Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 76. Penyakit Orang Sudah Besar ( Sessions 2 )


__ADS_3

Pagi ini Reno benar-benar menggempur istrinya di atas ranjang, hingga berakhir tepat di jam 12 siang, karena ia tak menyia-nyiakan kesempatan, bahkan ia tak bisa melihat istrinya istirahat barang sebentar. Ada beberapa bekas cakaran yg dihasilkan kuku-kuku lentik sang istri di punggung Reno , sebagai bukti jejak percintaan mereka pagi ini.


Ara tampak tergolek lemah diatas pembaringannya, ia tak mampu berbuat apa-apa bahkan sulit walaupun hanya untuk sekedar menggerakan jari-jarinya, ia menyerah.


" Kamu seperti orang kesetenan. " Ucapan terakhir Ara, yg membuat Reno terkekeh diakhir ia mendapat pelepasan nya.


Reno menyelimuti tubuh polos istrinya yg kini sudah terlelap dikarenakan terlalu lelah oleh ulahnya. Dan terakhir Ia mengecup pelan bahu Ara . Lalu ia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ia terlihat masih segar bugar bahkan tak seperti orang yg habis melakukan ritual panjang. Malah seperti nya ia jadi makin semangat menjalani hari-harinya bersama Ara sang istri tercinta .


Setelah selesai mandi Reno pergi ke dapur untuk mengambil makan siang ( baru inget makan dia πŸ˜‚ ) Yah kalian tau sendirikan pagi ini tubuh istrinya yang ia jadikan sarapan. Ia mengambil satu piring makan dengan porsi besar, karena ia tak mungkin melupakan seseorang yang tergolek lemah didalam kamar.


Saat ia berjalan ke arah kamar, ia berpapasan dengan Zayn yg hendak melenggang keluar.


" Eh Zayn udah pulang?. " sapa nya pada adik kecilnya.


" Udah ka , aku udah pulang dari tadi, aku udah assalamualaikum sampe 3x, tapi ngga ada yg mau jawab juga, yaudah aku masuk aja " curhat dia ceritanya.


" Hehe maaf ya, ka Reno tadi di kamar mandi soalnya, jadi ngga denger deh Zayn bilang assalamualaikum. "


Zayn manggut-manggut.


" Oh ya kok makannya di bawa ke kamar? Emang ka Ara sakit beneran?. "


" Iya Ka Ara lagi istirahat sekarang. "


" Oh ya pantes aja tadi sebelum aku berangkat sekolah denger ka Ara ngerintih kesakitan gitu soalnya. "


Reno melongo mendengar penuturan adik nya.


" Oh itu, itu dia β€” kedinginan, yah ka Ara kedinginan. "


" Tapi kata ibu, Itu bukan suara kak Ara, aku cuma halusinasi aja katanya. " Zayn mengatakan dengan sejujur jujur nya πŸ˜‚


Reno menepuk jidatnya pelan.


_hufft udah susah-susah nyari alesan_


" Ahh iya emang bukan si, kak Ara cuma kecapean aja. "


" Tadi kata kaaka Reno iya, terus jawab lagi bukan, yg bener yg mana?. " tanyanya keheranan.


" Udah kak Ara gapapa, kamu tenang aja, sekarang Zayn main aja yak. "


" Ga mau! Aku mau liat kak Ara dulu. " ucapnya dengan keras kepala.


Tiba-tiba " kaka " panggil Ara dengan suaranya yang lemah.


" Eh itu suara kak Ara "


" Ka Reno . " panggilnya lagi.


" iya sayang sebentar. " Balas Reno sambil membuka pintu kamarnya, membuat si kecil Zayn menyelonong masuk , dan langsung lari ke arah kakaknya.


" Ya ampun Kak Ara . " teriak Zayn mendapati kondisi mengenaskan sang kakak ipar nya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Malam harinya...


" masih sakit?. " tanya Reno pada kondisi istrinya, yg kala itu masih berada di dalam kamar.


" sedikit. " ucap Ara malu-malu.


" Yasudah, biar kaka yg menyiapkan makan malam ya, adek disini saja, kalau ingin ke kamar mandi adek juga panggil kaka ya. " pinta nya.


_dia benar-benar mengkhawatirkan kondisi ku ternyata, sampai ke kamar mandi saja, aku harus memanggilnya_


Ara tersenyum melihat tingkah manis suaminya.


" Adek kenapa? Kok senyum senyum sendiri? ."


" Ngga papa hehe. "


" jadi ngga mau bagi-bagi nih?. "


Ara menggeleng lucu, mengharuskan Ardi mengecup bibir mungil yg mengerucut imut itu.


