
Part bikin baper dalam kesedihan
bca aja deh biar tau hehe
Tania menggepalkan tangannya, air mata mulai menetes di pipi. Dia, tidak bisa menahan rasa sakitnya walau sebentar saja. Tania bingung kenapa semenjak pak Gino menyatakan perasaannya dan melamarny , dia jadi seolah mengklaim pak Gino tidak boleh dekat dengan wanita lain. Apa benar dia cemburu? atau iri pada Ara yang mendapatkan nilai tertinggi dikelas ?
Bruk!
"Kangen sama kamu," lirih pria yang sudah memeluk Tania.
Tania terbelak kaget dan menyentuh tangan yang mendekap tubuhnya. Perlahan Tania membalikan badannya
"A-aldo ? "
"Iya Tan, ini aku ... kenapa kamu disini malam begini, ini enggak baik buat kesehatan kamu" jelas Aldo
Apakah Taniaharus senang sekarang? pria yang selalu ia cintai sampai detik ini, harusnya iya dia senang karena ada Aldo tapi sepertinya keadaannya telah salah.
"Lepas!"
Aldo melepaskan pelukannya.
"Kenapa Tan ? kamu nangis? nangisin aku?"
"Pede banget kamu do, aku enggak nangis karena kamu lagi ... aku udah move-on dari kamu," balas Tania
"Kenapa kamu bilang kaya gitu, tapi mata kamu enggak liat ke mata aku? " selidik Aldo
"Udahlah, bukannya kamu yang akhiri hubungan kita, karena kebrengsekan kamu itu ... kamu mau menikah'kan? temui aja calon istri kamu dan jangan ganggu aku," setelah mengatakan itu Tania hendak berlalu
Tetapi tangannya di tahan oleh Aldo
"Aku gak bisa bohong perasaan aku Tan, aku juga masih sayang dan cinta sama kamu ... beneran, kita bisa berhubungan dibelakang pasangan kita, " Aldo menarik Tania mendekat.
Tania terdiam, terjadi keheningan beberapa saat. Kening keduanya menyatuh. Sebentar lagi bibir mereka akan bertabrakan.
"Aku tau posisi ku emang jadi orang ketiga, tapi ... aku tidak bisa melepaskan mu, Tan ya tuhan apa yang harus aku lakukan, apakah aku bisa bertahan dengan istri yang jelas tidak mencintaiku," gumam Pak Gino,ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka.
Pak Gino kembali kerumahnya dengan perasaan hancur, jelas dimatanya ia menyaksikan kemesraan mereka. Kalau seperti ini, Pak Gino Mulai bertanya apakah yang harus dia lakukan. Memperjuangkan cinta atau melepas kebahagiaan orang yang dia cintai?
_
"Lepas! aku enggak Sudi punya hubungan sama kamu lagi, aku emang buta cinta karena kamu tapi aku enggak mau jatuh kedalam perangkap kamu lagi, karena aku tau sulit buat aku terima kenyataan nya, "
"Apa kamu mencintai Pak Gino itu?"
Tania diam.
__ADS_1
"Tidak'kan? kamu itu masih cinta sama aku, jadi kita bisa berhubungan lagi atau kamu udahan dengan calon suamimu aku juga nanti akan berpisah lalu kita menikah hidup bahagia ...!" Jelas Aldo
"Hentikan do! percuma, kamu udah nyakitin aku soal aku udah cinta atau pun belum sama calon suami aku itu bukan urusan kamu, " Lalu Tania kembali kerumahnya.
**"
'bahkan dia enggak ngejar aku, apa dia enggak perduli sama aku' batin Tania karena melihat pak Gino ada didalam ruangannya tadi sedang sibuk pada pekerjaannya.
Di rumah Tania
Tania ke kamar mandi untuk mencuci mukanya,menggosok gigi, lalu mencuci tangan dan kaki.
Sampai Tania berbaring pun masih memikirkan Pak Gino yang tetap diam tidak ada satu katapun yang ia ucapkan atau sekedar bertanya di dalam Handphone nya.
'bahkan dia sangat senang sekarang, pasti dia sudah kembali berhubungan dengan Aldo ... baiklah Tania ini mau mu, aku akan coba ikhlas karena memang aku lah yang salah, cinta ku ini salah," batin pak Gino saat itu.
***
"Apa kita tidak pergi bersama?" tanya pak Gino
"Tidak, soalny aku akan menjemput Ara ...," kata
Tania
"Ara? apa masih berlaku waktu mu untuk orang lain?" tanya pak Gino.
