
ππHaii readers happy reading, author mau mengisahkan Salsa dan bang Refan dulu ya sampe mereka jadian, author belum ada ide gimana sampe Reno direstui in bang Hendra.
"Aww ..." Ringis Refan.
Yups! Refan terjatuh dari tinggi nya tembok sekolah.
"E-ehh Refan," Ucap Salsa cemas.
"Lo sih! Pake teriak segala! Udah suara lo cempreng lagi!" Omel Refan mengusap punggung nya.
"Hehe ... Salsa minta maaf ya," lirih Salsa.
Tak ada jawaban dari Refan, ya karna dia sibuk mengelus punggung nya.
"Ayok Salsa bantu bangkit, kita ke UKS." Salsa mengulurkan tangannya untuk membantu Refan.
"Gak usah! Gue bisa sendiri!" Sentak Refan.
Refan mulai bangkit dan ....
BRUKK!!
Kaki Refan keseleo hingga ia tak mampu berdiri dan menimpa tubuh mungil Salsa.
Jangan bayangkan posisi mereka, itu berat kalian tak kan kuat, biar aku sajaπ³ Dilan tahun berapa nieeπΉ.
Netra Refan dan Salsa bertemu, entah apa yang merasuki nya (Bacanya jangan nyanyi) Refan menarik sudut bibirnya hingga melempar kan senyum manisnya.
"Refan udah selesai natap Salsa?" Pertanyaan konyol Salsa keluar dari mulut nya.Bukannya beranjak Refan malah mendekatkan wajahnya ke wajah Salsa. Dengan refleks Salsa memejamkan matanya.
"Lo jangan GR! Idih lo kira gue mau ngapain? Nyium lo? Ogahh!" Pekik Refan beranjak dari tubuh Salsa. Salsa juga bangkit dan berdiri.
"Siapa yang minta cium!" Bantah Salsa.
"Yaudah, Salsa bantu ke UKS ya, soalnya Salsa punya pelajaran."
Salsa mengandeng Refan lalu menuju UKS.
*Skip UKS ....
"Refan tunggu disini dulu ya, Salsa mau balik ke kelas nanti Salsa dimarahin sama Bu Ayu" Jelas Salsa sembari mendudukkan Refan di ranjang UKS.
"Gausah balik jugaa gakpapa!" Ketus Refan
"Ahh iyaa! Dadahhh Refan !" Ujar Salsa
Salsa melambaikan tangan nya lalu berlari menuju kelas. Sedangkan Refan, ia masih diam dan detik kemudian ia tersenyum melihat tingkah gadis itu.
"Ahh jangan bodo Refan!" Refan segera menepis pikiran nya.
πππππ
Di kelas Salsa
Gadis dengan rambut diikat dua itu tengah berlari menuju sebuah ruangan, hingga seorang pria menarik pergelangan tangannya dan menyuruh nya berhenti.
"Sal, lo mau kemana?" Tanya Bagas mencekal lengan Salsa.
"Mau ke UKS bangg."
"Ngapain? Lo sakit?" Tanya Bagas.
"Enggak." Salsa menggeleng cepat "Tadi Refan jatoh dari tembok belakang sekolah."
"Refan ? Kita ikut lo." Bagas memanggil Arka yang sedang berada di dalam kelas lalu mengikuti langkah Salsa menuju UKS.
*Skip UKS...
"Lo kenapa Refan ?" Tanya Arka.
"Jatoh lah anjimm!" Kesal Refan.
"Ehh lo!" Refan menunjuk Salsa yang berdiri di belakang Bagas "Ngapain ke sini lagi? Sana pergi!".
Bagas menatap Salsa yang berada di belakang nya dan Salsa pun ikut menatap Bagas. Lalu Bagas menunjuk pintu menggunakan dagu nya, Salsa mengerti maksud Bagas Dan ia mengangguk.
"Yaudahh, Salsa pergi dulu!" Ujar Salsa tersenyum paksa.
πππππ
Bang Boy (3)
Arka : Sepii uyy:(
__ADS_1
Arka: Jadi gue mau nyanyi!!
Read 2
Arka: ******diread!
Bagas: Bang Arka Jan berisikk_-
Bagas: Aing lagi ngerjain tugas:)
Refan: Pararunten Akanggπ
Arka: Nongol kan lu?
Refan: Nyari Gue?
Arka: Kagakk!
Bagas: Gue bilangan Jan berisik!
Bagas: ngerjain tugas sendiri mau?
Refan: Iya kang @Bagas gantengππ€£
Refan melepaskan handphone berwarna hitam nya. Sungguh hari yang membosankan!
Ting!!
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Refan.
"Ahh mungkin dua jurik!" Batin Refan
Tapi Refan masih melihat nya siapa tau penting.
Salsabila Winata: Haii Refanπ
Refan: Dapet Tele ku dari mana?
