Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 67.Extra Part 4 ( Kenyataan Ara)


__ADS_3

Waktu tetap berjalan matahari pun sudah di gantikan oleh bulan. Begitupun dengan Reno yang tetap setia membujuk Ara untuk tidak marah lagi padanya.


Reno duduk di sebelah Ara ketika Reno menggeserkan duduknya untuk lebih dekat pada Ara namun Ara malah menjauh dari Reno.


"By udah dong jangan marah Mulu, gak Cape apa," keluh Reno.


"Siapa juga yang marah," ketus Ara


"Kamu lah siapa lagi," ucap Reno.


"Oh," singkat Ara


Orang-orang yang ada di sana hanya menyaksikan kejadian langka ini, mungkin bagi sahabat-sahabatnya sudah biasa tapi bagi siswa dan siswi yang lain ini kejadian yang langka, di mana Reno sang ketos yang terkenal begitu irit sekali saat berbicara namun kali ini, hanya karna satu wanita Reno sang ketos berubah jadi Reno yang manja.


Banyak orang yang memVideo dan memFoto adegan tersebut, dan banyak juga pujian-pujian dan kagum pada Ara.


"Mimpi apa gue semalem liat pangeran yang terkenal dingin dan irit ngomong tapi ini manja banget,"


"Beruntung banget yaa Ara bisa dapetin pangeran gue.


"Mereka cocok banget,"


"Nanti gue mau nanya ahh sama Ara , gimana caranya luluhin cogan biar nurut sama gue,"


"Romantis banget yaa mereka, jadi pengen,"


Kurang lebih seperti itu lah ucapan-ucapan dari kaum hawa yang melihat sifat manja Reno terhadap Ara.


Note:


Saat ini Reno dan Ara sedang berada di depan api unggun bersama siswa/siswi yang lain jadi wajar kalo mereka melihat adegan itu.


"By aku gak suka di cuekin," rengek Reno. Orang-orang yang berada di situ menatap tak percaya ke arah Reno.


"Diem ihh berisik," kesal Ara


"Udah dong By jangan ngambek Mulu, emang gak malu di liatin semua orang," ucap Reno. Ara melirik ke arah siswa/siswi yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan, emang dari awal Ara tidak sadar bahwa dirinya dan Reno menjadi bahan tontonan. Sebenernya Ara malu namun dia sekuat tenaga untuk terlihat biasa-biasa saja, dan mengembalikan exspresi nya menjadi datar.


"Bodo amat," ketus Ara.


Reno yang mulai kesal dengan sikap Ara pun membuang nafas kasar.


"Terserah kamu," ucap Reno dingin, Reno pun bangkit dari duduknya dan berniat untuk pergi dari situ, namun baru lima langkah Reno sudah di panggil oleh Ara.


"Kak," teriak Ara. Ara p un berlari menuju Reno dan----


Greb.


Ara memeluk Reno dari belakang. Reno yang mendapatkan responan bagus dari Ara pun hanya tersenyum tipis sampai orang tidak ada yang menyadari bahwa Reno sedang tersenyum. Yap memang ini lah mau Reno dia merencanakan untuk mengetes Ara , yaa karna dia tau bahwa Ara tidak akan pernah membiarkannya pergi begitu saja.


Sebenernya mudah membujuk perempuan untuk tidak lagi marah pada pasanganya, karna perempuan tidak benar-benar marah pada orang itu melainkan hanya egonya yang kuat dan suka marah-marah gak jelas. Dan laki-laki harusnya memahami pasanganya bahwa seorang perempuan jika sedang marah dia hanya ingin di perhatikan lebih olehmu, dan ingin di bujuk bukan malah kamu marahin balik dan membentaknya, karna perempuan hatinya sangat lembut sampai-sampai perempuan sangat agresif terhadap omongan yang melukai hatinya. Dan buat laki-laki kamu mempunyai ibu semoga kamu tau cara menghargai perempuan.


Author terlalu banyak omong yaudah lanjut____


"Jangan pergi, Ra minta maaf," lirih Ara dengan posisi yang sama.


"Hmm," dehem Reno.


"Nta minta maaf," kini jaket Reno sudah basah dengan air mata Sinta, Reno yang tidak tega meliat Ara pun membalikan badannya, dan mendongakkan wajah Ara .


"Hey ko nangis si, jangan nangis," ucap Reno sambil menghapus air mata yang membasahi pipi Ara.


"Hiks ka Reno marah," bukanya berhenti menangis namun Ara malah semakin terisak.


"Udah jangan nangis aku gak marah, udah yaa," ucap Reno lembut.


"Bneran," ucap Ara dengan muka imutnya, Reno yang melihat itu pun terkekeh melihat tingkah imut gadisnya itu.


"Iyaa sayang, udah ahh jangan nangis," ucap Reno dan memeluk Ara.


Terdengar jeritan-jeritan histeris dari kaum hawa, yang melihat adegan yang membuat mereka semua baper dan ingin berada di posisi Ara.


"Kaa Nya malu," ucap Ara tapi masih setia memeluk Reno.