" Ihhhh kakaaa. "


" Hehe lagian gemashh. "

__ADS_1


Seharian ini Ara hanya berbaring di atas ranjang nya, semua kebutuhan dan keinginannya suaminya yg akan menggantikan dan mengerjakan nya. Kalo kondisi kaya gini kalian pasti jadi inget sama pepatah yg satu ini ' wanita akan menjadi ratu bila ia bertemu dengan lelaki yg tepat, pun sebaliknya , laki-laki akan menjadi raja apabila ia juga bertemu dengan wanita yg tepat pula ' . Intinya mari saling menjadi bukan hanya sibuk mencari.


Reno dengan di bantu mama nya menyiapkan makan malam kali ini .


" Istri mu masih kurang sehat Ren ?. " tanya mam Dewi-mama Reno basa-basi padahal beliau sudah tau apa yg mereka lalukan tadi pagi, terbukti dari Zayn yg mendengar suara Ara merintih, jangan berpikir bu mama Dewi sepolos itu kawan? Karena ia jauh lebih berpengalaman 😬


" Eum iya ma , jadi Reno biarkan saja dia untuk istirahat, biar hari ini Reno yang melayaninya, selama ini kan adek sudah banyak meladeni Reno . " ucap nya pada sang mama.


" Makasih ya Reno , sudah begitu sayangnya kamu sama Ara . Maaf kalo dia nanti suka manja. "


" Gapapa lah ma, Reno malah suka. hehe. "


Mama Dewi tersenyum lalu mengangguk menanggapi ucapan Reno.


_kamu memang terbaik ya Ren_


Hidangan makan malam sudah terlihat cantik nan rapih ditempatnya, dan sudah siap disantap juga pastinya. Mama Dewi memanggil putra keduanya yg sedang mengaji sendirian di kamar, sedangkan Reno menjemput istri tercinta nya yang sepertinya terlelap di atas pembaringannya.


Puk puk


" Dek, makan yuk "


Ara mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yg masuk ke indera penglihatan nya.


" Udah siap yah. " tanyanya.


" He'eum. "


Ara mencoba mengangkat beban tubuhnya, terlihat ia sedikit meringis seperti menahan sakit .


Reno yang melihat itu, jadi merasa bersalah karena terlalu lama menggempur Ara tapi bukan salah dia juga, kenapa istri kecilnya ini begitu menggoda pikirnya. Badannya saja yang kecil ternyata, tapi buah khuldi nya, beuh... luber dari genggamannya.


" Kaka gendong aja ya?. " tawarnya.


" Tidak mau, aku malu sama mama , apalagi adik kaka , tadi siang saja sudah membuat aku kehabisan kata-kata menjawabnya, apalagi sekarang?." gerutu Ara.


Reno melilitkan syal dileher sang istri, tanda ia mengerti pasti Ara akan malu dengan keadaan tubuhnya saat ini, dan tanpa aba-aba Reno langsung membopong tubuh istrinya, ia tak peduli lagi dengan apa yg akan diucapkan sang mama dan adik kecilnya, toh sudah kepalang basah?


" kaka ihh aku malu. " teriak Ara sambil memukul mukul dada suaminya. Tapi Reno tak menghiraukan.


" Sampai. " ucapnya.


_Apa separah itu yg Ara rasakan, sampai ia tidak bisa jalan sendiri dari kamar, sepertinya waktu itu aku tidak sampai begitu?_


Ara hendak menyendokan makanan ke dalam piring, tapi Reno menahannya.


" biar kaka saja. "


Ara menaruh kembali tangannya ke tempat semula. Lalu Reno yang menyendokan makanannya ke dalam piring, tapi hanya satu piring yang ia isi.


" Kok cuma satu, buat akunya mana?. " ucap Ara.


" Kita makan berdua, kaka yang akan suapin dek Ara ."ucap Reno.


Ara jadi tak enak hati dengan mamanya Reno , kalo tadi siang sih tidak masalah toh makannya juga dikamar mereka. Tapi ini?


Mama Dewi mengerti, bahkan sangat terbaca jelas dari air muka menantunya bahwa ia sedang malu dengan keberadaan nya.


" Tidak apa nak, biar Reno yang menyuapimu, dia bilang dia ingin melayani mu hari ini, karena kamu sudah bekerja keras untuknya. "


_bekerja keras apa maksudnya?_ batin Ara


" Aaaa. " Reno memberi titah kepada alya untuk membuka mulutnya.


" Ma " kali ini si kecil Zayn yang bersuara.


" Ada apa nak?. " jawab mama Dewi di sela sela mengunyah nya.


" Mama udah tau belum, badan ka Ara pada merah-merah tau bu, apalagi di lehernya. " dengan wajah polosnya ia bercerita tentang keadaan kaka iparnya, yang ia mengerti bahwa kaka nya benar-benar terluka dan sakit parah.


