Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna
Ch. 47 Memperbaiki Lab Komputer


__ADS_3

Sebelum mendapatkan informasi mengenai lowongan kerja di Tangerang. Aku sempat melakukan pekerjaan yang membuatku harus menginap beberapa malam. Tugas ini memang tidak mungkin bisa dikerjakan cepat kalau hanya seorang diri.


Aku membantu pak Dani dan staf yang lain untuk membetulkan PC yang akan digunakan untuk ujian praktek dan ujian nasional.


Karena sekarang modelnya ujian sudah harus berbasis komputer (CBT). Sekolah harus menyediakan komputer atau laptop untuk siswa gunakan. Kalau perangkat tersebut tidak ada, para murid tidak akan bisa mengikuti ujian.


Pastinya ada kekurangan dan kelebihan dalam metode CBT ini. Terutama dari masalah perangkat dan jaringan sekolah. Bayangkan kalau sekolah tidak punya komputer maupun jaringan yang memadai. Pastinya akan repot kan?


Namun pastinya ada juga kelebihannya. Biaya cetak soal menjadi berkurang sehingga akan ada efisiensi biaya. Juga mengurangi risiko lembar ujian yang sobek ataupun tidak terbaca komputer. Lagipula memang zaman sekarang semua harus perlahan bergeser ke arah digital.


Mengingat diriku saat aku ujian sekolah dulu. Zaman itu ujian nasional yang agak rusuh. Karena jadwal ujian sempat mundur akibat soal yang belum datang. Selain itu, lembar jawaban komputer yang ada sangat tipis. Saat mengurek-ngurek LJK itu selalu galau apakah sudah cukup hitam atau belum. Namun ngeri juga kalau dipaksa semakin hitam lagi. Takut robek kertasnya atau bolong.


Untungnya aku bisa lulus dengan baik pada momen itu. Namun untuk zaman sekarang sudah mulai berlaku CBT. Memang zaman sekarang kita harus terbiasa dengan yang namanya komputer. Paling tidak harus tahu caranya mengetik di komputer dan mencetak dokumen. Seharusnya sekarang dengan harga murah, kita bisa mendapatkan laptop atau komputer dengan spek seadanya.


Kembali ke memperbaiki komputer. Banyak sekali yang harus kami benahi. Mulai dari memastikan komputer menyala dengan baik dan benar. Kemudian meng-install aplikasi yang diperlukan untuk ujian. Tidak lupa harus menyusun komputer di dalam lab dengan rapi.


Dari tahap ini saja kami sudah menemukan beberapa komputer yang bermasalah. Karena memang tidak ada pengecekan rutin peralatan lab. Jadinya keteteran begini deh. Banyak sekali komputer yang harus diperbaiki.


Proses perbaikan ini tidak bisa seperti sihir dengan sekali ayun tongkat semuanya selesai. Harus secara perlahan dibetulkan satu per satu. Hal inilah yang membuat kegiatan berjalan lama, apalagi kalau hanya sedikit orang yang mengerjakannya.


Kadang ada komputer yang cepat benarnya, ada juga yang rewel dan membutuhkan waktu lama untuk dibetulkan. Ada juga yang sama sekali rusak total dan harus kami ganti dengan komputer yang lain.


Untungnya pak Dani yang bertanggung jawab atas hal ini sudah mempersiapkan segalanya. Iya memberikan jeda waktu yang cukup untuk melakukan perbaikan kali ini.


*Beberapa hari yang lalu*


"Pak Ray, sibuk gak?" Ucap pak Dani sambil menepuk bahuku.


"Gak pak Dani, ada apa?"


"Begini. Sebentar lagi kan akan diadakan ukom dan ujian nasional. Bisa minta bantuannya untuk memperbaiki komputer laboratorium LAN? Kekurangan orang kami pak"


Pak Dani menjelaskan situasi yang ada. Ketika mendengar penjelasanya, aku memutuskan bersedia untuk membantu. Lumayan sepertinya hal ini menarik dan bisa banyak belajar tentang servis komputer juga.

__ADS_1


Meskipun aku dari jurusan komputer. Aku lebih fokus ke rekayasa perangkat lunak dan web programmer. Belum terlalu ahli di bidang hardware.


Anggapan orang yang salah adalah mengira kalau IT bisa segala. Bisa desain, bisa benerin laptop, dan segala hal berbau IT lainya.


Padahal sama seperti ilmu kedokteran yang memiliki spesialis. IT juga sama seperti itu. Mungkin beberapa orang ada yang bisa banyak hal. Namun ada juga yang hanya bisa melakukan salah satu jenis saja namun jago.


Jangan terlalu banyak meminta kepada IT. Kecuali memang bayarannya pantas. Masa iya harus mengurus berbagai macam teknologi tapi gajinya kecil.


Pada malam hari kami baru memulai perbaikan komputer. Aku sudah pulang terlebih dahulu untuk menaruh barang kemudian pergi kembali ke sekolah.


Tentunya dengan keadaan sudah mandi sore dan ganti baju lebih santai. Berbeda dengan saat mengajar menggunakan kemeja lengan panjang kemudian memakai sepatu pantofel.


