
ππHaii readers, kita tengok dulu kisah bang Refan sama Salsa.
Flashback On
"APA?LO SUKA SAMA KA REFAN?" Pekik gadis yang tengah berbicara dengan dua sahabat nya itu.
Gadis yang ditanya itu pun mengganguk mengiyakan.
"SAMA KA REFAN? SALSA LO GILA!" Teriak Rara.Ya Tiga gadis yang tengah berbicara itu adalah Salsabila Winata, Rara, dan Sesil
"Aku gak gila" ucap Salsa.
"Astagfirullah! Lo tuh gila Sal? Dia itu Refan kakanya Ara ! Anjirr lo!" Bentak Sesil.
"Udah biarin aja, karma bakalan datang!" Sela Rara yang sadari tadi diam.
"Emang aku buat salah?" Tanya Salsa polos.
"Liat aja nanti."
πππππ
"REF! REFAN!" Teriak pria yang datang.
"Apaan anjir!" Balas pria yang namanya disebut.
Arka Mandala ia adalah pria yang berlari tergesa-gesa menuju kantin sekolah dan duduk di samping Seorang Refan .
"Lo kenapa lari sih njing!" Pekik Bagas.
Tiga sekawan itu memang selalu menciptakan kehebohan di sekolah entah itu karena kenakalan nya atau pun kelakuan tidak masuk akal nya.
"Gue ketemu tingker bell!" Teriak Arka.
Bagas menyemprotkan air Milo yang ia masukan ke dalam mulutnya.
"Mana ada tingker bell didunia nyata!" Bantah Bagas,dan memberikan tisu ke Arka.
"Ada! Gue barusan liat!"kata Arka
"Busett cantik banget! Kulitnya mulus, mukanya glowing, bibirnya ... Wihh! Menggoda iman!" Pekik Arka menjelaskan.
"Emang kelas mana?" Tanya Bara.
"Kelas sebelah 10A," jawab Arka.
"Pinter tuh kalo 10A, coba Kita 12B anjirr!" Sela Bagas.
πππππ
Krinng...Kringg... bunyi bel istirahat berbunyi.
"Sal, kantin yuk!" Ajak Rara.
"Kalian duluan aja, aku mau samperin Bara," Ucap Salsa penuh hati hati.
"Hah? LO SERIUS!" Teriak Rara.
"Iya Ra"
"Udah Jan heboh!" Sela Sesil ketika Rara ingin berucap lagi.
"Gue doain lo berhasil."
Rara dan Sesil pun meninggalkan Salsa sendiri didepan pintu kelas.
"Hm ... Ka Refan dimana ya?" Tanya Salsa pada dirinya sendiri.
Lalu ia melangkah kan kaki nya ke suatu tempat.
πππππ
"Hai Ka Refan" Sapa gadis itu.
Refan mendongok melihat gadis dibelakang nya tersebut. Gadis itu cukup cantik, dengan rambut hitam panjang terurai, dengan wajah yang natural tanpa make up, dan juga bibir yang merah muda alami.
"Hm?"Refan hanya berdehem lalu kembali menatap makanan nya.
"Ehh ada tingker bell!" Seru Arka.
"Haii ... " Salsa menghentikan ucapannya seakan bertanya namanya siapa.
"Gue Arka Mandala!" Sambung Arka
"Haii Arka !" Sapa Salsa.
Lalu tatapan Salsa kembali ke Refan yang tak memperdulikan keberadaan nya.
"Refan? Aku boleh ikut gabung gak sama kalian?" Tanya Salsa.
__ADS_1
"Bole--"
Belum selesai Arka berbicara namun dipotong oleh Refan.
"Gak!" Potong Refan.
"K-kenapa?" Tanya Salsa.
"Lo tuh gak pantes duduk bareng kita! Lo bukan level kita! Nyadar bego!" Bentak Refan.
Degh!
Salsa terdiam ditempatnya, kakinya mulai mundur perlahan lalu dimana dia sudah sedikit jauh dari Refan, ia berlari menuju kelas nya.
Sebelum menuju kelas nya, Salsa dihadang Jessie di depan kelas nya. Jessie mengancam Salsa untuk tidak mendekati Refan dan mengklaim Refan adalah milik nya.
Dan, sayang nya kejadian itu di lihat oleh Arka, Refan dan Bagas.
"STOP!!"
Jessie menghentikan aksinya lalu mencari sumber suara itu. Betapa terkejutnya Jessie ketika Refan menatap nya penuh amarah, tak lupa dengan dua sahabat nya itu.
"Woy!!" Teriak Arka mengacungkan jari tengah nya.
"Lo Gaada akhlak! Anjirr!" Heboh Bagas.
"R-Refaaaan ... " Gugup Lia.
"Lo itu cewe, ! Bisa bisa nya nyakitin cewe!" Bentak Refan.
"Gue ... G-gakk sengaja," Gugup Jessie mengacungkan kedua jarinya.
"Emang kita percaya!" Bantah Arka
"Ra! Bawa Salsa ke toilet!" Perintah Bagas melihat Rara berlari mendekati mereka.
"I-iyaa."jawab Rara
"Dan lo!" Refan menunjuk Jessie dengan tatapan tajam nya.
"Ikut kita ke ruang kepsek!" Lanjut nya.
"T-tapii ...."