"Yaudah duduk yu," ajak Reno dan hanya di balas anggukan oleh Ara.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Ara membakar jagung bersama Reno dan yang lain, sesekali Reno tertawa lepas bersama Ara.


"Yey udah Mateng," seru Ara.


Ara pun mulai melahap jagung yang di bakarnya tadi, Ara bergabung dengan para siswi yang lain, begi juga dengan Reno yang bergabung dengan para siswa.


Reno saat ini sedang menatap wajah cantik milik Ara,kebetulan Ara dan Reno duduk dengan posisi saling menghadap. Ketika sedang asik menatap wajah Ara Sadang lah si ulet bulu, ehh salah maksudnya Cecil.


"Hay Ren," sapa Cecil dan duduk di sebelah Reno atau lebih tepatnya di tengah-tengah para siswa.


"Hmm," dehem Reno.


"Dingin yaa," ucap Cecil, mungkin maksudnya memberi kode pada Reno untuk memakaikan jaket reno pada dirinya.


"Hmm," dehem Reno. Namun tidak sama seperti yang di inginkan Reno bersikap sangat dingin padanya.


Cecil ganggu Mulu heran_-


"Ren minjem jaket kamu dong, aku kedinginan," ucap Cecil menggigil. Namun apa Reno peduli, Yap Reno tidak peduli sama sekali malah Reno berfikir siapa suruh dia gak bawa jaket.


Namun mata Reno ber-alih pada Ara yang menggigil kedinginan, yaa memang Ara tidak membawa jaket karena jaketnya tertinggal di tenda, yaa jadi dia tidak memakai jaket. Reno yang tidak tega melihat gadis nya kedinginan pun pindah duduk ke barisan para siswi. Reno merangkul Ara dan memakaikan jaketnya pada Ara .


"Kenapa gak bawa jaket emm?" Tanya Reno lembut.


"Kelupaan di tenda," ucap Ara tersenyum.


"Lain kali jangan sampai lupa, kalo kamu masuk angin giaman," ucap Reno.


"Nta gak papa ka," ucap Ara.


"Tapi tetep aja by," ucap Reno.


"Iyaa-iya maaf, ehh kalo jaket Kaka sama Ara , terus Kaka Pake apa?" Tanya ARa


"Pake kamu," jawab Reno tersenyum.


"Ko bisa gitu?" Tanya Ara.


"Bisa dong," ucap Reno.


"Caranya?" Tanya Ara.


Exspresi Cecil jangan di tanya lagi, dia sangat malu di tatap dengan tatapan mengejek ke arahnya.


"Emm Ren," panggil Cecil.


"Hmm," dehem Reno, namun masih dengan posisi yang sama yaitu memeluk Sinta.


"Tadi Lo di suruh ngurusin data sama papih," ucap Cecil.


"Bukanya itu tugas Lo?" ucap Reno dingin.


"Iyaa emang tugas gue, tapi papih nyuruh Lo sama gue yang urus," ucap Cecil.


"Gue gak bisa," ucap Reno dingin.


"Kenapa? Apa karena jalang ini Lo lari dari tanggung jawab Lo sebagai OSIS," ucap Cecil.


"Jangan pernah ngatain gadis gue jalang Bangs*t, dan bukanya itu tugas Lo!!" tekan Reno.


"Iyaa tapi papih gue yang ngomong," ucap Cecil tak mau kalah.


"Lo jangan seenaknya dong, jangan mentang-mentang Lo anak dari kepala sekolah Lo jadi besar kepala kaya gini," ucap Rian emosi.


Ketika Rian, Reno dan Cecil sedang adu mulut datang lah pak Doni.


"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya pak Doni.


"Papih Reno gak mau bantuin Cecil ngurusin data semua siswa/siswi," rengek Cecil.


"Reno kenapa kamu menolak?" Tanya pak Doni.


"Saya menolak karna itu bukan tugas saya pak," ucap Reno tak mau kalah.


"Tapi kan kamu ketua OSIS Reno," ucap pak Doni.


"Saya emang ketua OSIS, tapi tugas saya membing-bing dan menjaga keamanan siswa dan siswi pak, dan tugas saya mengarahkan mereka semua, bukan mengecek data, itu kan tugas Cecil selaku sekertaris OSIS," ucap Reno tegas.

__ADS_1


"Pokonya saya gak mau tau kamu harus bantu Cecil," tekan pak Doni.


"Jika bapa maksa saya membantu anak bapa, saya berhenti jadi ketua OSIS," tekan Reno dan membuka jas osisnya dan Juga melepas tanda kecil yang di dapatkan ya selama menjabat sebagai ketua OSIS.


"Kamu sangat lancang Reno, saya bisa saja mengeluarkan kamu dari sekolah SMA Nusa BANGSA" ucap pak Doni.


"Bapa sangat tidak adil, mengapa bapa selalu membela anak bapa ketika anak bapa salah, mana keadilan pak jangan mentang-mentang dia anak bapa jadi bapa selalu menuruti kemauan dia, sekolah dengan rumah beda pak, selama di sekolah bapa hanya kepala sekolah bagi Cecil, dan bukan sebagai orang tua murid," ucap Ara membela Reno.