Kali ini aku hanya mengenakan sandal jepit biasa saja. Lagipula ini bukan acara resmi. Tidak ada pengawas yang mengecek apakah aku memakai sepatu atau tidak.


Suasana sekolah saat malam hari berbeda sekali dengan saat pagi. Sekolah terasa lebih menyeramkan dari biasanya.


Wajar saja, karena banyak kejadian murid yang kesurupan. Aku sudah pernah melihatnya secara langsung beberapa kali. Pernah juga sempat menggotong siswi yang kesurupan.


Biasanya mereka kemasukan ketika badan lemas. Karena itulah biasanya yang rentan adalah cewek dan lupa makan pagi. Hal inilah yang membuatku rajin melakukan sarapan. Sarapan membuatku lebih berenergi untuk menghadapi hari.


Lab di sekolah kami cukup banyak. Terdapat lab TKJ, ak, ap, dan Multimedia. Kira-kira untuk satu jurusan terdapat satu lab. Namun fasilitas di dalamnya masih kurang lengkap.


Karena itulah kami harus pastikan jumlah komputer sesuai dengan aturan ujian yang berlaku. Kalau tidak salah jumlahnya harus 20 PC kemudian 2 laptop sebagai cadangan.


Kalau ada komponen yang kurang, biasanya pak Dani yang langsung mencari di lab lain yang kelebihan perangkat atau pesan dari luar.


"Wih, mantap. Sudah sampai mana? Ada yang bisa di bantai?" Ucap diriku kepada pak Dani dan staf lain yang sedang mengecek kondisi komputer.


"Sini pak, cek komputer yang ini dan yang itu"


Aku mengecek komputer yang sedang tidak mereka pegang. Meskipun aku kurang jago merakit, namun sebenarnya aku senang sekali akan hal ini. Apalagi setelah mengetahui kalau harga PC lebih murah daripada membeli laptop.


Mungkin karena aku kuliah terlalu sering melihat laptop ROG, sehingga aku ingin untuk memilikinya. Namun ketika sudah memasuki dunia kerja, aku memilih untuk rakit PC saja karena lebih ekonomis.

__ADS_1


Pak Danilah nantinya yang memperkenalkan dunia rakit PC kepadaku. Dia juga sering merakit PC dan melakukan servis juga.


Ketika sedang memperbaiki komputer, aku memulai pembicaran dengan pak Dani.


"Kalau malam-malam gini jadi inget saat akreditasi pak ya, digrebek satpam"


"Hahaha, iya juga pak. Ngeselin itu satpam"


Ketika kami sedang akreditasi sempat ada insiden di lab ketika kami sedang membuat foto untuk presiden dan kawan-kawan. Mengingat hal itu, aku hanya bisa tertawa saja.


*Malam saat akreditasi*


Kami sedang istirahat dan tiduran di dalam lab setelah membuat banyak arsip akreditasi. Malam sudah menunjukkan pukul 00.30, mungkin lebih tepatnya bisa dibilang sekarang susah pagi.


Tiba-tiba datang ke lab seorang satpam yang sedang berjaga. Entah kenapa ia ngamuk gak jelas dan memarahi pak Dani.


"Apa-apaan ini belum pada pulang! Jangan berbuat mesum ya di sini. Nanti saya juga yang kena!"


Memang kemarin-kemarin pak Dani sering membantu siswa untuk mengerjakan tugas hingga larut malam. Kadang juga ada beberapa siswi juga. Hal ini membuat pak Satpam ini salah paham.


Belum sempat kami menjelaskan, ia langsung pergi kembali ke postnya setelah puas marah-marah. Kami yang berada di ruangan hanya bisa memasang wajah bingung dan menatap satu sama lain.


Pak Dani sempat ingin kabur namun kami berhasil untuk mencegahnya. Karena masih banyak tugas yang akreditasi yang harus kami kerjakan.


Pagi harinya, kami membuat laporan mengenai hal ini ke kepala sekolah. Semenjak itu, ia tidak pernah kembali melakukan hal yang sama.


*Masa kini*


"Iya pak Ray, setelah hari itu. Udah gak pernah datang lagi itu satpam ke lab komputer" ucap pak Dani sambil mengecek komputer.


"Untungnya pak Dani gak pulang, masih banyak tugas pas itu." Jawabku sambil tertawa kecil.


Tidak full semalaman kami Service komputer. Ada kalanya kami menunggu aplikasi selesai di install. Ada juga momen istirahat untuk ngopi dan makan snack.

__ADS_1


Beberapa malam kami melakukan hal ini sampai semua komputer beres. Saat pagi hari, kadang aku izin dulu untuk mengajar. Kadang juga lanjut ngerjain terus sampai badan tidak sanggup lagi bergerak.


Hari terakhir kami memperbaiki komputer, semua orang dalam lab teriak senang karena berhasil mengerjakan tugas yang cukup berat ini. Semoga saja ujian praktek komputer dan ujian nasional bisa berjalan dengan lancar. Pastinya aku juga menantikan bayaran apa yang akan aku dapatkan setelah melakukan hal ini.


__ADS_2