"Gaada tapi tapian! Ayokk!" Arka menarik paksa tangan Lia untuk membawa nya ke ruang kepsek.
"Kalian semua bubar!" Titah Bagas menyuruh murid yang tadi menyaksikan nya.
πππππ
"Sal! Lo kita tinggalin sebentar aja sampe kek gini!" Celetuk Rara. Salsa menarik nafas panjang.
"Gatauu Lia tuh."keluh Salsa
"Truss masalah nya apa?" Tanya Rara.
"Tadi tuh Salsa nyamperin Refan, trus mungkin Jessie liat. Pas Salsa balik ke kelas tiba tiba Salsa dihalangin deh," Salsa mengadu.
"Trus lo balik ke kelas sebelum bel bunyi kenapa?" Tanya Rara lagi.
"Diusir Refan" lirih Salsa menundukkan kepalanya.
"Puas lo?" Tanya Sesil yang baru saja datang.
"Gue bilang juga apa! Kena karma kan lo?" Pekik Sesil.
"Gapapa, Salsa gabakal nyerah sebelum Salsa capek sendiri," titah Salsa sembari merapikan rambutnya yang berantakan.
πππππ
BRakk
Refan menendang pintu ruang kepsek Di SMA NUSA BANGSA..
"Kenapa ini?!" Bentak pak Eko melihat tiga setan ehh? Tiga sekawan itu masuk ke ruang nya penuh amarah.
"Liat anak lo tuh!" Titah Bagas
"Kelakuan nya kayak *****!" Tambah Arka.
"Apa maksud kalian? Kalian mau saya Skors?!" Bentak pak Eko.
"Anak bapak yang mau diskors atau saya telpon abang saya?" Ancam Refan
Ya Hendra adalah abangnya Refan dan Ara, ia yang memiliki sekolah SMA NUSA BANGSA ini.
Dan Jessie adalah anak pak Eko kepsek Di SMA NUSA BANGSA.
"Berani kamu mengancam saya?" Tanya pak Eko.
__ADS_1
"Berani!" Jawab Refan.
"O-okee saya akan skors Jessie untuk tiga hari!" Tegas pak Eko.
"Oke! Dan lo ******! Ikut kita!" Perintah Bagas.
"Gakk ... Pah Jessie gamauu ...."
"Ayokk ******!" Tambah Arka.
Mereka menyeret Jessie menuju tengah lapangan.
*Skip tengah lapangan...
"Lepasin Arka" Teriak Jessie.
Arka melepaskan Jessie tepat ditengah lapangan.
"Hey cantik! Upss maksudnya ******!" Pekik Bagas menekan kata *****$
"Berdiri disini! Tangan di telinga! Kaki diangkat satu!" Perintah Refan
"Gakk!" Bantah Jessie.
"Udah nurut aja!" Titah Bagas..
Jessie menuruti perintah mereka, ya kalau tidak pastinya dia tidak diberi ampun.
Bagas, Refan , dan Arka menjauh dari tengah lapangan ia duduk dibawah pohon yang ada di tepi lapangan.
"Ehh ****! Lo kenapa belain Salsa?" Tanya Arka.
"Tau, pake nyangkut gue lagi!" Tambah Bara.
"Bisa hancur reputasi gue! Nolongin Salsa culun kek dia!" Sambung Refan.
Bagas diam sejenak lalu menatap datar teman teman nya "Dia sepupu gue."
"Hah? Lo sepupu nya tingker bell?" Tanya Arka.
"Sejak kapan? Lo gak bilang Ama kita?" Tanya Refan.
"Gak! Males aja," Ungkap Bagas..
"Pasti lo malu jadi Sepupu nya si culun awokawokks."
Refan tertawa setelah berujar itu.
"Gak gitu juga Bar!" Tekan Bagas.
"Truss?" Tanya Refan setelah tawa nya mereda.
"Dia itu sukaa nangis kalo sama gue" ujar Bagas malas.
"Awokawokks ... Bocah banget yaa!" Pekik Refan
"Gak nangis sih, lebih tepatnya merengek minta dibeliin novel."
"Coba gue yang jadi Sepupu nya tingker bell! Uwwu, tanpa doi pun aku bahagia!" Seru Arka sambil menari balet.
Flashback End
πππππ
Keesokan ββharinya
Di sekolah Refan dan Salsa
Didalam kelas sedang fokus nya belajar. ya kelas siapa lagi kalau bukan Salsa.
"Bu Ayu? Salsa permisi mau ke toilet," ujar Salsa.
"Silahkan."
Salsa berlari kecil menuju toilet. Sesampainya di toilet Salsa melihat Sosok (busett emang hantuπΉ).
"Itu kan Refan?" Monolog Salsa.
Salsa berjalan mendekati tembok pembatas sekolah, ya toilet memang berada di belakang sekolah.
"Refan? Kamu ngapain manjat tembok?" Tanya Salsa mendonggok ke atas dimana Refan berdiri di atas tembok.
Refan melihat Salsa yang berada dibawah nya, Dia hanya memutar bola matanya malas.
"REFAN? KENAPA MANJAT TEMBOK?" Tanya Salsa dengan bertemu dengan Refan.
ππHaii kita skip dulu cerita yang baru jadian Reno dan Ara belum dapat restu dari kelima abang nya.
Gimana ceritanya suka ga readers?
__ADS_1
Tinggalkan jejak dan komentar nya yaπππ₯°