Semua yang menyaksikan itu hanya tersenyum bangga pada kedua pasangan pasutri itu.


"Ara kamu sudah berani membentak saya, saya akan keluarkan kamu dari sekolah ini," ucap pak Doni.


"Saya tidak akan seperti ini pak bila bapa tidak terus-menerus membela anak bapa yang sudah bapa ketahui bahwa dia salah, tapi mengapa bapa tetap membela anak bapa padahal sudah jelas dia salah, saya tanya di sini yang tidak mengerjakan kewajibannya sebagai anggota OSIS siapa kak Reno apa Cecil? Kenapa bapa diam apa bapa tidak bisa menjawab? Apa bapa tidak pernah muda? Begitu sulit nya menjadi ketua OSIS dia harus mengurus semua murid dan dia juga harus memeriksa apa semua nya aman dia sampai rela di hukum karena kesalahan anggotanya dan dengan mudahnya anak bapa menambah beban bagi kak Reno," ucap Ara tegas.


"Lancang sekali kamu Ara " Bentak pak Doni.


"Kamu akan saya keluarkan dari sekolah SMA NUSA BANGSA" ucap pak Doni.


"Silahkan bila bapa bisa," ucap Ara dengan senyuman yang sulit di artikan. Semua orang menatap heran kearah Ara.


"Jangan sombong Lo, gue tau Lo punya uang cuma hasil dari jual diri Lo kan," ucap Cecil.


"Jaga ucapan Lo," bentak Reno.


"Emang bener kan, dia itu sebenernya miskin cuma gayanya aja yang sok iya padahal hasil jual diri," sindr Cecil. Reno yang mendengar itu menjadi emosi. Namun tanganya langsung di genggam oleh Ara.


"Jaga ucapan Lo, gue bisa bikin Lo jatuh miskin kalo gue mau," ucap Ara penuh penekanan.


"Emang kamu siapa hah sampai bisa membuat saya miskin?" Tanya pak Doni.


"Ehem bentar yaa, saya telepon papah saya dulu," ucap Ara. . Ara pun menelpon papahnya Ara.


~Via telepon on~


"Halo pah,"


["...................]


"Papah bisa gak ke lokasi perkempingan Fia,"


["..................]


"Oke di tunggu, dah asalamualaikum,"


~Via telepon of~


☘️☘️☘️


"Cih paling juga bokap nya Pake baju kucel kesini," ucap Cecil.


"Lo bisa bicara seperti itu tapi kalo Lo udah liat bokap gue Lo gak bakal bisa ngomong, dan Lo bakal berlutut di kakinya camkan itu," tekan Sinta.


"Mimpi Lo," ucap Cecil.


☘️☘️☘️


Satu jam menunggu akhirnya Kean pun sampai di lokasi per kempingan Ara.Peria paruh baya itu melangkahkan kakinya menuju kerumunan. Dan sampai di sana belum ada yang menyadari kehadirannya.


"Ada apa ini?" Tanya Kean.Semuanya menoleh ke arah Kean,pak Doni sudah pucat melihat papah Ara.


"Papah," ucap Ara dan memeluk pria paruh baya itu.


"Pah," ucap Reno dan menyalami tangan Egi.


"Pak Il-Ilham," ucap pak Doni terbata-bata. Yap memang benar Kean terkenal dengan sebutan Ilham bila di area sekolah.


"Kenapa kaget yaa? Bukanya kata anak bapa tadi saya punya uang hasil menjual diri apa benar? Dan bapa bilang akan mengeluarkan saya dari sekolah milik saya sendiri apa benar," ucap Ara. Semua orang di sana terkejut mendengar perkataan Ara barusan.


"Maksud kamu apa?" Tanya Reno.


"Nanti aku jelasin," ucap Ara dan di balas anggukan oleh Reno.


"Bapa Doni yanh terhormat, bapa tau siapa saya, saya adalah anak dari KEAN EGI SYAH ABRAHAM yang suka di panggil dengan sebutan SYAH ILHAM," ucap Ara dengan menekan setiap kata.


"Dan sekolah SMA NUSA BANGSA sudah di wariskan kepada saya, jadi saya pemilik SMA NUSA BANGSA dan cabang perusahan yang di kelola bapa, yang di Bandung dan di Jakarta itu milik saya. Sebenernya saya tidak ingin membongkar ini semua namun karena anak bapa sudah lancang menuduh saya dengan tuduhan menjual diri jadi saya bongkar ini semua," ucap Ara. . Pak Doni hanya diam tanpa menjawab begitu juga dengan Cecil yang diam tanpa menjawab namun di hati nya mengumpat-ngumpati Ara.


"Apa semuanya sudah jelas?" Tanya Ara

__ADS_1


Makin ke sini makin gak jelas alurnya, makin ngebosenin🙂


Dan para Readers setia author, makasih yaa udah dukung novel nya author I love you se laut 😹


__ADS_2