
Masa ujian nasional sebentar lagi tiba. Sama seperti ujian-ujian tahun sebelumnya, kali ini juga UN telah menggunakan tes berbasis komputer (CBT). Komputer yang akan digunakan sudah aku, pak Dani, dan staf lainnya urus. Seharusnya sudah tidak ada masalah dari sisi hardware untuk sekolah kami.
Namun dari yang kudengar, komputer kami tidak hanya akan dipakai oleh sekolah kami. Sekolah lain yang kekurangan alat komputer juga akan meminjam alat yang kami punya. Menurut pak Dani, sangat merepotkan mengawas ujian anak SMP.
Kenapa seperti itu? karena anak SMP biasanya sedang masa pubertas. Hormon mereka naik menjadi tidak terkontrol. Hal itu dapat membuat mereka mengeluarkan bau badan yang kurang sedap. Apalagi kalau mereka sedang berkeringat.
Terjadilah ruangan lab menjadi penuh dengan bau kaus kaki dan bau badan yang menyengat. Pak Dani dengan sigap langsung menyemprot lab dengan pengharum ruangan berkali-kali.
Hal itu segera ia lakukan ketika siswa yang ujian sudah selesai mengerjakan soal dan keluar dari ruangan lab. Karena tidak mungkin menyemprot ketika para murid masih berada di dalam ruangan.
Sebelum mulai mengawas ujian nasional untuk tingkat SMA dan sederajat. Kami melakukan pertemuan untuk membahas pembagian pengawasan ujian. Rapat ini pertama kalinya bagimu, namun tidak untuk guru yang lain.
Beberapa guru dari sekolah kami akan dikirimkan untuk mengawas ujian nasional di sekolah lain. Demikian juga sekolah kami akan diawasi oleh guru dari sekolah lain. Hal ini dilakukan untuk membuat ujian seketat dan seadil mungkin.
Pastinya tidak semua guru akan pergi keluar, karena masih harus ada guru yang stand by di sekolah. Tidak hanya guru, Kepala sekolah juga mengikuti rapat kali ini.
"Bapak ibu guru yang mendapat kan jatah untuk mengawas silahkan mengambil surat tugas dan name tag yang sudah disediakan. Jangan lupa untuk membawa name tag saat mengawas ujian dan jangan sampai hilang."
"Baik Bu"
"Selamat kepada pak Ray yang sudah mendapatkan pekerjaan di Tangerang. Mengawas ujian nasional ini adalah tugas terakhir yang akan ia lakukan. Pak Ray jangan sungkan meskipun sudah tidak mengajar di sini untuk tetap silaturahmi main ke sini."
Aku mendengar ucapan kepala sekolah kemudian memberikan ucapan terima kasih kepadanya dan guru yang lain.
Setelah itu diberikan penjelasan tata cara pelaksanaan ujian nantinya. Pastinya sebagai pengawas, kami tidak boleh lalai dari mengawas murid ketika ujian berlangsung.
Terutama handphone, jangan sampai ketika sedang mengawas, kita malah sibuk dengan bermain handphone. Aku cukup deg degan karena mendapatkan sekolah yang aku tidak ada kenalan sama sekali. Apalagi aku juga tidak tahu persis dimana posisi sekolah tersebut.
Hanya nama dan alamat sekolah saja yang aku dapatkan. Sisanya aku menggunakan aplikasi peta untuk mencari letak persisnya, semoga saja nanti tidak nyasar.
"Pak Ray, gimana kantor yang barunya? Sudah pernah kesana? Tanya pak Dani sambil menepuk pundakku.
"Sudah pernah pak Dani, tempatnya lumayan sempit sih pak, kayak ruko begitu."
Aku menjelaskan pendapatku mengenai tempat kerja yang baru. Pak Dani sebenarnya juga orang IT dan bisa membuat program. Namun ia lebih senang mengajar karena lebih santai.
__ADS_1
Selain mengajar, ia juga membuka jasa reparasi alat elektronik. Laptop dan handphone yang rusak ia betulkan dengan harga yang adil. Gak seperti service center di pinggir jalan.
Sayangnya aku cuma pernah sekali Service ke dirinya. Namun hasilnya kurang memuaskan. Untungnya handphone itu kasih bisa berfungsi dengan normal.
Setelah puas ngobrol dengan pak Dani, aku kembali ke rumah untuk istirahat. Karena tugas mengawas akan dilakukan nanti hari Senin. Semoga saja tugas terakhir ini akan dapat aku lakukan dengan baik.
*Hari mengawas ujian*
Aku memeriksa pakaian yang kupakai di depan cermin. Setelah memastikan mukaku telah tampan, aku berangkat ke sekolah tempatku mengawas.