"Teman terbaik yang kamu miliki? kamu kaya banggain dia banget ya? didepan aku lagi?"
"Emang kenyataan nya seperti itu, kamu sama dia itu jauh berbeda Ara sangat rajin dan tekun sedangkan kamu suka bermain terus, dan --"
"Cukup! jangan bandingin aku sama dia, emang aku bodoh dan aku enggak sepintar dia, aku enggak nyangka ucapan kamu sangat kejam seperti ini, aku kecewa !" Tania terlihat menangis
Pak Gino tidak kuasa melihat Tania yang bersedih namun ia juga tidak ingin membuat Tania terbebani dengan perasaanya.
"Bukan kamu yang harus kecewa, tapi aku Tam !" balas pak Gino.
"Kamu? kamu kecewa? kamu bukan hanya pandai mengajar tapi pandai berakting! seolah kamu yang jadi korban nya sekarang,"
"Emang kenyataan nya begitu? aku capek debat sama kamu, sekarang kita seperti dulu aja urusan kamu dan urusan aku, itu tanggung jawab kita masing-masing"
Setelah itu pak Gino meninggalkan Tania.
Setelah cukup jauh mobil pak Gino. Tania menjambak rambutnya prustasi.
"Apa yang terjadi sama aku, kenapa aku harus kecewa kaya gini sama perlakuan pak Gino... kenapa saat aku mulai nyaman dia malah ninggalin aku luka kaya gini, hiks ... aku benci semua ini aku benci!"
Hal yang sama juga Pak Gino laKukan ia sampai menyetir ugal-ugalan
__ADS_1
"Argh! Sial, kenapa mulutku ini bicara kasar seperti itu, maafkan aku Tania... aku adalah pria pecundang Tania, dan juga posisi ku yang salah aku tidak ingin membuatmu dilema Tania, semoga semuanya berjalan sesuai keinginan kamu. Aku hanya memberi jalan untuk kebahagiaan mu"
Tania benar tidak kuasa melihat kedekatan pak Gino dengan Ara. Dalam beberapa Minggu ini mereka sering sekali pergi bersama entah ada apa. pak Gino juga tidak pernah meluangkan waktu untuk Tania sedikitpun.
***
"Mau kemana? tanya Tania
"Pergi ... jalan kenapa?"
"Berhenti, aku minta berhenti nyakitin aku" pinta Tania
"Nyakitin kamu?bukan nya kita hanyalah sebatas pernikahan tanpa adanya cinta apa lagi perasaan jadi untuk apa kmu merasa aku menyakiti kamu?" jelas dan tanya pak Gino.
Tania menggeleng pelan dia tidak percaya atas balasan pak Gino terhadap permintaanya itu.
"Lihat mata aku, mata aku sembab begini kamu tau kenapa?" tanya Tania .
"Pasti karena Aldo'kan? kamu selalu menangisi dia, karena cinta mu yang sangat kuat untuknya." jawab pak Gino.
"Kamu salah! ini semua karena aku nangisin kamu ! aku tiap hari buang air mata buat calon suami kaya kamu, aku lelah nangis aku lelah sedih aku lelah Gino ... katanya kamu cinta sama aku, tapi kenapa kamu kaya gini? apa salah aku? " jelas Tania penuh dengan rasa kecewa.
"Berhenti Tania ! jangan berdrama! kamu Fikir dengan kamu seperti itu akan menjebak hatiku lagi, aku sudah memberi jalan untuk kebahagiaan mu! kau hanya tinggal nikmati saja, aku pergi!" pak Gino Melangkah hendak masuk kedalam mobil.
Tania mendekap tubuh pak Gino dari belakang.
"Aku cinta sama kamu, aku cinta sama kamu! jangan pergi, aku mohon hiks!" Isak Tania membuat punggung kemeja yang dipakai pak Gino basah.
Pak Gino tersenyum tipis seperti ada kupu-kupu bermain di hatinya. Pak Gino menunggu Tania untuk bicara lebih dari itu.
Dekapan Tania mulai melemas bersamaan dengan dirinya yang hilang kesadaran untung nya pak Gino menahan tangan Tania lalu membalikan tubuhnya.
"Tania ? Bangun Tania ... pasti dia belum makan, " pak Gino membawa Tania kedalam kamar.
Ia menghubungi dokter untuk merawat calon istrinya.
Visual Tania
Visual Pak Gino
Bersambung
Gimana perasaannya?
__ADS_1