Salsabila Winata: Dari Bang Bagas
Salsabila Winata: Refan π
Salsabila Winata: Yahhhπ₯Ί
Disekolah Salsa
"Haii Sal!" Sapa Rara Saat bertemu di gerbang sekolah.
"Haii Ra!" Balas Salsa.
"Tumben lo bawa sarapan, lo belum makan?" Tanya Rara saat melihat Salsa membawa kotak bekal.
"Enggak." Salsa mengangkat kotak bekal itu "Ini sandwich untuk Refan."
Rara membulatkan matanya. "Lo serius?"
"Iya, yaudahh Salsa mau nyamperin Refan dulu! Babayyy!" Seru Salsa berlari menuju kantin.
πππππ
"Haii Refan. " sapa Salsa
"Suara itu lagi?" batin Refan
"Ngapain lo kesini?" Ketus Refan tanpa melihat ke arah Salsa.
"Ini mau ngasih sandwich." Jedanya "Salsa masak sendiri loh."
Salsa memberikan sandwich untuk Refan, Refan menerima nya namun detik kemudian ....
BRAKK!!
Salsa menatap sedih kotak bekal yang ia bawa untuk Refan, Bahkan sekarang semuanya hancur!
"Hikss ... Refan Kenapa dilempar?" Isak Salsa.
"Kalo setidaknya Refan gamauu hikss ... Refan bisa kasih ke Salsa lagii hikss ...."
"Salsa masakin buat Refan hikss ... Tapi malah dibuangg hikss ...."
Dan entahlahh Refan merasa nyeri di hati saat mendengar isakan Salsa, Tapi dia malah bersikap bodo amat.
"Heh pengecut!" Sentak Sesil yang melihat Refan.
__ADS_1
"Kalo lo cowo! Jangan nyakitin cewe!" Bentak Sesil
"Sesil.Udah Salsa gapapa." Salsa menarik tangan Sesil.Salsa membawa Sesil pergi menuju kelas.
"Heh ****** Lo kenapa sih Refan? Keras kepala banget!" Sentak Arka
"Apa lo? Lagian dia itu bukan tipe gue!" Sewot Refan.
"Ya setidaknya lo hargain perjuangan nya!" Balas Bahas.
"Ogahh! Dia itu culun! Dan gue Gabakal nerima dia!" Bantah Refan.
"Suatu hari omongan lo bakal berbalik ke lo."kata Bagas dengan marah.
πππππ
2 Minggu setelah kejadian itu ...
Salsa masih berjuang mendapatkan hati Refan Namun, jawaban nya tetap sama 'Lo Gak Pantes buat gue!'.
Entah Salsa udah nyerah atau belum, tapi yang jelas kini ia masih sering menyapa Refan walau tak pernah direspon.
Salsa, ya gadis itu kini sedang berada di kamar sedang tengkurap dan membaca novel.
BRAK!!
"Astagfirullah! Bangg!" Teriak Salsa ketika melihat Bagas masuk ke kamar nya dengan membuka pintu dengan keras.
"Kagett Salsa tauu!" Sambung nya.
"Lo lagi apa?" Jeda Bagas "Baca Novel ..." Sambung Bagas menirukan Salsa saat bicara.
"Ihh! Gaada akhlak!" Sewot Salsa.
"Lo udah cape berjuang?" Tanya Bagas duduk di tepi ranjang.
"Berjuang? Indonesia kan udah merdeka."
"Ck! Bukan itu geblek!" Sentak Bagas
"Maksudnya buat dapetin hati Refan" Sambung Zidan malas.
"Gini ya Sal, mending lo nyerah deh daripada nan--."
Bagas menatap Salsa yang berada di belakang nya. Ternyata Salsa tertidur! Ya Salsa memang mudah sekali untuk tidur ketika seseorang sedang berbicara karena bagi nya ia seperti sedang dibacakan dongeng.
"***** kau Sal!" Gerutu Bagas
Dan Bagas memilih menunggu Salsa bangun.
πππππ
20 Menit berlalu ....
"Pagii Mommy!" Seru Salsa menuruni anak tangga.
"Ini Sore Sayangg ... " Jawab Cika (Mommy Salsa).
"Mata jangan dikucekk!" Titah Bagas yang sedang duduk di ruang tamu.
Salsa menghampiri Bagas yang sedang bermain game online.
"Tadi Abang cerita apa?" Tanya Salsa.
Bagas menarik tangan Salsa untuk duduk disampingnya.
"Gue ngomong serius." Bagas memasukan handphone nya ke saku.
"Mending lo nyerah!" Usul Bagas.
"Refan itu ga suka sama lo! Dan akhirnya bakal ngehancurin hati lo!" Titah Bagas.
"Salsa belum cape."
"Salsa!" Jeda Bagas "lo mau berubah?" Sambung Bagas.
"Berubah?" Beo Salsa.
ππHaii readers, gimana bang Refan udah mulai suka belum ya?
Suka ga cerita bang Refan nya?
Tinggalkan koment bawelnya ya. Readees kesayangan author ππππ₯°
__ADS_1