Pastinya aku telah memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Terutama name tag karena sudah di wanti wanti jangan sampao ketinggalan.
Dengan menggunakan motor beat merah kesayangan ku. Aku berangkat jauh sebelum waktu ujian karena takut terlambat. Tidak lucu kalau pengawas ujiannya malah telat.
Tidak lupa aku mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat. 'Sip, aman seperti biasanya. Kondisi motor sudah aman terkendali.
Saat berangkat dengan motor, tidak mungkin aku melihat handphone sambil nyetir motor.
Karena itu ada kalanya aku berhenti sejenak untuk melihat apakah rute yang kuambil masih benar atau tidak.
"Sip, masih sesuai jalur, Hm? Tunggu dulu….walah, handphone ngadat"
Melihat masih ada waktu, aku menanyakan alamat sekolah ke warga sekitar.
"Permisi pak, mau nanya. Kalau sekolah xxxx di sebelah mana ya?"
"Oh, itu terus saja pak, terus nanti belok kanan"
"Terima kasih ya pak"
Mengikuti petunjuk dari mereka, aku akhirnya sampai ke tempat tujuan.
"Alhamdulillah. Akhirnya sampai juga " Ucapku sambil parkir motor di tempat yang disediakan.
Aku langsung menuju ruang guru sekolah ini. Kepala sekolah dan staf disana menyambutku dengan baik. Selain aku, terdapat juga pak Pali yang juga mendapatkan jatah mengawas di sini.
__ADS_1
Pak Pali merupakan guru BK yang sudah cukup lama kerja di sekolah. Dilihat dari bodynya saja, sepertinya ia sudah berumur 40 tahun lebih. Ia juga menggunakan mobil untuk tiba di sini.
Saya rasa bahaya juga kalau umur segitu malah menggunakan sepeda motor. Wajar kalau dia menggunakan mobil untuk bepergian. Setelah selesai ngobrol dengan kepala sekolah. Kami berdua pergi ke ruangan ujian yang sudah ditetapkan.
Kami mengawas ke ruangan yang berbeda. Sepertinya satu ruangan hanya berisi satu pengawas dan teknisi di dalam ruangan.
Sama seperti sekolahku, ujian juga di lakukan di dalam laboratorium komputer. Aku lihat di meja sudah disediakan Koran dan buku di meja pengawas
Setelah memastikan semua murid telah masuk. Aku memberikan salam kemudian mempersilahkan siswa untuk mengerjakan ujian. Semua murid melihat layar komputer mereka dengan serius.
Sambil mengawasi mereka, aku juga sambil membaca buku yang ada. Ternyata buku ini adalah novel biografi. Isinya lumayan menarik untuk diriku.
Para murid mengerjakan soal dengan hening. Hanya terdengar suara langkah kaki ku berkeliling mengecek ujian mereka satu per satu.
Hal tersebut dilakukan terus menerus sampai waktu ujian selesai. Kegiatan lainnya saat mengawas hanya membaca buku yang ada di meja pengawas saja.
*Tweet tweet*
"Ujian sudah selesai, silahkan submit ujian kalian kemudian keluar dari ruangan dengan tertib."
Seharusnya sebelum ujian mereka sudah melakukan beberapa tes uji coba. Sehingga mereka sudah hafal prosedur ujian kali ini.
Memastikan kondisi ruangan tetap kondusif. Aku pergi turun ke ruang tunggu sambil menunggu jadwal ujian berikutnya.
Beserta dengan pak Pali, aku istirahat sejenak sebelum ujian berikutnya. Teh dan kopi sudah tersedia untuk kami. Kami boleh menyantapnya sebelum melanjutkan mengawas ujian.
"Gimana bapak, mengawasnya tadi?" Guru sekolah tersebut memulai ngobrol kecil bersama dengan kami.
Pembicaraan kami cukup menyenangkan dan kami sudahi ketika waktu mengawas telah tiba. Kali ini aku menjaga ruangan yang satu lagi. Tukeran dengan pak Pali.
Kurang lebih jam kedua ini prosedurnya sama dengan sebelumnya. Tidak ada yang berbeda, hanya pesertanya saja yang ganti.
"Terima kasih bapak. Ditunggu kedatangannya besok untuk megawas lagi."
"Baik Bu, kami pamit dulu."
__ADS_1
Setelah ujian selesai, aku dan pak Pali langsung pamit untuk kembali ke rumah masing-masing. Karena sudah tidak ada yang harus kami lakukan.
Kegiatan ini aku lakukan selama 4 hari ulangan. Saat hari terakhir ujian berakhir, selesailah tugasku menjadi guru di sekolah. Mulai besok, aku akan memulai kerja baru sebagai programmer.