_gacor banget dah mulutnya_ (Ara )


" Kata kak Ara itu di gigit semut. " lanjutnya.


_semut kesurupan maksudnya_ ( Ara)


" Apa tidak di bawa ke dokter aja bu, kasian kak Ara "ucap Zayn polos.


_omaygat nih bocah_ batin Ara.

__ADS_1


" Coba deh mama periksa. " meminta mamanya memeriksa sang kakak iparnya.


_dih minta disumpel mulutnya_ (Ara)


Mama Dewi tersenyum mendengar cerita putra bungsunya .


_kamu ini masih polos nak, belum mengerti apa-apa tentang orang dewasa_batin sang mama.


" Kakak ipar mu tidak apa-apa sayang, itu hanya penyakit orang yg sudah besar." ucap mama Dewi menenangkan putra kecilnya.


" Tapi pada merah ma badannya, lagian kak Ara juga sih tidurnya ngga mau pake baju, jadi semutnya pada kesenengan tuh. " sungutnya, seperti tak terima sang kakak iparnya terluka.


Tak tau sudah semerah apa wajah Ara dengan pernyataan adiknya.


" Iya-iya nanti mama kasih obat tuh si kakak, sekarang adek makan ya, ngga baik loh ribut di depan makanan, apalagi ngomong sambil makan. " tuturnya menenangkan si bungsu, agar tak lagi membahas perihal sakit pura-pura kakak nya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Reno menggendong kembali tubuh istrinya untuk masuk ke dalam kamar setelah makan malam. Ia menaruhnya pelan di atas ranjang agar Ara tidak merasa kesakitan, lalu menyelimuti nya dengan selimut tebal.


Sejenak Reno pergi ke kamar mandi lalu kembali, dan langsung mengistirahatkan tubuhnya di samping Ara . Tangannya terulur memeluk Ara seperti sebuah guling.


" Dek " panggilnya.


" Hemmm. "


" Adek tau hal apa yg paling berarti dalam hidup mas dari dulu hingga saat ini?. "


Ara menggeleng.


" Tidak tahu. "


" Apa adek ingin tahu?."


" Apa emang nya?. "


" Sungguh adek ingin tahu?. "


" tiβ€”"


" MENCINTAI MU. " jawab Reno tanpa mau mendengar respon Ara.


" Berjanji lah dek untuk selalu mendampingi mas apapun keadaan kita nanti, karena kamu akan selalu menjadi rumahku, tempat dimana aku akan pulang, meski sejauh apapun kaki ini melangkah aku akan selalu pulang ke rumahku, yaitu kamu. Meski apapun yg akan terjadi, Tetap berkeluh kesah lah denganku , meski kita akan sering berdebat, tetaplah tertawa hanya denganku , dan ketika ego mulai menguasai tetaplah genggam tangan ini. Seperti ini. " Reno memeragakan tangannya menggenggam tangan Alya.


"Tetaplah bertahan, dan jangan pernah bosan untuk meyakinkan hati ini, bahwa kamu adalah satu tujuan hidupku yg selalu ingin aku capai sampai akhir hayat tiba untuk memisahkan. "


Ara mematung ditempat nya, lidahnya kelu tak mampu untuk membalas semua ungkapan hati suaminya, sekarang haru yg ia rasa, sampai kristal bening itu luruh begitu saja tanpa bisa di cegah.


" Hey, kenapa menangis? Apa kata-kata mas menyakiti hati adek?. "


Bukannya menjawab, Ara malah membalas pelukan suaminya, ia benamkan wajahnya di sana.


" Terimakasih kaka atas cinta yg slalu kamu berikan tulus hanya padaku, maaf sampai hari ini aku belum bisa juga membalas perasaanmu." ucapnya.


" Tak apa, dengan adek menerima mas saja , kaka sudah merasa bahagia. "


Ara mengeratkan kembali pelukannya. Sedangkan ardi mengusap usap punggung istrinya.


" Sudah ya, jangan menangis lagi, dan berjanjilah adek akan selalu seperti ini. "


Ara mengangguk , dan melepaskan pelukannya dari tubuh Reno , lalu mengelap sisa-sisa air matanya yg tumpah tadi.


" Dek. "


" hemmm. "


" Apa kita akan melakukan nya lagi malam ini?. "


_Cih, mulai lagi_


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Reno dan Ara malam pertama di rumah orang tuanya Reno karena rumah baru mereka lagi d renovasi sesuai keinginan Ara.


Bucin dulu kita πŸ˜‚πŸ˜‚


Absen dong, yg suka nungguin kaka Reno keluar dari mana aja nih? Soalnya kaka Renren nanyain. 😁😁


πŸ‘‹πŸ™‹Haii readers,

__ADS_1


Tinggalkan jejak like dan komwelnya.


πŸ™πŸ’•Terimakasih


__ADS_2