsung secara fisik.


Karena aku malu kalau menjemurnya secara terang-terangan, aku menjemurnya di bagian dalam kontrakan yang langsung terkena sinar matahari, namun tidak mempan. Banyak metode yang ada di internet untuk menjemur buku semuanya tidak bisa diterapkan untuk komik. Karena covernya masih soft.


Kemudian aku mencari tempat untuk servis laptop. Karena sudah sama sekali tidak bisa digunakan ini laptop. Bodohnya aku, saat kemarin mati aku sempat menyalakan laptopnya dengan kondisi laptop masih basah. Kemudian aku colokan langsung ke listrik dan aku nyalakan. Hasilnya, laptopku sudah rusak selamanya. Meskipun setelah ini aku mencoba ke sana kemari untuk membetulkan nya. Tidak akan ada yang berhasil karena perbuatan yang aku lakukan. Memang sepertinya belum rezekinya untuk memakai laptop bagus seperti ini.


Salahnya aku juga tidak mengecek informasi mengenai cara menanggulangi peralatan elektronik saat terkena banjir. Hasilnya, semua barang elektronik yang ada di kontrakan tidak bisa digunakan. Kalau dihitung kasar, aku sudah rugi puluhan juta pada kejadian banjir ini. Namun siapa yang bisa aku minta ganti rugi? aku hanya bisa pasrah dan ikhlas saja menerima kejadian ini. Hanya bisa berharap ada yang menggantinya dengan yang lebih baik.


Aku tidak bisa menyalahkan Zul karena dia telat. Meskipun itu menurut saya ada benarnya. Namun aku yakin, rencana Allah itu pasti lebih baik. Manusia hanya bisa melakukan rencana, dikabulkan atau tidak, itu semua kehendak Sang Maha Kuasa. Ketika teringat akan hal itu, rasa sedihku karena kehilangan laptop agak sedikit berkurang. Meskipun pastinya sedih sekali sudah tidak bisa bermain game di laptop lagi.


Beres melakukan pekerjaan rumah, akhirnya aku istirahat sambil membuat rencana untuk beberapa hari kedepan. Terutama nanti saat akhir pekan datang. Kemungkinan besar aku akan menghadiri pernikahan temanku yang berada di Bandung. Kesempatan ini cukup langka karena akhirnya aku bisa pergi ke luar kota, jarang sekali aku melakukan hal ini. Terakhir kali aku ke luar kota saat menghadiri acara pernikahan temanku yang lain.


Perjalanan kesana cukup seru juga, mungkin aku juga akan menceritakannya di lain waktu. Untuk kali ini, aku akhirnya bisa istirahat dengan tenang setelah kemarin capek membereskan dampak dari banjir tahunan tempo hari. Rasanya badan lelah sekali setelah bersih-bersih barang setelah terkena banjir.


*Keesokan harinya*


Untungnya hari ini aku sudah bisa ke kantor seperti biasa dan kerja seperti biasa. Pastinya aku curhat akan masalah banjir kepada teman kantorku. Karena mereka lebih berpengalaman, mas Banu sendiri sering mengalaminya saat tinggal di Bekasi dulu. Aku belajar banyak darinya tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi banjir. Hasil dari searching di internet belum tentu semua benar, pengalaman langsung dari orang lain seperti ini lebih berharga.

__ADS_1


Karena itulah saat pulang ke rumah, aku langsung membuang semua barang yang tidak aman dikonsumsi seperti beras, telur, dan mie instan yang ada lubangnya. Bisa saja air masuk ke dalam kemasan. Untuk makanan kemasan yang tertutup rapat, aku tidak membuangnya namun akan segera aku habiskan dalam waktu dekat.


Aku masih bisa bermain game bersama dengan Banu karena handphoneku tidak rusak terkena banjir. Awal tahun ini, aku memuaskan diri bermain bersama Banu karena ia...sebentar lagi akan keluar dari kantor tempatku bekerja sekarang.


Saat pertama kali mendengar hal ini, aku cukup kaget dan bingung. Kenapa ia memilih untuk pindah kerja padahal baru bekerja di sini selama 6 bulan. Dalam waktu yang cukup singkat itu, aku merasa cukup akrab dengan orang ini karena kami sama-sama suka bermain game. Meskipun game yang ia mainkan sebenarnya bukan yang aku sukai. Memainkanya menjadi cukup seru karena kami mainkan bersama.


Ketika aku tanya, alasan utamanya adalah karena kurang adanya kerjaan. Memang hal itu sudah aku takutkan dari dia awal masuk ke sini. Karena setahu saya, tugas untuk membuat software tidak terlalu membutuhkan orang banyak. Pak Sabar lebih butuh bantuan karena pak Triyono yang seharusnya membantunya, susah untuk diajak kerja.


Aku sempat heran kerana bukannya impian semua orang untuk kerja tidak banyak namun tetap dibayar. Tetapi belakangan, aku menyadari kalau itu juga tidak baik. Karena pada akhirnya, hal itu membuat kemampuanku kita tumpul kalau tidak sering diasah. Sayangnya aku menyadari cukup terlambat sehingga mengakibatkan dampak yang besar di masa depan.


Kembali membahas Banu. Sebulan terakhir ia bekerja di sini. Kami menjadi semakin akrab dan sering pergi makan siang bareng. Padahal sebelumnya, kami tidak pernah melakukanya. Hal itu karena saat jam makan siang, biasanya aku sholat sedangkan ia langsung makan siang. Karena Kami menganut agama yang berbeda.


Tetapi hal itu tidak menghalangi kami untuk sering makan bersama pada satu bulan terakhir ia kerja. Aku menjadi semakin tahu banyak hal mengenai sosok seorang yang lebih tua dua tahun dariku ini. Cukup takjub sebenarnya aku dengan Banu, karena dengan umurnya yang masih muda. Pengalaman kerjanya sudah cukup banyak.


Banyak hal yang aku pelajari dari mendengarkan cerita Banu. Mengenai cara menghadapi bos yang aneh. Etika kerja yang baik, dan lain sebagainya. Aku pasti akan merindukan melihat sosoknya yang gagah dan tinggi itu setiap pergi ke kantor. Padahal aku ingat sekali awalnya kami tidak begitu akrab. Game adalah hal  yang mengubah hubungan kami menjadi teman.


*Hari Banu pindah kerja*


Tidak terasa hari ini sudah tiba, Banu akan pindah dari kantor kami. Pagi harinya kami kerja seperti biasa. Namun saat menjelang jam pulang kantor, Banu langsung pergi ke salah satu restoran untuk membelikan pizza sebagai hadiah kepada kami. Dia bilang, hal ini merupakan salah satu kebiasaan yang biasanya terjadi saat ada karyawan yang pindah tempat kerja.


Aku belajar hal baru hari ini. Pizza yang ia beli entah kenapa lebih lezat dari biasanya. Selain karena ini gratis, Banu tahu bagaimana memilih menu pizza yang enak. Puas kami makan bersama, akhirnya kami cukup ngobrol panjang lebar sampai waktu pulang kerja tiba. Ketika bona pamit, aku cukup sedih namun percaya kalau setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kita harus siap menerimanya kapanpun hal itu terjadi.

__ADS_1


“...Sudah cukup, ayo pulang”


Setelah melihat Banu pergi jauh, akhirnya aku pulang ke rumah dan menjalani aktivitas seperti biasa untuk hari berikutnya. Selamat tinggal Banu, semoga kita akan berjumpa lagi.


__ADS_2